Bedah Aliran Sesat

Wahabi dan Wahabisme dalam Pandangan Ulama Sunni Dunia

Ingin Tahu Pendapat Ulama Sunni Dunia Megenai Wahabi dan Wahabisme…?

 

 

Sekarang ini Wahabi berkembang menjadi sekte Islam yang mengatasnamakan (klaim sepihak) sebagai SALAFI (pengikut ulama Salaf), dalam gerakannya di tengah masyarakat dunia, mereka memproklamirkan diri sebagai Sunni. Di mana-mana di seluruh dunia, mereka menyebut dirinya Sunni, tetapi jangan terkecoh sebab mereka adalah Wahabi murni yang memiliki perbedaan prinsip dengan Sunni, baik pemahaman Syari’ahnya, lebih-lebih aqidahnya berlawanan dengan Sunni.

Gerakan ini dikembangkan oleh seorang teolog otodidak Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi (dari Najd), di tanah Hijaz (sekarang Arab Saudi). Dalam pandangan Syaikh Muhammad BAW, Islam di zamannya sudah tidak murni lagi sehingga menurutnya harus dimurnikan. Oleh karena dia berdakwah (dibantu mata-mata Yahudi Inggris bernama Mr. Hempher), yang mana gerakan dakwahnya bertujuan, menurutnya, untuk membersihkan dan menyempurnakan ajaran Islam kepada ajaran yang sesungguhnya berdasarkan Qur’an dan hadits dari ‘ketidakmurnian’ seperti praktek-praktek bid’ah, syirik dan khurafat.

Zaman sekarang ini, dakwah yang dikembangkan oleh syaikh Muhammad BAW sudah menjadi ajaran yang punya khas tersendiri yang disebut dengan istilah Wahhabisme (ajaran Wahabi). Ajaran Wahabi ini menjadi dominan di Arab Saudi karena dijadikan ideologi kerajaan. Wahabisme dengan dukungan dana yang sangat besar dari kerajaan Arab Saudi telah mengembangkan pengaruh yang cukup besar di dunia Islam.

Wahabisme sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia, Eropa, Amerika, dan Asia termasuk Indonesia. Banyak negara muslim mulai menyadari akan bahaya ajaran Wahabi yang radikal dan cenderung ekstrim, seperti Malaysia sudah mengeluarkan fatwa atas kesesatan ajaran Wahabi. Mengenai ajaran Wahabi, berikut adalah pandangan Ulama dunia tentang Wahabisme sebagaimana yang telah ditulis dalam media online serambimata.com, selamat mengikuti …..

***

Pendapat Ulama Dunia Megenai Wahabi

Ide untuk mengangkat tema ini berawal dari bincang-bincang saya dengan salah seorang sahabat yang bertanya siapa sebenarnya wahabi itu?. Dialog singkatpun terjadi saat itu, entah menerima atau tidak, sahabat saya itu manggut-manggut mendengarkan penjelasan saya tentang wahabi berdasarkan yang saya tahu.

Namun, dari perbincangan yang singkat itu ditambah dengan diskusi hangat seputar wahabi dan gerakannya yang saya jumpahi di dunia maya, membuat saya terpanggil untuk mendalami referensi tentang siapa sebenarnya wahabi. Berikut saya suguhkan informasi tentang wahabi disertai pandangan ulama’ terkemuka masa kini  tentang wahabi, dirangkum dari berbagai sumber.

Sebanarnya para tokoh dan pengikut wahabi enggan kelompoknya disebut gerakan wahabi, karenanya mereka menyebut dirinya dengan sebutan ‘salafi’. Sehingga para pengamat, tokoh dan kelompok di luar mereka menyebut mereka dengan Gerakan Wahabi Salafi.

BACA :  Sampai Kapan Berkubang Dalam Kesalahan Memahami Bid'ah ?

Selama ini Gerakan Wahabi Salafi lebih dikenal dengan ideologi takfiri yakni ideologi mengkafirkan, mem-bid’ah-kan, dan men-syirik-kan sesama muslim. Ini dibuktikan dengan fakta dilapangan dan diberbagai media bagaimana para tokoh-tokohnya (baca = ustadz) dan para pengikutnya yang sangat mudah mengeluarkan kata-kata dan tuduhan kafir, bid’ah bahkan syirik kepada kelompok Islam lainnya yang tidak sepaham dengan mereka.

Maklum, mereka adalah gerakan yang mengklaim dirinya sebagai gerakan pemurnian akidah (tauhid) dan mengikuti langkah ulama terdahulu atau ulama salaf. Karena itu gerakan ini disebut dengan berbagai nama seperti Wahhabi merujuk pada nama pendirinya Muhammad bin Abdul Wahhab, Ahli Tauhid dan Salafi atau Wahabi Salafi. Di dunia Arab, mereka lebih sering disebut dengan istilah harakatul Wahhabiyah As-Saudiyah (حركة الوهابية السعودية) atau gerakan Wahabi Arab Saudi karena memang didirikan dan berpusat di Arab Saudi.

Banyak ulama non-Wahabi yang memberi nilai negatif pada gerakan ini. Tidak mengherankan, karena gerakan ini tidak memiliki sikap kompromi dan tidak pernah menilai positif kecuali kepada dirinya sendiri. Dan banyak label kurang sedap dialamatkan pada gerakan yang pendanaan penyebarannya didukung penuh oleh kerajaan Arab Saudi ini. Sebutan itu antara lain seperti “gerakan militan”, gerakan ekstrim, ideologi teroris, neo-Khawarij sampai gerakan sesat.

Berikut beberapa pendapat ulama Sunni non-Wahhabi kontemporer terhadap Wahabi Salafi:

1. Dr. Ali Jumah, mufti Mesir mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan militan dan teror. [1]

2. Dr. Ahmad Tayyib, Syekh al-Azhar mengatakan bahwa Wahabi tidak pantas menyebut dirinya salafi karena mereka tidak berpijak pada manhaj salaf.[2]

3. Dr. Yusuf Qardawi, intelektual Islam produktif dan ahli fiqh terkenal asal Mesir, mengatakan bahwa Wahabi adalah gerakan fanatik buta yang menganggap dirinya paling benar tanpa salah dan menganggap yang lain selalu salah tanpa ada kebenaran sedikitpun.[3] Gerakan Wahabi di Ghaza, menurut Qardawi, lebih suka memerangi dam membunuh sesama muslim daripada membunuh Yahudi.[4]

4. Dr. Wahbah Az-Zuhayli (وهبة الزحيلي), mufti Suriah dan ahli fiqh produktif, menulis magnum opus ensiklopedi fiqh 14 jilid berjudul Al Muwsuatul Fiqhi al-Islami (الموسوعة الفقه الإسلامي ) . Az-Zuhayli mengatakan seputar Wahabi Salafi (yang mengafirkan Jama’ah Tabligh): “mereka [Wahabi] adalah orang-orang yang suka mengkafirkan mayoritas muslim selain dirinya sendiri.”[5]

5. KH. Agil Siradj, ketua PBNU, mengatakan dalam berbagai kesempatan melalui artikel yang ditulisnya, wawancara tv, dan seminar bahwa terorisme modern berakal dari ideologi Wahabi.[6]

BACA :  Telpon Rahasia Obama dan Raja Salman Tentang Suriah

6. Syekh Hisyam Kabbani, ketua tariqah Naqshabandi dunia, mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan neo-Khawarij.[7] Yaitu aliran keras yang menghalalkan darah sesama muslim dan terlibat dalam pembunuhan khalifah ke-3 Utsman bin Affan.

banner gif 160 600 b - Wahabi dan Wahabisme dalam Pandangan Ulama Sunni Dunia

7. Syekh Muhammad Al-Ghazali, ulama berpengaruh Mesir, termasuk salah satu pengeritik paling keras gerakan Wahabi. Dalam kitabnya yang berjudul “Al Wahhabiyah Tusyawwihul Islam wa Tuakhirul Muslim” (Wahabi menistakan Islam dan membuat muslim terbelakang) Al-Ghazali menuangkan sejumlah kritikan pada Wahabi baik yang ditulis oleh dirinya sendiri maupun yang dikutip dari ulama dan intelektual Mesir yang lain.

Syekh Muhammad Al-Ghazali antara lain menyatakan: Agama yang diserukan oleh sekelompok suku Baduwi ini (maksudnya Muhammad bin Abdul Wahab) adalah agama lain yang berbeda dengan agama Islam yang kita ketahui dan kita muliakan.

Bahaya Gerakan Wahabi Salafi Bagi Umat Islam

DR. Ahmad Abdur Rohim As-Sayih dalam bukunya Khatrul Wahabiyah alal Ummatil Islamiyahmenulis bahwa sejumlah fatwa dan ideologi Wahabi merupakan penghinaan terhadap Islam dengan mengkafirkan pengikut madzhab Islam yang lain dan meremehkan pendapat para ulama besar yang bertentangan dengan pendapat pendiri madzhab Wahabi Muhammad bin Abdul Wahab. Apa yang terkandung dari pendapat mereka menunjukkan bahwa Wahabi adalah bentuk baru dari gerakan Khawarij yang muncul pada awal Islam.

Mufti Mazhab Syafi’i dan ketua dewan pengajar di Makkah pada masa Sultan Abdul Hamid, Syekh Zaini Dahlan, dalam bukunya yang berjudul Addurar as-Saniyah fir Raddi alal Wahabiyah menyatakan pada halaman 46: “Muhammad bin Abdul Wahab berkata: ‘Saya mengajak kalian pada Tauhid dan meninggalkan syirik pada Allah. Dan semua hal yang berada di bawah lapis langit yang tujuh adalah musyrik secara mutlak. Siapa yang membunuh seorang musyrik maka ia masuk surga”
Muhammad bin Abdul Wahab dan golongan Wahabinya menghakimi muslim lain sebagai kafir dan menghalalkan darah dan harta mereka.

Pendapat Ulama dan Pakar Mesir Tahun 2010 tentang Wahabi.

Pada bulan Mei 2010 sebuah seminar yang dihadiri sejumlah ulama dan pakar Islam diadakan di Kairo Mesir dengan tema: “Bahasa Wahabi pada Islam dan Dunia”. Beberapa narasumber yang hadir antara lain Dr. Abdurrohman Al-Subki dari ulama Al-Azhar, pemikir Dr. Ahmad Al-Sayih dosen Akidah dan Filsafat Islam Universitas Al-Azhar dan penasihat Ahmad Abduh pakar dalam bidang gerakan Islam di Mesir, Abdul Fattah Asakir seorang pemikir Islam terkenal, Dr. Abdullah Al-Sa’dawi seorang pemikir, Dr. Ahmad Syauqi Al-Fajri, Dr. Ali Abdul Jawad pakar dalam kajian gerakan Islam.

BACA :  Syaikh Syuraim Tweet Soal Kenaikan Harga di Saudi

Kesimpulan dari hasil pertemuan ini adalah sebagai berikut:

Pertama, para pakar dan ulama menyatakan dalam pembahasan mereka bahwa Wahabi memakai cara dakwah dan pemikira ekstrim yang menafikan dan mengkafirkan yang lain. Dan hal ini dapat mengancam keamanan dan perdamaian pada seluruh negara Islam karena membangkitkan pemikiran terorisme dan kriminal yang sangat berbahaya. Pemikiran-pemikiran yang mendorong anak muda Islam untuk mengkafirkan dan menteror masyarakat dan pemerintah hanya karena sebab-sebab yang remeh. Dan bahwa dunia modern belum pernah mengalami penderitaan seberat penderitaan yang disebabkan oleh organisasi yang dipengaruhi ideologi Wahabi seperti Al-Qaidah dan organisasi Islam yang lain. Dan bahwasanya seandainya tanpa dukungan finansial dari Arab Saudi niscaya Wahabi Salafi tidak akan menyebar. Dan seandainya Amerika tidak bersikap mendua dan hipokrit niscaya akan mudah melawan dan menumpas gerakan Wahabi ini. Akan tetapi Arab Saudi dan Amerika telah mengambil manfaat dari gerakan ideologis ekstrimis ini dengan tujuan untuk menteror dunia di satu sisi dan menjadi pengancam di sisi yang lain.

Kedua, peserta seminar menekankan bahwa Wahhabisme memiliki sikap negatif terhadap kaum perempuan dan ilmu pengetahuan, musik dan semua seni, dan bahkan terhadap orang-orang Nasrani, dan pada penganut aliran Islam lainnya (seperti pada Syiah, Asy’ariyah dan lain-lain), yang merupakan sikap ketidaktahuan. Sebagian besar ajaran Wahhabi didasarkan pada terorisme intelektual dan agama, dan bertentangan dengan realitas dan pikiran, dan karena itu dianggap oleh sebagian orang sebagai (agama lain) bukan agama Islam, agama yang mempromosikan terorisme dan membunuh atas nama Tuhan, Maha Suci Allah dari perilaku mereka. Dan bahwa apa yang terjadi di Irak dan Afghanistan, dan bahkan Arab Saudi merupakan akibat langsung dari ajaran Wahabi ini yakni berupa pembunuhan dan terorisme dan ini semakin menegaskan bahwa kita berada di bawah ajakan untuk kejahatan, pembunuhan, dan tidak di depan undangan untuk Islam yang moderat.

Ketiga, para ilmuwan dan para ahli pada simposium menyerukan strategi global dan resistensi budaya dan politik Islam untuk melawan gerakan Wahhabi. Dan bahwa itu harus ada peran dan kepemimpinan dari Universitas Al-Azhar dalam hal ini karena Al-Azhar merupakan institusi Islam yang dikenal moderat agar Islam tidak didominasi oleh ajaran Wahhabisme yang militan dan ekstrim. Universitas Al-Azhar hendaknya berperan kembali sebagai pelopor ajaran Islam moderat dan mencerahkan. Hanya Al-Azhar yang dapat merespon maksimal dan koprehensif terhadap eksremisme Wahabi yang telah merusak spirit ajaran Islam yang moderat. (al/serambimata.com)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker