Berita Indonesia

Yusril Ihza Mahendra Jadi Pembela Kasus Illegal Fishing

Menteri Susi Kaget, Menyatakan Negara Siap Hadapi Yusril Ihza Mahendra

HEBOH pencurian ikan, Senin (7/12), Menteri Susi  di kantornya menyatakan dengan prihatin, “Menyayangkan seorang tokoh nasional sekaliber beliau menjadi pembela pelaku IUU Fishing. Beliaukan tokoh nasional yang berkaliber, mosok bantu illegal fishing?”
HEBOH Kasus Pencurian Ikan, Menteri Susi atas Nama Negara VS Yusril Ihza Mahendra.

Islam-institute, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  sangat menyayangkan  pengacara sekaliber Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum dari nahkoda Kapal Silver Sea (SS-2) berbendera Thailand, Yotin Kuarabiab, yang diduga terlibat pencurian ikan. Menteri Susi menegaskan, kapal Silver Sea 2 terbukti melakukan kegiatan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Senin (7/12), Menteri Susi  di kantornya menyatakan dengan prihatin, “Menyayangkan seorang tokoh nasional sekaliber beliau menjadi pembela pelaku IUU Fishing. Beliaukan tokoh nasional yang berkaliber, mosok bantu illegal fishing?”

BACA JUGA:  NKRI Sudah Final, Negara Khilafah Harus Ditolak

Menyikapi langkah Yotim Kuarabiab itu, Susi secara tegas siap menghadapinya. “Kami siap. Bukan KKP ya tetapi negara siap menghadapi ,” tegas Susi.

Dia mengatakan kapal SS 2 melakukan alih muatan ikan (transhipment) dari 3 kapal yang menangkap ikan secara ilegal pada 14 Juli 2015. Kapal SS diamankan oleh KRI Teuku Umar dan dibawa ke dermaga Lanal Sabang. Kapal memiliki bobot 2.285 ton ditangkap dengan barang bukti ikan sebanyak 1.930 ton. Diamankan pula nahkoda dan ABK berjumlah 18 orang yang berkewarganegaraan Thailand. Menteri Susi mengklaim memiliki bukti keterlibatan SS 2.

BACA JUGA:  AM Hendropriyono Bicara Soal Penghina Presiden Seperti Eggi Sudjana

“Kecenderungan Silver Sea, kapal eks Benjina menangkap di Indonesia lalu dibawa ke Daru, Papua Nugini dan diangkat dengan Silver Sea. Yang bandel akan kami  proses hukum. Silver Sea adalah yang membandel,” kata Susi.

Menteri Susi menduga Yusril tidak mengetahui sepak terjang dari SS 2 sehingga mau menerima tawaran sebagai kuasa hukum.

“Saya tidak mengerti Silver Sea memakai Pak Yusril. Mungkin beliau tidak tahu kalau kami  ada foto kapal ini melakukan transhipment. Kita punya fotonya. Walaupun tidak masuk ke Indonesia tetapi kami  tangkap masuk ke perairan Indonesia. Memang transhipment di Daru Papua Nugini,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Yotin Kuarabiab melalui kuasa hukumnya sebelumnya menggugat KKP dan TNI AL terkait penangkapan kapal bermuatan 1,930 ton ikan pada tanggal 12 Agustus 2015 lalu di 80 mill perairan Sabang. Namun Pengadilan Negeri Sabang tidak mengabulkan permintaan dari kuasa hukum nahkoda kapal asal Negara Thailand tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Minta Para Pemuda Kreatif Pulang Majukan Indonesia

Merasa tidak puas dengan hasil keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Sabang, Yotim Kuarabiab kembali menggandeng Ahli Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, Kantor Hukum Ihza & Ihza Law Firm yang beralamat di 88 Kasablanca Office Tower, Tower A Lantai 19, Kota Kasablanca, Jl.Casablanka Kav. 88 Jakarta 12870. (AL/ARN)

Sumber: Beritasatu, Gentaloka

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Yusril Ihza Mahendra Jadi Pembela Kasus Illegal Fishing
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker