Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Inspirasi Islam

Wali Mastur Sang Peredam Fitnah di Yaman

Wali Mastur – Ini sekelumit kisah dahsyatnya doa Wali Mastur, yakni Habib Syaih bin Yahya sang peredam fitnah di Yaman. Dulu di negeri Yaman pernah terjadi fitnah (konflik) yang sangat dahsyat, antar qabail (suku) saling terlibat kontak senjata. Meskipun para ulama sudah turun tangan menasihati mereka untuk secepatnya melakukan gencatan senjata. Namun tampaknya mereka tidak menggubris nasehat para ulama tersebut. Para ulama khawatir jika konflik dibiarkan terus-menerus dan tidak secepatnya diredam maka bala’ (musibah) akan turun.

Akhirnya para ulama min ahlil kasyf (ulama-ulama yang waskito) baik dari kalangan habaib maupun non-habaib semuanya berkumpul di kota Tarim. Mereka mencari tahu siapa kiranya orang yang bisa meredam konflik yang terus berkepanjangan. Padahal waktu itu wali-wali besar seperti Syaikh Abu Bakar bin Salim masih hidup. Dan setelah mereka berhasil menemukan orangnya, yaitu Habib Syaih bin Ahmad bin yahya, akhirnya para ulama Yaman sepakat menunjuk beliau. Sebagai taskitul fitan (peredam konflik).

BACA JUGA:  Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah Cuma Jadi Jargon Keren

Konon Syaikh Abu Bakar bin Salim lah yang menunjuk beliau sebagai peredam konflik. Hal ini karena Syaikh Abu Bakar bin Salim mengetahui kewalian Habib Syaih bin Yahya. Tidak banyak yang tahu kewaliannya, sebab beliau adalah Wali Mastur.

 

images%2520%25286%2529 - Wali Mastur Sang Peredam Fitnah di Yaman

Habib Syaih bin Ahmad bin Yahya adalah Wali Mastur (wali tersembunyi atau tidak mashur)

Habib Syaih bin Ahmad bin Yahya adalah “Wali Mastur”. Kewalian beliau tidak begitu terkenal seperti wali-wali yang lain. Wali Mastur artinya wali yang tersembunyi, namun bukan berarti tidak terlihat. Beliau ada di tengah-tengah masyarakat tapi identitas kewaliannya tidak bisa diketahui oleh orang lain kecuali orang-orang tertentu.

Saat itu beliau, Wali Mastur tersebut tinggal di kampung Masileh. Dan daerah yang sedang dilanda perang saudara ada di daerah Gharrat. Setelah mendapat tugas dari para ulama Yaman untuk meredam konflik beliau langsung bergegas menuju kampung Gharrat. Setibanya di sana beliau, sang Wali Mastur tersebut memohon kepada Allah agar perang saudara yang sedang menimpa negerinya segera berakhir.

BACA JUGA:  Ustadz Firanda Pendusta, Berhujjah dengan Hujjah Dusta dan Palsu (4)

Tak berapa lama kemudian langit yang sebelumnya diliputi oleh awan berwarna hitam pekat yang sangat gelap. Dan bercampur api berwarna merah yang siap meluluhlantakan negeri Yaman, akhirnya lenyap seketika. Bersamaan dengan itu diiringi dengan turunnya hujan yang sangat deras.

Dan berkat doa sang Wali Mastur tersebut semua suku yang terlibat kontak senjata pun akhirnya menyerah. Dan minta diatur sama Habib Syaikh bin Ahmad bin Yahya. Berkat doa beliau pula negeri yang dulunya dilanda perang saudara akhirnya mulai berangsur kondusif. Sehingga beliau terkenal sebagai juru damai dan Taskitul Fitan (peredam fitnah/konflik).

BACA JUGA:  Sampai Tak Ada Lagi Fitnah

Sampai akhir hayatnya Wali Mastur tersebut menetap di kampung Gharrat dan dimakamkan di kampung tersebut. Catatan ini berdasarkan penuturan dari Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya saat Pengajian Ramadhan tahun 2016.

Dua tahun sebelumnya, yakni di Pengajian Ramadhan tahun 2014. Maulana Habib Luthfi bin Yahya menuturkan bahwa al-Quthb al-Habib Syaikh bin Ahmad bin Yahya adalah wali Mastur yang mencintai petani.

“Barangsiapa bertani, bertawassullah pada Habib Syaikh. insya Allah taninya hasil.” Tutur Maulana Habib M. Luthfi bin Yahya mengungkap keistimewaan Wali Mastur tersebut. (Sumber: Ust. Syahudi (Santri Semprul), Ust. Syukron Ma’mun Cirebon dan IBJ Sya’Roni Assamfuri/pustakamuhibbin)Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker