akidah

Wahhabi Adalah Ahlus Sunnah Waljamaah, Benarkah?

Judul Asli: Fakta kuat : Sekte Wahhabi Sedikit Pun Tak Layak Mengaku Ahlus Sunnah Waljamaah!

Wahhabi Ahlus sunnah Waljamaah, Benarkah? Fakta kuat : Sekte Wahhabi Sedikit Pun Tak Layak Mengaku Ahlus sunnah Waljamaah ! Bahkan Ulama Ahlussunnah Terkemuka Sekelas Imam Ibn Hajar al-Asqalani Dituduh Sesat Oleh Kaum Wahhabi !!!  Na’udzu Billah !!

Masalah yang paling banyak mendapat pengingkaran keras dari kaum Musyabbihah [kaum Wahhabi di masa sekarang] yang sangat benci terhadap Ilmu Kalam adalah pembahasan nama-nama atau sifat-sifat Allah. Mereka seringkali mengatakan bahwa ungkapan istilah-istilah seperti al-jism (benda/tubuh), al-hadaqah (kelopak mata), al-lisan (lidah), al-huruf (huruf), al-qadam (kaki), al-jauhar (benda), al-‘ardl (sifat benda), al-juz’ (bagian), al-kammiyyah (ukuran) dan lain sebagainya, dalam pembahasan tauhid adalah perkara bid’ah.

Mereka mengatakan bahwa dalam mentauhidkan Allah tidak perlu mensucikan Allah dari istilah-istilah tersebut. Menurut mereka pembahasan seperti itu bukan ajaran tauhid yang diajarkan Rasulullah. Dan karenanya, menurut mereka, hal semacam itu bukan merupakan akidah Ahlus sunnah Waljamaah.

Sesungguhnya mereka yang mengingkari istilah-istilah yang biasa dipakai oleh Ahli Kalam Ahlus sunnah Waljamaah, tidak lain adalah karena mereka sendiri menyembunyikan akidah tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya) dalam hati mereka. Dan sebenarnya dari semenjak dahulu seperti itulah ungkapan-ungkapan kaum Musyabbihah untuk menyembunyikan keburukan akidah mereka. Karena itu bukan rahasia bahwa kaum Musyabbihah sangat membenci kaum teolog Ahlus sunnah Waljamaah, menyesatkan mereka dan bahkan mengkafirkan mereka.

Di antara barisan kaum Musyabbihah sekarang yang sangat apriori terhadap istilah-istilah dalam Ilmu Kalam tersebut adalah kaum Wahhabiyyah. Dalam berbagai masalah akidah, kaum jumud yang sangat keras kepala ini hanya berkiblat kepada Ibn Taimiyyah. Semua akidah Tasybih dan Tajsim yang ada pada Ibn Taimiyyah dengan sangat rapih mereka ikuti setiap jengkalnya. Seperti berkeyakinan bahwa Allah bertempat di atas arsy. Allah memiliki bentuk dan ukuran. Nereka akan punah, dan lain sebagainya. Anehnya; mereka sangat membenci filsafat, padahal sebenarnya Ibn Taimiyah ini adalah orang yang telah jauh masuk dalam wilayah filsafat yang gelap gulita.

BACA :  Hobi Baru Wahabi: Gemar Menuduh Syiah ke Umat Islam

Sebagaimana diakui oleh muridnya sendiri; Adz-Dzahabi dalam risalah Bayan Zagl al-‘Ilm Wa ath-Thalab dan dalam an-Nashihah adz-Dzahabiyyah.

Simak tulisan salah seorang pimpinan mereka yang bernama ‘Abdullah ibn Baz dalam buku yang ia tulis sebagai bantahan terhadap Syekh Muhammad ‘Ali as-Shabuni. Yaitu buku berjudul Tanbihat Hammah ‘Ala Ma Katabahu as-Syaikh Muhammad ‘Ali as-Shabuni Fi Shifatillah. Lihat dalam cetakan Jam’iyyah at-Turats al-Islami, Kuwait, h. 22, Ibn Baz menuliskan sebagai berikut:
“Sesungguhnya mensucikan Allah dari dari al-Jism (bentuk/tubuh), as-Shimakh (gendang telinga), al-Lisan (lidah), al-Hanjarah (tenggorokan) bukanlah model pembicaraan orang-orang Ahlus sunnah Waljamaah. Akan tetapi hal semacam itu merupakan bahasan-bahasan para Ahli Kalam yang tercela yang mereka buat-buat saja” (lihat Tanbihat Hammah, h. 22).

Bukan hanya Syekh Ali ash-Shabuni saja yang mendapat serangan keras dari orang-orang semacam Ibn Baz atau orang-orang Wahhabi lainnya. Bahkan tanpa sungkan sedikitpun mereka telah menyesatkan para ulama sekelas al-Imam al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani, al-Imam al-Hafizh an-Nawawi, al-Imam al-Hafizh al-Baihaqi dan para ulama terkemuka lainnya. Namun yang sangat mengherankan; di saat yang sama mereka juga menggunakan karya-karya para ulama Ahlus sunnah Waljamaah tersebut sebagai referensi kajian mereka. Hasbunallah.

Simak tulisan salah seorang pemuka kaum Wahhabiyyah; ‘Abd ar-Rahman ibn Hasan, yang merupakan cucu dari Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab, pendiri gerakan Wahhabi. Dalam tulisannya, setelah ia mengungkapkan kesesatan kaum Jahmiyyah sebagai kaum yang menafikan sifat-sifat Allah (Mu’aththilah), ia kemudian mengatakan:
“Kesesatan kaum Jahmiyyah ini kemudian diikuti oleh kaum Mu’tazilah dan kaum Asya’irah dan beberapa kelompok lainnya. Karena itu mereka semua telah dikafirkan oleh banyak kalangan Ahlussunnah” (Lihat buku mereka berjudul Fath al-Majid, cet. Maktabah Darussalam, Riyadl, 1413-1992, h. 353).

banner gif 160 600 b - Wahhabi Adalah Ahlus Sunnah Waljamaah, Benarkah?

Tulisan ‘Abd ar-Rahman ibn Hasan di atas adalah sikap yang sama sekali tidak apresiatif terhadap ulama Ahlussunnah. Ia menutup matanya sendiri untuk mengelabui orang lain; bahwa sesungguhnya kaum Asy’ariyyah tidak lain adalah kaum Ahlus sunnah Waljamaah. Tahukah dia atau memang pura-pura tidak tahu bahwa Ibn Hajar seorang Asy’ari? Adakah orang semacam ‘Abdurrahman ibn Hasan, atau orang-orang Wahhabi lainnya, yang berkeyakinan bahwa Allah bertempat di atas arsy, mansifati-Nya dengan gerak dan diam, atau turun dan naik; pantas di katakan Ahlus sunnah Waljamaah ?!

BACA :  Gerilyawan Suriah Dibujuk Israel untuk Lindungi Negeri Yahudi

Demi Allah, mereka sedikitpun tidak layak untuk dikatakan Ahlus sunnah Waljamaah. Klaim bahwa hanya kelompok mereka saja yang berhaluan Ahlussunnah adalah bohong besar. Adakah mereka tidak melihat [atau karena memang buta mata hatinya] bahwa barisan ulama Ahlus sunnah Waljamaah adalah kaum Asy’ariyyah; para pengikut al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari?! Adakah orang semacam Ibn Taimiyah yang berkeyakinan tasybih; mengatakan bahwa Allah memiliki bentuk dan duduk di atas arsy, pantaskah ia untuk dijadikan panutan dalam masalah akidah?

Simak pula tulisan pemuka Wahhabi lainnya, Shalih ibn Fauzan al-Fauzan, dengan tanpa sungkan ia berkata: “Kaum al-Asy’ariyyah dan kaum al-Maturidiyyah adalah kaum yang menyalahi para sahabat dan Tabi’in, juga para Imam madzhab yang empat dalam kebanyakan permasalahan akidah dan dasar-dasar agama. Karenanya mereka tidak layak untuk diberi gelar Ahlus Sunnah Waljamaah” (Lihat dalam karyanya berjudul “Min Masyahir al-Mujaddidin Fi al-Islam; Ibn Taimiyah, Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab”. Cet. Dar al-Ifta’, Saudi Arabia, 1408 H, h. 32).

Pemuka wahhabi lainnya bernama Muhammad ibn Shalih al-‘Utsaimin, salah seorang pendakwah ajaran Wahhabi terdepan, dalam salah satu bukunya berjudul Liqa’ al-Bab al-Maftuh menusikan sebagai berikut:

“Soal: “Apakah Ibn Hajar al-‘Asqalani dan an-Nawawi dari golongan Ahlussunnah atau bukan?”.

Jawab (‘Utsaimin): “Dilihat dari metode keduanya dalam menetapkan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah maka keduanya bukan dari golongan Ahlussunnah”.
Soal: “Apakah kita mengatakan secara mutlak bahwa keduanya bukan dari golongan Ahlussunnah?”.

Jawab: “Kita tidak memutlakan” (Lihat buku dengan judul Liqa al-Bab al-Maftuh, cet. Dar al-Wathan, Riyadl, 1414 H, h. 42).

Saya, Abou Fateh katakan: “Semacam itulah ungkapan-ungkapan yang selalu dibahasakan oleh para pembenci kaum Sunni, dari dahulu hingga sekarang. Dan itulah jalan satu-satunya yang mereka miliki untuk menyembunyikan akidah tasybih yang mereka yakini”.

BACA :  INILAH YANG DISEBUT KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Akidah Ahlus Sunnah Waljamaah dalam Fath al-Bari 

Berikut ini dari Tulisan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Asqalani asy-Syafi’i al-Asy’ari (w 852 H) dalam karyanya sangat mashur Fath al-Bari dalam menjelaskan kesucian Allah dari tempat dan arah, beliau menuliskan:
“Bahwa arah atas dan arah bawah adalah sesuatu yang mustahil atas Allah, hal ini bukan berarti harus menafikan salah satu sifat-Nya, yaitu sifat al-‘Uluww. Karena pengertiannya adalah dari segi maknawi bukan dari segi indrawi. (Dengan demikian makna al-‘Uluww adalah Yang maha tinggi derajat dan keagungan-Nya, bukan dalam pengertian berada di arah atas). Karena mustahil pengertian al-‘Uluww ini secara indrawi. Inilah pengertian dari beberapa sifat-Nya; al-‘Aali, al-‘Alyy dan al-Muta’li. Ini semua bukan dalam pengertian arah dan tempat, namun demikian Dia mengetahui segala sesuatu” (Fath al-Bari, j. 6, h. 136).

Pada bagian lain dalam kitab yang sama tentang pembahasan hadits an-Nuzul beliau menuliskan sebagai berikut: “Hadits ini dijadikan dalil oleh orang yang menetapkan adanya arah bagi Allah, yaitu arah atas. Namun demikian kayakinan mayoritas mengingkari hal itu. Karena menetapkan arah bagi-Nya sama saja dengan menetapkan tempat bagi-Nya. Dan Allah maha suci dari pada itu” (fath al-Bari, j. 3, h. 30).

Pada bagian lain beliau menuliskan: “Keyakinan para Imam salaf dan ulama Ahlussunnah dari Khalaf adalah bahwa Allah maha suci dari gerak, berpindah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain, menyatu dengan sesuatu. Dia tidak menyerupai segala apapun” (Fath al-Bari, j. 7, h. 124).
Wa shallallahu Ala Sayyidina Muhammad Wa Sallam
Wa al-Hamdu Lillahi Rabbil Alamin.

Judul Asli: Fakta kuat : Sekte Wahhabi Sedikit Pun Tak Layak Mengaku Ahlus Sunnah Waljamaah!

Oleh: Ustadz Kholil Abou Fateh

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

144 thoughts on “Wahhabi Adalah Ahlus Sunnah Waljamaah, Benarkah?”

  1. @roni
    ane dah pernah tanya ke die 3 pertanyaan..tak ada bisa jawab die..dan tak di tampilkan…
    akhirnya ane bilang trima kasih aja,…
    why..karena mmg, tak mungkin bs di jawabnya…atau tak akan menjawab…
    ptanyaan sama jg pernah ane tanya (dah lama)
    di bnthn slfy tobat,..sama aja,…lalu dihapus…
    pdhal sesuai artikel yg pd waktu itu die tulis,..
    wiss…lah…jadi dah nggak nempil sama ane…

  2. Maklum saja, abul jauza kemungkinan misioner wahabi, yg didanai dan digaji oleh arab saudi. jadi mati2an dia membela faham wahabi walau dia tau sekte wahabi itu sesat tapi demi fulus apa boleh buat hati nurani mesti dikesampingkan.

  3. dan anda pasti akan menjawab 3 pertanyaan saya:
    1. apakah penulis artikel ini asy’ari atu mu’tazili?
    2. apakah anda dan penulis artikel ini berani mengatakan jujur seperti tokoh sekte asy’ari kaguman anda, Hassan Saqqaf. seperti pada video ini:
    http://www.youtube.com/watch?v=sE1KZoSfUto&noredirect=1
    3. bagaimana pendapat anda tentang ribuan ulama yang mencela sekte asy’ari. salah satunya adalah Al imam al wazir Yahya ibn Muhammad ibn Hubairah rahimahullah (w.560 H).Beliau berkata: “Demi Allah kami tidak akan membiarkan Amirul Mu’minin Ali ibn Abi Thalib bersama Syiah Rafidhah, kami lebih berhak dari mereka, ia bagian dari kami dan kami bagian darinya. Dan kami tidak akan membiarkan As Syafi’i bersama Asya’irah, kami lebih berhak dari mereka.” seperti pada riwayat Ibn Hubairah dalam kitab “Dzailu Thabaqat al Hanabilah” selengkapnya baca di:

    1. @roni
      roni comen : 3. bagaimana pendapat anda tentang ribuan ulama yang mencela sekte asyari.

      ane comen :
      1. jangan asal klaim n fitnah mas..sebutkan 30 saja dari ulama ahli hadist sblm abad 10 yg mencela golongan asyariyah dg data n sumber yang valid!!
      2. kayaknya klw ulama yg nyela wahabi n antek2nya malah ribuan kali drpada yg memujinya? mau bukti??

      ane tunggu jawaban ente mass… syukron.

    2. @roni

      maaf baru online lg…
      ron,pendapat para ulama berbeda2,dr jaman para imam madzhab,sampai para para pengikutnya,…tak ada masalah,..adanya masalah ketika wahabbi muncul…

      ane ikuti para guru ane,…nah ente silahkan ikuti para guru nte..
      soal di atas…silahkan aja itu pendapat para ulama,…emang nya kenapa?

      ente punya pendapat juga silahkan aja,…he..he…
      mau kata bumi datar spt syech2 ente juga silahkan…he..he…

      1. @prass

        1.gak salah tuh? bukannya sejak muncul mu’tazilah, jahmiyah dan cucunya asy’ariyyah. makanya kenali dulu sejarah sekte anda, lihat video ustadz Asri.

        2. Mengikuti apa saja yang dikatakan guru adalah prinsip yang salah. yang benar adalah mengikuti dalil dalil yang shahih, walaupun bukan dari guru kita.

        bukankah Imam Syafi’i dalam beberapa hal berbeda dengan gurunya, Imam Malik, karena menurutnya ada dalil yang lebih shahih dari yang dikatakan gurunya?

        bukankah Imam Ahmad dlam beberapa hal berbeda dengan gurunya, Imam Syafi’i.?

        bukankah Imam Asy’ari berbeda dengan gurunya, Al Jubba’i al Mu’tazili yang telah diikutinya puluhan tahun, hingga menjadi kullabi.

        bukankah Imam Asy’ari berbeda dengan gurunya, Ibn Kullab, hingga menjadi salafi mengikuti Imam Ahmad dalam menetapkan asma dan sifat sifat Allah?.

        haruskah kita bertaklid saja pada guru guru kita padahal kita tahu dalil yang lebih kuat?

        1. @roni

          1.finah nejed al wahabbi,banyak langsung terucap dr pkataan Rasul…
          tak dapat lagi di sangkal…
          pelajari aja sejarah wahabbi sama ente ya…

          ane pelajari wahabbi lebih dr separuh usia ene sendiri…bgt pun dlam akidah,….he..he…
          mungkin ente mo bilang syech asy’ari dlm akidahnya melalui beberapa fase bgt ya ron…hm…hm…
          maaf ane lebih percaya guru2 ane dr pada para syech2 ente,atawa yg ente kasih link nya,…

          2.prinsip salah ???,…ane dukung ente…
          oleh karenanya lepasin tuh semua akidah ente,faham2 ngawur syech2 ente ya…yg obrolannya bab bid’ah melulu…he..he…

          boss..mangkanya cari guru yg memang benar2 bisa di percaya,…
          jika ia bicara hadist, sanad urutannya sampai para ulama2 besar lanjut sampai rasul…jadi penjelasannya nggak ngawur…….bukan gurunya buku doank…jika beliau bicara pkataan ulama,dpt menjelaskan urutannya pula…

          *ttg mengikuti dalil yg sahih…??
          ane tanya ame ente..dah seberapa tinggi ilmu ente bisa langsung ambil dalil dr al-quran atawa hadist tanpa penjelasan para ulama…
          banyak kriteria boss tuk sampai derajat spt itu…
          maaf….nah ini yg sering ngawur ambil langsung tanpa lihat penjelasan para ulama ck..ck..ck…..

          mengenai pngambilan dalil, kan di atas ane dah katakan…
          ron,pendapat para ulama berbeda2,dr jaman para imam madzhab,sampai para para pengikutnya,…tak ada masalah,..
          asalkan kita tahu dalil2 dr penjelasan dan keterangan ulama yg kita ambil pendapatnya…
          mungkin ente tahukan dr cara 4 imam madzhab dlm mengambil suatu hukum dr berbagai dalil yg ada…baik al-quran maupun hadist..baik itu hadist shohih,hasan, maupun dhoif…kan ente bilang imam syafii dan imam achmad berbeda,…

          hanya saran ron,
          ambil pendapat ulama terdahulu yg terpercaya…dr yg terkemudian..

  4. @admin dan rekan2 ummati, ane dpt PM di forum online KASKUS, isinya gini :

    Assalamu’alaikum
    Dulu sudah pernah ada forum silaturahmi yang diadakan oleh MUI priok antara Kelompok Ahlul Sunnah (Salaf) dengan semua elemen ormas dari NU, Persis MUI sendiri, bahkan LDII dan lain-lain..

    ada rekamannya kok berupa DVD, kalau akhi mau, ada dijual kok di toko buku Sunnah..:)

    Akhi tinggal dibogor dimana..?

    Jauh dari Cimapar Tanah Baru tidak..?

    Kalau Tidak akhi bisa datang ke MEsjid Imam Ahmad bin Hambal minggu pagi jam 10.00 sampai Ba’da Zohor ..:)

    Disana dibuka Kajian untuk Umum membahas kitab Ibnu taimiyah al wasithiyah dan juga Kitab bulughul maram Ibnu hajar asqalani 🙂

    Dan Disana juga ada jual DVD yang ana maksut 🙂

    Kalau akhi minat coba datang saja, Mungkin dengan kedatangan Akhi bisa mengetahui gimana yang orang tuduhkan selama ini ke pada kajian Salaf seperti gampang mengkafirkan orang Dll, bisa Akhi nilai sendiri 🙂

    ane mau tanya, ada yg penah tonton dvd tsb? bs info apa isinya??

    rekan2 ummati jg mohon bs gabung di kaskus untuk membendung wahabiyyun di sana, terutama pada forum debat, jg faham lainnya spt syiah, quranist/inkar sunnah dll….

    1. @prabu

      1.Blog Abu Syafiq, Abu Salafi, Salafi tobat dan yang semisalnya telah banyak blog blog yang membantahnya. Maka baca pula bantahannya untuk perbandingan

      2. Kebencian dan kedengkian abu syafiq pada lawan lawannya sangat berlebihan, sehingga ia tidak adil dalam menyikapi dan menilai pernyataan lawannya , melebihi apa yang dimaksud oleh perkataan lawannya itu, seperti mengatakan “Mufti Arab Saudi bermartabat nabi dan lebih mulia dari para sahabat”, juga seperti “Wahabi mengkafirkan seluruh ummat islam” dll. Padkahal kita dituntut berlaku adil walau kepada orang kafir sekalipun. Firman Allah: و لا يجرمنكم شنآن قوم على الا تعدلوا اعدلو هو أقرب للتقوى
      “Dan janganlah kebencianmu kepada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil, berlaku adillah karena ia lebih dekat pada ketakwaan”

      3. Secara khusus, ia lemparkan tuduhan tuduhan busuk pada Dr. Asri. Dan Dr Asri pada beberapa kesempatan telah menjwabnya dengan sikap yang lebih santun:

      http://www.drmaza.com/home/wp-content/wahhabi.pdf

      http://www.youtube.com/watch?v=XYR-dsQ8_ck

      4. Sebagai perbandingan juga, buka link ini. selanjutnya hanya Allah yang mendatangkan hidayah.

  5. @ Asy-saidani
    1, Anda tidak komentari poin 1 &2
    2, Bukanlah hak kita untuk klaim mengklaim. Yang saya sebutkan adalah pernyataan seorang ulama, yaitu Imam Yusuf ibn Abdul Hadi al-Maqdisi (w. 909 H). dalam kitabnya “جمع الجبوش و الدساكر على ابن عساكر” beliau telah menyebutkan 400 ulama lebih yang mencela dan berpaling dari Asya’irah dan madzhabnya. Beliau menambahkan bahwa yang tidak disebutkan lebih banyak lagi, kalau dikumpulkan dari masanya Imam Asy’ari sampai masa beliau niscaya lebih dari 10 ribu. Silahkan rujuk kitab tersebut.
    3. 30 ulama yang anda minta untuk disebutkan, insyaallah akan dipenuhi, satu satu.
    Ibn Quddamah al-Maqdisi (w.620 H) berkata dalam kitabnya “Al Munadharah fi Al Qur’an” hal. 35: “Dan kami tidak mengetahui dari ahli bid’ah yang (menyembunyikan) kata kata mereka dan tidak menempakkannya kecuali kaum zindik dan (Asy’ariyyah).
    4. Kata kata anda “ribuan kali “, inilah yang nyata nyata klaim, klaim anda, bukan pernyataan salah seorang ulama manapun.
    5.Kalau anda ingin membuktikan, silahkan. jangan seribu kali lipat, 10 kali lipat saja dari 30 yang memujinya.

  6. @roni
    >>Bukanlah hak kita untuk klaim mengklaim.
    ==asal dg bukti kuat dan data valid??=
    >>>Yang saya sebutkan adalah pernyataan seorang ulama, yaitu Imam Yusuf ibn Abdul Hadi al-Maqdisi (w. 909 H). dalam kitabnya “جمع الجبوش و الدساكر على ابن عساكر” beliau telah menyebutkan 400 ulama lebih yang mencela dan berpaling dari Asya’irah dan madzhabnya. Beliau menambahkan bahwa yang tidak disebutkan lebih banyak lagi, kalau dikumpulkan dari masanya Imam Asy’ari sampai masa beliau niscaya lebih dari 10 ribu. Silahkan rujuk kitab tersebut.
    ==al hamd.. ni saya dah download kitabnya. Halaman berapa mas??==

    >>Kata kata anda “ribuan kali “, inilah yang nyata nyata klaim, klaim anda, bukan pernyataan salah seorang ulama manapun.
    == baca komen ane di kesaksian dan daftar ulama asy’ariyah? Okey?==

  7. @RONI
    KESAKSIAN ATAS MADZHAB AHLUS SUNNAH WALJAMAAH
    AS’YARIYAH-MATURIDDIYAH
    1.kesaksian rosulullah SAW.
    Rosulullah bersabda, “konstantinopel akan di taklukkan, maka sebaik-baik raja adalah rajanya dan sebaik2 pasukan adalah pasukannya.
    (H.R : Bukhori, kitab : tarih kabir, imam Ahmad, kitab : Musnad, imam al abazzar, imam huzaimah, imam at-thobroni, imam al hakim dan mengatakan sohih yg di benarkan ad-dzahabi, imam as-suyuthi, kitab : al jami’ as-soghir dan mengisyaratkan kesahihannya.)
    Nah, siapa raja dan pasukan yg menaklukkan konstantinopel?? Jawab.. Khalifah Muhammad al Fatih dari kekalifahan ottoman yg dlm fikih bermadhab Hanafi dan dalam akidah asy’ari-maturiddi.
    2. al hafidz as subki mengatakan : semua ulama madhab syafi’I dan maliki adalah asy’ariyah. Mayoritas ulama madhab hanafi adalah maturidiyah. Pernyataan ini belum dibantah oleh ulama manapun.
    3. semua penyarah kitab sohih bukhori adalah asy’ariyah yg diakui oleh syeh utsaimin al wahabi. Pernyataan ini belum dibantah oleh ulama manapun

  8. @RONI
    DAFTAR ULAMAAHLUSUNNAH WAL JAMAAH
    ASY’ARIYAH-MATURIDDIYAH
    —————TOKOH FIKIH———
    1.ulama madzhab syafi’i… semuanya!! Ingin disebutkan?
    2.Ulama madhab malikiyah.. … semuanya!! Ingin disebutkan?
    3.Ulama hanafiyah.. semuanya Maturidiyah= asy’ariyah
    4.sebagian Ulama hambali. Contoh : ibnu asakir

    ———–TOKOH2 TAFSIR————–
    5.Al mufassir al hafidz al qurtubi pengarang :tafsirul jami li ahkamil qur’an.
    6.Al hafidz ibnu kastir pengarang tafsir ibnu katsir (ad durorul kaminah 1/57)
    7.Al imam ibnu athiyah al andalusi pengarang tafsir Al muharror wa al wajiz
    8.Imam abu hayyan al andalusi pengarang al bahru al muhith
    9.Imam fahruddin ar rozi pengarang tafsir mafatih al ghoib
    10.Imam al baghowi pengarang Syarhu as sunnah
    11.Imam abu al laist as samarqondi pengarang tafsir bahrul ulum
    12.Imam abul hasan ali an naisaburi pengarang kitab asbabun nuzul
    13.Imam syihabuddin al alwusi
    14.Imam as samin al halabi pengarang tafsir ad durrul Mansur
    15.Imam al hafidz jalaluddin al mahalli
    16.Imam al hafidz as-suyuthi pengarang tafsir al jalalain
    17.Al hafidz asy-sarbini : pengarang tafsir as-sirojul munir
    18.Imam nawawi al bantani, kitab : tafsir Murah labid

    ————–TOKOH2 TAFSIR MUTAAKHIRIN———–
    19.Sayyid Qutub pengarang tafsir fi dhilali al qur’an
    20.Syeh thohir bin asyur pengarang tafsir at tahrir wa attanwir
    21.Imam as-shobuni
    22.Syeh said hawa pengarang al asa fi attafsir
    23.Syeh Muhammad sya’rowi pengarang
    24.Syeh wahbah az zuhaili

  9. @RONI
    DAFTAR ULAMAAHLUSUNNAH WAL JAMAAH
    ASY’ARIYAH-MATURIDDIYAH
    ———————TOKOH HADIST———–
    25.Al hafidz ad daruqutni murid imam al baqilani
    26.Abu nuaim al asbihani pengarang khilyatul auliya’
    27.Al hafidz abu zar al harowi
    28.Al hafidz abu dzar as-silfi
    29.Al hafid Hakim an nisaburi pengarang kitab Mustadrok
    30.Al hafidz ibnu hibban pengarang As-sohih dan as-stiqot
    31.Al hafid ibnu as-sam’ani pengarang al ansab
    32.Imam al hafidz al baihaqi
    33.Al hafidz ibnuasakir
    34.Al hafidz Al Khotib al Baghdadi
    35.Al imam al hafidz an nawawi pengarang Al adzkar dan al arba’in
    36.Al hafidz Ibnu Sholah
    37.Al hafidz abu jamroh al andalusi kitab: bahjatun nufus
    38.Al hafidz al kirmani :syarah sohih bukhori
    39.Al hafidz almundziri kitab: attarghib wa attarhib
    40.Al hafidz al ubay kitab: syarh sohih muslim
    41.Ibnu hajar al asqolani. Kitab : Fathul bari syaraH Bukhori
    42.Al hafidz as-sakhowi
    43.Al khafidz as-suyuthi
    44.Al hafidz al qostolani .kitab :syarah Muslim
    45.Al hafidz al manawi

    ————TOKOH HADIST MUTAAKHIRIN———
    46.Sayyid Muhammad alawi al maliki-makkah
    47.Sayyid Muhammad al ghimari
    48.Sayyid Abdullah al ghimari
    49.Sayyid Abdurrahman al a’dlomi
    50.Imam zahid al kautsari
    51.Syeh al harori-libanon

  10. @RONI
    DAFTAR ULAMAAHLUSUNNAH WAL JAMAAH
    ASY’ARIYAH-MATURIDDIYAH
    ————ULAMA BAHASA : NAHWU,SOROF,BALAGHOH DLL——–

    52.Imam kholil bin ahmad
    53.Imam yunus bin Habib
    54.Imam syibawaih
    55.Imam al ahfasy
    56.Imam az zajjaj
    57.Imam al mubarrid
    58.Imam abi hatim as-sijistani
    59.Imam ibnu duraid
    60.Imam as-sijistani
    61.Imam al azhari
    62.Imam ibnu faris
    63.Imam al farabi
    64.Imam al farra’
    65.Aimam alkisa’i
    66.Imam al asmu’i
    67.Imam abu zaid al anshori
    68.Imam abu ubaidah
    69.Imam abu amru as-syaibani
    70.Imam ubaid bin salam
    71.Imam ibnu Al Anbari
    72.Imam ibnu saidah kitab almukhossis
    73.Imam ibnu mandzur kitab : lisanul arab
    74.Imam al jauhari. kitab ;As-Sihhah
    75.Imam al fairuzabadi. Kitab al bahrul mukhit
    76.Imam ibnu malik. Kitab alFiyah
    77.Imam ibnu aqil. Kitab ; syarah alfiyah
    78.Imam ibnu hisyam al anshori. Kitab Mughni al labib

  11. @RONI
    DAFTAR ULAMAAHLUSUNNAH WAL JAMAAH
    ASY’ARIYAH-MATURIDDIYAH
    ————AHLI HADIST, PENULIS BIOGRAFI NABI DAN SEJARAH———–

    79.Imam al baihaqi. Kitab : dalailu an nubuwwah
    80.Abu nuaim al asbihani. Kitab : dalailu an nubuwwah juga
    81.Imam al qodli ‘iyadl. Kitab ; as-syifa fi syamaili al mushtofa
    82.Imam alhalabi. Kitab ;insanul uyun
    83.Imam suhaili. Kitab :roudlul anfi
    84.Imam qostolani.kitab : almawahib al ladunniyah
    85.Imam as-sholihi ad dimasqi .kitab : subulul huda wa ar rosad
    86.Ibnu kholdun. Ktab : Muqoddimah
    87.Imam ibnu al atsir
    88.Imam as-sofadi. Kitab al wafi
    89.Imam al bahirzi. Kitab ; dimyatu al qosri
    90.Imam ibnu syakir al katbi. Kitab ;fawatul wafiyat
    91.Imam ibnu kholikan. Kitab :wafiyatul a’yan
    92.Imam ibnu hajar. Kitab :ad durorulkaminah
    93.Imam sibtu al jauzi. Kitab ; mir’atus zaman
    94.Imam al yafi’I . kitab : mir’atul janan
    95.Imam al muhibbi. Kitab ; kholashotul atsar
    96.Imam al murodi. Kitab : si lku adduror
    97.Imam al ghozi. Kitab ;al kawakib as-sairoh
    98.Imam as-sam’ani. Kitab ; al ansab
    99.Imam yaqut al hamawi. Kitab ; mu’jamu albuldan
    100.Imam al bakri. Kitab ; Mu’jamu ma ustu’jima
    —————-MASIH KURANG??———-

    ———Perguruan islam internasional tertua———-
    101.UNiversitas al azhar-kairo-mesir
    102.Universitas qurowiyin –maroko
    103.Universitas az-zaitunah-tunisia
    104.Universitas al-umawi-damaskus-syiria
    105.Universitas Nadwatu al ulama- india

    ———–MASIH KURANG???—

    1. Asy-Sya’rawi benarkah seorang asy’ari? Beliau mengatakan dalam tafsirnya: “Kalau kita menagatakan ‘Allah istiwa di atas arsy dan manusia istiwa diatas kursi, maka istiwanya Allah itu tidak seperti istiwanya manusia….

      Yang hak adalah bahwa Allah mempunyai dua tangan dan memiliki wajah, tetapi tidak mungkin bagi manusia untuk menggambarkan bahwa tangan Nya seperti tangan manusia, kita meletakkannya dalam bingkai “laisa kamitslihi syaiun” (Tidak ada sesuatu yang serupa denganNya), demikian juga dengan wajah Allah. Dan kita senantiasa meletakkan sifat sifat Allah dalam bingkai “laisa kamitslihi syaiun”……”

  12. @roni
    1. Hadist dari berbagai riwayat:
    ketika turun surat – فسوف يأتى الله بقوم يحبهم ويحبونه – (“maka Allah akan mendatangkan kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai allah”.Q.S.al-ma’idah :54),Rasulullah SAW menunjuk kepada sahabat Abu Musa al-Asy’ari (buyut-imam abul hasan al asy’ari) dan bersabda هم قوم هذا: “Mereka adalah kaum orang ini”. Al-Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya, Juz VI, h. 220: “Al Qusyairi berkata: pengikut Abu al-Hasan al Asy’ari adalah termasuk kaumnya”.
    2.Kesaksian IBNU TAIMIYAH, “ Abu Ismail Al Anshori termasuk orang yg paling suka mencela golongan asy’ariyah. Padahal MEREKA (ASY’ARIYAH) adalah golongan terdekat dengan sunnah di antara golongan2 lain (majmu’ fatawa 8/230)

    1. 1.
      -Asy’ari-Jubba’i-mu’tazili-jahmi

      -Asy’ari-Kullabi

      -Asy’ari-Salafi-Hambali inilah yang dipuji Rasulullah. Pengikut setianya insyaallah akan bersamanya kelak.

      2. Lebih dekat kepada sunnah dari pada mu’tazilah dan jahmiyah.

  13. @RONI
    >>>>Yang saya sebutkan adalah pernyataan seorang ulama, yaitu Imam Yusuf ibn Abdul Hadi al-Maqdisi (w. 909 H). dalam kitabnya “جمع الجبوش و الدساكر على ابن عساكر” beliau telah menyebutkan 400 ulama lebih yang mencela dan berpaling dari Asya’irah dan madzhabnya.
    == pak roni, anda berbohong atas nama Imam yusuf Al maqdisi, ya??. Ane dah baca kitabnya, Dalam kitab tsb gak ada tuh 400 nama ulama yang mencela dan berpaling dari Asya’irah?? Begitukah cara berhujjah kalian??==
    >>> 30 ulama yang anda minta untuk disebutkan, insyaallah akan dipenuhi, satu satu
    ==ane dah sebutkan 100 nama pendukung madzah asy’ari. Mana 100 nama yang anda sebutkan mencela asy’ari.??? Dah ana tunggu nih??sebutkan nama2 ulama dan spesifikasi bidangnya?==

    >> Kata kata anda “ribuan kali “, inilah yang nyata nyata klaim, klaim anda, bukan pernyataan salah seorang ulama manapun.
    ==yang nyata klain, saya apa anda mas roni? sudah saya buktikan dg 100 nama tuh?? imam as-subki berkata, “semua ulama madzhab syafi’I, maliki adalah asy’ari, semua hanafiyah adl maturidiyah. Bukankah ulama ketiga madzhab ini ribuan?? Apa perlu saya tulis satu persatu??Paham??==

    1. Saya yang bohong atau anda yang tidak cermat menghitung. ada tuh, saya hitung ada 419 ulama. dari halaman 196 sampai 279 (halaman kitab, bukan halaman pdf).

      – Abu Zakaria As-Syabani As-Sijistani. Berkata Syaikhul Islam Al-Anshari: “Aku telah melihatnya (Abu Zakaria) di atas mimbar lebih dari sekali mengkafirkan dan melaknat mereka (Asya’irah) dan bersaksi atas kezindikan Al-Asy’ari. ( Dzammul Kalam 4/7, Waraqah 1/128)

      1. Jujur dari hati terdalam ana prihatin dg sikap mas Roni yg tdk menyimak dg baik apa yg disampaikan oleh Mas Syaidani.

        Tolong disimak baik-baik, antum juga bisa simak yg ada di bawah ini, bahaya sekali buat antum gara2 membela faham Wahabi antum mengadaikan kebenaran. Bahwa Para ulama yg berafiliasi kepada Imam Mazham yg jumlahnya ribuan disesatkan kaum Wahabi. Cobalah meneliti lebih teliti lagi siapa para Imam terkenal itu apakah Asy’ariy atau bukan?

        Bukan apa-apa, keprihatinan ini karena banyak ank2 muda yg terkecoh oleh Wahabi yg seolah2 bicara kebenaran. Maaf, saya hanya memperingatkan saja, tapi keputusan apakah tetap menyesatkan Asy’ariyyah tetap ada dalam hati antum sendiri.

  14. @roni
    >>Asy-Sya’rawi benarkah seorang asy’ari? Beliau mengatakan dalam tafsirnya: “Kalau kita menagatakan ‘Allah istiwa di atas arsy dan manusia istiwa diatas kursi, maka istiwanya Allah itu selalu melaknat imam sya’rowi??”
    >>anda tdak menyebutkan refrensinya? Kitab apa?hal brp? Klwpun ini betul, inilah salah salahsatu contoh kebodohan anda atas madzhab asy’ari yg diikuti oleh jumhur tiga madhab fiqih dan sebagian madzhab hambali. Yang dikatakan imam sya’rowi itu adlah salah satu pendapat/pandangan dalam madzhab asy’ari yang disebut tafwidl. Lagi pula kasus istiwa ini juga beda dengan kasus yad (tangan), lupa, sakit, jari2 dan keragu2an Allah. Tahukah anda ada seorang imam wahabi mesir yang dalam jum’atnya selalu melaknat imam sya’rowi??”
    >>-Asy’ari-Jubba’i-mu’tazili-jahmi
    == kata2 orang yg tidak memahami dunia ilmu kalam. he..he..he..Hanya taklid buta tanpa dalil,ya?
    >>>Asy’ari-Kullabi
    ==keduanya ahlus sunnah tuh??==
    >>>Asy’ari-Salafi-Hambali inilah yang dipuji Rasulullah.
    ==Nabi gak nyebut nama hambali dan salafi tu?? Yang disebut nabi asy’ari dan kaumnya?? Kayaknya orang2 yang mengaku ikut imam ahmad sama benci tu sama imam asy’ari hingga adayang memfitnah imam asy’ari dengan mengatakan beliau kalw kencing tidak cebok??berbohong atas nama rosulullah, ya??? (barang siapa yang b erbohong atas nama ku (Nabi) maka siapkanlah tempat duduknya dari Neraka- Al Hadist)

  15. @RONI
    Alhamd.. ane dah teliti dari ucapan2 beliau (tak sempat ngitung jumlahnya)
    INTINYA :
    1.Mayoritas nama yang disebut adl bermadhab hambali dan BUKAN tokoh2 terkenal dg bukti ilmiyahnya(karangan fenomenal) dan diambil dr TOBAQOT HANABILAH
    2.Nama2 yang ane sebutkan adl tokoh2 terkenal dg bukti ilmiyahnya(karangan fenomenal), klw semua nama ulama dalam tobaqot 3 madzhab ane tulis… jumlahnya bisa PULUAN RIBU. Bukankan pengikut MADHAB H AMBALI CUMA SEKITAR 10 % doank dari umat muslim?
    3.Dari sekian banyak nama HAMBALIYAH yg disebut, itupun jua CUMA SEDIKIT yg jelas2 mencela imam asy`ary/pengikutnya. gAk ada 15 %.
    4.Kebanyakan bahasa yg dipakai pengarang ketika menyebut nama2 yg tdk terkenal itu adl {dia, menjauhi mereka/asy`ariyah}. Klw pak roni bisa memahami kata {dia, menjauhi mereka/asy`ariyah}. Ini artinya orang tersebut CUMA MENJAUHI tp TDK MENCELA apalagi mengatakan SESAT. Dan yg dijauhi bukanlah CUMA asy`ariyah saja tapi SEMUA AHLI KALAM. Ini karena orang2 HANABILAH adl ILMU KALAM PHOBIA.
    5.Yg lain ane jelaskan setelah antum komen.

  16. @mas Saidani
    bbrp kenalan saya ada yg kasyaf, tanpa mrk minta…. diberi penglihatan2 batin begitu saja oleh Allah Swt. Apakah ini yg dimaksud dgn ilmu kalam, mas Saidani?

    1. @akhi kenzi
      Afwan, sebelum menjawab klw jawaban ana tidak/kurang tepat..
      >>>bbrp kenalan saya ada yg kasyaf,
      ==sepengetahuan ana..istilah ”kasyaf” ini adalah istilah dalam dunia sufi yang bisa diartikan sebagai terbukanya TABIR HATI sehingga MATA HATI yang sebelumnya terhalang oleh debu2 dosa/noda/nafsu dll jadi TERBUKA..ketika mata hati ini TERBUKA tentu saja hal2 yg selama ini tidak bisa dilihat/diketahui dg MATA KEPALA akan jadi terlihat jelas oleh MATA HATI. Namun para sufi sudah memberi penjelasn bahwa “kasyaf” ini tidak boleh bertentangan dg al kitab-as-sunnah. Selain itu, “kasyaf” itu sendiri bukan sebuah tujuan dalam perjalanan seorang sufi. bahkan bisa dikatakan termasuk “rintangan” baginya dalam perjalanan menuju ma’rifat Allah apabila dia TERGODA oleh “kasyaf2 nya” sehingga dia berhenti di “tempat”. Seorang sufi hakiki adalah seorang yang diri, akal, hati,fikiran, harta dll..dimaksimalkan untuk mendapat ridlo allah… didaya gunakan untuk mengenali allah..selama hidupnya sampai dia berjumpa Tuhannya..==
      Allah berfirman,’”dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menghamba/menyembahku (li ya’buduni)”. Tafsir ibnu abbas atas kata “li ya’buduni” adalah untuk “mengenal” Ku. Tentu saja yang dimaksud “mengenal” ini bukan hanya hafal nama-nama/sifat2-Nya saja bukan?? Bukankah klw hanya sekedar hapal2an, anak TK pun bisa??
      >>> tanpa mrk minta…. diberi penglihatan2 batin begitu saja oleh Allah Swt.
      ==dg syarat tidak bertentangan dg al-kitb dan as-sunnah.. juga tidak boleh tergoda. Juga perlu diwaspadai… syetan sangat licik dan cerdik dlm menggoda manusia.. dg berbagai tipu-daya??
      >>Apakah ini yg dimaksud dgn ilmu kalam, mas Saidani?
      ==bukan… karena ilmu kalam dalam istilah ulama adl “ilmu yg membahas ttg wujud Allah dan sifat2-Nya beserta dalil2 al-qur’an, as-sunnah dan akal/logika. Karena alqur’an /hadist tidak akan bertentangan dg akal yg sehat.. ketiganya saling dukug-mendukung..
      Afwan klw ada khilaf…

  17. @kang Roni
    Anda memberikan saya blog ini?

    waduh….tapi apa benar tuh bumi itu datar di situs yg anda beri?
    saya lebih bangga mengatakan bumi itu bulat, krn berkesesuaian dg ilmu pengetahuan. Ketimbang harus menyamakan dg Injil palsu dan Taurat palsu yg tentunya isinya sudah dimanipulasi manusia yg mengatakan bahwa bumi itu datar.
    Masa’ kemudian muncul di akhir jaman ini orang-orang yg memfatwakan bahwa umat Islam harus berdamai dg Yahudi krn adanya kesesuaian historis…lalu justru Al-Qur’an yg menjadi pembenar dr kesalahan ahli kitab yg lain harus sama2 kontradiksinya dg iptek seperti halnya Injil dan Taurat???

    Sudahkah anda menonton VCD DR. Ahmad Badawi ketika berdebat dg Anish Shoroush dimana DR.Ahmad Badawi membuktikan bahwa Al-Qur’an sesuai dg iptek. Justru para pastur2 itu kebat-kebit krn kitab suci mrk bertentangan dg iptek….
    Lha kini kita tasyabuh dg kaum kafir dg ikut2an bertenangan dg iptek….ada konspirasi apakah di balik tasyabuh ini? Tasyabuh dg Injil palsu dan Taurat palsu yg mengatakan bahwa bumi itu datar….

    tapi yg diungkapkan Abu Syafiq di http://www.abu-syafiq.blogspot.com tidak sepenuhnya salah kan?
    bukankah syekh bin Baaz hendak mengeluarkan makam Rasulullah Saw dr masjid Nabawi?
    bukankah syekh al-Bani mengeluarkan fatwa agar penduduk Palestina keluar dr Palestin?

  18. @kang Roni:

    Kang Roni….tahukah anda bahwa Al-Qur’an unggul dibandingkan dg Injil dan Taurat???

    Di luar sana, ilmuwan kita membuktikan kpd orang-orang kafir (kristen dan yahudi) bahwa Al-Qur’an berkesesuaian dg Iptek….bahwa bumi itu bulat, tidak seperti Injil dan Taurat yg mengatakan bumi itu datar yg bertentangan dg iptek. Tahukah anda, krn hal-hal ini pulalah org2 kafir di Amerika dan Eropa memeluk Islam, krn menemukan kebenaran dr pembuktian ilmiah….
    Lantas sekarang muncul ulama2 Wahabi yg malah mensejajarkan Al-Qur’an dg Injil dan Taurat dalam hal kontradiksi dg iptek….
    Tahukah anda akibatnya apa?
    Akibatnya orang2 atheis akan melihat Al-Qur’an sama jeleknya dg Injil dan Taurat….sama jeleknya dalam hal kontradiksi dg sains. Akibatnya, para atheis dan Kristen Barat yg mencari agama akan menolak Islam krn tidak bedanya dg Injil dan Taurat yg isinya doktrinasi yg penuh kesalahan ilmiah…ini sama saja dg merusak Islam dr dalam…

  19. @prabu
    He…he..he.. maksud mas prabu ini ingin menjelaskan KESALAHAN FATAL dewan fatwa ulama SENIOR (?) Saudi Arabia yg mengatakan bahwa bumi bulat dan siapapun yang mengingkarinya harus disuruh taubat.. klw tidak mau tobat, dia halal darahnya/harus diBUNUH dan harta-bendanya menjadi HARTA RAMPASAN. Kata mereka sih fatwa ini sesuai dg al-qur’an –Hadist dan salafus-shalih??hee..he..he..
    Bahaya fatwa ini :
    1.Senior2 itu telah menabrakkan al-qur’an-al hadist dg realitas dan fakta.. masih dg klaim “pemahaman salaf” pula. Jadi terkesan para salaf termasuk sahabat, tabi’in dan imam2 lain dajak beramai-ramai MENABRAK FAKTA.. agar islam jadi bahan tertawaan dunia lain.
    2.Kata “Mewajibkan taubat” dlm fatwa itu = mewajibkan sesuatu hal yg sebenarnya tidak wajib.. he..he..
    3.kata“halal darahnya” = menghalalkan sesuatu yg sebenarnya HARAM.
    4.kata“halal darahnya” = menganggap orang yg percaya bumi itu bulat adl KAFIR.. (nabi bersabda,”barang siapa mengatakan kafir pada saudara muslimya, apabila (muslim itu) tidak kafir maka ucapan kafir kembali pd yg mengatakannya)==
    5.kata, “harta-bendanya menjadi HARTA RAMPASAN.” (he..e..he..enak dong jadi wahabi?????)

  20. @prabu
    Mangstabbb!!
    He…he..he.. maksud mas prabu ini ingin menjelaskan KESALAHAN FATAL dewan fatwa ulama SENIOR (?) Saudi Arabia yg mengatakan bahwa bumi bulat dan siapapun yang mengingkarinya harus disuruh taubat.. klw tidak mau tobat, dia halal darahnya/harus diBUNUH dan harta-bendanya menjadi HARTA RAMPASAN. Kata mereka sih fatwa ini sesuai dg al-qur’an –Hadist dan salafus-shalih??
    Bahaya fatwa ini :
    1.Senior2 itu telah menabrakkan al-qur’an-al hadist dg realitas dan fakta.. masih dg klaim “pemahaman salaf” pula. Jadi terkesan para salaf termasuk sahabat, tabi’in dan imam2 lain dajak beramai-ramai MENABRAK FAKTA.. agar islam jadi bahan tertawaan dunia lain.
    2.Kata “Mewajibkan taubat” dlm fatwa itu = mewajibkan sesuatu hal yg sebenarnya tidak wajib.. he..he..
    3.kata“halal darahnya” = menghalalkan sesuatu yg sebenarnya HARAM.
    4.kata“halal darahnya” = menganggap orang yg percaya bumi itu bulat adl KAFIR.. (nabi bersabda,”barang siapa mengatakan kafir pada saudara muslimya, apabila (muslim itu) tidak kafir maka ucapan kafir kembali pd yg mengatakannya)==
    5.kata, “harta-bendanya menjadi HARTA RAMPASAN.” (he..e..he..enak dong jadi wahabi?????)

  21. @prabu & saidani

    1. Sekali lagi, kalian tidak cermat. kalian ini tidak baca link yang saya tulis atau tidak paham isinya. ini bisa jadi senjata makan tuan. Siapa yang pertama mengatakan bumi itu datar? dialah ahli kalam/ asya’irah.

    “ada masalah yang sangat berbahaya, apalagi di zaman modern ini, yaitu keslahan kesalahan ilmiyah tentang alam dimana banyak terdapat dalam buku buku Asyairah sehingga orang orang kafir menjadikannya sebagai bahan celaan dan menimbulkan keragu raguan kaum muslimin terhadap agama mereka.

    Di antaranya adalah Al-Qadhi “adhaduddin Abdur Rahman ibn Ahmad Al-‘Izzi Al-Asy’ari dalam bukunya “Al-Mawaqif” tentang falak, panas, cahaya dan tambang yang pada masanya sngat berpengaruh, sekarang hanya hanya jadi dongengan Yunani dan khurafat nenek nenek.

    Demikian pula Abu Yusuf Al-Bagdadi, seorang ahli fiqh Syafi’i (w. 429 H). Ia mengatakan: “Sesungguhnya Ahlus Sunnah (demikian kebiasan Asyairah menyebut dirinya) sepakat tentang berhenti dan diamnya bumi” (Al-Farqu baina Al-Firaaq:318)
    ,…… Demikian pula pengarang Al Mawaqif menegaskan bahwa bumi itu datar, yang mengatakan bumi itu bulat adalah para filosof” (Al-Mawaqif:199, 217 229)

    lihat disini:

    1. @mas roni
      —->berarti bin baz dkk taklid sama filosof? Gitu maksud antun??
      — > sebenarnya ana gak keberatan klw bin Baz dkk berfatwa bumi itu datar/kotak persegi panjang/segitiga atw bahkan berfatwa bumi itu gak ada sama sekali… yg jadi masalah adalah ketika bin baz dkk mengkafirkan orang yg mengingkarinya dan menghalalkan darahnya.. ini SANGAT BAHAYA!!!
      bisa dimengerti pak ustadz??

  22. Lagi lagi kalian tidak cermat. Siapa yang sebenarnya mengkafirkan kaum muslimin, menghalalkan darahnya dan merampas hartanya? Merekalah Asya’irah.

    “Adalah kaum muslimin Magribi/ Maroko berakidah salaf selama pemerintahan Murabithah (451 – 541 H). Ketika Muhammad Ibn Tumart Al-Asy’ari menampakkan dakwahnya, ia mengkafirkan orang orang yang bertentangan dengannya, menuduh mereka dengan tasybih dan tajsim, menghalalkan darah dan harta mereka. ia memasuki perang besar melawan Murabithin, memasukkan Magribi dalam fitnah berdarah dan memaksakan akidah asy’ariyyah pada rakyatnya. Ketika ia wafat, dakwah dilanjutkan oleh pengikut pengikutnya. mereka melakukan penyembelihan penyembelihan yang menakutkan ketika mereka masuk kota Marakisy pada tahun 541 H. Diriwayatkan bahwa mereka telah membunuh 70 ribu jiwa. (lihat As-Siyar 19/645-646, An-Nashiri Ahmad ibn Khalid: ‘Al-Istiqsha’ li Akhbari Duwal Al-Magharibah Al-Aqsha’ hal. 96, 196).

    Ibn Qayyim Al-Jauziyyah telah menyifati Ibn Tumar dan perbutannya ini dengan “Seorang laki laki pendusta zalim penuh dengan kebatilan, telah membunuh manusia, menghalalkan istri istri kaum muslimin, menawan keturunan mereka dan merampas hartanya. Ia jauh lebih bahaya terhadap agama daripada Al-Hajjaj ibn Yusuf (yang telah membunuh Al-Husain ibn Ali, cucu Rasulullah, pen). Ia menghalalkan membunuh para ulama yang bertentangan dengannya, sahabat sahbatnya dinamai Muwahhidin, padahal mereka itu Jahmiyyah yang menafikan sifat sifat Allah.” (Ibn Qayyim, Al-Manarul Munif hal. 153)

    lihat disini:
    http://www.theotherbrick.wordpress.com/2010/12/19/kekejaman-asyairah/

  23. @roni
    — > ana gak klik link2 itu kok mas…ana cuma coba bantu jelaskan maksud mas prabu..he..he..

    —- > yg ana tau memang FATWA bin baz dg lembaga ‘MAJLIS FATWA ULAMA
    SENIOR(???) SAUDI ARABIA” begitu kok?? perlu scan data?

    —– >he..he..he..
    ibnul qoyyim?? ibnu zanjafil? yang musyabbihah-mujassimah itu tho??
    nih, ana kasih ilmu dari ibnul qoyyim. satu saja..gk usah banyak2..
    “dan setelah kiamat terjadi.. lalu allah berjalan-jalan mengelilingi bumi yang telah sepi”
    he..he..he..
    klw kita mah jalan-jalan nya (kata ABG : JJL ) ke mall2…. ya?

    1. Bisa aja alasan ahli kalam ini. tolong tunjukin di kitab dan halaman mana Ibn Qayyim berpendapat seperti itu. jangan jangan tidak cermat lagi.

      1. @roni
        — >he..he… kayaknya mas roni tuh yang kemarin2 gak cermat dalam mencermati kitab jam’ul juyus.. atw cuma baca saduran terjemah??

        — > klw pengen tahu kitab2 n rujukannya tentang FATWA n UCAPAN IBNUL QOYYIM/ IBNU ZANJAFIL. klik2 aja di artikel2 di blog ini.. simak diskusi ana dengan ustad ABDULLAH AL WAHABI..dah komflet kok? selamat meng KLIK2? ya?

  24. @mas Syaidani
    Terimakasih banyak untuk penjelasannya mas. Alhamdulillah, yg disampaikan mas Syaidani cocok dengan kenalan2 say itu.

    Oh ya, saat ini beredar buku yg judulnya, Bumi itu datar. Kalau boleh nanya, itu karangan siapa ya mas? Tapi kalau baca di internet, banyak yg resah dg judul buku ini. Katanya sih di salah satu forum, yg tidak mau mengikuti fatwa bahwa bumi itu datar dicap kafir. Apa betul itu mas?

    1. @mas kenzi
      >>>>yg tidak mau mengikuti fatwa bahwa bumi itu datar dicap KAFIR. Apa betul itu mas?
      == betul, ni fatwa bin baz dkk yg tergabung dalam MAJLIS FATWA ULAMA SENIOR (???) SAUDI ARABIA.
      Coba di klik2 artikel diblog ini tentang kedustaan ustad firanda (1 dan 2). Insya komentar ana sudah komflet dg bukti dan rujukan.. afwan..

  25. (( dari ibnul qoyyim.
    (“dan setelah kiamat terjadi.. lalu allah berjalan-jalan mengelilingi bumi yang telah sepi”
    he..he..he..))

    @ustadz Saidani
    setipe dengan firman dlm injil palsu :
    Kitab kejadian, ada ayat yg bunyinya kira-kira begini ‘bumi masih gelap dan kosong, roh allah melayang2 di atas air’. di kitab yg sama juga kira2 bunyinya gini ‘pada sore waktu hari sedang cerah, tuhan allah berjalan-jalan di taman eden’.

    ustadz sy takut kalau mengartikan ayat Qur’an secara tekstual suatu saat umat Islam generasi mendatang akan menyimpang…mereka akan berandai2 tentang Tuhan, kemudian membayangkan Tentang bentuk Allah. akhirnya terjebak kekafiran spt halnya orang2 nasrani & yahudi.

    @kang roni
    punten kang…sy emang gak bisa baca tulisan arabnya. jd paranoid aja waktu ngeliat gambar bumi di st, jd inget sm syekh Bin Baaz…
    mungkin kang roni coba cari ttg kisah the dead sea scroll…penemuan naskah laut mati. dulunya nasrani terpecah juga gara-gara mengartikan ayat scr tekstual. sampai jd perdebatan di kalangan nasrani seabad setelah kewafatan nabi Isa As….
    yg mengartikan tekstual bilang Yesus itu anak Tuhan, yg gak ngartikan tekstual bilang kalau Yesus itu nabi. gitu kang…

  26. @prabu
    >>>setipe dengan firman dlm injil palsu :
    di kitab yg sama juga kira2 bunyinya gini ‘pada sore waktu hari sedang cerah, tuhan allah berjalan-jalan di taman eden’.
    == > JJL nya pake Onta, Kuda apa Mobil mas??
    >>>Mereka akan berandai2 tentang Tuhan, kemudian membayangkan Tentang bentuk Allah. akhirnya terjebak kekafiran spt halnya orang2 nasrani & yahudi.
    == Gak usah Khawatir mas.. Bukankah faham musyabbihah, mujassimah bahkan yg ekstrem MUJASSIDAH… ini sebenarnya sudah ada sejak abad 2 H. toh nyatanya sampai sekarang gak pernah bisa berkembang di dunia Islam… mereka hanya menjadi pernik2 kecil dlm Khazanah dunia islam. Mereka hanya menjadi OPOSAN bagi JUMHUR MUSLIMIN. Bukankah Akan selalu ada ulama2 yg membentengi akidah muslim dari akidah mujassimah-mushabbihah-mujassidah tsb??

  27. @ustadz Saidani
    ustadz…tadi saya liat2 blog, eh nemu blog gak mutu buatan kafirun
    http://islamsejarah.wordpress.com/2011/07/08/mengapa-para-imam-mullah-doyan-sodomi-anak²/#comment-88

    disitu ditulis Imam Syafi’i menghalalkan sodomi/liwat, ada scan kitab palsu, dsb.
    plus artikel2 ttg sodomi yg dilakukan ustadz.
    Saya sih yakin ini buatan kafirun dajjal freemason….yg disebar ke berbagai media.
    Tapi ketika cari2 info nemu kalau artikel2 tsb dibahas di blog lain bahwa pelaku penyodomi adalah seorang dr golongan wahabi di Pakistan yg telah menyodomi 500 anak.

    Tapi sebaiknya ustadz perlu meluncur ke TKP untuk melihat manipulasi yg dilakukan kafirun ini…
    Dan perlu di-clearkan apakah benar isi scan kitab di blog tsb, spy masy awam tidak terjebak pd kesesatan.

    Terima kasih sebelumnya ustadz…

    1. mas @prabu
      Itu blog buatan musuh-musuh islam, isi artikelnya sudah diputar balikan dan di palsu dengan menunjukan scan kitab-kitab palsu. Jadi jangan terlena dengan isi yang ditulis blog tersebut.
      Posisi kita sekarang ini adalah di akhir jaman, kudu hati2 dan nafsi-nafsi aja terhadap musuh-musuh islam.

  28. @PRABU
    >>Dan perlu di-clearkan apakah benar isi scan kitab di blog tsb, spy masy awam tidak terjebak pd kesesatan.
    == alhamd.. ana dah mluncur, yang ana temukan ternyata TERJEMAH scan kitab yg digaris bawahi spidol merah ternyata di putar 180 drajat..terus.. dua kata dibelakangnya DI POTONG.
    — > maaf ..(bukan bermaksud jorok ) terjemah semestinya begini ,”
    Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (Q 2:223); (selanjutnya nabi bersabda..”Aqbil (dari depanlah — > berhadap2an) wa (dan/ataw) Adbir (dari belakanglah —> istri membelakangi/tengkurap) wattaqi ad dubur wa al khaidloh (dan TAKUTLAH/HINDARILAH anal dan khaidl)
    — > dari sabda nabi ini artinya beliau tidak mempersoalkan GAYA yg digunakan, yg penting tidak ANAL dan istri TIDAK HAIDL.
    — > adapun mengenahi isu wahabi memperbolehkan sodomi, ana blum membuktikan sama sekali secara ilmiah..

    1. mas @asy Saidani
      Benar mas, tentang hadist “dari sabda nabi ini artinya beliau tidak mempersoalkan GAYA yg digunakan, yg penting tidak ANAL dan istri TIDAK HAIDL”
      Ini saat umar bertanya kepada rasulullah, tentang mengangkat kaki (gaya), dijawab oleh Rasulullah boleh dan hindari anal, karena itu perbuatan Syaiton” (HR Bukhari).
      Waduh memang ngeri juga membaca blog yang ditunjukin oleh mas @prabu, Islam sedang di obok-obok, difitnah luar dalam, semoga kita tidak terjangkau oleh mereka (yahudi dan Nasrani).

  29. @ustad Saidani
    Alhamdulillah terimakasih banyak ustad…
    tadi saya cek lg ke blog itu, ternyata diambil dr situs faithfreedom. Saya dulu pernah debat di faithfreedom, mereka keok kl kt bongkar kesesatan isi Injil palsunya…tulisan2 saya banyak dihapus krn menampilkan aneka kontradiksi dan kejanggalan2 Injil Palsu.
    Mrk memang memanipulasi isi kitab2 kita ustad, dan banyak kafir2 yg percaya gitu aja. Hanya saja saya kan gak ngerti bahasa Arab, ya pokoknya yakin aja ulama kita para Imam 4 madzhab gak mungkin berfatwa yg menyalahi hukum Allah Swt.
    saya yakin banget mrk itu kafir2 freemason, yg emang dibayar buat hancurin Islam.

    Pernah juga nemu di multiply, ada kafir yg jelek2in Islam dg nampilin data2 penuh fitnah. setelah sya ajak ngobrol baik2 lwt inbox, ternyata dia ngaku kl dibayar…dan bayarannya perjam ustad, pake dollar lg.
    Sehari harus online skitar 8-10 jam, dalam sebulan penghasilannya puluhan juta rupiah ustad.
    Dia terikat kontrak gt dg yg bayar, tentu yg bayar dr luar negeri…emang dah tersistem gitu ustad.
    Saya takut ni saudara2 di Wahabi kena susup Yahudi/Kristen yg ngobok2 ajaran Islam….
    Krn kl baca2 ada indikasi ke arah situ ustad..

  30. @kang Ucep
    seandainya ada 10 orang yg pandai bahasa Arab, ngerti Quran dan hadist…saya yakin faithfreedom bakal kocar-kacir kang. dulu senjata saya cuma 1, cuma pake Injil palsu aja. Kalau bs matahin mrk dg dalil Qur’an dan hadist spt para ustadz di sini yg debat sm Wahabiyyun, Insya Allah pengunjung di faithfreedom byk yg tobat dr kekafirannya.

    cuma yg bikin saya aneh, koq Wahabiyyun di Arab Saudi gencar banget hancurin situs-situs Islam. syekh Bin Baaz dan Ustmaimin jg berencana untuk menghancurkan makam Nabi Saw dan mengeluarkan dr masjid Nabawi. Ini mirip dg harapan kafir2 Kristen/ Yahudi yg berharap seluruh situs Ispam di Arab Saudi hancur…sampai2 mrk mendoakan ada meteorit jatuh ke Arab Saudi dan musnahin seluruh situs Islam.

    Belum lagi kafirun itu pd manipulasi kitab2 Ulama kita, dan berharap kitab2 Ulama kita hancur, sama persis seperti Arab Saudi yg berusaha memanipulasi kitab Ulama klasik, dan memusnahkan manuskrip2.

    Jd ada apa sebenarnya dg Wahabi? Apa tanpa mrk sadari ada tangan2 freemason dibalik para ulama mrk?

    1. mas @Prabu
      Ia makam Rasulullah dihancurkan oleh mereka sementara mereka membuat museum Utsaimin yang cukup megah, apakah ini gak terbalik.
      Musuh-musuh islam pasti akan menghancurkan – ini yang diterangkan Allah, secara perlahan mereka masuk dari Syariat, aqidah yang banyak diselimuti oleh kesamaran-kesamaran secara logika, kemudian nanti inti ajaran Islam, kemudian Al Quran tidak dibaca lagi, mereka mengatakan Al Qur’an ketinggalan Zaman.

  31. @all aswaja Wal wahabiyun
    Ana mau sharing dg ikhwan2 nih.. terkait bacaan sholawat dlm tahiyat :
    ” السلام عليك ايها النبي ورحمة الله وبركاته”
    “Semoga salam atas DIRIMU hai Nabi, dan rahmat Allah serta Berkah-Nya”
    — > sudah merupakan hal yg maklum bahwa Syeh albani salah satu imamnya firqoh wahabiyah berpendapat bhw bacaan السلام عليك ايها النبي seharusnya diganti dg السلام علي النبي dg alasan nabi sudah wafat. Menurut ikhwan wahabiyin, wafat nabi adlh wafat yang bisa dikatakan “tidak mempunyai sisi kehidupan sama sekali” seperti kebanyakan manusia yg meninggal dunia.. tentu saja, menurut ana.. pandangan wahabiyin ini bertentangan dengan Nash2 al qur’an dan hadist yg menunjukkan bahwa para nabi dan syuhada’ adalah “HIDUP”
    Allah berfirman,” Dan janganlah kalian menyangka bahwa orang yg meninggal dijalan Allah adalah mati, tapi Mereka hidup dan mereka mendapat rizki (di alam kubur mereka) “
    — >ana ingat waktu dulu mengaji.. termasuk yg batalkan sholat adl berbicara dg sengaja.. dan pd sebuah syarah (maaf lupa kitabnya) ada keterangan..”kecuali berbicara kepada Nabi dalam tahiyat, (karena dlm tahiiyat kita baca as-salamu alaika)”
    — > pertanyaannya….pernahkah terlintas dalam fikiran kita, bahwa saat tahiyat kita juga sedang BERBICARA pada Nabi?? Ataw saat itu kita hanya hapal2an saja baca tahiyat tanpa memahami makna?? Baaimana sikap kita pd nabi saat kita berucap السلام عليك ??
    Monggo
    ———– SEMOGA BERMANFAAT ———————-

  32. Wah …. ini masalah berat nih. Bagi ane yang awam, sekalipun dibilang “takilid buta”, Ane ikut saja yang diajarkan guru Agama ana waktu di SD, bahwa sholawat tersebut tidak boleh diubah-ubah. Terserah mau dibilang “taklid buta” ke.. atau apa pun. Ane tidak mampu mengkajinya langsung di Qur’an dan Hadits. Ane pasrah sama Allah atas kekurangan ane. Semoga yang menuduh “Taklid buta” dapat memahami keadaan ane …. Semoga Allah SWT mengampuni ane yang serba terbatas. Namun, sangat berharap dari “orang-orang pintar” dapat menanggapi komen Ustad Asy Saidani di atas.

  33. mas @Asy saidani
    “pertanyaannya….pernahkah terlintas dalam fikiran kita, bahwa saat tahiyat kita juga sedang BERBICARA pada Nabi?? Ataw saat itu kita hanya hapal2an saja baca tahiyat tanpa memahami makna?? Baaimana sikap kita pd nabi saat kita berucap السلام عليك ??”

    Ane tanya dulu Saat kita shalat, apakah kita tidak sedang berbicara, berdialog, mengadu dan mohon tolong ampunan kepada Allah swt?, jadi batal kalau kita bercakap-cakap?
    Kata Assalamualaika ayyuhannabiyy… bukankah itu kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah secara langsung kepada sahabat, jadi bid’ah kita menggantinya karena itu letterlux dari Rasulullah.
    Secara bahasa (lughah) kata assalamualaika diperuntukan untuk orang yang sudah meninggal dalam artian hidup, contoh : ketika kita melintasi area makam diucapkan “assalamualaika ya ahlil kubur, bukan “assalamualaikum ya ahlil kubur”.

  34. @ucep
    >>>Ane tanya dulu Saat kita shalat, apakah kita tidak sedang berbicara, berdialog, mengadu dan mohon tolong ampunan kepada Allah swt?, jadi batal kalau kita bercakap-cakap?
    == maksudnya.. termasuk yg membatalkan sholat adalah bercakap2 dg mahluk kecuali berbicara kepada nab dalam tahiyat.
    >>>Kata Assalamualaika ayyuhannabiyy… bukankah itu kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah secara langsung kepada sahabat,
    == maksud ana pak ustadz.. klw kita mau sedikit lebih cermat, sebenarnya kata “assalamu alaika” dlm tahiyat yg diajarkan nabi. . ini bukanlah sekedar ucapan yg sederhana tp menyimpan “mutiara” yg banyak dilupakan kaum muslim.. ingat!! “Assalamu alika” ini diucapkan para sahabat dalam sholat baik bersama/didekat nabi atupun di tempat yg jauh dari nabi. Nah, apa yg dpt kita “tangkap” dr ajaran nabi ini??
    1.nabi memberitahukan kpd kita bahwa meski nabi berada ditempat yg jauh dari para sahabat, nabi tetap tahu ketika “diajak berbicara” oleh mereka.
    2.nabi memberitahu kita dan dibenarkan oleh para sahabat bahwa meskipun nabi telah wafat namun beliau tetap hidup dalam arti hidup yg tidak seperti kebanyakan orang yg telah meninggal dunia. Dalam istilah tasawwuf.. nabi mempunyai “tashorruf ka tashorrufi al hayyi”. (aktifitas sebagaimana orang yg hidup)
    >>> jadi bid’ah kita menggantinya karena itu letterlux dari Rasulullah.
    ==ini mah gak dibahas.. sudah jells pak ustad..
    >>>Secara bahasa (lughah) kata assalamualaika diperuntukan untuk orang yang sudah meninggal dalam artian hidup, contoh :
    == maaf pk ustad… keterangan yg ini tidak “ma’ruf” dlm ilmu lughoh..
    >>> ketika kita melintasi area makam diucapkan “assalamualaika ya ahlil kubur, bukan “assalamualaikum ya ahlil kubur”.
    ==maaf koreksi pak ustad.. kayaknya keterangan pk ustad kebalik…

  35. @rekan-2 aswaja,

    ane mau tanya hukum memasang foto,gambar, lukisan, meskipun itu gambar/foto ulama, baik di rumah, di umbul-2 ketika ada perayaan tabligh akbar, maulidan, di website/blog dsb.

    maaf sudah merepotkan & terima kasih sebelumnya atas penjelasannya

  36. Aswaja selalu@
    Yang Jelas hukumnya itu MUBAH. Kalau dilarang (haram) tentunya para Habaib/Ulama/kaum muslimin tidak akan pasang photo di rumahnya. Mereka adalah para hamba Allah yg takut melakukan hal-hal haram.

    Ada dalilnya, tapi saya gak hapal…. mungkin yg lainnya ada yg hapal dalilnya, atau bisa jelaskan lebih detail.

  37. @Saidani dkk

    Saidani berkata
    —->berarti bin baz dkk taklid sama filosof? Gitu maksud antun??
    – > sebenarnya ana gak keberatan klw bin Baz dkk berfatwa bumi itu datar/kotak persegi panjang/segitiga atw bahkan berfatwa bumi itu gak ada sama sekali… yg jadi masalah adalah ketika bin baz dkk mengkafirkan orang yg mengingkarinya dan menghalalkan darahnya.. ini SANGAT BAHAYA!!!
    bisa dimengerti pak ustadz??

    Jawab: Untuk kesekian kalinya kalian tidak cermat.

    1. Maksudnya, ulama ahli kalam/asya’irah itu menyalahkan para filosof yang mengatakan bumi itu bulat, padahal merekalah yang benar.

    2. Inilah fatwa Bin Baz yang sebenarnya:

    “MENURUT ULAMA, BUMI ITU BULAT. SEPERTI IBN HAZM DAN SEKELOMPOK ULAMA LAINNYA MENYEBUTKAN BAHWA PARA ULAMA TELAH SEPAKAT BAHWA BUMI ITU BULAT. ARTINYA SEMUA BAGIAN BUMI ITU SALING BERHUBUNGAN YANG MENYEBABKAN BENTUK PLANET BUMI ITU SEPERTI BOLA. MESKI DEMIKIAN ALLAH TELAH MENGHAMPARKAN PERMUKAAN BUMI ITU UNTUK KITA, DAN DIA TELAH MENEMPATKAN GUNUNG GUNUNG DI ATASNYA DENGAN KOKOH, MENEMPATKAN HEWAN DAN LAUT DIATAS NYA SEBAGAI KARUNIA NIKMAT ALLAH UNTUK KITA. ALLAH BERFIRMAN:

    “DAN (APAKAH MEREKA TIDAK MEMPERHATIKAN) BUMI, BAGAIMANA IA DIHAMPARKAN” (AL GHASYIYAH: 20).

    JADI, BUMI TELAH DICIPTAKAN ALLAH UNTUK KITA DALAM KEADAAN DATAR DILIHAT DARI PERMUKAANNYA , SEHINGGA MANUSIA DAPAT HIDUP DAN TINGGAL DI ATASNYA DENGAN NYAMAN. FAKTA BAHWA BUMI BULAT TIDAK MENAFIKAN BAHWA PERMUKAAN BUMI ITU DATAR (TERHAMPAR). KARENA SESUATU YANG BERBENTUK BULAT DAN BERUKURAN SANGAT BESAR JIKA PERMUKAANNYA DATAR MAKA PERMUKAAN TERSEBUT AKAN TERHAMPAR. YA.

    Sumber fatwa:

    http://www.ghuroba.blogsome.com/2007/07/23/bumi-bulat-atau-datar/#more-138

    lanjut…

  38. Lanjutan…

    Sebelumnya mohon admin jangan lama lama modersainya. kalau perlu langsung aja, ngaa usah moderasi, insyaallah ga macem macem komennya.

    3. Jadi, Bin Baz sama sekali tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat.
    Adapan kata kata bentuk bumi panjang/ segitiga/kotak dst adalah kata kata sinis dan arogan dari ustadz Saidani.
    Dan kata kata Bin Baz mengkafirkan dst adalah dusta dan fitnah dari sang ustadz.

    4. bertakwalah pada Allah wahai ustadz. Adalah hak ustadz untuk mempertahankan akidahsampai ada dusta dan fitnah. yang ustadz yakini. Tapi jangan

  39. Maaf, ralat.
    no 3 adapan, maksudnya adapum. no 4. Bertakwalah pada Allah wahai ustadz. Adalah hak ustadz mempertahankan akidah yang ustadz yakini. Tapi jangan sampai ada dusta dan fitnah.

  40. @RONI
    >>> Jadi, Bin Baz sama sekali tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat.
    == he..he..he..masak sih?? Jangan asal komen ah? Atw bin baz emang PLIN-PLAN ya??Dah baca fatwa dewan ulama senior(???) Saudi Juz 6 hal. 68?? Baca tuh baru komen!

    >>>Dan kata kata Bin Baz mengkafirkan dst adalah dusta dan fitnah dari sang ustadz.
    == he..he.. ana yang dusta/fitnah apa ANTUM yang KURANG BACA?? Nih ana kasih bukti..satu aja dulu..yang lain ana simpan dulu?
    KITAB BIN BAZ BERJUDUL “al adillatu an anaqliyah wa al khissiyah ‘ala jiryani as-syamsi wa sukuni al ardli wa imkani as-su’ud ila al kawakib” (dalil2 naqli dan logika atas revolusi matahari dan DIAMnya bumi dan kemungkinan naik ke planet”) cetakan Universitas Islam Madinah th. 1395 H.
    HAL. 23 bin baz berkata,”sebagaimana pendapat batil ini (tetapnya matahari pd tempatnya dan revolusi bumi mengelilingi matahari) bertentangan dengan Nash2 (al Qur’an Hadist), ini juga bertentangan dengan penampakan indrawi dan juga kebohonan pada realitas dan fakta…dst….. Barang siapa bependapat bahwa matahari diam tak bergerak (dan bumi mengelilingi matahari) maka dia telah mendustakan Allah dan kitab-Nya…… dst..
    ومن قال هذا القول فقد قال كفرا وضلالا لأنه تكذيب لله وتكذيب للقرآن وتكذيب للرسول
    “dan barang siapa mengucapkan (berpendapat) ucapan ini (bumi mengelilingi matahari) maka dia telah menucapkan kekafiran dan kesesatan karena ucapan/pendapat ini adalah kedustaan pd Allah, kedustaan pd Al Qur’an dan kedustaan pd Rasul SAW.
    NOTES :
    1.Fatwa “bumi itu datar dan tidak bulat” pd fatwa Lajnah ifta’ JUZ 6 Hal 68-69 di tandatangani : Bin Baz, Bin Ghodyan, Abd. Rozak Afifi, Bin Qu’ud.
    2.Bebrapa tokoh wahabi berusaha membela “kekonyolan” fatwa bin baz. Diantaranya :
    a. Kholid bin sholeh dg kitabnya “peredaran matahari dan bulan mengelilingi Bumi”
    b. Utsaimin dalam “fatwa2 akidah”
    c. Abdullah duwasy dg kitabnya “al Mauridu As-Zulal”
    d. dll

    1. Demikianlah cara asy’ariyah. khususnya ustadz Saidani dalam mengambil dalil, memilih yang menguntungkan hawa nafsunya saja dan meninggalkan yang tidak menguntungkan. Mestinya jika ada seorang ulama atau mufti yang pendapatnya berlainan pada satu waktu dan waktu lainnya, maka yang diambil adalah yang terakhir sebagai nasikh dari yang pertama, Tapi ustadz malah sebaliknya dan bahkan dengan sombongnya mengatakan PLIN PLAN.

      1. berarti ente & Bin Baz benar-2 plin plan yah Kang ??? yg penuh hawa nafsu ente dong, kan dah dijelaskan di atas, coba simak lagi, cek perkataan ulama yg di tampilkan di atas, kalo salah silahkan konfirmasi, kalo benar…berani bilang isi perkataab tsb benar ???

      2. @RONI
        >>> Mestinya jika ada seorang ulama atau mufti yang pendapatnya berlainan pada satu waktu dan waktu lainnya, maka yang diambil adalah yang terakhir sebagai nasikh dari yang pertama,
        —- > ya akhi.. cara antum membela bin baz SANGAT TIDAK ILMIAH karena :
        1.Kata antum ‘”2. Inilah fatwa Bin Baz yang sebenarnya:
        “MENURUT ULAMA, BUMI ITU BULAT. SEPERTI IBN HAZM DAN SEKELOMPOK ULAMA LAINNYA MENYEBUTKAN … dst
        — > antum gak nyebutkan rujukannya.. kitab bin baz yang mana? Halaman berapa? Catakan mana? Lagian disitu yang disebutkan nama ibnu Hazm dkk yang merupakan salah seorang yg gak disukai wahabi..bukan menurut bin baz??
        2.Bagaimana antum katakan “ini mansukh dg itu” dg alasan mengambil pendapat yg terakhir, padahal antum gak nyebutkan refrensi kitabnya dan tahun pengarangannya?
        3.Bagimana antum katakan pendapat bin baz bahwa bumi tidak bulat itu dimansukh…sementara ulama2 wahabi lainnya mati2an membela fatwa “konyol”bin baz bahwa bumi itu tidak bulat??
        4.Klwpun toh misalnya akhirnya bin baz mengakui bahwa bumi itu bulat setelah Hujjahnya di KO oleh fakta… lalu bagaimana penerapan akidah wahabi “allah di atas (langit)”? bukankah ternyata langit itu melingkupi bumi?? Bukankah langit diatas kita adalah langit yg dibawah kaki orang benua amerika?? Apakah bumi ini didalam Allah??
        —– ustad roni n all wahabi “ SELAMAT PUSING TUJUH KELILING DG AKIDAH WAHABI”—-

  41. @RONI
    Perlu diketahui oleh all wahabi bahwa :
    1.fakta bahwa BUMI itu BULAT, telah menghancurkan akidah wahabi bahwa allah berada di “atas”. Karena “Atas” bagi bumi juga “Bawah” bagi sisi bumi yang berlawanan. Contoh : arah atas kita adalah dibawah kaki (arah bawah) orang benua amerika.
    2. fakta bahwa bumi bulat juga menghancurkan akidah wahabi bahwa allah BERTEMPAT di langit. Karena klw allah bertempat di SEBAGIAN langit maka berarti allah lebih KECIL dari langit.. dan kalaw allah menempati SEMUA langit berarti besar DZAT allah = besar/luas langit dan BUMI berada di dalam ALLAH karena langit melingkupi bumi.
    4. fakta bahwa bumi bulat juga menghancurkan akidah wahabi “Allah turun dg DZAT-NYA di seper tiga akhir malam”. Karena “akhir malam” tidak pernah hilang dari bumi, tapi hanya bergeser kea rah barat terus menerus.. kecuali klw all wahabi berpendapat bahwa “Allah bergerak terus menerus mengelilingi bumi karena mengikuti pergerakan “sepertiga akhir malam” kea rah barat.
    5. karena manurut WAHABI allah berada di langit maka orang yang berada di GUNUNG lebih dekat dengan Allah dari pada orang yang berada di DATARAN RENDAH. Dan KEPALA orang yang berdiri lebih dekat dengan Allah dari pada kepala orang yang sujud.. dan ini bertolak belakang dengan hadist sohih “sesungguhnya paling dekat seorang hamba (dari Allah) adalah ketika bersujud”
    KESIMPULAN :
    —– > akidah yang HAQ adalah ALLAH ADA TANPA BUTUH TEMPAT (Allah maujud Bila Makan). Segala TEMPAT adalah CIPTAAN allah.

  42. @RONI
    >>>>Bertakwalah pada Allah wahai ustadz.
    —- > hatur nuhun nasihatnya ustad… tp nasihat ini kayaknya lebih tepat klw ditujukan ke “ulama2 senior wahabi Najdi” yan gampang2 memvonis muslimin di luar kelompoknya.. jangan2 vonisnya berbalik??
    >>Adalah hak ustadz mempertahankan akidah yang ustadz yakini. Tapi jangan sampai ada dusta dan fitnah
    — > hatur nuhun nasihatnya ustad… tp nasihat ini kayaknya lebih tepat klw ditujukan ke “ulama2 senior wahabi Najdi” yan gampang2 menTAHRIF dan menDELET kitab2 ulama salaf. bukankah tahrif dan delet kitab ulama itu juga fitnah dan dusta??

  43. @Saidani dkk

    ; Mestinya jika ada seorang ulama atau mufti yang pendapatnya berlainan pada satu waktu dan waktu lainnya, maka yang diambil adalah yang terakhir sebagai nasikh dari yang pertama,

    === Komen diatas khusus buat antum yang tidak paham permasalahan, yang MENGIRA ada keterkaitan antara topik yang dibicarakan (Bentuk Bumi bulat atau datar) dengan topik baru yang antum tambahkan (Perputaran bumi dan matahari). Makanya saya pakai kata “Jika ada”.

    Ketika saya jelaskan bahwa Bin Baz tidak menolak fakta bahwa bumi bulat dan tidak pula ada kata kata mengkafirkan, anda berpaling pada topik lain tentang berputarnya matahari dan bumi yang disitu memang ada ada kata kata mengkafirkan –disini juga ada kedustaan– insyaallah akan dijelaskan.

    Apakah antum benar benar tidak paham masalah atau sengaja memalingkan masalah untuk mengelabui??

  44. @Saidani dkk

    ya akhi.. cara antum membela bin baz SANGAT TIDAK ILMIAH karena :
    1.Kata antum ‘”2. Inilah fatwa Bin Baz yang sebenarnya:
    “MENURUT ULAMA, BUMI ITU BULAT. SEPERTI IBN HAZM DAN SEKELOMPOK ULAMA LAINNYA MENYEBUTKAN … dst
    — > antum gak nyebutkan rujukannya.. kitab bin baz yang mana? Halaman berapa? Catakan mana? Lagian disitu yang disebutkan nama ibnu Hazm dkk yang merupakan salah seorang yg gak disukai wahabi..bukan menurut bin baz??
    2.Bagaimana antum katakan “ini mansukh dg itu” dg alasan mengambil pendapat yg terakhir, padahal antum gak nyebutkan refrensi kitabnya dan tahun pengarangannya?

    ===Saya sudah sebutkan sumbernya, Anda yang tidak cermat. Coba buka link Fatwa online yang sudah saya tunjukkan. disitu juga anda bisa donloud audio fatwa asli Bin Baz tersebut yang berbahasa Arab. Silahkan dengar dan simak baik baik.

    === Dalil dalil kebenaran itu bisa diambil dari siapapun, dari Ibn Hzm atau lainnya. Tidak seperti anda yang mengambil dalil dari ulam ulama yang anda sukai saja dan menolak ulama yang tidak disukai walaupun benar.

  45. @Saidani dkk

    3.Bagimana antum katakan pendapat bin baz bahwa bumi tidak bulat itu dimansukh…sementara ulama2 wahabi lainnya mati2an membela fatwa “konyol”bin baz bahwa bumi itu tidak bulat??

    === Anda tidak paham, apakah yang dibela mereka itu tenta bumi tidak bulat atau tentang matahari berputar?? coba anda tulis disini kalau anda tidak berbohong.

    Yang ditolak Bin Baz adalah orang yang mengatakan matahari diam tidak berputar.

    4.Klwpun toh misalnya akhirnya bin baz mengakui bahwa bumi itu bulat setelah Hujjahnya di KO oleh fakta… lalu bagaimana penerapan akidah wahabi “allah di atas (langit)”? bukankah ternyata langit itu melingkupi bumi?? Bukankah langit diatas kita adalah langit yg dibawah kaki orang benua amerika?? Apakah bumi ini didalam Allah??
    —– ustad roni n all wahabi “ SELAMAT PUSING TUJUH KELILING DG AKIDAH WAHABI”—-

    ===Hujjahnya tidak di KO oleh fakta, karena Bin Baz tidak pernah menolak fakta bahwa bumi itu bulat. Yang mengatakan Bin Baz menolak fakta bumi bulat adalah musuh musuhnya termasuk anda. Akan saya tuliskan jawaban Bin Baz terhadap dusta dan fitnah yang disebarkan oleh musuh musuhnya insyaallah.

    ===Kami tidak pernah pusing dan memusingkan orang lain, karena akidah kami sangat sederhana dan mudah. Tidak seperti akidah ahli kalam/ aliran asy’ariyyah yang sangat sulit dan menyulitkan orang lain, karena campur aduk antara filsafat barat, jahmiyah, mu’tazilah, kullabiyah. Akan saya tuliskan tentang akidah asy’ariyah bukan ahlussunnah, insyaallah

  46. @RONI
    >>>>Hujjahnya tidak di KO oleh fakta, karena Bin Baz tidak pernah menolak fakta bahwa bumi itu bulat
    ——- > Fatwa bin baz bahwa bumi tidak bulat dan tidak berevolusi mengelilingi matahari
    http://www.ladeenyon.net/forum/viewtopic.php?f=178&t=37340
    بسم الله وحده والصلاة والسلام على نبينا محمد خاتم الأنبياء والمرسلين عليه الصلاة والسلام، والحمد لله رب العالمين.
    القول بدوران الأرض قول باطل والاعتقاد بصحته مخرج من الملة لمنافاته ما ورد في القرآن الكريم من أن الأرض ثابتة وقد ثبتها الله بالجبال أوتاداً، قال سبحانه وتعالى {والجبال أوتادا} وقوله جل وعلا { وإلى الأرض كيف سطحت} وهي واضحة المعنى فالأرض ليست كروية ولا تدور كما بين جل وعلا، وقد يكون دورانها او تغيرها من غضبه سبحانه، “
    bismillah wahdah….dst.. pendapat bahwa bumi berputar adalah pendapat yang BATHIL dan keyakinan atas kebenarannya telah mengeluarkan dari agama (KAFIR) karena bertentangan dg yang warid ….dst…maka BUMI TIDAKLAH BULAT dan TIDAK BERPUTAR sebagaimana allah menjelaskannya. Dan terkadang perputarannya (bumi) atau perobahannya adalah sebab kemarahan allah”
    ————-soal : bin baz plin –plan?———–

  47. @RONI
    >>>Kami tidak pernah pusing
    —- > he..he.. maklum kurang mau berfikir. Padahal dalam al qur’an Allah menyuruh manusia untuk berfikir.. la’allakum tatafakkarun.. la’allakum ta’qilun.. qul siiru fil ardli fandzuru.. dll
    >>> dan memusingkan orang lain,
    — > memang sih, tapi bikin mayoritas muslimin GERAH karena fatwa kafir oleh pentholan2 wahabi.
    a.Ada yg tervonis kafir karena percaya revolusi bumi
    b.Ada yg tervonis kafir karena tawassul dan istighosah termasuk sahabat bilal dan ibnu umar
    c.Ada yg tervonis kafir karena sufi ..dll.
    >>karena akidah kami sangat sederhana dan mudah.
    — > lebih tepatnya “gampang2an”. Jadinya gak kokoh kadang lucu dan saling bertentangan antara ulama2 wahabi sendiri. Contoh :
    1.Inbu taimiyah mengatakan neraka tidak abadi, albani menentangnya.
    2.Ibnu taimiyah mengatakan jenis alam adalah qodim , albani menentangnya
    3.Ibnu taimiyah mengatakan Allah di “atas”, albani mengatakan allah di segala arah
    4.Ibnu taimiyah mengatakan Allah duduk di arsy, albani menentangnya
    5.Ibnu taimiyah mengatakan Allah bisa saja menaiki nyamuk, albani menentangnya
    Albani atw bin taimiyah yg benar?
    >>>>Tidak seperti akidah ahli kalam/ aliran asy’ariyyah yang sangat sulit
    —- >kesulitan karena malas berfikir..he..he..
    >>> Akan saya tuliskan tentang akidah asy’ariyah bukan ahlussunnah, insyaallah
    — > he..he.. bagai kambing yang menanduk gunung. semua penyarah kitab shahih bukhori dan mayoritas mufassirin adl asy’ariyah.. mungkinkah mereka bukan ahlus sunnah?? Yang berkata beliau2 bukan ahlus sunnah, hanyalah MUJASSIMAH-MUSABBIHAH yang malas berfikir.

  48. @RONI
    >>>Hujjahnya tidak di KO oleh fakta, karena Bin Baz tidak pernah menolak fakta bahwa bumi itu bulat
    — > perkataan antum ini ya ustad… bertentangan dengan yg sebelumnya. Di awal antum mengatakan bahwa pendapat bin baz tentang bumi tidak bulat telah di MANSUKH (he..he.. kyk alqur’an hadist aja), tp sekarang antum katakan Bin Baz tidak pernah menolak fakta bahwa bumi itu bulat. Apakah kata2 antum ini juga ada nasakh-mansukh?? Atw plin-plan ya??
    —- > klwpun toh misalnya bin baz telah menasakh fatwanya ataw bahkan tidak pernah menolak bhw bumi itu bulat.. namun fatwanya yg mengKAFIRkan orang2 yg percaya bahwa bumi itu mengelilingi matahari juga bisa dikatakan dia telah memvonis kafir mayoritas muslimin saat ini, bahkan termasuk antum? Ataukah antum juga tdk percaya bahwa bumi mengelilingi matahari karena taklid buta??

  49. @Saidani dkk

    Telah berkata Syeikh Bin Baz rahimahullah:

    “… ADAPUN APA YANG TELAH DISEBARKAN MAJALAH “AS-SIYASAH” YANG DINUKIL DARI KETERANGAN YANG DITULIS OLEH PENULIS PENULIS DAN SASTRAWAN SASTRAWAN “AT-TAJAMMU’ AT-TAQUDDUMI” DI MESIR BAHWA SAYA MENGINGKARI ORANG MENDARAT DI BULAN ATAU SAYA MENGKAFIRKAN ORANG YANG MEMPERCAINYA, ATAU SAYA MENGKAFIRKAN ORANG YANG MENGATAKAN BUMI BULAT, MAKA ITU MERUPAKAN KEDUSTAAN YANG BESAR, TIDAK BERDASAR.

    BISA SAJA YANG MENUKIL ITU TIDAK SENGAJA MELAKUKAN KESALAHAN, TETAPI IA KURANG HATI HATI DALAM MENUKIL.

    … DAN TELAH SAYA JELASKAN BAHWA SEHARUSNYA ORANG YANG TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN ITU TAWAQQUT, TIDAK MENGINGKARI ATAU MEMPERCAYAI, SAMPAI DIA MEMPEROLEH PENGETAHUAN YANG CUKUP.

    SEBAGAIMANA SAYA JUGA TELAH MENETAPKAN APA YANG SAYA NUKIL DARI ALLAMAH IBN QAYYIM RAHIMAHULLAH DALIL YANG MENUNJUKKAN BAHWA BUMI ITU BULAT.

    ADAPUN BERPUTARNYA BUMI, MAKA SAYA MENGINGKARINYA DAN TELAH SAYA JELASKAN DALIL DALILNYA, AKAN TETAPI SAYA TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG YANG MENGATAKAN BUMI ITU BERPUTAR. YANG SAYA KAFIRKAN ADALAH ORANG YANG MENGATAKAN BAHWA MATAHARI DIAM, TIDAK BERPUTAR, KARENA BERTENTANGAN DENGAN DALIL SHARIH DARI ALQUR’AN DAN AS-SUNNAH YANG SUCI YANG MENUNJUKKAN BAHWA MATAHARI DAN BULAN ITU BERPUTAR.”

    (MAJMU’ FATAAWA WA MAQALAT SYEIKH BIN BAZ : 9/228)

    lanjut…

    1. Abd al-Karim Ibn Shalih al-Humaid yang mengarang bukuHidayah al-Hairan fi Mas’alati al-Dauran, dikatakan bahwa keyakinan tentang bumi berputar merusak akidah mereka. Mereka keberatan jika bumi dikatakan berputar dan mengelilingi matahari. Karena menurut akidah mereka, Allah turun ke langit bumi ini setiap sepertiga malam yang terakhir sebagaimana dikatakan oleh teks utama. Namun mereka memahami secara literal-tekstual benar-benar turun ke bumi dari kursi Arasy. Maka jika bumi berputar berarti Allah tidak akan naik ke Arasy, sebab dengan adanya perputaran bumi setiap bagian bumi mengalami siang dan malam secara bergantian. Lantas kalau Allah tidak bisa naik kembali keArasy, kursi Arasy pun akan menjadi kosong. Dengan demikian mereka menolak pengetahuan yang mengajarkan tentang bumi yang berputar ini.

    2. Dalam halaman lain Ibn Shalih al-Humaid juga menyatakan: “keyakinan bumi berputar jauh lebih berbahaya dari keyakinan manusia berasal dari kera… Semua dalil dari al-Qur’an dan Sunnah tentang bumi itu berputar adalah takwilan yang sesat.”

      Syaikh Ibn Baz juga mengatakan hal yang sama tentang sesatnya keyakinan bumi berputar. Bahkan dia menyatakan bahwa orang yang bersikeras mengatakan bumi itu berputar maka orang itu murtad, halal nyawanya dan hartanya. Pendapat Ibn Baz ini terekam dalam kitab karangannya, al-Adillah al-Naqliyah wa al-Hissiyyah ‘ala Jaryan al-Syams wa Sukun al-Ardh (Dalil-Dalil Naqli dan Inderawi tentang Berputarnya Matahari dan Diamnya Bumi). Pada tahun 1976 melalui Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, fatwa serupa juga dikeluarkan bahwa, “Sesungguhnya keyakinan yang mengatakan bahwa matahari tetap dan bumi berputar adalah perkataan yang sangat keji dan munkar. Siapa saja yang mengatakan bumi berputar dan matahari tidak berjalan, maka dia telah kafir dan sesat. Dia wajib diminta bertaubat. Itu jika dia mau bertaubat, jika tidak maka dia dibunuh sebagai kafir murtad, dan harta yang ditinggalkannya menjadi milikBaitul Mal kaum muslimin.” (Fatwa ini dikeluarkan oleh lembaga fatwa Saudi Arabia, Idarat al-Buhuts al-Amah wa al-Ifta’ wa al-Da’wah wa al-Irsyad dengan nomor fatwa 1/2925 tertanggal 7/22/1397 H).

    3. Jadiiiiiiiii, baik BIN BAZ maupun ulama-2 Saudi yg mengeluarkan fatwa th 1976 Seperti yg saya copas di atas, mereka sama-2 KEBLINGEEERRRRRRRRRR…….afwan kalo khilaf

  50. @Saidani dkk

    JAWABAN BIN BAZ ATAS DUSTA YANG DISEBARKAN MAJALAH AL-MUSHAWWIR

    SEGALA PUJI BAGI ALLAH, SHALAWAT DAAN SALAM ATAS RASULALLAH, KELUARGANYA, SAHABAT SAHABATNYA DAN ORANG ORANG YANG MENGIKUTI PETUNJUKKNYA.

    AMMA BA’DU… MAJALAH AL-MUSHAWWIR NO.2166 , JUMAT 24, 1385 BERTEPATAN 15 APRIL 1966 TELAH MENERBITKAN SEBUAH ARTIKEL BERJUDUL “DASAR DASAR/TEORI TEORI IMPORT” KARYA AHMAD BAHAUDDIN: ((SEBUAH BERITA DARI SAUDI MENGATAKAN BAHWA WAKIL REKTOR UNIVERSITAS ISLAM DISANA TELAH MENYEBARKAN MAKALAH SEJAK 2 BULAN YANG LALU DI SELURUH SURAT KABAR, DIMANA IA TELAH MENGHALALKAN DARAH ORANG YANG MENGATAKAN BUMI ITU BULAT ATAU MENGATAKAN BUMI MENGELILINGI MATAHARI DAN TIDAK SEBALIKNYA. JIKA PENDAPAT INI TAMPAK ANEH TERSEBAR PADA TAHUN1966, PADA ERA KETERBUKAAN, MAKA TENTU PEMILIK PENDAPAT INI MEMPUNYAI KEUTAMAAN YANG JELAS, YAITU BAHWA IA SEORANG MANTHIQI/AHLI KALAM DENGAN PEMIKIRAN PEMIKIRAN DAN PANDANGAN PANDANGAN YANG SAMA DENGAN PEMERINTAH SAUDI. PEMERINTAH SAUDI SEKARANG TIDAK MEMBICARAKAN KECUALI TENTANG (BAHAYA) PEMIKIRAN DAN TEORI TEORI IMPORT. DAN MEREKA TIDAK MENGAJAK PADA PERSEKUTUAN ISLAM DENGAN ALASAN UNTUK MENCEGAH BAHAYA PEMIKIRAN/TEORI IMPORT DARI KAUM MUSLIMIN. TENTU YANG MEREKA MAKSUD ADALAH TEORI SOSIALISME/KOMUNISME. AKAN TETAPI MEREKA TIDAK MENDISKUSIKAN SOSIALISME DAN KEADILAN SOSIAL. MEREKA MENOLAK SEMATA MATA KARENA TEORI ITU PRODUK IMPORT… DST)) SELESAI

    JAWABA SAYA….

    lanjut

    1. @BANG RONI….

      kan ente menukil : AMMA BA’DU… MAJALAH AL-MUSHAWWIR NO.2166 , JUMAT 24, 1385 BERTEPATAN 15 APRIL 1966 TELAH MENERBITKAN SEBUAH ARTIKEL BERJUDUL “DASAR DASAR/TEORI TEORI IMPORT” KARYA AHMAD BAHAUDDIN

      sedangkan fatwa :

      Pada tahun 1976 melalui Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, fatwa serupa juga dikeluarkan bahwa, “Sesungguhnya keyakinan yang mengatakan bahwa matahari tetap dan bumi berputar adalah perkataan yang sangat keji dan munkar. Siapa saja yang mengatakan bumi berputar dan matahari tidak berjalan, maka dia telah kafir dan sesat. Dia wajib diminta bertaubat. Itu jika dia mau bertaubat, jika tidak maka dia dibunuh sebagai kafir murtad, dan harta yang ditinggalkannya menjadi milikBaitul Mal kaum muslimin.” (Fatwa ini dikeluarkan oleh lembaga fatwa Saudi Arabia, Idarat al-Buhuts al-Amah wa al-Ifta’ wa al-Da’wah wa al-Irsyad dengan nomor fatwa 1/2925 tertanggal 7/22/1397 H).

      nah yg tahun 1976 dah beda 10 tahun tuh Bang, kok ulama saudi bikin fatwa lagi??? apa salah juga fatwa thn 1976 itu ???

    2. JAWBAN SAYA: ((SUBHANAK HADZA BUHTANUN ‘AZHIM))

      TELAH TERSEBAR MAKALAH YANG DIMAKSUD OLEH PENULIS (AHMAD BAHAUDDIN) DI SELURUH SURAT KABAR NASIONAL PADA BULAN RAMADHAN 1385 H DAN TELAH DIBACA OLEH PARA PEMBACA DI DALAM DAN DI LUAR SAUDI. ISINYA TIDAK MENYEBUTKAN TENTANG BULATNYA BUMI, TIDAK MENAFIKAN DAN TIDAK PULA MENETAPKAN APALAGI SAMPAI MENGHALALKAN DARAH ORANG YANG MENGATAKAN BUMI ITU BULAT. DAN TELAH SAYA NUKILKAN DARI PERKATAAN IBN QAYYIM RAHIMAHULLAH DALIL YANG MENUNJUKKAN BULATNYA BUMI.
      MAKA BAGAIMANA MUNGKIN BAGI AHMAD BAHAUDDIN ATAU ORANG YANG MENYAMPAIKAN BERITA PADANYA BERANI MENGUTARAKAN DUSTA BESAR INI DAN MENISBATKANNYA PADA MAKALAH YANG TELAH TERSEBAR LUAS DAN TELAH DIBACA BANYAK MANUSIA?? SUBHANALLAH ALANGKAH BESAR KEBERANIAN PEMBUAT DUSTA INI. AKAN TETAPI TIDAK HERAN JIKA TUDUHAN DUSTA INI MUNCUL DARI PARA PEMBELA KEKUFURAN DAN ALIRAN YANG MERUSAK. ALLAH AZZA WA JALLA BERFIRMAN:

      “SESUNGGUHNYA ORANG ORANG YANG MEMBUAT DUSTA HANYALAH ORANG ORANG YANG TIDAK BERIMAN PADA AYAT AYAT ALLAH DAN MEREKA ITULAH PARA PENDUSTA”….DST ” Terlalu panjang untuk dituliskan semua disini, Silahkan baca di MAJMU’ FATAWA SYEIKH BIN BAZ Juz 3 hal 156 – 159

      1. @RONI
        —- > pak ustadz.. antum belum jawab terjemahan langsung dari kitab al adillatu an anaqliyah hal.22 baris 23-25 dan hal. 23 baris 1-7. Silahkan di koreksi :
        “mereka telah jelaskan sebagaimana dalil2 al Qur’an bahwa rembulan dan matahari bergerak (berkeliling) di garis edarnya sesuai keteraturan yang telah diatur allah dan sesungguhnya bumi adalah hamparan yang DIAM yang dikokohkan allah dengan gunung2 sebagai penyangganya. Dan barang siapa menyangka selain yang tersebut (MATAHARI DAN BULAN MENGELILINGI BUMI, DAN BUMI DIAM) dan mengatakan matahari Tsabit (DIAM), la jariyah (TIDAK BERGERAK MENGELILINGI BUMI) maka dia telah mendustakan allah….. dst… wa kullu man (DAN SEMUA ORANG) yang berpendapat demikian (bumi yang berputar dan matahari tidak bergerak mengelilingi bumi ) maka dia telah mengucapkan KEKAFIRAN DAN KESESATAN karena ucapan ini adalah kedustaan pd Allah, kedustaan pd Al Qur’an dan kedustaan pd Rasul SAW” (INGAT, KITAB INI MEMBAHAS BERGERAKNYA MATAHARI MENGELILINGI BUMI).
        —– > apakah ini BUHTANUN ADZIM??

  51. @RONI
    >>>bisa saja yang menukil itu tidak sengaja melakukan kesalahan, tetapi ia kurang hati hati dalam menukil.
    == oke, katakanalah ini klarifikasi dari bin baz bahwa dia tidak mengKAFIRkan muslim yang mengatakan bumi itu bulat… tapi toh dia tetap mengKAFIRkan orang yang mengingkari “perputaran matahari mengelilingi bumi” (lihat al adillatu an anaqliyah. hal. 22 baris 23-25 dan hal. 23 baris 1-7). silahkan baca kitabnya langsung dan CERMATI!!
    >>>> adapun berputarnya bumi, MAKA SAYA MENGINGKARINYA
    ==== > he..he.. padahal anak SD/SMP saja percaya..Lagian kenapa ya kok keras kepala sehingga menentang fakta..masih klaim dg al qur’an lagi??
    >>>> dan telah saya jelaskan dalil dalilnya,
    ==== > he..he.. sayang dalilnya mbleset … sehingga jadi lucu..
    >>>>akan tetapi saya tidak mengkafirkan orang yang mengatakan bumi itu berputar.
    —- > nah ini yang disebut jawaban muter2.. wa mbulet2.. wa..ruwet2?
    Nih ana kasih terjemahan langsung dari kitab al adillatu an anaqliyah hal.22 baris 23-25 dan hal. 23 baris 1-7. Silahkan di koreksi :
    “mereka telah jelaskan sebagaimana dalil2 al Qur’an bahwa rembulan dan matahari bergerak (berkeliling) di garis edarnya sesuai keteraturan yang telah diatur allah dan sesungguhnya bumi adalah hamparan yang DIAM yang dikokohkan allah dengan gunung2 sebagai penyangganya. Dan barang siapa menyangka selain yang tersebut (MATAHARI DAN BULAN MENGELILINGI BUMI, DAN BUMI DIAM) dan mengatakan matahari Tsabit (DIAM), la jariyah (TIDAK BERGERAK MENGELILINGI BUMI) maka dia telah mendustakan allah….. dst… wa kullu man (DAN SEMUA ORANG) yang berpendapat demikian (bumi yang mengelilingi matahari dan matahari tidak bergerak mengelilingi bumi ) maka dia telah mengucapkan KEKAFIRAN DAN KESESATAN karena ucapan ini adalah kedustaan pd Allah, kedustaan pd Al Qur’an dan kedustaan pd Rasul SAW” (INGAT, KITAB INI MEMBAHAS BERGERAKNYA MATAHARI MENGELILINGI BUMI).

    1. Terjemahan antum benar, tapi pemahaman antum mengikuti orang yang membenci Bin Baz.

      Sudah dijelaskan di atas oleh Bin Baz sendiri bahwa beliau memang mengingkari berputarnya bumi tapi tidak mengkafirkannya. Yang beliau kafirkan adalah yang mengatakan bumi berputar DAN matahari diam tidak bergerak. Lihat disitu ada kata DAN / Wawul ‘athfi li muthlaqil jam’i. Jadi ada perbedaan antara mengatakan “BUMI BERPUTAR” dan mengatakan “BUMI BERPUTAR DAN MATAHARI DIAM”. Atau menurut antum tidak berbeda???
      Hal itu diperkuat dengan dalil dalil yang sharih:

      “wa huwal ladzi khalaqal laila wan nahara wasy syamsa wal qamar kullun yajri fi falakin yasbahun”

      “Wasy syamsu tajri li mustaqarrin laha dzalika taqdiirul azizi ‘alim”

      ‘ala kulli hal, penulislah yang lebih mengetahui maksud dari tulisannya. dan lebih dari itu Allahlah yang lebih mengetahui maksud tulisan dan penulisnya.

  52. @roni
    Klw antum mau insaf dan mencermati kata bin baz dlm kitab al adillatu an anaqliyah hal.22 baris 23-25 dan hal. 23 baris 1-7. Dan menyimpulkan rangkuman penjelasan bin baz scr benar, maka dapat disimpulkan :
    ==== > bin baz mengkafirkan SEMUA ORANG yg percaya bahwa BUMI MENGELILINGI MATAHARI. Ingat, kitab bin baz tersebut berisi pendapat bin baz tentang “bergeraknya matahari mengelilingi bumi” dg dalil2nya.
    ==== > pendapat bin baz ini didukung sepenuhnya oleh :
    a. Kholid bin sholeh dg kitabnya “peredaran matahari dan bulan mengelilingi Bumi”
    b. Utsaimin dalam “fatwa2 akidah”
    c. Abdullah duwasy dg kitabnya “al Mauridu As-Zulal”
    d. dll

    1. Pemahaman yang salah akan menghasilkan kesimpulan yang salah:

      === Bin Baz tidak mengkafirkan orang yang mengatakan bumi berputar.

      ===Bin Baz mengkafirkan orang yang mengatakan bumi berputar dan matahari diam, tidak bergerak. karena dalil dalil sharih tentang berputarnya matahari.

      Bagaimana hukumnya, menurut antum, orang yang mengingkari firman Allah dan Sabda RasulNya???

      Kenapa kalian menyerang Bin Baz mati matian, padahal sebelum beliau ada beberapa ulama Asy’ari yang mengatakan hal yang lebih parah dari Bin Baz dengan mengatakan bumi datar??? Apa kalian sengaja menutup mata, padahal saya sudah tuliskan linknya beberapa waktu lalu???. Coba kalian kembali ke awal awal komen saya.

  53. @ kepada para asatidz
    …sebagai tholabul ilmi saya senang mengikuti sesi ini…mohon mudzakaroh ini jangan dikotori oleh hawa nafsu dengan saling mencela yg bukan pada tempatnya….lakukanlah dengan elegan dan santun…dengan tujuan sama2 mencari kebenaran.. ana tunggu tanggapannya….dari kang Roni… Barakallah Fiikum Ajma’in….

  54. JAWABAN BIN BAZ ATAS DUSTA YANG DISEBARKAN MAJALAH AL-MUSHAWWIR

    SEGALA PUJI BAGI ALLAH, SHALAWAT DAAN SALAM ATAS RASULALLAH, KELUARGANYA, SAHABAT SAHABATNYA DAN ORANG ORANG YANG MENGIKUTI PETUNJUKKNYA.

    Sholawat seperti di atas, dicontohi Nabi ga ya?
    Pernyataan Bin Baz tertulis di kitab yang ditulisnya, didukung pula oleh para pendukungtnya … Tapi ada yang bela sampai dibilang mansuk …. Tapi dilihat lagi tanggal dan sumber informasi malah yang bilang mansuk, ternyata infonya lebih dulu dari pernyataan seperti telah diungkap oleh Awaja Selalu … Tapi tetap ingin nyimak, soalnya penasaran juga …. benar ga ya kira2 ….

  55. @RONI
    —– > fatwa bin baz yg mengKAFIRkan siapapun yg berpendapat “bumi mengelilingi matahari” sampai saat ini belum dimansukh(he..he.. pinjam istilah ustadz roni), tapi justru banyak dibela oleh tokoh2 wahabi meski bertentangan dg FAKTA ILMIAH.
    —– > kesalahan fatal PENERAPAN dalil al qur’an yg digunakan Bin Baz ini menyebabkan “islam” menjadi lelucon bagi musuh2 islam terutama kaum misionaris yg memanfaatkan fatwa ini untuk memvonis islam dan al qur’an sebagai agama/kitab suci yg bertentangan dg IPTEK… dan oleh kaum atheis digunakan untuk menghancurkan KEBENARAN AGAMA
    —- > kesalahan fatal fatwa kafir oleh Bin baz dkk dlm persoalan ini dan fatwa2 TAKFIR yang lain, seperti TAKFIR pada kaum Sufi / orang2 yang berwasilah dengan Nabi dan juga kesalahan2 tokoh2 wahabi dalam vonis bid’ah dan sesat kpd golongan islam lain bukanlah merupakan PEMURNIAN ajaran ISLAM, tapi PENGURANGAN dan PENAMBAHAN dlm agama. Menafikan wasilah yg pernah diajarkan nabi adl pengurangan dalam agama dan memasukkan aqidah matahari mengelilingi bumi adalah penambahan dlm agama.
    —– > Al Qur’an adalah kitab allah yang tidak mungkin bertentangan dg IPTEK dan LOGIKA. Justru IPTEK dan LOGIKA selalu membuktikan kebenaran al qur’an. Apabila kaum wahabi mengatakan adanya pertentangan al qur’an dg IPTEK/LOGIKA… yg salah bukanlah al qur’an, tapi PEMAHAMAN WAHABI yg salah karena kurang mengoptimalkan fungsi otak sebagai anugrah allah… la’allakum tatafakkarun.. la’allakum ta’qilun..

    1. Masalah berputarnya bumi sudah saya jelaskan di atas, hendaklah antum bertakwa kepada Allah.

      Massalah lainnya, menyusul insyaallah. Saya tidak akan membela kalau memang Bin Baz atau ulama lainnya mengatakan/ memfatwakan yang salah.

      1. La’allakum tatafakkarun, la’allakum ta’qilun

        Pertanyaannya apakah pantas diterapkan bagi jahmiyah/mu’tazilah/kullabiyyah/asy’ariyyah???

  56. @RONI
    >> Sudah dijelaskan di atas oleh Bin Baz sendiri bahwa beliau memang mengingkari berputarnya bumi
    —- >he….he..he… lucu ya??
    >>>Yang beliau kafirkan adalah yang mengatakan bumi berputar DAN matahari diam tidak bergerak. Lihat disitu ada kata DAN / Wawul ‘athfi li muthlaqil jam’i. Jadi ada perbedaan antara mengatakan “BUMI BERPUTAR” dan mengatakan “BUMI BERPUTAR DAN MATAHARI DIAM”. Atau menurut antum tidak berbeda???
    —- > kalw konteknya pergantian siang malam, memang BUMI yang BERPUTAR dan MATAHARI yang DIAM sebagai pusat tatasurya pak?? Jadi, mayoritas muslimin, tetap kena vonis kafir!!
    >>>Hal itu diperkuat dengan dalil dalil yang sharih:
    —- > dalilnya Sharih.. pemahamannya yg mbleset! He..he..
    >>>>“wa huwal ladzi khalaqal laila wan nahara wasy syamsa wal qamar kullun yajri fi falakin yasbahun”
    —- >klw sekte wahabi mau baca2 IPTEK, mereka akan tahu ayat ini menunjukkan matahari dan bulan berevolusi/bergerak/berjalan (YAJRI) pada orbit (falak) nya!. bulan mengellingi bumi.. tapi klw matahari tidak mengelilingi bumi! Matahari mengelilingi PUSAT GALAKSI
    >>>“Wasy syamsu tajri li mustaqarrin laha dzalika taqdiirul azizi ‘alim”
    —- > ayat ini juga tidak menunjukkan matahari mengelilingi bumi. tapi lebih kearah pada ROTASI matahari.
    >>>ala kulli hal, penulislah yang lebih mengetahui maksud dari tulisannya.
    —- >Pak, kitab itu tidak untuk dibaca pengarangnya saja.. tapi disebarluaskan untuk dibaca orang banyak.. jadi harus menggunakan pemahaman orang banyak

  57. @RONI
    >>> Bin Baz tidak mengkafirkan orang yang mengatakan bumi berputar.
    — > tapi mengKAFIRkan yang mengatakan bumi berputar dan matahari tidak bergerak/berjalan (la jariyah — > tidak bergerak/mengalir/berjalan).
    >>>Bin Baz mengKAFIRkan orang yang mengatakan bumi berputar dan matahari diam, tidak bergerak. karena dalil dalil sharih tentang berputarnya matahari.
    — > he..he.. dalilnya sharih, tp penerapannya mbleset! Sperti ayat,”barang siapa didunia BUTA maka di AKHIRAT juga BUTA. Ini SHORIH!! Bolehkah sembarangan diterapkan pd bin baz?
    >>>Bagaimana hukumnya, menurut antum, orang yang mengingkari firman Allah dan Sabda RasulNya???
    — >Ya tidak boleh! Tapi salah penerapan juga tidak boleh!!
    >>>Kenapa kalian menyerang Bin Baz mati matian, padahal sebelum beliau ada beberapa ulama Asy’ari yang mengatakan hal yang lebih parah dari Bin Baz dengan mengatakan bumi datar???
    — > soal pendapat bin baz bumi datar, bulat, segitiga, atw matahari mengelilingi bumi/sebaliknya TIDAK MASALAH, yg jadi masalah adalah pengKAFIRannya oleh BIN BAZ.

  58. @RONI
    >>>La’allakum tatafakkarun, ..
    Pertanyaannya apakah pantas diterapkan bagi jahmiyah/mu’tazilah/kullabiyyah/asy’ariyyah???
    — > kata2 antum ini menunjukkan antum orang yg kurang baca mungkin juga kurang berfikir?
    1.Jahmiyah. Sekte inilah yg pertama kali berakidah “Allah DUDUK di ‘arsy” yg diikuti bin taimiyah dan bin Qoyyim. Dalam kontek ini, JAHMIYAH sekarang ya WAHABIYAH. Sama2 berakidah “Allah DUDUK di arsy””
    2.Mu’tazilah adl sekte yg pertama kali mengatakan “allah BERBICARA dg HURUF” yg diikuti oleh wahabi. Dlm konteks ini, mu’tazilah ya wahabiyah!!
    3.Mujassimah/musyabbihah sekte yg pertama kali mengatakan “allah berjisim/menyerupai mahluk” yg diikuti oleh wahabi. Dlm konteks ini, mujassimah/musabbihah ya wahabiyah!!
    4.Ketiga sekte ini.. alhamd ditaklukkan asy’ariyah dg dalil2 yg kokoh baik naqli/aqli.
    5.Kullabiyah dan asy’ariyah.. alhamd..golongan inilah mayoritas ahli tafsir, smua penyarah kitab bukhori-muslim, mayoritas fuqoha’ syafi’iyah, malikiyah, hanafiyah dan sebagian hanabilah. Insyaalah.. yg terakhir inilah AHLUS SUNNAH SEJATI.

  59. udh jangn saling mecerca, ( maaf) skrg perbaiki amal masing2
    soalnya ntar kita banyak mencerca amalan kita sedikit tar ga ada yang masuk surga.krn ga di akui oleh Nabi SAW
    alnya saidul WUJUD SAW tidak mengajarkan untuk mencerca.

  60. @Saidani

    Silahkan anda tetap pada pendirian dan pemahaman anda. Kalau anda benar, anda akan selamat. dan kalau yang anda katakan dan pahami itu ternyata dusta dan fitnah, anda akan mempertanggung jawabkannya di depan Allah, sebagaimana Bin Baz akan mempertanggungjawabkan fatwa fatwanya.

    1. @roni
      —- > he..he..he.. maaf pak ustadz, juga vonis antum yg mengatakan “golongan asy’ariyah bukan ahlussunnah” ini juga ada pertanggung-jawabannya lho? apalagi konsekwensinya memvonis hampir semua ulama ahli tafsir al qur’an dan mayoritas ulama madzhab syafi’i, maliki, hanafi dan juga semua penyarah kitab sohih bukhori-muslim bukan ahlusssunnah??

  61. @Saidani dkk

    Mengenai fatwa takfir/mengkafirkan?

    Kalau fatwa takfir Bin Baz atau Wahabi anda anggap bahaya, maka dokrtin asy’ariyyah jauh lebih berbahaya. Asy’ariyyah satu satunya firqah islam paling berbahaya.

    Asy’ariyyah adalah firqah/sekte yang telah mempatenkan merek “Ahlus sunnah wal jamaah”. golongan lain yang memakai merek ini berati telah melakukan pembajakan dan oleh karenanya harus diperangi dan dibasmi,
    Bagaimana Ibn Tumart Al-Asy’ari (murid Imam Ghazali) dan pengikutnya pengikutnya membantai 70 kaum muslimin di Magribi untuk membasmi akidah salaf dan memasukkan akidah asy’ariyyah. Firqah firqah baru tidak boleh muncul dan harus dihadang, seperti Wahabi dan lainnya.

    Demikianlah Asy’ariyyah, firqah pertama yang mempatenkan merek ahlus sunnah wal jamaah. Lalu di luar firqah mereka itu apa??

    Kafir?? Ahlu bid’ah?? atau apa??

    Seluruh ummat Islam di dunia tervonis kafir atau ahli bid’ah oleh doktrin Asy’ariyyah ini. Naudzu billah.

    Padahal firqah firqah sebelumnya yang jumlahnya tujuhpuluhan itu tidak ada yang memakai label ini. Kenapa yaa???

    lanjut

      1. Yah kalo buku sejarahnya yg buat wahabiyun mah, ane ga percaya, mereka percaya sejarah yg mereka buat sendiri, sedangkan sejarah yg ditulis Paham lain,apalagi non muslim ditolak mentah-2, sudah terbukti banyaknya pemalsuan kitab-2 klasik ulama-2 terdahulu, sayang jama’ahnya menerima begitu saja sejarah yg telah diubah-2, kitab-2 yg isinya banyak dibuang demi kepentingan paham wahabiyun…nauzubillah

      2. mas roni , bisakah antum sebutkan sumbernya jika Asy`ariyah membantai 70 ribu Ummat Islam diluar kelompok as`y ari……….?

        kejadiannya berarti sekitar akhir abad 6 hijriyah jika ( hal itu memang benar ) dilakukan oleh murid Imam Ghozali , Namun sangatlah tidak masuk akal jika hal terjadi sebab :

        1. ajaran Asy`ariyah adalah ajaran tawassuth , sama sekali tidak ektrim
        2. tasamuh , mempunyai toleransi tinggi
        3. mayoritas Ummat Islam dunia menganut faham Asy`ariyah , maturidiyah juga sufiyah , sementara penganut ” salafi ” sangat kecil jumlahnya mungkin 70rb itu jumlah seluruh penganut faham salafiyah .
        4. jika kita jujur sesungguhnya ” istilah penganut akidah salaf ” belumlah muncul pada abad tersebut , sebab ibnu taimiyah hidup pada akhir abad 7 meninggal abad 8 h.

        bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi mas roni……? coba sebutkan rujukannya ….. kalo fitnah nejd baru fakta sejarah

    1. Bang Roni kok ngoceh koyo manuk? Ngocehlah semaumu, tapi kentaannya kan Wahabi sendiri yg selalu gemar mengkafirkan selai golongannya?

  62. @RONI
    >>>Kalau fatwa takfir Bin Baz atau Wahabi anda anggap bahaya,
    — tiada vonis yg lebih berbahaya kecuali TAKFIR
    >>maka dokrtin asy’ariyyah jauh lebih berbahaya. Asy’ariyyah satu satunya firqah islam paling berbahaya.
    —– > gak logis tu??
    >>>Asy’ariyyah adalah firqah/sekte yang telah mempatenkan merek “Ahlus sunnah wal jamaah”.
    — > he..he..salah paham lagi nih? Silahkan baca2 definisi ahlus sunnah menurut ulama2 empat madhab sebelum munculnya “tanduk syetan dari najad”.
    >>>Bagaimana Ibn Tumart Al-Asy’ari (murid Imam Ghazali) dan pengikutnya pengikutnya membantai 70 kaum muslimin di Magribi untuk membasmi akidah salaf dan memasukkan akidah asy’ariyyah.
    —- > he..he.. ini mah fitnah ibnu qoyyim yg terkenal MUJASSIMAH dan mengatakan allah DUDUK di arsy?
    >>>Firqah firqah baru tidak boleh muncul dan harus dihadang, seperti Wahabi dan lainnya.
    —- > wah, klw firqoh baru sperti wahabi ni mah HARUS dibendung karena dikit2 vonis KAFIR, BID’AH, SESAT?
    >>>Demikianlah Asy’ariyyah, firqah pertama yang mempatenkan merek ahlus sunnah wal jamaah. Lalu di luar firqah mereka itu apa??
    — > he..he.. salah paham lagi nih? Maklum kurang baca2 kitab2 ulama asyariah? Lagian “wahabi” yg vonis diluar mereka kafir.. ni malah lebih lucu dan k masuk akal sehat?
    >>Seluruh ummat Islam di dunia tervonis kafir atau ahli bid’ah oleh doktrin Asy’ariyyah ini. Naudzu billah.
    — > he..he.. mau fitnah ya? Kpn dan dikitab apa.. asy’ariyah mengkafirkan muslim lain? Malu ah?

  63. >>>Kalau fatwa takfir Bin Baz atau Wahabi anda anggap bahaya, maka ..dst
    — > di riwayatkan dari abu Dzar Nabi SAW bersabdam “barang siapa menyebut (memvonis) seseoramg dg keKAFIRan, atw mengatakannya (sebagai) musuh Allah, padahal (kenyataannya) tidak seperti itu, maka (vonisnya) kembali kepada dirinya sendiri. (HR. Bukhori) itsarul Haq Hal : 381
    —– > diriwayatkan Ibnu Umarm nabi SAW bersabda,” Barang siapa mengKAFIRkan ahli la ilaha illa allah, maka dia sendiri lebih dekat kepada keKAFIRan” (HR. Thobroni). itsarul Haq Hal : 393
    >>>>Demikianlah Asy’ariyyah, firqah pertama yang mempatenkan merek ahlus sunnah wal jamaah. Lalu di luar firqah mereka itu apa?? Kafir?? Ahlu bid’ah?? atau apa??
    — > he..he..he..ya, liat2 dulu dong.. klw firqoh yang mengakui adanya nabi setelah nabi Muhammad SAW, atw berkeyakinan Dzat allah khulul pada manusia …ya kafir. Begitu juga orang yg menentang ijma’ dan maklum min addin bi addloruroh seperti mengingkari KHULUD (kekal) nya neraka.. ya kafir!!setuju? Adapun klw faham irja’ atau jabariyah atw qodariyah.. ijma’ ulama, firqoh2 tsb adlh AHLU BID’AH.
    >>>Seluruh ummat Islam di dunia tervonis kafir atau ahli bid’ah oleh doktrin Asy’ariyyah ini.
    —- > he..he.. kata2 antum hai ustadz.. ada kontradiksi.bukankah kata “seluruh umat islam” juga mencakup asy’ariyah-maturidiyah yang merupakan MAYORITAS muslimin?

  64. @RONI
    >>>Demikianlah Asy’ariyyah, firqah pertama yang mempatenkan merek ahlus sunnah wal jamaah. Lalu di luar firqah mereka itu apa??
    —- > memperhatikan fakta bahwa mayoritas ulama mufassirin, semua penyarah kitab bukhori muslim, mayoritas ulama syafi’iyah, malikiyah, hanafiyah dan sebagian hanbaliyah adalah bermadzhab asy’ariyah-maturidiyah.. sehingga madhab asy’ariyah adlh madzhab ushul yg didukung oleh JUMHUR (mayoritas) ULAMA…
    —- > mengingat sabda Rasulullah
    “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-sawad al a’zham (GOLONGAN MAYORITAS ULAMA).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)
    —- > maka agaknya tidak salah klw sebagai golongan yg didukung mayoritas ulama,… asy’ariah “mempatenkan label ahlus sunnah wal jamaah”.

    1. Shohih kang Syaidani, maka pantaslah Asy’ariyyah itu mematenkan label Aswaja karena mereka didukung oleh Mayoritas Ulama Sholihin… ini fakta yg tak mungkin diingkari oleh orang2 yg jujur hatinya. Thanks….

  65. @ Kang Roni….antum ga usah mati2an belain Bin Baz…kalo emang salah emang pada tempatnya manusia salah/khliaf…minta maap aja atas nama beliau,,,,,dan doakan semoga ALLAH mengampuninya

    @.Asy-Saidani @ dkk…sebaiknya antum juga jangan terlalu menjelek-jelekan bin Baz…mungkin sesaat menjelang matinya bin Baz…beliau telah bertobat dan Allah menerima tobatnya

    Forum ini sangat bermanfaat bagi saya & temans……..
    ***memang gerakan wahabi/salafi beberapa tahun ini melejit….dengan metode marketing+promosi “tampil beda”….yaitu tiba2 nongol dengan kata2 Bid’ah…Firqoh yg selamat dll…seluruh harokah dibilang Bid’ah..HTI,IM JT,NU dll….karena ga sesuai dengan pendapat ulama2nya…..padahal setelah dipelajari perbedaan cuma dikit…
    ** tapi komen saya ini tidak berarti saya bersebrangan dengan ust.Roni ya….

    **saya netral aja…dan kaya’nya saya ada diantara antum berdua…ehh bukan ana plin-plan ye…ana asyaariin salafiyiin….tapi ana bukan wahabiyyun,,,,,

    ….terusin…..barakallah fiikum…!!!

    1. @abu ahmad
      >>>Asy-Saidani @ dkk…sebaiknya antum juga jangan terlalu menjelek-jelekan bin Baz…
      —– > maap ustadz, sebenarnya bukan maksud ana menjelek2kan bin baz. Tapi yang ana lawan adl FATWA TAKFIRnya karena hal ini mengancam ukhwah islamiyah dan islam rahmatan lil alamin. Saat ini dunia islam terancam perpecahan serius karena doktrin2 takfir/tadlil dan tabdi’ oleh wahabi.
      Tengok!
      1.SOMALIA. Saat ini terjadi peperangan saudara setelah munculnya “as-syabab” yg beraflisiasi ke wahabi. Mereka membongkar kuburan orang2 salih dan mengKAFIRkan orang2 yg beristighosah/bertawasul, menembaki acara2 maulid nabi, merampok harta masyarakat yg tidak sepaham dengan alasan harta orang kafir halal (mungkin faham ini yg menyebabkan mereka menjadi bajak laut, termasuk Indonesia baru saja jadi korban kan?). wajah dunia islam jadi jelek karena ulah segelintir as-syabab Somalia yg suka bajak kapal2 laut.
      2.MESIR pasca turunnya husni mubarok. Segelintir orang yg ngaku salafi membongkar kuburan2 orang2 saleh, mereka juga menuntut dibongkarnya kubur AL HUSEIN RA yg sewaktu kecil dulu bibirnya sering dicium Nabi SAW.
      3.PALESTINA. Disaat saudara2 kita dipalestina berjuang melawan zionis, mereka yg mengaku salafy di palestin justru memerangi para mujahid.
      4.Klw wahabi di Indonesia punya kekuatan, tidak mustahil apa yg terjadi di Somalia juga terjadi di Indonesia? Apakah kita harus mendiamkan?
      >>>>mungkin sesaat menjelang matinya bin Baz…beliau telah bertobat dan Allah menerima tobatnya
      —- > semoga saja, tapi tentang fatwa2 takfirnya tetap harus kita LURUSkan.

  66. maikin nyata siapa yang “kurang cermat” dan menuduh orang lain kuang cermat.
    makin nyata siapa yang ittiba dan siapa yang “taklid butaaaaaaa”.
    Mungkin dari kita perlu juga membaca “buku lain” di luar buku “paham kita” sehingga terbuka cakrawala berpikir dan tidak terkungkung pada satu pandangan, apalagi kalau pandangan tersebut memfitnah ulama-ulama muktabar.
    Tapi ada ilmu baru mungkin bisa menjadi tambahan ilmu bagi kita sbb.:
    >>Seluruh ummat Islam di dunia tervonis kafir atau ahli bid’ah oleh doktrin Asy’ariyyah ini. Naudzu billah.
    — > he..he.. mau fitnah ya? Kpn dan dikitab apa.. asy’ariyah mengkafirkan muslim lain? Malu ah?
    @Ustadz Roni, mohon bisa dijelaskan tuduhan tersebut, karena kalo ga ada fakta dapat menjadi fitnah. Bukankah hal tersebut akan kita pertanggungjawabkan?

  67. @Saidani dkk

    Bukti 1

    Akidah Asy’ariyyah hanyalah akidah adopsi dari akidah mu’tazilah dan kullabiyyah. Hal ini diakui oleh tokoh asy’ariyyah kontemporer, yang juga diikuti oleh kalian. Bahkan tokoh ini terang terangan memuji mu’tazilah dan mencemooh Imam Asy’ari. Begitu tega tokoh ini mengatakan bahwa pendiri sekte asy’ariyyah adalah bukan Abu Hasan Al-Asy’ari, tapi Imam Ghazali dan Imam Haramain.

    Hal semata mata karena Imam Asy’ari rahimahullah telah meninggalkan asy’ariyyah dan kembali pada ahlis sunnah. Sementara dia sendiri, dan juga kalian tidak mau mengikutinya.
    Simak pernyataan tokoh asy’ariyyah tersebut:

      1. @RONI
        >>Bukti 1….
        — > mana pak bukti klw asy’ariyah mengKAFIRkan kaum muslimin diluar mereka? Kok gak nyambung ya?
        >>>Simak pernyataan tokoh asy’ariyyah tersebut:
        — > pak ustadz.. klw ngasih bukti yan otentik. Kitab apa? Halaman berapa? Klw you tobe2 tu gak akurat? lewatkan aja!
        Sebutkan kitab refrensinya…Biar kita telaah bersama? Klw yg dimaksud tokoh asy’ariyah tu ya para imam2 asy’ariyah dg bukti kitab2nya?

      2. Bang Roni,

        kalo pake youtube, sekalian aja rekaman-2 Maulidan di mana-2 yg di upload di youtube dong hehehehe……
        tapi kok yg ente share link tsb kaya Roja tv yah , pake soundeffect bunyi peluru, pake suara petir…kaya sinetron-2 yah….

  68. @Saidani dkk

    Bukti 2

    Ustadz Saidani mengatakan bahwa Kullabiyyah dan Asy’ariyyah keduanya adalah ahlus sunnah. Sementara Syekh Abdul Qodir Jailani mengatakan keduanya bukan ahlus sunnah.

    Buat all asy’ariyyun. Kalau kalian harus memilih, maka kalian pilih pendapat siapa? dijamin kalian bingung dan akhirnya memilih pendapat ustadz Saidani dan mengatakan pendapat Syeikh Abdul Qadir Jailani itu palsu, dipalsukan oleh Wahabi. Bukan begitu???

    1. @RONI
      >>>Sementara Syekh Abdul Qodir Jailani mengatakan keduanya bukan ahlus sunnah.
      —- > sebutkan saja ustadz.. dikitab apa syeh abd. Qodir mengatakan asy’ariyah bukan ahlus sunnah? Halaman berapa?
      >>>Buat all asy’ariyyun. Kalau kalian harus memilih, maka kalian pilih pendapat siapa? dijamin kalian bingung dan akhirnya memilih pendapat ustadz Saidani dan mengatakan pendapat Syeikh Abdul Qadir Jailani itu palsu, dipalsukan oleh Wahabi. Bukan begitu???
      —- > gak usah bingung pak ustadz.. ikuti saja sabda rasul…
      “ Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-sawad al a’zham (GOLONGAN MAYORITAS ULAMA).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

  69. @ Roni…. ana ada pertanyaan nih ko’ sepertinya kajian salaf yang ana ikutin dulu sama sekarang beda sih…?..ada apa ya…?…yg sekarang justru pendapatnya banyak yg bersebrangan dengan ulama salah sepert imam syafii dll..
    —- dan qaul yg mahfumnya k.l. “Pelaku Maksiat lebih baik dari Pelaku bid’ah” sering dijadikan slogan dalam tiap kajian..padahal itu bukan berasal dari Nabi saw & sahabat..saking seringnya disampaikan banyak para ikhwan mengira itu Hadist Saw….sehingga bisa dikatakan orang yang lagi mabuk & judi digardu pos adalah lebih baik daripada yg lagi dimasjid dengerin ceramah maulid(yg katanya bid’ah)

    1. allahu a’lamu bishowab…. silahkan anda ber amal dengan ketentuan/keyakinan yg anda yakini ,, karena ‘amalan itu yg akan diperliatkan…dan itulah yg akan menentukan nasib kita kelak di hadapan ALLAH azza wajalla. salamm.

  70. @Roni
    Matahari mengelilingi bumi? bumi tidak berputar? 😀 😀 😀
    Bro.. krg mah zamannya tekhnologi. Orang dh bisa merediksi kapan turunnya hujan meteor beberapa wktu lalu di negara tertentu. msih blm percaya atas temuan ilmuan yang mengatakan bumi mengelilingi matahari? aduh..duh..duh.
    awas hati2 jangan tertipu dengan apa yang dilihat mata saja. OK bro…

  71. ikut nyundul ahhhhhhhhhh biar diskusinya jalan terus:P

    “— > pertanyaannya….pernahkah terlintas dalam fikiran kita, bahwa saat tahiyat kita juga sedang BERBICARA pada Nabi?? Ataw saat itu kita hanya hapal2an saja baca tahiyat tanpa memahami makna?? Baaimana sikap kita pd nabi saat kita berucap السلام عليك ??
    Monggo”

    jadi teringat pusi gus Mus

    “Setiap saat ku baca shalawat

    Setiap kali tak lupa ku baca salam

    Assalamulaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullah wabarakatuh

    Salam kepadamu wahai nabi juga rahmat dan berkat Allah

    Tapi…tak pernah kusadari

    Apakah dihadapanku, kau menjawab salamku

    Bahkan apakah aku menyalamimu”

    Hiks hiks hiks 8 milyarx…menohok banget ya:(

  72. Nampaknya anda orang yang PINTAR sekali dalam hal ini, Alhamdulillah..
    sebagai orang awam sy cuma mau tanya tentang komentar anda ini :

    Tulisan ‘Abd ar-Rahman ibn Hasan di atas adalah sikap yang sama sekali tidak apresiatif terhadap ulama Ahlussunnah. Ia menutup matanya sendiri untuk mengelabui orang lain; bahwa sesungguhnya kaum Asy’ariyyah tidak lain adalah kaum Ahlussunnah. Tahukah dia atau memang pura-pura tidak tahu bahwa Ibn Hajar seorang Asy’ari? Adakah orang semacam ‘Abdurrahman ibn Hasan, atau orang-orang Wahhabi lainnya, yang berkeyakinan bahwa Allah bertempat di atas arsy, mansifati-Nya dengan gerak dan diam, atau turun dan naik; pantas di katakan Ahussunnah?!

    ANDA MENGATAKAN “atau orang-orang Wahhabi lainnya, yang berkeyakinan bahwa Allah bertempat di atas arsy, mansifati-Nya dengan gerak dan diam, atau turun dan naik; pantas di katakan Ahussunnah?!”

    PERTANYAAN sy :
    Apakah ALLAH tidak bergerak dalam aktifitasnya..?
    atau cuma diam dlm aktifitasnya mengurus alam ini..?

    Menurut versi anda bagaimana cara ALLAH dlm “aktifitasnya”..?

    Terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker