Berita Arab Saudi

Wahabisme Racun Agama Paling Berbahaya di Abad Modern

Wahabisme Racun Agama dan Perilaku Wahabi yang Paradox

Wahabisme yang awalnya bertujuan membasmi penyelewengan riligius (syirik dan khurafat) itu ternyata sedang menjadi kendaraan bagi racun agama yang paling berbahaya di abad modern ini.

Islam-institute.com, JAKARTA – Tragedi jatuhnya Crane di Masjidil Haram menimbulkan kegelisahan di benak banyak orang. Kesigapan pemerintah Arab Saudi dan kesiapannya dalam antisipasi kecelakaan kerja dipertanyakan dalam diam. Ada juga yang sekadar berkomentar melihat peristiwa yang mengenaskan tersebut.

Dalam pastingan ini, kami sajikan ulasan menarik tentang ‘Tragedi Makkah’ yang ditulis oleh Imam Syamsi Ali di AS melalui akun resmi facebooknya. Dlam tulisan ini disinggung soal Wahabime racun agama dan perilaku kaum Wahabi yang paradox. Selamat mengikuti ulasan Imam Syamsi Ali berikut ini ….

Dalam tulisan mutakhirnya Gunawan Mohamad menggambarkan sebuah paradox. Paradox dalam sebuah pertautan. Paradox melihat masa lalu sebagai ancaman tapi juga menatap masa depan juga sebagai ancaman. Pertautan karena di situlah menyatunya “sense of insecurity” dalam memahami sejarah dan perjalanan masa depan.

Walaupun saya dalam banyak hal tidak setuju dengan ide-idenya, kali ini saya cenderung setuju dengan Gunawan Mohamad. Bahwa memang apa yang sedang kita saksikan di kota suci (al-haram) itu adalah “kejutan-kejutan”. Surprises yang mungkin saja sebagian besar umat ini “take for granted” tanpa menyadari apa sesungguhnya yang sedang terjadi.

Mungkin sebagian pula segera mencari “justifikasi religi” bahwa memang itulah ayah (tanda) kemaha besaran Allah melalui doa Ibrahim: “warzuqhum minatstamaraat”. Buah-buah segar dari ditemukannya ladang minyak beberapa dekade lalu.

Sesungguhnya apa yang dipersaksikan di kota Mekah saat ini memang perlu dicermati secara jeli. Dicermati dengan memakai kacamata lahir dan batin. Yang dengannya mudah-mudahan dapat dipahami secara jeli dan dalam apa sesungguhnya yang sedang dan akan terjadi ke depan?

Sejak ditemukannya lahan-lahan minyak di semenanjung Arabia, khususnya Saudi Arabia, gaya hidup orang-orang Arab mengalami perubahan drastis. Dari kehidulan yang sederhana dan apa adanya tapi penuh nilai dan harga diri. Ke gaya hidup yang mewah, bahkan foya-foya, tapi sarat dengan kepura-puraan dan kepalsuan.

banner gif 160 600 b - Wahabisme Racun Agama Paling Berbahaya di Abad Modern

Pengalaman berinteraksi dengan beberapa di antara mereka yang datang ke Amerika sangat mengejutkan. Ambillah satu contoh. Baru-baru ini saya di Orlando, Florida, berbelanja di sebuah walmart. Di konter pembayaran saya mendengar dua anak muda berbahasa Arab, tapi sedang membeli beberapa botol minuman alkohol.

Wahabisme yang awalnya bertujuan membasmi penyelewengan riligius (syirik dan khurafat) itu ternyata sedang menjadi kendaraan bagi racun agama yang paling berbahaya di abad modern ini. Bahwa wahabisme atau pemahaman agama yang murni (puritanisme) saat ini justeru menjadi kendaraan gaya hidup materialisme dan hedonisme. Dan khawatirnya ini pula yang sedang terlihat di Mekah.

Wahabi Arab Saudi

Paradox lainnya adalah adanya mental state yang berbeda dalam menyikapi barat dan kenyataan di lapangan. Beberapa tahun lalu saya melaksanakan ibadah haji bersama group haji New York USA. Di suatu sore saya duduk di mesjid Nabawi, saya didatangi oleh seorang Arab, dan terjadilah dialog berikut;

Arab: excuse me. From USA?

Saya: Yes I am

Arab: Bad, you’re bad. USA is bad!

Saya: Why?

Arab: America is kafir country

Terus terang saya agak tersinggung juga. Soalnya saya tahu kalau banyak orang Amerika yang Muslim dan Islamnya belum tentu kurang dari orang Arab. Lalu spontan saya katakan sama dia: “sorry but I am not sure if you have Muhammad blood. Possibly Abu Lahab one”.

Dia hanya menatap saya agak geram lalu keluar. Saya kemudian ikut keluar tidak jauh di belakang dia. Sambil menelusuri keramaian, dia menyeberang jalan dan ikut di sebuah antrian panjang. Saya lihat dari jauh kiranya antrian apa?

Ternyata itu adalah antrian orang-orang yang ingin menikmati kopi “starbuck” di sore hari. Dalam hati saya berbisik: “sungguh realita paradox. Benci tapi rindu”!

(al/SFA/MediaSalam)

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker