Salafi Wahabi

Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah

Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah Bukan Bukti Wahabi Selamat Dari Dajjal

 

Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah… “Menurut Nabi Muhammad, Dajjal tidak bisa masuk kota Makkah – Madianah, mana mungkin kaum Wahabi Jadi Pengikut Dajjal?” Begitulah seringkali kaum Wahabi membela diri ketika dikasih tahu mereka kelak akan jadi pengikut Dajjal. Mereka berpegangan dengan hadits Nabi saw yang menerangkan bahwa Dajjal kelak tidak akan bisa masuk kota Makkah dan Madinah. Kedua kota suci Umat Islam ini sekarang sedang dikuasai oleh kaum Wahabi dan menjadi pusat penyebaran ajaran Wahabi ke seluruh dunia yang berkolaborasi dengan kerajaan Saudi Arabia.

Mari kita simak hadits yang diriwayatkan dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turun lah di suatu tanah yang berpasir ( di luar Madinah ) lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Makkah – Madinah) .” (Riwayat Muslim)

Dari hadits ini terlihat jelas meski Dajjal tidak bisa memasuki kota Makkah – Madinah, namun para pengikutnya yang terdiri dari orang-orang kafir dan kaum munafik selama ini bisa leluasa berada dalam kota Makkah dan Madinah. Dan kelak saat terjadi guncangan tiga kali, pengikut Dajjal ini akan keluar dari Makkah – Madinah dan menemuai TUHANNYA bernama DAJJAL. Wallohu a’lam.

Berikut ini kami suguhkan data akurat dan tidak terbantahkan bagaimana Wahabi saat ini pun sudah menunjjukkan bahwa mereka ternyata adalah pengikut Dajjal. Kebencian mereka kepada umat Islam selain golongan mereka ditanbah symbol-symbol yang melekat pada mereka adalah bukti tak terbantahkan. Bukankah kita semua tahu bahwa mata satu adalah lambang Dajjal? Berikut ini adalah data akurat tentang Wahabi yang ternyata pengikut Dajjal, dipresentasikan oleh Shofiyyah An-Nuuriyyah….

 

Data Akurat Wahhabi Pengikut Dajjal

oleh: Shofiyyah An-Nuuriyyah

Membaca artikel ustadz Ibnu Abdillah yang mengkaji hadits-hadits tentang keterkaitan khowarij dengan dajjal dan membuahkan hasil yang cukup akurat bahwa kaum wahhabi kelak akan menjadi pengikut dajjal, membuat saya tertarik untukmengkaji lebih dalam data-data dan bukti-buktinya.

Semoga artikel ustadz Ibnu Abdillah tersebut membuka mata hati para korban doktrin wahabi dan mau kembali ke ajaran Ahlus sunnah waljama’ah. Dan pada kesempatan ini, saya akan mengetengahkan kepada pembaca data dan bukti tentang ini yang lebih akurat dan valid lagi, sehingga lengkap sudah data dan bukti bahwa kelak kaum wahhabi/salafi akan menjadi pengikut dajjal bersama-sama kaum yahudi.

Kunci informasi tentang hal ini adalah hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut :

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَاْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّىيَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membacaal-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun /generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalamAl-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Dalamriwayat yang lain :

وقال عبد الله بن عمر سمعت رسول الله -صلى اللهعليه وسلم- يقول « يخرج قوم من قبل المشرق يقرءون القرآن لا يجاوز تراقيهم كلماقطع قرن نشأ قرن حتى يخرج فى بقيتهم الدجال

 

“Abdullah bin Umar berkata : “ Aku telah mendengar Rasulullah shallahu ‘alaihiwa sallam bersabda : “ Akan keluar suatu kaum dari arah Timur yang membaca al-Quran namun tidak melewati kerongkongan mereka, tiap kali putus generasi,maka tumbuhlah generasi berikutnya hingga generasi sisa mereka akan keluar besama dajjal “(HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya )

BACA :  Virus Wahabi dan Penggerogotannya Terhadap Nasionalisme Indonesia

Dalam hadits panjang tentang kaum khowarij, di akhir disebutkan :

لا يزالون يخرجون حتى يخرج آخرهم مع المسيح الدجال

“Mereka akan terus muncul hingga generasi akhir mereka keluar bersama dajjal “ (Ditakrij oleh imam an-Nasai danal-Bazzar)

Kesimpulan pasti hadits-hadits di atas yang tak boleh diingkarinya adalah :

-Kaum khowarij akan memiliki generasi di setiap zamannya

-Generasi akhir kaum khowarij akan menjadi pengikut dajjal

-Ciri-ciri generasi kaum khowarij tersebut antara lain ; Munculnya dari arah Timur, Selalu membaca al-Quran.

Tiga kesimpulan di atas, adalah informasi tetap (nash) dari Nabi yang tidak bisa dingkari dan tidak boleh mengingkarinya.

Sekarang siapakah tepatnya generasi akhir kaum khowarij tersebut yang akan menjadi pengikut dajjal? Yuk kita simak hadits-hadits lainnya dari Nabi yang telah menginformasikan sifat, karakter dan cirri-ciri mereka itu. Jadi semua ini bukanlah bualan atau sok jadi paranormal yang belagak tahu hal gaib atau masa depan, tapi ini semua murni berdasarkan hadits-hadits Nabi yang sahih.

Ingat kunci ciri-ciri pokok adalah : Senang membaca al-Quran namun tidak melewati kerongkongan mereka, keluar dari arah Timur. (Pegang ini..)

Hadits pertama :

 

إنَّمِن بعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا يَقْرَؤُنَ اْلقُرآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَلاَقِمَهُمْيَقْتُلُوْنَ أَهْلَ اْلإسْلاَمِ وَيَدَعُوْنَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ، يَمْرُقُوْنَمِنَ اْلإسْلاَمِ كمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مَنَ الرَّمِيَّةِ، لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْلَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

“ Sesungguhnya setelahwafatku kelak akan ada kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi tidak sampaimelewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka lepas dari Islam seperti panah yang lepas daribusurnya seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai mereka (kelak), maka aku akan memerangi mereka seperti memerangi (Nabi Hud) kepada kaum ‘Aad “.(HR. Abu Daud, kitab Al-Adab bab Qitaalul Khawaarij : 4738)

Penjelasan: Dalam hadits ini setelah Nabi menyebutkan ciri pokoknya yaitu suka membaca al-Quran, nabi menambahkan cirriselanjutnya yaitu ; Memerangi orang Islam dan membiarkan kaum kafir. Ciri ini juga ada pada kaum khowarij yang pertama..

Melihat sejarah kaum wahhabi di awal, sangat jelas bahwa mereka penuh dengan pertumpahan darah dengan selalu memerangi kaum muslimin yang mereka anggap menyimpang dari ajaran mereka, di antara muslimin yang mereka bunuh adalah seorang amir Uyainah yaitu Ustman bin Mu’ammir yang mereka bunuh di dalam masjid,setelah sholat jum’at dan masih di tempat sholatnya di hari jum’at yang mulia. Tanpa rasa takut kepada Allah, tanpa memandang hari yang mulia, tanpa memandang tempat yang mulia bahkan di rumah Allah, tanpa takut mengotori masjid dengan najis darah dan perbuatan nista, dengan bangganya mereka membunuh Ustman bin Mu’ammir tersebut..

Tapi sekarang kita lihat sikap wahabi kepada kaum kafir..! tidak ada satu kalimat pun sejarahnya sejak awal kemunculannya hingga kini mereka berani memerangi kaum kafir, malah sekarang semakin terlihat jelas keakraban mereka bersama kaum kafir dan yahudi..

Maka jelas, hadits di atas sesuai dengan sifat dan cirri-ciri kaum wahhabi karena memang mereka lah yang Nabi maksudkan tidak ada lainnya..

Hadits kedua :

سَيَكُونُفِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَالْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَالدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّعَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْوَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْقَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

banner gif 160 600 b - Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah

 

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akankembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuhmereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapatbagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orangyang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.(SunanAbu Daud : 4765)

BACA :  Apa Itu Nawaashib dan Rafidhoh ?

Penjelasan: Dalam hadits ini setelah Nabi menyebutkan cirri-ciri pokoknya yaitu suka membaca al-Quran, nabi menambahkan ciri selanjutnya yaitu ; Selalu mengajak kepada al-Quran dan bercukur gundul..

Ciri-ciri berikutnya yang ini, begitu sangat jelas dan kentara, bahwasanya kaum wahhabilah yang selalu gembor-gembor kembali kepada al-Quran kapan pun , di manapun hingga kaum awam pun mengetahui hal ini..subhanallah cirri yang ini Allah tampakkan dengan jelas sejelas-jelasnya kepada mereka untuk kita..kita sering membaca dantemui slogan kaum wahhabi di dalam situs-situs mereka, majalah, bulletin,radio, tv dan media lainnya selalu mereka meneriakkan kembali kepadaal-Quran…cirri ini begitu nyata pada mereka. Cirri ini semakin meyakinkan kita bahwa wahhabilah yang Nabi maksudnya dalam haditsnya tersebut..

Hadits ketiga :

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِالزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَخَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَمِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْفَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَاْلقِيَامَة

 

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia(Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya,maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari 3342)

Penjelasan: Sebelum Nabi menyebutkan ciri pokoknya, nabi menyebutkan cirri lainnya yaitu kaum yang berusia muda (baru muncul di akhir zaman), daya pikirnya lemah dan selalu berucap dengan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wasallam..

Ciri ini juga tampak jelas kepada mereka, di Malaysia justru kaum wahabi disebut kaum mude (kelompok orang berusia muda) yang suka menghujat kaum tue (kelompok ulama terdahulu)…. Wahabi muncul tidak lama yaitu saat Muhammad bin Abdul wahhab secara terang-terangan mendakwahkan doktrin-doktrin menyimpangnya itu di kurun kedua belas hijriyyah. Istilahnya mereka adalah anak kemaren sore….

Daya pikir mereka juga dungu, lemah dan bodoh, terbukti sering kali salah di dalam memahami nash-nash al-Quran dan hadits Nabi juga ucapan para ulama…, sehingga sering kali bertentangan dengan pemahaman mayoritas umat muslim di belahan dunia ini.

Ciri selanjutnya, mereka kaum wahabi juga suka membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam…, lengkap sudah ciri kaum wahabi selalu mengajakkepada al-Quran dan sunnah…mungkin dalam hati kaum wahhabi mengeluh : “Kenapa sih Nabi memberikan ciri-ciri yang baik seperti itu kepada kaum yang buruk itu ?? “, ya saya Cuma menimpali : “ Agar kaum muslimin tidak mudah tertipu dengan slogan manis kaum wahhabi, agar kaum muslimin tidak tertipu dengan topeng kaum wahhabi “.

Maka sangat jelas, ciri-ciri yang disebutkan oleh Nabi di atas adalah yanthabiqu (terealisasi) kepada kaum wahhabi/salafi, bukan yang lainnya..terlebih Nabi lebih menentukan kembali letak kaum yang memiliki cirri pokok tsb yaitu muncul dari tempat di mana kaum Rabi’ah dan Mudhar berada, renungkan hadits Nabi berikut :

مِنْ هَا هُنَا جَاءَتِ اْلفِتَنُ ، نَحْوَ اْلمَشْرِقِ ، وَاْلجَفَاءُوَغِلَظُ اْلقُلوْبِ فيِ اْلفَدَّادِينَ أَهْلُ اْلوَبَرِ ، عِنْدَ أُصُوْلِ أَذْنَابِاْلإِبِلِ وَاْلَبقَرِ ،فِي رَبِيْعَةْ وَمُضَرً

 “Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan,dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “. (HR.Bukhari)

Parabadui yang menggembalakan sapi dan unta ada dan terbanyak sedunia hanya diSaudi Arabiah. Dan tidak bisa menghindar dan mengelak lagi, bahwasanya kaum Rabi’ah dan Mudhar hanya ada di Saudi Arabiah, maka dengan ini semakin mnguatkan keyakinan kita bahwa wahhabi lah yang nabi maksudkan dalam hadits-hadits tersebut.

BACA :  Kenapa MusliModerat Sering Ungkap Kejahatan Wahabi dan NUGL ?

Setelah data dan bukti akurat saya tampilkan dari hadits-hadits Nabi di atas, makaselanjutnya saya akan membuktikan dengan bukti dan data-data realistisnya yang begitumudah ditemukan yang menyimpulkan keterkaitan kuat kaum wahhabi dengan dajjaldan yahudi.

Bukti pertama : Aqidah wahhabi sama persis dengan akidah Yahudi, untuk hal ini silakan baca artikel saya di blog saya ini :

http://semuatentangwahabi.blogspot.com/2012/07/bukti-kongkrit-akidah-wahabi-salafi.html

Kita tahu bahwasanya termasuk kaum yang menjadi tentara dajjal adalah kaum Yahudi. Kesamaan akidah wahabi dengan akidah yahudi menyebabkan mudah terpengaruhnya mereka dengan yahudi dan dajjal, apalagi sudah dijelaskan oleh ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy bahwa akidah tajsim mereka yang kelewat batas sangat mampu mempengaruhi mereka bahwa dajjal adalah Allah, bagi mereka Allah sangat mampu melakukan apapun, termasuk memiliki organ tubuh bahkan ulama mereka mengatakan jika Allah berkehendak duduk di punggung nyamuk, maka Allah pasti akanmelakukan hal itu..apalagi kalau hanya membentuk dalam rupa dajjal yang sangatmuda Allah lakukan menurut mereka…

Oleh sebab ini Nabi mewanti-wanti kepada kita :

إني حدثتكم عن الدجال، حتى خشيت أن لا تعقلوا

“ Sesungguhnya aku ceritkan pada kalian tentang dajjal, karena aku khawatir kalian tidak bisamengenalinya…..”

Lihat bagaimana Nabi mengatakan takut umatnya tidak bisa mengenali dajjal, tidak bisa mengetahui dajjal, bagi kaum Ahlus sunnah sulit terpengaruh dengan dajjal melalui hal ini, sedangkan wahhabi sungguh sangat mudah terpengaruh dengandajjal dengan cara ini karena kita tahu wahhabi beraqidah tasybiih bahkan sampai taraf tajsim kepada Allah Ta’alaa..

Bukti Kedua : Simbol-simbol dajjal menjadi trend dan syi’ar kaum wahhabi di manapun mereka berada dan diberbagai aspek, khusunya di Saudi Arabiah. Sangat mudah kita temukan simbol-simboldajjal yang dipasang oleh kaum wahhabi, mustahil hal ini terjadi jika hanya kebetulan saja..

Simbol mata satu. Simbol ini adalah simbol dari dajjal atau Anti kristus. Simbol ini pun menjadi simbol ritual Fremasonry yaitu perkumpulan rahasia yang menanti-nanti kedatangan dajjal dan pemuja dajjal.

Simbol mata satu ternyata banyak ditemukan di Negara yang katanya paling bertauhid yaitu Saudi Arabia khususnya di Najd tempat munculnya kaum khowarij pertama dan tempat munculnya kaum wahhabi.

 

Perhatikan simbol-simbol wahhabi di bawah ini :

 

Logo Organisasi Kebudayaan & kesenian Saudi Arabia

 

Pagar tembok Madrasah Hamzah bin abdil muthallib tingkat ibtida’iyah di kota suci Madinah, Gedung madrasah ini bersebelahan dengan makam syuhada’ uhud.

 

Tidak dipungkiri lagi semua simbol itu tidak digunakan secara kebetulan, dan semua itu merupakan simbol kaum-kaum pemuja dajjal dan ternyata negara yang ngakunya paling bertauhid menerapkan simbol-simbol tersebut disegala aspeknya….apa maksudnya ?? tidak ada lain esensi dalam artikel inilah jawabannya…

Sungguh benar sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam :

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

 

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Sebenarnya masih ada dua bukti lagi, namun sedikit ini sudah cukup membuktikan bahwa kaum neo khowarij yang ciri-cirinya telah disebutkan di atas kelak akan bersama dajjal menjadi pengikutnya untuk menebar fitnah yang lebih besar lagi di muka bumi ini bagi kaum muslimin.

Semoga kita terlindung dari fitnah dajjal dan para pengikutnya…Aamiin

 

By : Shofiyyah An-Nuuriyyah

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

43 thoughts on “Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah”

  1. Astagfirullah,…dimana saat ini banyak saudara muslim yang di zhalimi di suria, mesir, palestina dan rohiongya, antum masih sempat membuat tulisan seperti ini…apa tujuannya?

  2. @sobat ilmu

    ente koment kaya gini bagusnya disitus wahabi juga, karena mereka yang mulai duluan menuduh aswaja / nu dengan tuduhan yang tidak pantas. disini hanya menjawab tuduhan2 para wahabi. kalo mereka toleransi sama aswaja maka aswajapun akan toleransi sama wahabi.

  3. sobat ilmu@

    semua kedholiman yg menumpahkan darah kaum muslimin di negara2 yg antum sebutkan itu siapa penyebanya? Tidak lain adalah para Wahabiyyun untuk menyenangkan bossnya, yaitu Israel. Wahabiyyun adalah para pelayan paling menyenangkan bagi Yahudi dan Israel, juga AS tentunya di mana AS adalah tempat bercokolnya para lobby Yahudi, saya kira antum tahu persoalan ini seandainya mau sedikit buka wawasan bacaan antum.

    coba lihat bukti2nya di sini:

    http://www.islam-institute.com/wahabi-dan-misi-zionis-yahudi-dalam-memecah-belah-umat-islam

    http://www.islam-institute.com/intelijen-saudi-dan-israel-ternyata-aktor-di-balik-drama-huru-hara-berdarah-di-suriah

    http://www.islam-institute.com/fakta-mereka-yang-mengangkat-senjata-memerangi-suriah-adalah-para-pelayan-israel

    http://www.islam-institute.com/penting-download-kompilasi-data-foto-dan-berita-dusta-tentang-perang-suriah

  4. Bismillah,
    @Ibnu Al Kattiby & shofiyah
    Astaghfirullahal adzhiim..
    “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan”
    Anda benar-benar telah melakukan fitnah yang keji..
    Takutlah kepada Allah mas / mbak..
    Apa anda sudah membaca fatwa MUI tentang salafy wahaby?? Kalau belum ini salah satu artikelnya : artikelassunnah.blogspot.com/2009/12/fatwa-mui-tentang-manhaj-salafy.html#.UUvB2lt-U1I
    Maaf mas dan mbak, saya lebih percaya fatwa ulama daripada perkataan anda yang nggak jelas, penuh kedengkian, khayalan dan perkiraan-perkiraan yang dipaksakan alias membabibuta..

    Anda membawakan hadits khawarij untuk kaum wahaby salafy???
    Jauh mas, jauuuh sekali…

    – Kaum khawarjij suka ngebom, salafy wahaby justru yang paling anti dengan bom dan teroris.. Anda jangan cuma bisa fitnah mas, lihat kenyataannya.. Bagaimana fatwa ulama-ulama wahaby terhadap bom dan teroris itu…

    – Kaum khawarij bercukur gundul, salafy wahaby mana yang cukur gundul?? Salafy wahaby di indonesia apa cukur gundul mas?? Kalau wahaby bercukur gundul, tentu orang makkah dan madinah yang wahabby itu sudah gundul semua..
    Coba anda baca : kitab : Al Haq al mubin hal 45, dari Da’awi al munawi hal 190, disitu tertulis : Bahwa membiarkan rambut adalah sunnah menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.. atau anda baca kitab Majmu’ah Muallafat syaikh Ibnu Abdil Wahhab.. dan banyak kitab-kitab yang lain yang justru mengisyaratkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membenci cukur gundul dan mensunnahkan untuk membiarkan rambut..

    – Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memerintahkan untuk memerangi mereka.. Kalau anda ingin memerangi mereka, silahkan anda dan kelompok anda datangi Makkah dan Madinah yang disana pusatnya wahaby, dan bunuh seluruh penduduknya yang wahaby itu, dapat pahala lho mas…
    Perlu anda tahu, bahwa Makkah dan Madinah adalah dua kota yang dijamin kesuciannya oleh Allah azza wa jalla.. Terlalu banyak dalil-dalil yang menjelaskannya.. Apakah mungkin Allah azza wa jalla membiarkannya berada dalam kesesatan selama ratusan tahun??
    Anda pasti tahu itu, tapi kedengkian telah menutup pintu hati anda…

    Salafy wahaby bermesraan dengan yahudi??
    Justru merekalah yang paling memusuhi dan paling dimusuhi dan ditakuti oleh yahudi.. Ini kenyataan.. tidak bisa dipungkiri lagi…
    Malahan panutan kalian yakni gembongnya tokoh NU yang ingin bekerjasama, melakukan hubungan dagang dan bermesraan dengan yahudi.. Kalian pasti ingat di saat beliau jadi presiden kan?? Bahkan kalau tidak salah beliau pernah mendapat penghargaan tertinggi dari yayasan simon peresh atas jasa-jasanya terhadap kaum yahudi..

    – Fitnah datangnya dari Najed?..
    Semua ulama yang lurus dari zaman dulu sampai sekarang (kecuali ulama-ulama dan ustadz-ustandz yang sesat seperti anda) menafsirkan bahwa dimaksud arah timur adalah Iraq, sesuai dengan hadits berikut :
    Riwayat Ath-Thabaraaniy dalam Mu’jamul-Kabiir.
    Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Aliy Al-Ma’mariy : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Mas’uud : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun, dari ayahnya, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, dari juga ‘Iraaq kami ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana lah muncul tanduk setan” [Al-Mu’jamul-Kabiir, 12/384 no. 13422; sanadnya jayyid].

    Hadits diatas lebih diperkuat lagi dengan hadits yang lain sebagai berikut :
    Riwayat Muslim dalam Shahih-nya. :
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Umar bin Abaan, Waashil bin ‘Abdil-A’laa, dan Ahmad bin ‘Umar Al-Wakii’iy (dan lafadhnya adalah lafadh Ibnu Abaan); mereka semua berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar berkata : “Wahai penduduk ‘Iraaq, aku tidak bertanya tentang masalah kecil dan aku tidak mendorong kalian untuk masalah besar. Aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin ‘Umar berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda : ‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari sini – ia menunjukkan tangannya ke arah timur – dari arah munculya dua tanduk setan’. Kalian saling menebas leher satu sama lain. Musa hanya membunuh orang yang ia bunuh yang berasal dari keluarga Fir’aun itu karena tidak sengaja. Lalu Allah ‘azza wa jalla berfirman padanya : ‘Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.” (Thaahaa: 40)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905 (50)].

    Adapun tentang hadits dengan lafadz “Najd”, maka para ulama menafsirkan bahwa kata najd yang dimaksud adalah tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya..
    Silakan merujuk kembali dalam kamus bahasa ‘Arab, Ibnul-Mndhuur menyebutkan :
    “Semua tanah yang tinggi dari Tihaamah sampai tanah ‘Iraaq, maka itu Najd” [lihat dalam Lisaanul-‘Arab].

    – Kaum salafy wahaby pengikut dajjal???
    Kaum yang hanya beribadah kepada Allah saja, tanpa perantara, mengikuti al qur’an dan as sunnah dengan pemahaman para sahabat, kemudian mewajibkan berdo’a setiap akhir shalat sebelum salam : wa min syarri fitnatil massihid dajjal.. dikatakan pengikut dajjal??
    Mas, saya juga pernah jadi penganut NU bahkan mondok di salah satu pesantren di Jawa Timur.. Tidak pernah saya diajarkan doa untuk berlindung dari dajjal..
    Baru saya rutin membacanya ketika belajar manhaj salaf…
    Dalam hadits justru diceritakan bahwa dajjal memasuki seluruh daerah di dunia, kecuali makkah dan madinah..
    Penduduk Makkah dan Madinah yang wahaby itu yang justru tidak bisa dimasuki dan dipengaruhi oleh dajjal.. kok dikatakan pengikut dajjal??..
    Saat ini jumlah salafy wahaby di dua kota suci tersebut mencapai hampir 100 persen!!..
    Apakah mungkin suatu saat nanti mereka semua akan meninggalkan kota Makkah dan Medinah untuk menemui dajjal???.. Berarti yang bertahan di kota Makkah/Madinah yang terdiri dari orang syiah dan non salafy tinggal berapa biji???

    Adapun mengenai lambang /gambar yang katanya mirip dengan lambang dajjal..
    Apakah anda tidak melihat lambang majelis rasulullah asuhan munzir al musawwa yang mirip dengan gambar candi (rumah ibadah orang hindu)??..

    Mas ibnu kattiby dan Mbak shofiyah, apa yang anda katakan cuma perkiraan dan fitnah dengan dalil yang dipaksa-paksakan.. Takutlah kepada Allah azza wa jalla, perkataan anda bisa jadi bumerang bagi anda..
    Sebaiknya anda tidak usah berangkat ke Mekkah dan Medinah untuk haji atau umrah, karena disana pusatnya wahaby.. Tidak sah shalat yang diimami oleh orang kafir atau orang sesat..

    Semakin jelas bagi saya, bahwa blog ini isinya kebanyakan hanya kedustaan, kedengkian dan fitnah..
    Wahai kalian semua pendukung blog ini, takutlah kepada Allah, semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak….

    Wallahu a’lam..

  5. ibnu saleh isbir masih suasana lebaran, maafkanlah mereka2 yang belum tahu ilmunya, bkn kah kta di jarkan oleh rosulullah demikian?

  6. Hati kalo sudah tertutup, begitulah… tidak mau menerima yg khaq. bisa-bisa nyungsep ke neraka bersama Dajjal… dari khadist2 tsb diatas sudah jelas tapi ya, karang sudah tertutup hatinya mau dikata apa, paling bisanya cuma “al akh, akhi isbir ” sok-sokan.
    Paling enak jaman sekarang ya… baca Rathib Attas and Chaddad, tapi setelah Tadarus lah. biar kebal terhadap fitnah2 Dajjal, Insya Allah… ya Rob

  7. @Ibnu Saleh
    Hujjah anda meyakinkan saya bahwa wahabi bisa jadi pengikut dajjal karena pada hari akhir kelak akan ada gempa bumi yang akan mengeluarkan orang munafik Dan orang kafir Dari bumi mekkah Dan madinah karena kata anda 100 persen orang wahabi ada menguasai mekah dan madinah bisa jadi yg dimaksud orang munafik ialah wahabi. boleh saja berdoa terhindar dari fitnah dajjal, tapi klo wahabi kerjanya ngerusak kuburan org saleh, bilang ortu nabi masuk neraka, rumah nabi dihancurkan dijadikan wc umum. Apa iya doanya diijabah Allah SWT.? Wallahu alam

  8. Bismillah,
    Menrud, kalau anda mau berhujjah jangan asal bicara, buktikan dengan dalil…
    Agama ini bukan perkiraan, bukan menurut saya begini… menurut saya begitu.. boleh jadi begini.., boleh jadi begitu…
    Apa yang anda katakan itu kan hanya khayalan anda saja, sama dengan penulis artikel diatas, tukang menghayal dan tukang fitnah… Cocoknya jadi sutradara film atau sinetron…

    Wallahu a’lam..

  9. Teruslah belajar kaum wahabi, jgn putus asa semoga mendapat rahmat,
    semua dalil diatas sudah dibahas tuntas di berbagai web. dan hasil-nya benar
    bahwa Najd adalah tanduk setan.
    kenyataan telah terbukti sejak munculnya wahabi fitnah meraja lela, dan perselisihan saudara seagama / peperangan bermunculan, adakah ini muncul dari dari Habaib yg lemah lembut??.
    wajah yg kusam, jidat hitam, ahlak yg kasar tak enak dipandang adakah ini tanda sebagai Rahmatan Lil `alaminn?,
    yg jelas yg lemah lembut, bersahaja, ahlak-nya mulia, ucapannya meneteskan air mata, teringat Rosul ketika memandang wajahnya jelas sebagai bukti akan kebenaran sebagaimana para Habaib yg lemah lembut, Renungkanlah wahai WAHABI, semoga Anda sadar akan hal ini.

  10. Bismillah..
    @Brigadir, mengenai Najd, bukankah saya sudah jelaskan dalam coment saya diatas ya akhi, dengan dalil-dalil yang shahih dan kenyataan yang ada?? Anda tidak baca ya..
    Saya tambahkan ya akhi, bahwa kenyataan yang ada, daerah Najd yang dulunya penuh kesyirikan sekarang sudah menjadi daerah yang tentram dan damai dengan penegakan syariat Islam dan ketahuidan yang nyaris sempurna sejak kedatangan ulama penegak tauhid : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab..
    Berbeda dengan Iraq yang disana fitnah dan kekacauan masih terus berlangsung dari zaman sahabat hingga saat ini..
    Peperangan yang anda maksud yang mana yang akhi?? Apakah peperangan yang digambarkan oleh sang pendusta dan si majhul idahram?? Idahram yang nama aslinya Marhadi??
    Kalau nama pengarangnya saja sudah terbalik, apalagi isi bukunya??
    Ya akhi, bagaimana anda bisa percaya buku yang penulisnya saja tidak dikenal..
    Andai anda mau belajar ilmu hadits, maka anda pasti akan tahu bahwa kabar yang dibawa oleh orang tidak dikenal, maka statusnya adalah maudhu’ alias palsu..
    Ya akhi, ketahuilah, yang wajahnya enak dipandang bukan cuma orang aswaja, bahkan bintang film dari Hollywood dan bintang film korea wajahnya juga enak dipandang..
    Ya akhi, yang kata-katanya bisa membuat orang meneteskan airmata bukan cuma orang aswaja.. Bahkan ulama syi’ah yang jelas-jelas sesatpun kata-katanya bisa membuat orang menangis…
    Apalagi ulama-ulama yang anda sebut wahaby itu, bukan cuma kata-katanya ya akhi, bahkan lantunan bacaan al qur’an yang mereka bawakan sering membuat orang meneteskan air mata…
    Mestinya anda malu, saat anda menunaikan ibadah haji atau umrah, disaat shalat diimami oleh ulama wahaby kemudian anda menangis.. Bukankah anda menangis karena lantunan bacaan al qur’ah oleh ulama wahaby yang anda anggap sesat bahkan anda kafirkan???.. Atau mungkin anda ingin menangis ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci al qur’an dibacakan, tetapi ketika teringat bahwa yang membacakan adalah ulama wahaby, maka anda serta merta berusaha untuk tidak jadi menangis..
    Bagaimana shalat bisa khusyu kalau begitu….
    Ya akhi, perlu anda tahu juga, bahwa ahlul bayt rasulullah bukan cuma ada di Indonesia, dan bukan cuma orang aswaja…
    Di Makkah dan Medinah yang pusatnya wahaby banyak sekali ulama ahlul bayt, bahkan keasliannya lebih bisa dipercaya daripada ahlul bayt di Indonesia yang mungkin kebanyakan cuma mengaku-ngaku..
    Ahlul bayt atau yang hanya mengaku-ngaku, tersebar diseluruh dunia dengan manhaj yang berbeda-beda.. Ada yang salafy wahaby, ada yang aswaja, bahkan ada juga yang syi’ah…
    Kalau anda mengatakan bahwa ahlul bayt (atau yang mengaku-ngaku) itu pasti benar, maka anda harus mengikuti semuanya..
    Nah, kalau anda mengikuti semuanya karena taklid buta, maka manhaj anda akan menjadi manhaj gado-gado….

    Wallahu a’lam..

  11. @ Ibnu Saleh (bukan salah)
    Pertama :
    Kita mengetahui bahwa Iraq adalah negeri yang berkat, bukti keberkatan Iraq adalah pindahnya ulama-ulama besar dari golongan sahabat ke Iraq seperti Imam Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas`ud, Anas bin Malik, `Ammar bin Yasir, Hudzaifah bin Yaman, Sa`ad bin Abi Waqash, Imran bin Hushain, jikalau negeri Iraq tidak berkat bagaimana boleh para sahabat pindah ke Iraq berbondong-bondong. Di negeri Iraq pula terbitnya banyak ulama hadis dan mazhab ahlussunnah seperti mazhab Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Sufyan bin Uyaynah, timbulnya di baghdad ulama dan fakar-fakar qira`ah dan Nahu, berbeda dengan Najd Yamamah yang tidak terdapat sedikitpun para sahabat yang bermukim di situ bahkan para sahabat datang ke Najd Yamamah untuk memerangi orang kafir dan murtad pengikut Musailamah, bagaimana boleh kita katakan bahwa Iraq tempat yang terkutuk dan tidak berkat, sementara Iraq telah mengeluarkan jutaan ulama, kenapa wahabi mengikuti mazhab Hanbali sementara Imam Ahmad berasal dari Iraq.
    Kedua:
    Iraq telah masyhur ketika zaman jahiliyah, jikalau Rasul bermaksud Iraq niscaya beliau akan sebutkan secara jelas dengan namanya khusus tetapi Rasul tidak menyebutkan Iraq bahkan menyebutkan Najd yang berarti bukan Iraq. Jiadi jika disebut dengan Najd maka di maksud adalah dalah Najd secara uruf yaitu daerah Yamamah , Dar`ah dan sekitarnya, karena kawasan ini juga dataran tinggi.

    Dari Ibnu Umar r.a. beliau mendengar Rasul bersabda dalam keadaan mengarah ke bahagian arah timur Madinah : ” Ingatlah bahwasanya fitnah datang dari sana dari tempat terbitnya tanduk syaitan. ( H.R .Bukhari no : 7093 ).
    Bahagian timur Madinah adalah Nejd ( bahagian Yamamah, Dir`ah, dll ) bukan Iraq, ini jelas kalau kita melihat peta, adapun para ulama yang menafsirkan timur tersebut ke arah Iraq tidak tepat kenyataan dari ilmu zaman sekarang, karena timurnya Madinah bukan Iraq (lihat google Map)

    Dari Abdullah bin Umar r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. menyuruh penduduk Madinah berniat ihram dari Dzul- Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Nejd dari Qarn (tanduk), Manazil. ( H.R. Malik , Kitab Hajj, bab Mawaqitu al-Ihlal no : 732 ).

    Dari Ibnu Umar beliau berkata : Rasulullah telah menentukan miqat bagi ahli Najd di Qaran, Juhfah untuk penduduk Syam, Dzul Hulaifah untuk penduduk Madinah, , berkata Ibnu Umar : telah sampai kepadaku bahwa Nabi s.a.w. berkata: “Bagi penduduk Yaman dari Yalamlam”. kemudian disebutkan Iraq, berkata beliau : Ketika itu belum ada Iraq. ( H.R. Bukhari, no 7344 ).

    Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa yang di maksud Najd adalah daerah dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain-lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qarnu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang ).

    Adapun riwayat yang menggantikan Masyriq ( arah timur ) kepada Iraq, riwayat ini telah di obah dan tidak soheh, sebab kebanyakkan riwayat mengatakan Masyriq, adapun penafsiran Salim bin Abudullah bin Umar kepada Iraq adalah salah satu ijtihad beliau yang belum boleh dijadikan pegangan, sebab bukan dari penafsiran Rasulullah s.a.w.,sebagaimana beliau pernah berijtihad untuk melarang para wanita pergi shalat ke masjid sehingga ayah beliau Abdullah bin Umar marah tidak bercakapan dengan beliau sampai Abdullah bin Umar meninggal dunia.

    Diriwayatkan dari Uqbah bin Amr Abi Mas’ud ra, dia berkata: Rasulullah Saw menudingkan tangannya ke arah Yaman, dengan bersabda, “Iman yang kuat ada di sana (penduduk Yaman). Ketahuilah bahwa sifat kasar dan hati yang keras itu dimiliki oleh orang-orang yang sibuk mengurus onta dengan melalaikan agama (beliau sambil menuding ke arah timur) dan disanalah tempat munculnya dua tanduk setan”. ( H.R. Shahih Bukhari No. 3202)

    Wallahu a’lam..

  12. waduh aku prihatin nih ama ibnu sole,ya sebaiknya liat peta dulu klo mau berdebat (biar ga keliatan dangkal ilmunya), itu IRAQ (kota NAJAF bukan NAJD) jelas2 bgt di UTARA JAZIRAH ARAB, kok dibilang timur..weleeeh, wahabiyun banget ente…!!!

  13. Bismillah..
    @Brigadir :
    Pertama : Ya akhi, jika kita menemukan terdapat khilaf suatu masalah agama, maka jalan yang terbaik bagi kita orang awam adalah bertanya pada ulama’.. Dan jika terdapat khilaf pula diantara para ulama’, maka jalan yang terbaik dan metode yang ditempuh oleh manhaj salaf adalah mengikuti jumhur ulama’..
    Disini jelas ya akhi, jumhur ulama membuktikan bahwa hadits tentang Najd, jumhur ulama salaf mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Iraq..
    Adapun yang yang mengatakan Najd, terbukti adalah ulama khalaf (ulama belakangan) dari kalangan kaum syi’ah, sufi, dan asy’airah yang membenci dakwah tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab..
    Adapun dari kalangan generasi sahabat tidak ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa ada salah seorang sahabat mengatakan bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah najd di Arab..
    Silahkan anda tampilkan disini jika anda punya riwayat tentang penjelasan sahabat tentang masalah ini…
    Adapun sahabat yang menjelaskan bahwa yang dimaksud Najd adalah Iraq, maka sebagaimana hadits yang pernah saya bawakan sebelumnya adalah Abdullah bin Umar dan putra beliau : Salim bin Abdullah bin Umar r.a…
    Dari sini saja anda bisa menilai mana yang lebih mendekati kebenaran…

    Kedua : Anda menuduh bahwa hadits dengan lafadz Iraq adalah hadits yang telah diobah..
    Yaa akhi, tolong anda datangkan bukti ilimah jika perkataan anda itu benar, namun jika tidak, maka takutlah kepada Allah dan bertobatlah karena anda telah melakukan fitnah…
    Anda juga menuduh bahwa Salim bin Abdullah bin Umar salah dalam berijtihad..
    Maaf ya akhi, dalam hal ini saya lebih memilih pendapat Salim bin Abdullah radiyallahu anhu daripada pendapat ulama-ulama khalaf dari kalangan syiah, sufi dan asy’ariah, karena beliau adalah seorang tabiin yang mulia, yang lebih berhak kita ikuti daripada ulama-ulama belakangan…
    Anda juga membawakan riwayat bahwa Salim bin Abdullah sering salah dalam berijtihad, yakni ketika beliau dimarahi oleh Abdullah bin Umar ayah beliau karena melarang wanita shalat di Masjid, hingga beliau tidak bertegur sapa dengan anak beliau itu hingga wafatnya…
    Subhanallah… Anda ambil riwayat darimana ya akhi,? Apakah anda mengambil dari bualan palsu orang-orang syiah yang dengki kepada Khalifah Umar bin Khatthab dan anak cucu beliau?
    Bagaimana mungkin seorang sahabat yang mulia, Abdullah bin Umar yang telah dijamin kebaikannya oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sampai tidak bertegur sapa dengan anak beliau hingga beliau wafat?? Apakah beliau tidak tahu bahwa haram hukumnya tidak bertegur sapa selama tiga hari dengan sesama muslim?? Apalagi ini dengan anak sendiri?? Selama bertahun-tahun lagi, sampai beliau wafat.. Subhanallah…
    Ingat ya akhi, mencela sahabat rasulullah shalallau alaihi wasalllam adalah perbuatan orang zindiq, apalagi sampai memfitnahnya, bertobatlah ya akhi..

    Ketiga : Ya akhi, hadits yang sedang kita bahas ini adalah hadits tentang kemunculan kaum khawarij…
    Sekarang anda lihat apakah kami pengikut salaf, memiliki aqidah khawarij?
    Apakah kami memberontak kepada penguasa??
    Apakah pemerintahan Arab Saudi adalah pemerintahan yang beraqidah khawarij??
    Apakah ulama-ulama dan masyarakat Saudi gemar berdemo dan memperebutkan kekuasaan dari para penguasa sebagaimana ciri-ciri kaum khawarij??
    Tolong anda pikirkan ini!!…

    Keempat : Anda mengatakan bahwa yang dimaksud masyriq adalah arah timur yakni Najd..
    Jawab: Akhi, Kita sebagai orang ajam (non Arab), mungkin terjebak dengan kata ini dan menerjemahkan secara letterlijk dengan istilah ‘timur’ , tapi kita tidak sepenuhnya benar, masyriq menurut orang arab dan yang sering disebut dalam banyak istilah sejarah merupakan suatu bagian wilayah timur tengah yang membentang dari laut tengah disebelah barat hingga dataran tinggi Iran disebelah timur. Daerah tersebut adalah daerah disebelah timur Jazirah arab, sebaliknya mereka menyebut wilayah sebelah barat seperti Tunisia dan maroko dengan istilah Maghrib yang secara Bahasa berarti ‘barat’. Dari sini kita bisa tahu bahwa wilayah masyriq adalah Iraq, Palestina, Yordania, Libanon, Arab Saudi, Uni emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain. Adapun mesir dan sudan merupakan daerah percampuran antara masyriq dan maghrib.
    Sudah dimaklumi dalam lisan orang ‘Arab bahwa Najd itu juga punya makna yang lebih umum sebagaimana dijelaskan oleh Al-Khaththaabiy rahimahullah :
    “Najd adalah arah timur. Dan bagi Madinah, najd-nya sahara/gurun ‘Iraaq dan sekelilingnya. Itulah arah timur bagi penduduk Madinah. Asal makna dari najd adalah : setiap tanah yang tinggi; sedangkan ghaur adalah setiap tanah yang rendah. Seluruh wilayah Tihaamah adalah ghaur, termasuk juga Makkah. Fitnah muncul dari arah timur; dan dari arah itu pula akan keluar Ya’juuj, Ma’juuj, dan Dajjaal sebagaimana terdapat dalam kebanyakan riwayat” [I’laamus-Sunan, 2/1274].

    Ringkas katanya : Ketika Najd itu disebut dalam satu lafadh dan ‘Iraaq di lafadh yang lain, apakah itu penafsiran yang diterima atau justru sebuah pertentangan??.
    Kata anda dan kaum anda : Mengandung pertentangan. Alasan klisenya : Karena waktu itu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menunjuk arah timur (masyriq), sedangkan ‘Iraaq itu bukan timur Madiinah (posisi saat beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam berbicara).
    Perkataan ini keliru, dilihat dari beberapa bukti dibawah ini :

    Bukti pertama :
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah : Telah menceritakan kepadaku ayahku (Ahmad bin Hanbal) : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair : Telah menceritakan kepada kami Handhalah, dari Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya menunjuk ke arah ‘Iraaq. (Beliau bersabda) : “Di sinilah, fitnah akan muncul, fitnah akan muncul dari sini”. Beliau mengatakannya tiga kali. “Yaitu, tempat munculnya tanduk setan” [Diriwayatkan oleh Ahmad, 2/143].
    Shahih sesuai syarat Al-Bukhaariy dan Muslim.
    Dalam lafadh lain disebutkan :
    Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya ke arah timur dan bersabda : “Di sinilah, fitnah akan muncul, fitnah akan muncul dari sini”. Beliau mengatakannya tiga kali. “Yaitu, tempat munculnya tanduk setan” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905].
    Ini satu petunjuk yang jelas bahwa arah timur yang dimaksudkan sebagai kemunculan tanduk setan adalah ‘Iraaq. Dan itulah Najd.
    Namun sayangnya, riwayat shahih ini menjadi tidak shahih karena bertentangan dengan hawa nafsu. Katanya, lafadh ‘Iraaq ini keliru. Lafadh timur dalam riwayat riwayat Muslim itu lebih kuat daripada lafadh ‘Iraaq.
    Pertanyaannya : Apakah lafadh ‘Iraaq itu bertentangan dengan lafadh timur sebagaimana perkataan kelompok anda ? sehingga diterima pen-ta’arudl-an itu sebagaimana dikenal dalam ilmu ushul. Jawabanya tidak. Dan akan lebih jelas pada riwayat selanjutnya :
    Bukti Kedua :
    Telah menceritakan kepada kami Abu bakr bin Abi Syaibah : telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Mushir, dari Syaibaaniy, dari Yusair bin ‘Amr, ia berkata : Aku bertanya kepada Sahl bin Hunaif : “Apakah engkau pernah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang Khawaarij ?”. Ia menjawab : “Aku pernah mendengar beliau bersabda sambil berisyarat dengan tangannya ke arah Timur : “Satu kaum yang membaca Al-Qur’aan namun tidak melebihi/melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1068].

    Telah menceritakan kepada kami Abun-Nu’maan : Telah menceritakan kepada kami Mahdiy bin Maimuun : Aku mendengar Muhammad bin Siiriin menceritakan hadits dari Ma’bad bin Siiriin, dari Abu Sa’iid Al-Khudriy radliyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Akan muncul beberapa orang dari arah Timur dimana mereka membaca Al-Qur’an namun tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, kemudian mereka tidak kembali hingga anak panah itu kembali ke tali busurnya”. Dikatakan : “Apa ciri-ciri mereka ?”. Beliau bersabda : “Ciri-ciri mereka gundul – atau beliau bersabda : rambutnya dipangkas habis” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 7562].
    Namun dalam riwayat Al-Bukhaariy disebutkan makna ‘Timur’ dalam dua hadits di atas :

    Telah menceritakan kepada kami Muusaa bin Ismaa’iil : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul-Waahid : Telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaaniy : Telah menceritakan kepada kami Yusair bin ‘Amru, ia berkata : Aku bertanya kepada Sahl bin Hunaif : “Apakah engkau pernah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Khawaarij ?”. Sahl berkata : “Aku pernah mendengar beliau bersabda sambil mengarahkan tangannya ke ‘Iraaq : “Akan keluar darinya satu kaum yang membaca Al-Qur’aan namun tidak melebihi/melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6934].
    Ini hadits tentang kemunculan Khawaarij. Dalam satu lafadh disebutkan Timur, dalam lafadh lain disebutkan ‘Iraaq. Tidak ada pertentangan antara keduanya. ‘Iraaq sebagai negeri kemunculan firqah Khawaarij merupakan penafsir dari lafadh ‘Timur’ dalam hadits.
    Apakah orang yang mengikuti hawa nafsu itu juga akan mengatakan bahwa lafadh ‘Iraaq dalam hadits di atas ‘keliru’ sebagaimana komentarnya atas hadits kemunculan Tanduk Setan ?.
    Bukti Ketiga
    Hadits tentang kemunculan Dajjaal, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam satu hadits yang panjang dari Faathimah binti Qais (disingkat) :

    Dari Faathimah binti Qais : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “……Ketahuilah, bahwasannya ia (Dajjaal) keluar dari laut Syaam atau laut Yaman. Tidak, bahkan ia keluar dari arah Timur. Apa itu dari arah Timur ? Apa itu dari arah Timur”. Dan beliau mengarahkan tangannya ke Timur. Faathimah berkata : “Aku menghapal hadits ini dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2942].
    Juga hadits lain, masih riwayat Muslim :

    “Dan telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Ayyuub, Qutaibah, dan Ibnu Hujr, semuanya dari Ismaa’iil bin Ja’far : Telah mengkhabarkan kepadaku Al-‘Alaa’, dari ayahnya, dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Al-Masiih (Ad-Dajjaal) datang dari arah Timur menuju Madiinah dan berhenti di belakang bukit Uhud. Kemudian malaikat memalingkan mukanya ke arah Syaam dan ia binasa di sana” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1380].

    Jawaban negeri Timur tempat kemunculan Dajjaal adalah riwayat berikut :
    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyaar dan Ahmad bin manii’, mereka berdua berkata : Telah menceritakan kepada kami Rauh bin ‘Ubaadah : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Abi ‘Aruubah, dari Abut-Tayyaah, dari Al-Mughiirah bin Subai’, dari ‘Amru bin Huraits, dari Abu Bakr Ash-Shiddiiq, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Dajjaal akan keluar dari bumi Timur, yang bernama : Khurasaan. Ia akan diikuti oleh beberapa kaum, dimana wajah mereka itu seperti perisai yang ditambal” [Diriwayatkan oleh At-Timidziy no. 2237].

    Hadits ini hasan, semuanya perawinya tsiqah, kecuali Al-Mughiirah bin Subai’, seorang yang shaduuq, hasanul-hadiits. Ia hanya ditsiqahkan oleh Ibnu Hibbaan dan Al-‘Ijliy, namun tiga orang perawi tsiqah meriwayatkan darinya, yaitu Abut-Tayyaah, Abu Sinaan Asy-Syaibaaniy, dan Abu Farwah Al-Hamdaaniy. Al-Haakim menshahihkan sanadnya dalam Al-Mustadrak, 4/521. Sa’iid dalam periwayatan dari Abut-Tayyaah mempunyai mutaba’ah dari Ibnu Syudzab. Asy-Syaikh Al-Albaaniy menshahihkannya dalam Ash-Shahiihah 4/122 no. 1591.
    Khuraasaan adalah negeri yang letaknya tidak pas di arah timur mata angin kota Madiinah, namun ia terletak di arah timur laut kota Madinah sebagaimana ‘Iraaq.
    Dari tiga bukti di atas apakah menunjukkan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam lebih bodoh dari mereka yang mengatakan : “Tidak tepat jika dikatakan ‘Iraaq itu terletak di timur Madiinah ?”.
    Walhasil, lafadh Najd dalam hadits fitnah kemunculan tanduk setan itu maknanya adalah negeri ‘Iraaq. Sama sekali tidak bertentangan dengan lafadh ‘Najd’ itu sendiri dan juga lafadh ‘timur’ (masyriq).

    Wallahu a’lam..

  14. Asamu’alaikm..Wr.Wb

    Kepada Mas Ibn Shaleh…

    Apakah anda sudah meneliti pemikiran M. Ibn Abd Wahab sendiri? Sampai dngn kpd siapakah dia bljr?

    Apakah ada ulama yang masyhur yg sejaman atau setelahnya yg menceritakan keshalehan M. Ibn Abd Wahab?kemudian disepakati oleh jumhur ulama pd saat itu?

    Itu saja. Sy hnya orang awam dlm agama.

    Wassalam

  15. @ibnusholeh
    masyaAlloh… Salafy wahabi itu pinter bgt yah buat argumen2…. hati2 yah teman jangan sampai terpengaruh oleh orang2 seperti ini yang senangnya itu membidahkan mayoritas umat islam di Indonesia… merekalah ahli bidah sebenarnya… mereka itu tidak akan mau kalah karena mereka sudah taklid buta sama ulamanya, padahal fakta dan dalil2nya sudah sangat jelas. saya termasuk orang yang tidak suka dengan salafi wahabi karena kerjaannya memerangi umat Islam di Indonesia. saya mw kalian semua tuh jangan tinggal di Indonesia, tinggallah kalian di Arab. jangan ganggu2 umat Islam di Indonesia.

  16. @Ibnu Saleh:
    Bila tulisan anda bermaksud membela Ibn Abdul wahhab, sungguh tempat kelahiran Ibn Abdulwahhab adalah di wilayah yg di kenal dg nama Najd, penduduk disana digelari dengan najdiy (orang najd).
    Mengenai pendapat para muhadditsin, sungguh terdapat ikhtilaf mengenai posisi Najd ini, dan akan menjadi perdebatan yg tak berguna.
    Bila ditanya apakah betul Ibn Abdulwahhab lahir di Najd, jawabannya betul, silahkan anda tanyakan dan ziarah ke makamnya, memang di wilayah itu bernama Najd. semua penduduk saudi arabia tahu dan jawabannya sama, yaitu Najd..
    Dan penduduk Najd terkenal kasar kasar ucapannya dan tak bersahabat, penduduk di wilayah itu digelari Najdiy. (orang najd).

  17. maaf ikut nimbrung, maklum awam jadi ikut penasaran juga ttg masalah ini, di hadist tsb disebutkan akan muncul 2 (dua) tanduk setan, artinya ada 2 (dua) person/orang, kira2 siapa gerangan yg dimaksud Rosullullah? klo menurut Pak Ibn Saleh Najd itu di Irak, apakah yg dimaksud duet tanduk setan adalah Imam Hanafi dengan Imam Ahmad bin Hanbal ataukah Imam Sufyan ats-Tsauri dgn Sufyan bin Uyaynah, tapi kok rasan- rasanya ga mungkin klo mereka, saya baca2 ga ada statement2 atau fatwa2 dari mereka yg ganjil atau yg menyiratkan suatu fitnah.
    Yg agak aneh lagi Rasullulah nyebut nama kota Syam, kota Yaman, trus sahabat menimpali … dan pada Najd kami, artinya maksud sahabat itu adalah nama kota yaitu Najd, atau apa kira2 sahabat yang nanya itu gak paham bahasa yg benar?
    Mohon pencerahannya dari antum berdua..

  18. Bismillah..
    @Untuk Vijay…
    Pertama : Akhi, saya tahu apa yang anda kehendaki..
    Anda ingin mengatakan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah salah satu dari dua tanduk setan itu khan???
    Afwan ya akhi, anda salah alamat..!!
    Sebagai perbandingan coba anda simak hadits dibawah ini :
    Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda kpd ‘Amr bin ‘Abasah,
    “Kerjakanlah shalat Subuh, kemudian tinggalkanlah shalat sampai matahari terbit dan tinggi, sebab pada waktu itu matahari terbit di antar dua tanduk setan. Dan pada saat itu orang2 kafir bersujud kepada matahari. Kemudian kerjakanlah shalat, sebab shalat (pada waktu tersebut) disaksikan dan dihadiri (oleh para malaikat) hingga bayangan benda setinggi tombak, kemudian tinggalkanlah shalat, sebab pada saat itu neraka Jahannam dipanaskan. Apabila tampak bayangan maka shalatlah, karena shalat (di waktu tersebut) disaksikan dan dihadiri oleh para malaikat hingga kamu menggerakan shalat Ashar. Kemudian tinggalkanlah shalat hingga mataharh terbenam, karena matahari terbenam di antara dua tanduk setan dan tatkala itu orang2 kafir bersujud kepada matahari.” (HR. Muslim [832/570])

    Anda perhatikan, apakah dalam hadits ini yang dimaksud dua tanduk setan itu adalah dua person/orang????.. Silahkan pikirkan sendiri..!!

    Kedua : Mengenai pertanyaan sahabat tentang Najd..
    Ya akhi, bukankah sudah saya jelaskan bahwa orang Arab di zaman sahabat mengenal najd sebagai daerah yang lebih tinggi dari sekitarnya.. Jadi yang paling mungkin adalah negeri Iraaq dan daerah sekitarnya..
    Lagipula Syam dan Yaman adalah sebuah negeri.. Jadi perbandingannya semestinya adalah negeri juga, yakni Iraaq bukan najd, karena najd bukan nama negeri tetapi nama kota..
    Ya akhi, yang mengatakan ini bukan saya, tetapi para ulama’ salaf ahlu sunnah.. Diantaranya adalah ulama yang menjadi panutan mazhab Syafi’i yakni : Ibnu Hajar Al asqalani..
    Tetapi kalau anda dan kawan-kawan anda serta ulama-ulama belakangan yang membenci dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menganggap diri lebih pandai dari Ibnu Hajar, ya itu terserah kalian. Tapi sungguh sangat disayangkan bahwa kalian yang mengaku sebagai pengikut mazhab Syafi’i berani menyalahkan pendapat ulama pemuka mazhab syafi’i sendiri hanya untuk memperturutkan hawa nafsu dan memfitnah ahlul tauhid…

    @Untuk Brigadir :
    Memang ya akhi, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ulama kelahiran Kota Najd.. Lantas apa masalahnya??
    Menganai penduduknya yang katanya perkataannya kasar.. Ya akhi, itu relatif..
    Bukan hanya penduduk Najd saja yang kata-katanya kasar dan keras.. Tetap karakter rata-rata orang Arab memang kasar dan agak keras.. Tetapi bukan berarti mereka berakhlaq buruk.. Hanya kita sebagai orang Jawa yang berkarakter halus mungkin belum terbiasa..
    Sebagai bahan perbandingan, nggak usah jauh-jauh..
    Kalau kita pergi ke daerah timur Indonesia seperti : Makassar, Maluku atau Papua, pasti kita dapati penduduknya berbicara agak keras dan kasar.. Apakah kita yang belum terbiasa mendengar kata-kata kasar berani memastikan bahwa mereka orang-orang timur itu berakhlaq buruk??
    Dan kalau dibandingkan dengan orang Iraq, sungguh orang Iraq di zaman sahabat mempunyai karakter yang lebih kasar dan berakhlak buruk, bahkan terbukti merekalah yang menghianati cucu Rasululllah shalallahu alaihi wasallam sehingga terbunuh di Karbala..
    Sekarang ya akhi, kalau kalian masih ngotot bahwa Najd yang dimaksud adalah Najd Hijaz dan diantara dua tanduk Syaitan tersebut adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab -rahimahullah- dengan ‘Wahhabi’nya… maka konsekuensi logisnya adalah ‘Wahhabi’ merupakan ‘Ajaran Syaitan’ dan pengikutnya adalah ‘Syaitan Manusia’,
    Dan konsekuensi logisnya lagi adalah ‘Anti-Wahhabi’ meyakini bahwa Haramain (Makkah & Madinah) telah dikuasai oleh ‘Syaitan’. Dan penduduk Makkah dan Madinah adalah manusia setan atau setan yang berwujud manusia, atau manusia yang berjiwa setan…??.. Dan seluruh penduduk Makkah dan Madinah semua mereka adalah sesat dan kafir!!?
    Apakah ini tidak bertentangan dengan sekian banyak dalil yang menyatakan bahwa Syaitan tidak mampu memasuki Makkah dan Madinah yang merupakan benteng terakhir Ummat Islam ?…..”
    Ingat ya akhi, Makkah dan Madinah adalah pusatnya ajaran wahabi… Dan tidak ada satu daerahpun dimuka bumi ini yang prosentase penduduk wahabinya mancapai hampir 100% …
    Mana yang lebih mungkin..
    Allah azza wa jalla berfirman bahwa Dia mencintai suatu tempat (Makkah dan Madinah).. Sehingga kemudian memberi hidayah kepada penduduk daerah tersebut untuk berpegang pada manhaj yang lurus..
    Atau… Allah azza wa jalla berfirman bahwa Dia mencintai suatu tempat (Makkah dan Madinah)… Tapi membiarkan penduduk daerah tersebut berada dalam kesesatan selama ratusan tahun sampai sekarang???
    Coba anda pikirkan ini..!!… Mana yang lebih mungkin…

    Wallahu a’lam..

  19. Akhi Saleh trima kasih atas penjelasannya, Akhi Saleh yth yg dimaksud Rasullulah adalah mengenai masalah Fitnah yang akan muncul, jadi tdk ada sangkut pautnya dengan hadist yg akhi bawakan.. apalgi hadist tersebut diperuntukkan utk orang2 kafir, sementara fitnah Nadj yg dimaksud adalah fitnah dari golongan muslimin sendiri.
    Jika dikompromikan dengan hadist dimana akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul). (HR Bukhori)
    Maka hanya Syaikh Muhammad Abdul Wahab saja yg pernah berfatwa demikian, mohon penjelasannya lebih lanjut ya akhi…

  20. Bismillah…
    @Vijay
    Pertama : Ya akhi, anda belum paham juga ya maksud saya mengenai lafadz hadits : “dua tanduk syaitan”..
    Baik akan saya jelaskan, mudah-mudahan anda bisa paham…
    Yang dimaksud dua tanduk setan itu bukan berarti dua orang atau person yang akan menyebarkan fitnah, tetapi maksudnya adalah fitnah yang akan datang bertubi-tubi sehingga hal tersebut adalah kemenangan bagi syaitan dan para pengikutnya..
    Dua tanduk setan mengisyaratkan bahwa memang syaitan mempunyai dua tanduk diatas kepalanya, bukan berarti satu tanduk berarti satu orang penyebar fitnah kemudian satu tanduk lagi adalah satu orang lagi, sehingga karena disebutkan dua tanduk setan, maka adalah dua orang…?? Itu tafsiran konyol namanya ya akhi…..

    Kedua : Anda membawakan hadits khawarij untuk salafy wahabi??
    Akhi, bukankah sudah saya buktikan sebelumnya bahwa salafy wahaby jauh sekali dari aqidah dan manhaj khawarij… Bisa anda lihat dari fatwa-fatwa ulama wahabi yang mengisyaratkan jauhnya aqidah meraka dari aqidah kaum khawarij.. Dan kenyataan yang terjadi bahwa kaum salafy wahaby tidak pernah ada yang berniat memberontak kepada penguasa muslim, tidak juga ada fatwa kaum salafy wahabi yang mengkafrkan para penguasa muslim sebagaimana ciri-ciri ajaran khawarij…

    Salafy bercukur gundul????..
    Kalau kita rajin membaca sejarah, memang ya akhi, orang-orang khawarij zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib itu banyak yang bercukul gundul.. Nah, iniliah yang dimaksud hadits yang anda bawakan itu..
    Adapun Salafy wahaby ya akhi… Mana yang cukur gundul?? Salafy wahaby di indonesia apa cukur gundul ?? Kalau wahaby bercukur gundul, tentu penduduk makkah dan madinah itu sudah gundul semua..
    Coba anda baca : kitab : Al Haq al mubin hal 45, dari Da’awi al munawi hal 190, disitu tertulis : Bahwa membiarkan rambut adalah sunnah menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.. atau anda baca kitab Majmu’ah Muallafat syaikh Ibnu Abdil Wahhab.. dan banyak kitab-kitab yang lain yang justru mengisyaratkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membenci cukur gundul dan mensunnahkan untuk membiarkan rambut..

    Ya akhi, sebaiknya anda belajar lagi sejarah… Banyaklah membaca, tetapi jangan hanya membaca dan mendengar perkataan dari kelompok yang membenci dakwah wahabi, jangan cuma bisa membenci ajaran wahabi dan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, tapi tidak mau membaca kitab-kitab beliau…
    Kalau anda ingin menilai suatu manhaj, maka anda sebaiknya membaca kitabnya, jangan cuma bisa mencaci maki dan memfitnah..
    Mudah-mudahan anda mendapat hidayah…

    Wallahu a’lam…

  21. assalamu’alaikum…

    @ibnu shaleh

    Pertanyaan u/ akhi bagaimana menjelaskan ketika negara2 muslim di timur tengah di serang oleh negara as dan israel..tetapi pd satu sisi pemerintahan arab saudi tidak memberikan teguran keras kepada mereka atau aksi yg nyata tuk membendung sepak terjang mereka
    ? Mhon penjelasannya.

  22. maaf ibnu saleh boleh jadi pembahasan tentang hadits anda benar saya juga melihat pembahasan yang sama pada buku hadits karangan ulama wahabi terkenal yang mengarahkan hadits itu ke iraq. tapi bisakah anda menjelaskan mengapa rumah nabi dijadikan kamar mandi / wc umum, mengapa banyak situs islam termasuk kuburan para sahabat dibongkar? kemana baju peninggalan nabi muhammad yang dulu bisa kita saksikan setiap berangkat haji? apakah baju tersebut hilang dicuri orang atau di sembunyikan tentara saudi, bagaimana keadaan anak cucu kita kalau semua peninggalan dan situs islami itu semua dirusak. jangan jangan mereka nanti gak percaya nabi itu ada alias dongeng semata karena buktinya dah dirusak wahabi. bagaimana juga dengan pemakaian simbol simbol mata satu ala amerika yang dipakai oleh lembaga lembaga wahabi saudi apakah simbol itu adalah simbol islam ? bagaimana penjelasan anda ibnu saleh anda kan pembela wahabi yang memakai dalil bagaimana dalil perusakan tersebut dan pemakaian simbol mata satu ala amerika

  23. Akhi Ibnu Saleh yth, trima kasih banyak atas penjelasannya yg gamblang sekali, tp mohon maaf sepertinya kita sepakat utk tidak sepakat, mungkin saja tafsiran saya memang konyol klo itu memang konyol menurut akhi, klo menurut saya ya sah sah saja, hadist Rasullulah tsb sama sekali tidak menyebutkan person secara implisit, hadist tersebut hanya menyebutkan tanda-tanda atau ciri-ciri saja tp klo akhi menafsirkan tanduk setan maknanya keguncangan-keguncangan ya silahkan saja. masalah fitnah ini kan masalah benar atawa salah, shg sah-sah aja jika masih dipertentangkan, jadi ya pendapat akhi bisa benar bisa salah juga, akan tetapi mohon maaf saya tetap berkeyakinan bahwa yg dimaksud hadist tersebut adalah seseorang/2 orang, buktinya Rasullulah menyatakan bercukur gundul, artinya yg bercukur gundul itu adalah Orang/Manusia.
    akhi Saleh, saya sama sekali tdk membawakan hadist tentang khawarij, akan tetapi jika akhi Saleh berpendapat seperti itu ya sekali lagi sah sah saja, artinya saya juga boleh berpendapat bahwa khawarij sama wahaby hampir serupa, klo dulu khawarij pedangnya tajam kepada sesama muslim tapi tumpul terhadap orang2 kafir, sementara wahaby mulutnya tajam terhadap sesama muslim tapi bisu mulutya terhadap orang2 kafir, jadi klo saya qiyaskan seperti itu bagi saya ya sah-sah saja. Saya berpendapat seperti ini bukan tanpa sebab tapi factual keadaannya seperti itu. Masalah furu’ yg oleh ulama terdahulu sudah dibahas tuntas tp akhir2 zaman ini dari orang2 spt golongan akhi ini suka dan demen sekali membahasnya bahkan sampai pada tuduhan takfiri, itu yg saya maksud mulut2 golongan akhi tajam terhadap orang2 muslim yg tdk sepaham dengan golongannya akhi Saleh.
    Kembali ke masalah Iraq atawa Nadj ya akhi, sekali lagi mohon maaf ya akhi bukan saya mau lancang atawa menggurui akhi, saya rasa dimana Iraq dimana Najd/Riyadh ga perlu pake dalil, coba akhi Saleh jalan-jalan ke Gramedia, disitu biasanya dijual globe/boladunia, coba akhi puter2 tu dulu bolanya tp jgn lama2 nantinya mba yg jaga marah, akhi liat deh timurnya Medinah, itu lebih tertuju kemana, sdh pasti lebih kepada Nadj/Riyadh sementara Iraq lebih ke utara, sekali mohon maaf ya akhi bukan saya lancang nyuruh2 akhi jln2 ke Gramedia, ini hanya sebatas upaya kita utk tabayyun.
    Akhi Saleh, yang mengamini fatwa MAW adalah cucu beliau sendiri Abdul Aziz bin Hamd, “Bercukur gundul adalah kebiasaan kami, hanya orang bodoh saja yang enggan gundul. Tapi tidak bergundul juga gak apa-apa, tidak sampai derajat haram. Orang-orang kafir di masa kita tidak bergundul. Maka meninggalkan bergundul bisa menjadi tasyabbuh dengan mereka”. Majmu’ah Rosail wal Masa’il juz 4 hal 578
    Pada kesempatan lain, dia juga berkata, “Sesungguhnya yg dilarang itu mencukur sebagian dan membiarkan sebagian”. Yang jelas, belum ada satu aliran sesatpun di muka bumi ini, yang menyuruh untuk bercukur gundul kecuali Wahabi

    Akhi Saleh klo boleh saya kompromikan hadist lain ttg miqat ibadah haji yg mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam dan Mesir di Juhfah, bagi penduduk Iraq di Dzatu ‘Irq, bagi penduduk Najd di Qarn dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam, sehingga bisa diasumsikan bahwa Iraq dan Nadj adalah dua tempat yg berbeda.

    Oh ya akhi Saleh terima kasih banyak atas saran akhi, Insya Allah saya akan terus rajin membaca dan membaca
    Assalamualaikum…

  24. Penjelasan Muhadits mengenai Najd di Iraq karena pada waktu itu belum muncul fitnah yg begitu dahsyatnya seperti sekarang, namun setelah muncul fitnah yg dahsyat baru ulama menyadari, melihat peta bumi (yg dulu belum tercetak atau mudah didapat) dan kenyataannya benar sebagaimana isyarat Rosulullah SAW., mengisyaratkan ke arah timur dimana matahari terbit, sekali lagi mengisyarat kan ke timur dimana matahari terbit, memang matahari terbit dimana ? di Utara apa di Timur ?.
    Dulu diperkirakan di Iraq karena adanya pembantaian Keluarga Rosulullah SAW. tapi pembantaian tentu kejadiannya berhenti setelah itu, sebagai mana juga Paman Rosulullah juga dibunuh, setelah itu selesai, berbeda dengan FITNAH yg akan terus menerus berlanjut tentu lebih dahsyat sebagaiaman yg dilakukan Wahabi, sudah campur baur pula dengan pembantaian para Ulama Aswaja (sejarah kelam Wahabi).
    Tidak perlu pula membandingkan orang Makassar, Maluku atau Papua dengan Karakter Najd karena Makassar, Maluku atau Papua tidak ada Isyarat yg disebutkan dalam Hadits Rosulullah SAW., jadi jelas Efeknya tidak se-Dahsyat orang Najd/Wahabi.

    Berikutnya Konsekuensi Logis yg disampaikan Akhi Ibnu Saleh adalah,
    Awal Kutipan:
    { ‘Anti-Wahhabi’ meyakini bahwa Haramain (Makkah & Madinah) telah dikuasai oleh ‘Syaitan’. Dan penduduk Makkah dan Madinah adalah manusia setan atau setan yang berwujud manusia, atau manusia yang berjiwa setan…??.. Dan seluruh penduduk Makkah dan Madinah semua mereka adalah sesat dan kafir!!? }
    Akhir Kutipan:
    Ini mungkin persepsi Akhi Ibnu Saleh Sendiri, Justru bisa mincul lagi Fitnah baru yg besar yg dimunculkan oleh Akhi Ibnu Saleh, bisa-bisanya kalimat terahir itu muncul : “penduduk Makkah dan Madinah semua mereka adalah sesat dan kafir!!? “, Nah dari sini saja sudah bisa dilihat darimana FITNAH itu.

  25. Bismillah…
    Untuk para pembenci dakwah tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab :
    JANGAN HANYA MENERIMA INFORMASI DARI SATU PIHAK YANG MEMUSUHI BELIAU, APALAGI YANG MERASA KEPENTINGAN MEREKA DIRUGIKAN DENGAN DAKWAH TAUHID DAN SUNNAH YANG BELIAU SERUKAN.
    Pujian Para Ulama Dan Tokoh Dunia kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
    1. Al-Imam Al-Amir Muhammad bin Ismail Ash-Shon’ani (Penulis Kitab Subulus Salam syarah Bulughul Marom, Yaman). Beliau berkata dalam bait-bait syairnya,
    “Muhammad (bin Abdul Wahhab) adalah penunjuk jalan kepada sunnahnya Ahmad (shallallahu ‘alaihi wa sallam), Aduhai betapa mulianya sang penunjuk dengan yang ditunjuk. Sungguh telah mengingkarinya semua kelompok (sesat). Pengingkaran tanpa dasar kebenaran dan tanpa pijakan.”
    2. Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (Penulis Kitab Nailul Authar, Yaman). Ketika sampai berita kematian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah pun merangkai bait-bait syairnya,
    “Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan, Rujukan utama orang-orang pilihan yang mulia. Ilmu-ilmu agama nyaris hilang bersama wafatnya, Wajah kebenaran pun hampir lenyap tertelan derasnya arus sungai.”
    3. Syaikh Muhammad Rasyid Ridho (Pimpinan Majalah Al-Manar, Mesir). Beliau berkata,
    “Zaman yang telah banyak tersebar bid’ah ini, tidak akan pernah berlalu tanpa adanya ulama rabbaniyyin yang terpilih untuk memperbarui kembali bagi umat ini urusan agama mereka dengan dakwah dan ta’lim serta teladan yang baik.
    Mereka adalah orang-orang terpilih yang menafikkan dari agama ini; penyimpangannya orang-orang yang melampaui batas, kedustaan dengan mengatasnamakan agama yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat dan penakwilan orang-orang jahil, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    Adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di antara ulama pembaharu yang terpilih itu. Beliau bangkit untuk mengajak kepada tauhid dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, meninggalkan bid’ah dan kemaksiatan.”
    4. Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi (Ulama Al-Azhar, Mesir). Beliau berkata,
    “Al-Wahhabiyyah adalah penisbatan kepada seorang Imam Al-Mushlih (yang mengadakan perbaikan), Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau adalah Mujaddid (pembaharu) abad ke-12 Hijriyah. Namun penisbatan nama Wahabi kepada beliau salah menurut bahasa Arab, yang benar penisbatannya adalah Muhammadiyyah (bukan Wahabiyah), karena nama beliau Muhammad bukan Abdul Wahhab.”
    5. Dr. Thaha Husain (Sastrawan, Mesir). Beliau berkata,
    “Sungguh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mazhab baru namun hakikatnya lama, kenyataannya ajaran ini memang baru bagi orang-orang yang hidup di zaman ini, tetapi hakikatnya lama. Sebab dakwah beliau tidak lain hanyalah ajakan yang kuat kepada Islam yang murni, bersih lagi suci dari noda-noda syirik dan paganisme.”
    6. Dr. Taqiyyuddin Al-Hilali (Ulama Iraq). Beliau berkata dalam muqaddimah kitab, ‘Muhammad bin Abdul Wahhab Muslihun Mazlumun wa Muftara ‘Alaihi’,
    “Tidak samar lagi bahwa Al-Imam Ar-Rabbani Al-Awwab Muhammad bin Abdul Wahhab bangkit dengan dakwah hanifiyyah (tauhid), beliau telah melakukan pembaharuan kembali zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Dan beliau mendirikan daulah yang mengingatkan manusia dengan daulah Khulafaur Rasyidin.”
    7. Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi (Ulama Iraq)
    Beliau berkata, “Baliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) termasuk ulama yang selalu memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar, dahulu beliau mengajarkan sholat dan hukum-hukumnya serta seluruh rukun-rukun agama, beliau juga selalu memerintahkan untuk berjama’ah.”
    8. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili (Penulis Kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syam). Beliau berkata,
    “Ibnu Abdil Wahhab memulai dakwahnya pada tahun 1143 H atau 1730 M, beliau mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dakwah beliau adalah pelopor kebangkitan baru di seluruh dunia Islam. Beliau sangat memprioritaskan dakwahnya kepada tauhid yang merupakan tiang Islam, yang pada kebanyakan manusia telah tercampur dengan kerusakan-kerusakan (aqidah).”
    9. Syaikh Ahmad bin Hajar bin Muhammad Alu Abu Thaami (Hakim Pengadilan Syari’ah, Qatar).
    Pujian beliau kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tertuang dalam satu kitab karya beliau yang berjudul, “Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘Alaihi”, yang berarti, “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Aqidahnya Salafiyah dan Dakwahnya Perbaikan dan Pujian Ulama Kepadanya.” Cetakan kedua buku ini diberi kata pengantar dan dikoreksi beberapa bagiannya oleh Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah.
    10. Syaikh Muhammad Basyir As-Sahsawani (Ulama Ahli Hadits, India)
    Pujian beliau kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah juga tertuang dalam satu kitab karya beliau yang berjudul, ‘Shiyanatul Insan ‘an Waswasati Syaikh Dahlan’, kitab ini merupakan bantahan terhadap kedustaan-kedustaan Ahmad Zaini Dahlan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
    Masih banyak lagi pujian ulama dan tokoh dunia terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang tidak mungkin saya hadirkan semuanya di sini…

    Wallahu a’lam…

  26. Bismillah..
    @Brigadir :
    Ya akhi, itulah perbedaan antara manhaj salaf dengan manhaj yang anda ikuti itu…
    Kami, pengikut manhaj salaf berpegang teguh dengan Al qur’an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat dan salafusshalih yang mengikuti mereka dengan baik, adapun anda dan kaum anda mengikuti Al Qur’an dan sunnah dengan pemahaman ulama khalaf berdasarkan logika sendiri..
    Kenyataannya ya akhi, tidak ada satu orang sahabatpun dan juga ulama salaf yang menafsirkan bahwa lafadz najd adalah kota najd yang ada di hijaz… Sebaliknya mereka menafsirkannya dengan negeri Iraq..
    Sebagai perbandingan mungkin saya akan mengulang hadits yang pernah saya bawakan berikut, coba anda simak :
    Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Abi ‘Aruubah, dari Abut-Tayyaah, dari Al-Mughiirah bin Subai’, dari ‘Amru bin Huraits, dari Abu Bakr Ash-Shiddiiq, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dajjaal akan keluar dari bumi Timur, yang bernama : Khurasaan. Ia akan diikuti oleh beberapa kaum, dimana wajah mereka itu seperti perisai yang ditambal” [Diriwayatkan oleh At-Timidziy no. 2237].
    Khuraasaan adalah negeri yang letaknya tidak pas di arah timur mata angin kota Madinah, namun ia terletak di arah timur laut kota Madinah sebagaimana ‘Iraaq.

    Nah, apakah anda dan kaum anda berani mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam keliru dan hadits tersebut tidak sesuai dengan logika zaman sekarang jika dikatakan Khurasan letaknya di bumi timur padahal letaknya tidak pas arah timur sebagaimana Iraq??

    Mengenai kutipan saya tentang penduduk Makkah dan Madinah :
    Ya akhi, justru tuduhan itu langsung atau tidak langsung anda dan kaum andalah yang mengucapkannya…
    Kalau anda menganggap bahwa tanduk syaitan yang dimaksud Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah Wahabi dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka otomatis pengikut beliau adalah pengikut ajaran syaitan..
    Itu artinya penduduk Makkah dan Madinah yang hampir seluruhnya penganut ajaran wahabi adalah penganut ajaran syaitan.. (Itu menurut pemahaman anda dan kaum anda)..
    Adapun pemahaman kami tentu tidak ya akhi, karena kami berkeyakinan bahwa ajaran wahabi yang berpusat di Makkah dan Madinah adalah manhaj yang lurus, dan pengikut manhaj tersebut adalah pengikut manhaj yang benar..
    Satu lagi.. Jika dikatakan penduduk Makkah dan Madinah yang hampir seratus persen wahabi itu dikatakan sesat, maka Makkah dan Madinah adalah penduduk yang prosentase penduduk sesatnya paling besar di muka bumi ini..
    Sebaliknya jika dikatakan wahabi adalah manhaj yang benar, maka Makkah dan Madinah adalah daerah yang penduduknya bermanhaj lurus paling besar jumlah prosentasenya, yakni sebesar hampir seratus persen..
    Karena tidak ada satu daerahpun di muka bumi ini yang jumlah wahabinya hampir mencapai seratus persen seperti halnya Makkah, Madinah dan daerah sekitarnya..
    Sekali lagi, mana yang lebih mungkin??
    Satu hal yang kami yakini ya akhi, sebagaimana Allah azza wa jalla menjaga Al qur’an dari perbuatan tangan-tangan kotor, begitupun Allah azza wa jalla pasti akan menjaga dua kota suci yang dicintaiNya (yakni Makkah dan Madinah) dari masuknya aliran-aliran sesat….

    Wallahu a’lam..

  27. saya salut dengan saudara vijay dan brigadir. ada beberapa keanehan disini biasanya kaum wahabi sangat anti sama takwil dan selalu mengambil arti literal sampai-sampai ayat istawa diartikan secara literal. tapi akhi ibnu saleh sangat berbeda dengan kaum wahabi lain. saya sangat salut karena beliau tidak anti takwil bahkan terkesan mati-matian menyatakan irak sebagai takwilan dari najd yang secara literal memang tulisannya najd. ini perubahan yg bagus. apa mungkin saya yg salah. maulid nabi SAW gk boleh tapi maulid MAW boleh.

    ada satu lagi yang aneh, wahabi selalu mengaku berpegang pada quran dan hadits dan selalu bilang mengikuti nabi. padahal tak pernah melihat nabi jumpa aja gk pernah, belajarnya aja sama orang yg gak ada sanadnya sampai rasulullah apalagi belajar sama buku. mana ngerti yg dimaksud ama rasul wong kgk pernah ketemu.

    ibarat seorang yang mengaku bisa masak sate padang tapi tak pernah berguru ama orang padang penjual sate tapi belajarnya ama orang betawi yg juga tidak pernah belajar ama penjual sate padang. akhirnya yg jadi masakan gk karuan tapi di aku akuin sate padang bahkan keras keras lagi kalo ini sate padang yg bener.. yaaa kgk nyambung

    hehehehe peace man

  28. @ibnu saleh

    saya sedikit ada pertanyaan yang mengganjal
    1. siapa yang menyematkan label bahwa dakwah yang dilakukan Muhammad bin abdul wahab adalah dakwah tauhid
    2. kami pelaku tawassul, tabaruk, istigotsah dan lain2 anda golongkan apa kami ini bertauhid atau musyrik? dari jawaban anda mungkin akan sedikit terlihat siapa yang membenci dan dibenci
    3. apakah kami lahan dakwah tauhid golongan anda
    untuk sementara itu dulu mohon maaf

  29. Assalamu’alaikum

    @ ibn shaleh:
    Adapun yg menurut akhi pnduduk makkah dan madinah mayoritas penganut wahabi, apakah akhi tidak melihat bagaimana sejarah dinasti saud didirikan??bagaimana ulama2 yg berbeda paham disingkirkan bahkan di bunuh dngn jaringan intelejennya?? Ini hanya dr telaah perspektif sejarah politik sj, dan yg terbaru adalah mengizinkan Amerika membuat pangkalan kapal perang di negerinya?? bagaimana akhi menjelaskan dr sisi trsbt ???sedangkan ulama2 yg pro pemerinth bani saud yg notabene beraliran wahabi tidak memberikan teguran yg keras terhadap pemimpinnya!!!

    Saya kira kita juga hrs bersikap kritis,objektif tidak boleh menutup mata erhadap fakta2 atau bukti yg sedang berlaku saat ini di pemerintahan arab saudi…

    Mhn penjelasannya.

  30. hhheeee makin seru aja nich tapi sayang seribu kali sayaaaang wahabi nya dah lari kebirit birit..sepi deh jadinya..halo ibnu soleh di tunggu komenya..

  31. @ibnu sholeh..
    maaf ikut nimbrung juga. secara harfiah dan dhahirnya, makna “najd” adalah nama wilayah “najd”. kalau dia ditakwil menjadi bermakna iraq, maka harus ada qarinah dan bukti penakwilan itu sah, bukankah banyak dataran tinggi di sekitar madinah. kedua, Rasulullah jelas menunjuk arah timur, arah terbitnya matahari, sedangkan tidak mungkin arah terbitnya matahari itu adalah wilayah irak. jelasnya, mentakwil wilayah yang ditunjuk Rasulullah dengan wliayah irak adalah kurang tepat, karena matahari tidak terbit dari arah irak yang memang terletak di sebelah utara. ketiga, perkataan sahabat yang meminta agar “najd” juga diberkahi sebagaimana Rasulullah berdoa untuk tanah syam. redaksi permintaan tersebut adalah “dan untuk najd kami ya Rasul”. kalau kata ini diterjemahkan dengan irak sangat tidak tepat, karena waktu itu iraq belum menjadi wilayah Islam. kata “Najd kami” seakan menunjukkan bahwa sahabat itu berasal dari najd atau setidaknya sangat dekat hubungannya dengan najd. sehingga menurut saya, makna kata najd itu bukanlah iraq. wa Allahu a’lam

  32. maksudnya dakwah tauhid itu, muslim lain kalau nggak sesuai dengan golongannya maka dia orang kafir dan musyrik, ladang dakwahnya ya muslim yang lain. jadi bukan kepada orang kafir dia dakwahnya. walau muslim lain udah syahadat, puasa, shalat dan zakat, tapi kalau masih tahlilan, shalawatan, syukuran, maulidan masih aja dianggap kayak orang musrik gitu kira kira maksudnya ibnu shaleh

  33. eh… ada berita lagi kelakuan biadab kaum wahabi. merusak makam hamengkubuwono ke VI. bener bener biadab dan nggak ada adab.. sama orang sudah meninggal aja biadab. apalagi makam pemimpin yang dihormati di jogja betul betul kaum neo khawarij. terkutuk.. apa begini hasil dakwah tauhid..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker