Berita Indonesia

Wali Kota Bogor Tidak Akan Hadiri Acara Pelantikan ANNAS

Wali Kota Bogor Tidak Akan Beri Izin Pelantikan Pengurus ANNAS Bogor

Dalam wawancara dengan Tempo pekan lalu, Bima Arya mengaku belajar dari keputusannya membuat edaran larangan peringatan Asyura yang menimbulkan kegaduhan. “Dalam konteks dimensi dan ruang yang lebih luas, larangan itu melanggar konstitusi,” kata Bima Arya, Walikota Bogor.

Islam-Institute, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tak akan memberi izin acara pengukuhan dan pelantikan Pengurus Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANNAS) yang akan digelar pada Ahad, 22 November 2015, di Aula KONI Gelanggang Olahraga Kota Bogor.

BACA :  Netizen Kesal Jokowi Disebut Pencitraan Bantu Rohingya

Bima Arya juga menyangkal akan hadir membuka acara tersebut seperti tertera dalam selebaran ANNAS. Dalam pamflet itu, Bima Arya disebut akan memberi keynote speech bersama anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Didin Hafiduddin. “Tidak benar isi selebaran itu, saya tidak pernah memberi konfirmasi akan hadir,” kata Bima Arya kepada Tempo pada Kamis, 19 November 2015.

Surat undangan dan permohonan acara itu, kata Bima, dikirim pengurus ANNAS beberapa hari lalu ke kantornya. “Undangan saya terima tapi tidak saya respon,” katanya. “Dan tidak akan saya izinkan.”

BACA :  Muhammad Al-Arifi, Tokoh Teroris Jabhat Al-Nusra Arab Saudi
banner gif 160 600 b - Wali Kota Bogor Tidak Akan Hadiri Acara Pelantikan ANNAS

Bima menyayangkan acara tersebut dan selebaran yang memuat nama dan fotonya sebagai pembicara. Menurut dia, dalam situasi saat ini sangat penting menjaga kebersamaan dan menguatkan silaturahmi. “Demi kesejukan Kota Bogor,” kata dia.

Bima sedang menghadapi somasi masyarakat atas pelarangan Asyura, peringatan gugurnya Hussain bin Ali, cucu Nabi Muhammad, oleh umat Syiah tiap 10 Muharam pada pertengahan Oktober lalu. Bima Arya mengeluarkan surat edaran larangan peringatan Asyura dengan alasan menjaga keamanan.

Surat edaran itu segera memicu kontroversi karena Bima dinilai tak menghargai keragaman keyakinan. Bima kian dikecam karena memberikan pidato dalam konferensi Wali Kota Sedunia di Florence, Italia, tentang persatuan dalam keberagaman. Surat edaran itu membuat responden dalam survei Setara Institute menobatkan Bogor sebagai kota paling tak toleran se-Indonesia.

BACA :  Museum Joang '45 Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70 Tahun

Dalam wawancara dengan Tempo pekan lalu, Bima Arya mengaku belajar dari keputusannya membuat edaran larangan peringatan Asyura yang menimbulkan kegaduhan. “Dalam konteks dimensi dan ruang yang lebih luas, larangan itu melanggar konstitusi,” kata Bima Arya, Walikota Bogor. (AL/tempo.co)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker