Salafi Wahabi

Wahabi dan Ironisme Pemahaman Bid’ah (Bagian Terakhir)

Allah Menganugrahimu Akal untuk Berpikir, Jangan Remehkan Akalmu Agar Dapat Hidayah

Kullu bid’atin dlolalah….

Setiap  bid’ah adalah sesat, tetapi setahu kami madzab wahabi membagi bid’ah menjadi dua: Bid’ah Agama dan Bid’ah Dunia.  Lho kok nggak konsisten, katanya setiap bid’ah sesat?

  1. Bid’ah Agama : tidak boleh apa2 dalam agama yg tdk dicontohkan Baginda nabi saw
  2. Bid’ah Dunia : boleh apa2 dalam urusan dunia asal tdk melanggar syariat Baginda nabi saw

Kalau kami salah dalam hal ini mohon para wahabi membetulkan definisi Bid’ah menurut kalian.

Allah swt mewajibkan kepada sekalian manusia untuk menjalankan (ibadah) perintahNya seperti Firmanya “ tdklah sekalian jin dan manusia ini diciptakan kecuali hanya untuk beribadah (kepada Allah swt semata)” kewajiban menjalankan perintahNya adalah mutlak bagi yang berAKAL,

Allah swt berkali-kali bertanya kepada manusia untuk mengingatkan bagaimana manusia mempergunakan akalnya. Seorang Einstein sekalipun IQ nya genius, dia (Einstein termasuk orang yang bodoh karena dia tidka juga tahu bahwa secara ilmiah Allah swt itu ADA, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan terbukti bahwa Einstein itu sangat bodoh karena tidak mau mengikuti kebenaran syariat yang dibawa baginda Nabi saw).

fenomena Einstien  hendaknya kita semua memikirkanya merenungkanya, mengapa seorang yang sangat genius tetapi bodoh  untuk dirinya sendiri. Memang hidayah adalah kepunyaan Allah swt, tetapi manusia yang berakal akan selalu memikirkan dirinya  bagaimana agar dirinya dicintai Allah swt dan RosulNYA, baru menasehati orang lain dan na’udzubillah bila sampai mencela orang lain. Pikirkanlah renungkanlah, sudahkah akal kita  teracuni kaum Yahudi? Kaum Yahudi selalu merasa diri mereka paling benar, paling super (sombong). Pikirkanlah renungkanlah apakah akal kita sudah teracuni Kaum Nasroni?  Kaum Nasroni  memfitnah Tuhan menjadi 3 bagian (tuhan bapa, tuhan anak, roh kudus). Apakah kalian sudah membagi Allah menjadi 3 (Uluhiyah, Rububiyah, Asma wa sifah) ? Dan mohon maaf terpaksa kami ulang-ulang: ini adalah tasabbuh Yahudian wa nasroniyan dan bid’ah yang besar, apakah kalian tidak memikirkanya? Apakah kalian manusia yang berakal? Apakah kalian seperti Einstein,­ genius tapi bodoh untuk dirinya?

MAHA SUCI ALLAH DARI APA YG DIPERBUAT MAKHLUKNYA.

PERGUNAKAN AKAL PIKIRANMU UNTUK MENGENAL DIRIMU SENDIRI SEBELUM DIRI ORANG LAIN APALAGI SAMPAI MENCELA ORANG LAIN (BID’AH,SESAT,SYIRIK), AGAR  HIDAYAH  MENGHAMPIRIMU.   AMIIN

SEMOGA ALLAH SWT MEMBIMBING KITA PADA JALAN KEKASIHNYA BAGINDA NABI  MUHAMMAD SAW. AMIIN

Mengapa kalian  hususnya wahabiyun kami ajak untuk memikirkan diri sendiri sebelum memikirkan muslimin lainnya. Karena kalian wahabiyun selalu memikirkan bagaimana menyalahkan kami dengan hujjah tafsiran para syeh / ustadz kalian sedangkan dirimu sendiri engkau biarkan, engkau lupakan.

Kami bersholawat engkau bid’ahkan, sedangkan membenci kami adalah dosa, engkau lalaikan.

BACA :  Bid'ah ! Akibat Salah Memahami Bid'ah Akhirnya Muncul Fitnah Bid'ah

Kami bertawassul engkau syirikkan padahal engkau tidak tahu hati kami, sedangkan hati kamu sendiri (sombong) engkau abaikan.

Kami selamatan 7 hari, 40, 100 hari engkau tasabbuhkan dengan kelompok manusia pembagi ketuhanan 3 ( brahma, wisnu, syiwa ) sedangkan engkau membagi ketuhanan 3, hatimu tak merasa bertasabbuh Nasroniyan (tuhan bapak, tuhan anak, roh kudus). Sampai kapan akalmuakan kau gunakan untuk berpikir, sampai kapan agar engkau layak dikatakan sebagai manuasia yang berpikir.?

Agar tidak berkepanjangan kelalaian dan ketertipuan hati kalian, sejenak  kami ajak untuk menggunakan akal sehat pemberian Allah swt, harapan kami agar kalian tidak termasuk orang yg mendustakan Rosulullah saw dan kembali ke-Al-jama’ah kaum muslimin. Amiin….

TERNYATA SYEH , USTADZ, DOKTOR, S3 YG KALIAN IKUTI ADALAH AHLI BID’AH (hasanah) TETAPI DARI SEBAB BID’AH (hasanah) ikut-ikutantan (nyontek) menulis Hadist LALU KALIAN MELAKUKAN DOSA BESAR yaitu MENYAKITI HATI KAUM MUSLIMIN ( KEJAHATAN YANG BESAR TERHADAP KAUM MUSLIMIN) .

Gunakan akal sebaik-baiknya agar memahami apa yang kami sampaikan berikut ini:

          1. LARANGAN  MENULISI  HADITS  NABI

______________________________________________________

لاَ تـَكْـتبُـوُا عَـنِّىْ إلاَّ الـْقـُرْآنَ فَـمَنْ كَـتـَبَ عَـنِّى غَـيْرَ الـْقـُرْآنَ فـَلـْيَمْـحُـهُ*         رواه مسلم ،وأحمد، وإبن ماجه، والنسائ، والدارمى،وإبن حبان.

Artinya: jangan kalian tulis dari aku (Muhammad saw) kecuali Al Quran, maka barangsiapa menulis dari aku selain Al Quran hendaklah dia menghapusnya.

Hadits ini riwayat:

Imam Muslim

Imam Ahmad

Imam Ibnu Maajjah

Imam Al Nasaiy

Imam Al Darimiy

Imam Ibnu Hibban.

Berdasarkan hadits tersebut berarti menulisi hadits itu bid’ah dan melanggar larangan Nabi Muhammad saw. Jadi adanya kitab-kitab hadits itu adalah hasil dari perbuatan bid’ah, tetapi manfaatnya sangat besar bagi agama Islam dan umat Islam. Oleh karenanya, maka walaupun bid’ah, menulisi hadits adalah bid’ah hasanah.

 

Al-Q berkata:

1.    TIDAK PERLU PENGAKUANMU (wahabi) BAHWA TERNYATA PARA IMAM HADIST TAHU BAHWA MENULIS HADIST ADALAH LARANGAN BAGINDA NABI SAW TETAPI PARA IMAM HADIST JUSTRU MENULIS HADIST (MELAKUKAN BID’AH hasanah) PARA IMAM HADIST MENGADA-ADA DALAM HAL AGAMA (bid’ah hasanah). PANTASLAH HADIST NABI YG SEMESTINYA  MENJADI PETUNJUK JUSTRU MENYESATKAN KALIAN KARENA KALIAN SELALU INGIN MENYESATKAN KAUM MUSLIMIN (boleh jadi memalsu hadist Nabi saw tentang pasal ZIARAH QUBUR NABI  saw dipalsu dengan ZIARAH MASJID NABI saw ) SEAKAN-AKAN BAIK BAGI AGAMA INI (Islam). Lahaulawalaquwwatailabillah.

 

2.    TIDAK PERLU PENGAKUANMU (wahabi) BAHWA MUSYAF  AlQUR’AN  YG DIKUMPULKAN ABU BAKAR ra ATAS USULAN  UMAR ra DAN DISEMPURNAKAN  USTMAN ra ADALAH BID’AH (hasanah). PANTASLAH KALAU AL-QUR’AN TDK DPT MEMBERI PETUNJUK  BAHKAN MENJADI FITNAH  BAGI KAUM BELAKANGAN (wahabi), KARENA  MUSYHAF AL-QUR’AN ADALAH HASIL DARI BID’AH (hasanah).

banner gif 160 600 b - Wahabi dan Ironisme Pemahaman Bid’ah (Bagian Terakhir)

 

3.    PANTASLAH  IMAM ALI ra TDK BERGUNA / BERMANFAAT BAGI KALIAN ( redaksi sholawat imam Ali ra, imam Ali,ra berfatwa bahwa Allah swt ADA TANPA TEMPAT seperti taqlid  kami kpd Imam Ali,ra) KALIAN TENTANG DG  SEGALA  CARA DG SEGENAP NAFSUMU DG KESOMBONGANMU AGAR KAUM MUSLIMIN  INGKAR.

 

4.    PANTASLAH KALAU ULAMA’ AHLULBAITS NABI SAW TDK BERGUNA BAGI KALIAN BAHKAN KALIAN KATAKAN THOGHUT (Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-hasani) MUNGKIN KARENA  KALIAN HANCURKAN  KALIAN  JARAH PENINGGALAN BAGINDA NABI SAW, MUNGKIN KARENA HARTA BENDA YG DIBAWA KAUM MUSLIMIN KE DUA TANAH HARAM UNTUK MEMECAH BELAH AL-JAMA’AH  KAUM MUSLIMIN SEHINGGA KALIAN BERPECAH BELAH SENDIRI. BUKANKAH BEGITU???…

Kami berlindung kepada Allah swt atas sifat buruk ini.  amiin….

 

5.    DAN KAMI KATAKAN  DISINI KALIAN  (wahabiyun) TDK TAHU MALUU, KALIAN TIDAK TAHU DIRI , TIDAK PANDAI BERSYUKUR , dan mohon maaf terpaksa kata2 kami menusuk telinga biar mendengar bagi yg tuli, untuk melembutkan  hati yg keras membatu akibat formalin ajaran madzab wahabi ,biar sadar pikiran yg lalai. KAMI INGATKAN KEMBALI  BAHWA  HADIST YG KALIAN BACA DITELAAH DIMAJELIS2 KALIAN ADALAH HASIL BID’AH hasanah OLEH PARA IMAM HADIST.

 

Beliau2 Imam Hadist semoga Allah meridloinya, hafal ratusan ribu Hadist ,Peringatan bagiYg tdk hafal hadist 100.000 berikut sanad dan matanya jg berkomentar ikuti saja. Syeh Albani sekalipun tdk mencapai derajad ini bahkan 10 hadist pun tak hafal (berikut sanad dan matanya.TAQLID SAJA SEPERTI  KAMI tak usah malu biar tdk malu-maluin. Hee..he.hee..

Kami juga mengingatkan Janganlah suka mendoifkan suatu hadist apalagi menganggap palsu, hati2 dg dirimu sendiri bahwa klem ini Hadist Palsu dan semisalnya sangat berbahaya, renungkan sampai dimanakan kalian berjalan menuju Allah swt. Orang yg bejo tdk minum bintang tujuh . Orang yg bejo tentu mengikuti hadist tsb diatas dan orang yg beruntung tentu melakukan BID’AH (hasanah).menulis hadist biar bermanfaat bagi kita kaum muslimin yg bodoh ini, amiin..  SUDAHKAH AKALMU KAU PERGUNAKAN UNTUK MEMIKIRKANYA?

 

  1. MENGAMBIL MIQOD DI BANDARA KING ABDUL AZIZ ADALAH BID’AH.

Rosulullah saw tdk memerintahkan, melakukan dan memberi tuntunan seseorang yg berhaji mengambil Miqod dari bandara king abdul aziz , alias bid’ah dan ini terjadi di negara dedengkot wahabi, yg mana raja dan ulama’nya pengikut Muhammad ibnu wahab.

Sayembara:  Barang siapa para wahabi yg berani berfatwa bahwa “Miqod di bandara  king abdul aziz adalah Bid’ah pelakunya masuk neraka” dipublikasikan di negara wahabi saudi arabia, berhadiah hokum pancung.  Mau ikut siapa takut!!  Demi KEBENARAN (apa yg kalian yakini) mengapa GENTAR? ? kalau kalian tdk munafik tentu “BID’AH” !!! ayo berani???…

Sebagai bahan renungan menjelang tidurmu :

Bahwa sholawat adalah doa, perhatikan redaksi shalawat ini;

 

“Ya Allah semoga keselamatan selalu tercurah kepada Muhammad dan ahlulbaitnya dan para sahabat”

 

“Ya Allah semoga keselamatan selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad nabi yg ummiy dan kepada ahlulbaitnya dan para sahabatnya”

 

“Ya allah sampaikan salam takzimku dan semoga keselamatan tercurah kepada baginda nabi Muhammad bin abdillah dan kepada keluarganya dan para sahabtnya”

 

Ketiga redaksi sholawat ini mana yang bid’ah? (yang tidak sesuai dengan redaksi yang Nabi ajarkan)

–       Bila kalian sudah menentukan mana yang bid’ah (yangg tidak sesuai redaksi Nabi) apakah bid’ah seperti ini sesat pelakunya masuk neraka?

–       Apakah orang yang berdo’a seperti itu sesat? Bukankah sholawat hakekatnya adalah doa?

–       Apakah bila kami berdoa: Ya Allah anakku fulan, anakku fulan, Juga Anakku fulan dan fulan bukakanlah hikmah ilmu yang bermanfaat di dunia dan di ahirat, berikanlah kesehatan yang bermanfaat, jauhkanlah sesuatu yang buruk, perbuatan yang haram, tegakkanlah sholat pada diri mereka, diri kami dan diri istri kami, kabulkanlah doaku ya-allah ya-Rahman ya-Rahim…

Doa ini redaksinya tidak pernah diajarkan Baginda Nabi saw berarti “Bid’ah” pelakunya masuk neraka berdasar pemahaman madzab wahabi: ”kulu bid’atin … dholalah!”

–       Kalau sholawat spt redaksi diatas yg tdk sesuai redaksi nabi adalah sesat bid’ah neraka, kalau kami berdoa yg redaksinya tdk seperti baginda nabi ajarkan adalah sesat bid’ah, neraka lalu kami harus bagaimana?

Mungkin benar kata Roma Irama TEER– LAA—LUU…!!

 

Di ahir bahasan ini mohon wakil Wahabi / Salafi menjawab pertanyaan yang kami ajukan:

DAN KAMI DISINI TIDAK BUTUH HUJAH (komentar) KALIAN YG HANYA PUTAR-PUTAR di antara APA, BAGAIMANA, KEMANA, MENGAPA. Lalu  kapan mengamalkanya?

UNTUK ITU, MOHON JAWAB DENGAN JUJUR, MOHON JAWAB DENGAN JUJUR, MOHOM JAWAB:  YA… atau  TIDAKK…

  1. Tentu syeh kalian tahu tentang Larangan menulis hadist nabi, Apakah menulis Hadist BID’AH?
  2. a.     YAA             b.  TIDAKK
    1. Mengambil MIQOD dari Bandara King Abdul Aziz , apakah hal tersebut BID’AH?
      1. a.      YAA               b. TIDAKK
      2. a.     Bid’ah Dunia  b. Bid’ah Agama
      3. a.     YAA                b. TIDAKK
  1. Kedua pertanyaan tersbut apakah BID’AH DUNIA  atau BID’AH   AGAMA?
  1. Perhatikan contoh redaksi Shalawat di atas, apakah bersholawat Nabi yang redaksinya tidak sesuai redaksi yang Nabi ajarkan itu BID’AH dan pelakunya masuk neraka?

 

Ayo pergunakanlah akal  untuk berpikir agar menjadi orang yang beruntung.

Semoga bermanfaat. Mari bersholawat:

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad.

 

Oleh: A. Fawwaaz Al Qudsy

 

Diambil dari Drs.Ahmad Bukhori Masruri dan sumber lainnya.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

32 thoughts on “Wahabi dan Ironisme Pemahaman Bid’ah (Bagian Terakhir)”

  1. Syukron artikelnya, ustadz Fawwaas, sangat bagus artikel ini, semoga bisa memacu kawan2 Wahabi ato Salafy untuk berpikir, agar bisa membedakan mana yg benar dan yg salah sehingga bisa menemukan kebenran yg sejati, bukan sekedar kebenran yg rapuh hasil doktrinasi ala Wahabi. Didoktrin bahwa mereka ahlussunnah wal jamaah yg asli tetapi nyatanya Wahabi Asli. Kaliaa Wahabiyyun tidak akan menyadarinya kalau tanpa mau berpikir dan cari perbandingan.

  2. Saya setuju dg apa yg disampaikan dal artikel di atas, seandainya Wahabi itu mau berpikir dan bukan asal ikut2an pemahaman Syaikh2 Wahabi yg lucu2 atau ustadz2nya yg sok berilmu, saya yakin mereka akan dapat Hidayah. Semoga mereka dapat stimulasi berpikir dg adanya artikel yg inspiratif ini.

    Ayo… ayo… mikiiirrr, pikirin itu apa2 yg ditulis oleh ustadz Fawwaz, thanks ustadz Fawwaz.

  3. Mohon maaf, ada salah cetak pada bagian ,
    Al-Q berkata :
    pada nomor 2. PANTASLAH KALAU HADIST NABI TIDAK DAPAT MEMBERI ……
    PANTASLAH KALAU AlQUR’AN TIDAK DAPAT MEMBERI …..
    (tentunya atas ijin allah swt

    1. @aswaja club
      Toko2 dibawah ini yang jual kitab2 Berbahasa Arab dan Indonesia (kitab2 Aswaja)
      Dar Al Kutub Al Islamiyah, PT
      Jl Kalibata Timur I 21,Kalibata,Pancoran
      JAKARTA 12740
      Phone : 021-79197124, 021-79197125, 021-79197126, 021-79197127 (+62)
      Fax : 021-7974247

      TOKO MA’RUF
      Jalan Raya Condet No.30 C (Sebelah SD Global)
      Jakarta Timur
      Website: tokokitabmaaruf.wordpress.com
      Kontak:
      Telp. 021-80876159
      HP. 021-92402845
      Email: maaruf361@yahoo.com

      Toko Serambi
      021 7199621

      Toko Sunan Kudus
      Jl Kwitang dalam Senen
      Jakarta Pusat
      (belakang Gunung Agung Jakarta)

    2. Mas Saliq (Aswaja Club),
      ini ada beberapa penerbit Aswaja, Insyaallah bebas dari virus Wahabi sehingga aman untuk dibaca…, tapi sayangnya hampir semua penerbit yg kami sebutkan di bawah ini tidak punya link website yg bisa kunjungi secara maya.

      1. Al-Hidayah (Surabaya)
      2. Sinar Baru Algesindo
      3. Ampel Mulia (Surabaya)
      4. Mitra Gayatri (Kediri)
      5. Toha Putra (Semarang)

      6. Logung Pustaka
      7. Menara Kudus (Kudus)
      8. Pustaka Firdaus
      9. Darul Hikmah (Jombang)
      10. Pustaka ‘Azm

      11. Pustaka Pesantren (Yogyakarta)
      12. Khalista
      13. Pustaka Warisan Islam
      14. Taman Ilmu
      15. Al Mawardi

      16. Arti Bumi Intiran
      17. Al-Miftah (Surabaya)
      18. Muara Progresif
      19. Islamuna Press
      20. Lakpesdam NU

      21. Pustaka Zawiyah
      22. Pustaka Amanah (Kendal)
      23. Ar-Ridha (Semarang)
      24. Khasanah Intelektual
      25. PP Takhossus Ilmu Fiqh (Mojokerto)

      26. LBM/LTN PCNU
      27. Pustaka Bayan
      28. Pustaka Sidogiri
      29. Pustaka Tarbiyah
      30. Hayat Publishing

      31. Risalah Gusti
      32. Cahaya Ilmu
      33. LTN Kesan (Tuban)
      34. Abshor (Semarang)
      35. Cahaya Berkah Sidogiri
      36. PP Lirboyo (Kediri)

      1. Mas Admin,
        mungkin karena gaji admin web itu terlalu besar sehingga penerbit2 di atas nggak minat bikin Website, berat diongkos kali ya? Bisa habis dong untungnya buat gaji adminnya?

        atau kalo nggak begitu, apa kira2 penyebabnya mereka tdk punya Website, apakah mereka nggak mampu bikinnya? Klah dg penerbit Wahabi hampir semuanya punya website sendiri.
        😆 😆 😆

        1. Mbak Sarah, kalau soal gaji Web Master itu antara 4 sampai 5 juta, ya emang berat ongkosnya, kalau bukan penerbit besar pastilah tak mampu bayar. Mungkin itu salah satu sebab penert aswaja tdak punya Website, berat diongkos kayaknya. Prihatin ya, kalah dana di banding dg para penjahat aqidah dari Najd. Padahal zaman sekarang dn yg akan datang dunia maya makin ramai diakses oleh anak2 manusia. Prospeknya sangat bagus buat dakwah Aswaja, gitu….

          Selama ini dunia maya dikuasai oleh para penjahat aqidah tsb. Smg ke depan kaum aswaja mampu merebut dunia maya dari kekuasaan kaum tanduk setan dari Najdi, amiiiinnnn…..

          1. mas andi, owh… cukup lumayan juga ya gajinya, pantesan… penerbit aswaja gak mampu…. berarti benar apa yg terlintas dalam pikiran saya tentang hal ini. 🙄 🙄 🙄

  4. Asslmkum, kebetulan dibenak saya niat mengkaji dan mengaji… maka ditemukannya bahwasanya kalau kita membaca Al Qur an dan Hadis/sunah Rasul , sangatlah banyak yg tidak di mengerti apa2 yang tertulis dan sungguh asing bagi orang membacanya bagi membaca dengan Harafiah saja apalagi hanya textual dan artinya saja.
    Dan kenyataan setelah diperjelas dari para Ustad dibidangnya masing2 sungguh kami orang Islam hampir2 sangatlah banyaknya yang tidak dimengerti dari Bahasa Al Qur an yang Allah turunkan ini. dan saya yakini bahwa Ilmu Usul, Qur an dan Hadis ini harus lebih di pelajari dan tidak bisa sembarang ulama dengan Fatwa dan Paham Wahabi Salafi dgn ke Ilmuawan para ulama mereka, Ibnu Tamiyah, Ibnu Abdl Qoyim, ibnu bin Bas, Al Bani yang menjadi rujukannya . ..dan benarkah akan menghilangkan Marzhab dari Imam yang 4 ini kemudian dipakai di dunia Islam saat ini..

  5. Sangat setuju ustadz, berpikir itu sangat penting, dg berpikir insyaallah kita bisa keluar dari jalan yg sesat. Ibarat kita berjalan di hutan, lalu tesesat tapi merasa enjoy karena tidak berpikir.

    Berpikir juga merupakan perintah Allah Swt melalu sidiran2-NYAkepda orang2 yg malas mikir, banyak ayatt2 dalam Al Qur’an yg menyoroti kaum yg nggak mau mikir. Kalau mikir takut dibilang mendahulukan akal, itu namanya salah persespsi tentang BERPIKIR.

  6. Bagus sekali artikelnya, mempertontonkan kontradiksi pemahaman Wahabi yang menyesatkan mereka sendiri. Ayo… jawab dong, mana frend-frend Wahabinya?

    Atau jangan2 mereka sdh nggak berani koment lagi, saya perhatikan kelihatannya selama ini setiap mereka koment justru semakin memperjelas kebodohannya, itulah kenyataannya. Atau sebaiknya mereka minta tolong ke Ustadz Dul Hakim Amir Abdaat, atau Abu Ubaidah, atau Firanda aja, biar seru menghadapi ustadz2 yg ada koment2 di sini?

  7. ini aneh..

    akal sebagai pendalilan agama..

    kalau akal boleh sebagai pendalilan bentuk suatu agama..

    maka seharusnya
    Hadits ini juga bertentangan dengan hadits Ali bin Abi Thalib radiyallohuanhu: “Kalau seandainya agama itu dengan akal niscaya bagian bawah khuf lebih utama untuk dibasuh daripada bagian atasnya (karena yang kotor bagian bawahnya, bukan bagian atasnya, red), sungguh aku telah melihat Rasulullah mengusap bagian atas khufnya. “ (HR Abu Daud, dishahihkan syaikh Albani dalam Shahih Abi Daud)

    1. afwan ummu abdillah,

      maksudnya itu bukan akal sebagai dalil akan tetapi memahaminya itulah yg harus menggunakan akal. Coba baca deh artikelnya nanti antu akan mengerti maksud dari artikel, asalkan antum menggunakan akal dalam memahaminya.

      Bacalah, bacalah, bacalah, maka akan terbuka cakrawala pengetahuan sehingga tdk seperti katak dalam tempueung. Sekali lagi afwan….

      1. HE..HE..

        memahami apa wong dalilnya jelas

        begitu dhohirnya..
        jangan suka mentafsirkan sendiri lah..

        memahami dengan penafsiran ulama’ salaf..

        1. Ulama Salaf apa Ulama Salafy, Ummu… , beda jauh lho antara ulama Salaf dg ulama Salafy, bahkan bisa dikatakan berseberangan 359 derajat, Ummu Abdillah….

    2. @ummu abdilah
      kalo anda memang tidak butuh akal untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan agama, coba anda jawab pertanyaan yang ditulis penulis artikel di paragraf2 akhir artikel..jawab lugas jangan pake akal.. 🙂

      Dilarang menulis hadist nabi..tuh anda menuliskan hadist dari Ali bin Abu Thalib..anda melakukan hal yang dilarang dong… g masuk akal, jelas dilarang nabi kok anda ngeyel menuliskan hadist?

  8. @ummu abdilah
    kalo anda memang tidak butuh akal untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan agama, coba anda jawab pertanyaan yang ditulis penulis artikel di paragraf2 akhir artikel..jawab lugas jangan pake akal.. 🙂

    Dilarang menulis hadist nabi..tuh anda menuliskan hadist dari Ali bin Abu Thalib..anda melakukan hal yang dilarang dong… g masuk akal, jelas dilarang nabi kok anda ngeyel menuliskan hadist?

  9. @aryati kartika (kl gak salah pernah punya nama putri kharisma ya?):asalkan antum menggunakan akal dalam memahaminya.
    Jika hanya menggunakan akal untuk memahami agama, anti bukan org pertama yg menggunakannya. Udah keduluan iblis. Menurut iblis (yang mendahulukan akal daripada ayat Al Qur’an) dia lebih baik dari Adam alaihi salam. Makanya, iblis gak mau sujud sama Adam alaihi salam

    1. Apa orang yang kurang waras bisa beragama secara benar?
      apa kambing, sapi dan keledai yang memiliki otak tapi tidak berakal bisa menjalankan syariat agama cukup dengan diberi hujjah makna dzahirnya saja?

      Yang tidak diperbolehkan itu adalah penggunaan akal yang mengakibatkan takabur..

    2. Bang ibn a khoir,

      putri karisma itu saya bang, Aryati kartika itu bukan saya tapi pemahamannya tentang agama sama persis dg saya, gitu lho bang?

      gunakan akalmu bang biar bisa membedakan antara putri karisma dg aryati kartika. coba lah lihat gravatarnya, mbak aryati begitu manis dan cantik wajahnya, sedangkan saya? beda kan bang ?

  10. Hadeehh… koq udah ke iblis pula. Padahal betapa banyak ayat-ayat al-Qur’an yang nyuruhnya memerhatikan dan memikirkan ayat-ayat Allah. Lho kalo memikirkan itu, ga pake akal segala? Jangan terlalu cenderung mengambil makna dzahir dan mengikuti ayat2 mutasyabihat donk. Perlu lihat nas2 yang lain yang berkaitan juga. Nanti bisa jadi Tanduk Setan dari Nejed donk.

  11. Maaf mau tanya, ada yg tahu tidak dimana saya bisa membeli dvd/vcd ceramah ulama aswaja seperti al habib ali al jifri? Tentunya disertai dengan teks terjemahan agar dapat memahaminya. Kalau yang ada di youtube saya sudah tonton. Terimakasih atas bantuannya.

    1. mba/mas puji, maaf gak tau tau saya anda ikhwan atau akhwat hehehehe, itu diatas web ini ada foto” ulama” aswaja kita khan? nah coba deh di klik fotonya ntr masuk ke web beliau” biasanya sudah disediakan link download rekaman video majelis” mereka dan ada yg sudah dijadikan dvd untuk dijual bagi umum bisa di pesan jga, ini saya berikan link alamat situs/website para ulama aswaja kita dari yang masih di negeri arab atau yang sudah berdiam di indonesia, dari yang situsnya berbahasa arab atau berbahasa indonesia monggoh silahkan dikunjungi… ^_^

      (Minta ijin admin buat post link diluar ummati ^_^)

  12. 4 pertanyaan , pertanyaan yg mudah tetapi tak satupun yg terjawab mengapa?
    Kami menunggu 4 hari lagi jawaban dari saudara kita kaum wahabi!

    menunjukan mereka tdk menggunakan akalnya untuk memahami pertanyaan tsb.
    menunjukan mereka menyelewengkan apa yg menjadi maksud kullu bid’atin dlolalah..
    bila akalnya kurang waras maka pemahaman hadist nya pun tdk waras
    bila akalnya tdk beres begaimanamungkin menjadi baik/waras agamanya

    Mengapa tdk mengerti juga bahwa Syeh Albani dg belajar sendiri di perpustakaan termasuk Ulama’ yg mengedepankan akalnya. Sadarkah kalian wahabi dg mengikuti Syeh Albani berarti kalian LEBIH mengedepankan akalmu?

    Iblis karena berlebihan dg akalnya berakibat sombong sedangkan kesombongan sangat di benci oleh Allah swt karena:sebesar apapun amal ibadah kita kalau ada kesombongan akan tertolak . Dan dengan kesombongan pula Iblis membangkang perintah Allah swt untuk “sujud kepada Adam.”

    Dalam memahami “sujud kepada Adam” apabila akalnya tdk waras dalam beragama tentu seperti ini adalah dosa besar/ syirik.(mengapa tdk sujud saja kepada Allah bukankah Adam adalah makhluk dan Rosul Allah) mengapa harus sujud?
    Contoh seperti ini adalah perumpamaan memahami “kullu bid’atin dlolalah…
    kalau akalnya yg dikedepankan ya hasilnya “semua bid’ah dlolalah sesat neraka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker