Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

Wabah Penyakit Kulit Menyerang Kota Raqqa yang Dikuasai ISIS

Para Anggota ISIS di Kota Raqqa Dilanda Wabah Penyakit Kulit yang Mematikan

Anggota ISIS – Negara Islam Irak dan Suria (ISIS) dikabarkan dilanda wabah penyakit mematikan yang menyerang kulit.

Namun para jihadis yang menderita penyakit tersebut menolak untuk berobat dan lebih memilih membiarkan penyakit yang dikenal dengan sebutan Leismaniasis berkembang di daerah kekuasaan ISIS, Jumat (3/4/2015).

Dilansir Mirror, Leishmaniasis atau penyakit kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh protozoa polimorfis yang berasal dari berbagai spesies dari genus leishmania.

BACA JUGA:  Suriah Ucapkan Selamat Kepada Irak Atas Pembebasan Ramadi

Protozoa ini hidup sebagai parasit obligatif intraseluler pada manusia dan beberapa jenis mamalia.

Penyakit ini dimulai dengan tumbuhnya papula (bintil) yang membesar dan pada akhirnya menjadi ulkus puru (luka bernanah) tidak terasa sakit (nyeri).

Leishmaniasis merupakan penyakit yang sangat mudah tertular, biasanya diakibatkan oleh polusi udara dan menyerang daerah-daerah yang kondisi lingkungannya tidak higienis.

BACA JUGA:  Tentara Suriah Sukses Rebut Daerah-daerah di Aleppo

 

 

Wabah Penyakit Kulit Sebabkan Penderita Meninggal

Menurut laporan berita the Sun, sudah ada 100 ribu kasus dan kebanyakan dari penderita meninggal dunia.

Sementara itu daerah kekuasaan ISIS yang paling tinggi penyebaran Leismaniasis adalah Raqqa.

Karena di sana kondisi udara sangat buruk dan kebersihan tidak terjaga, serta sikap warga mereka yang enggan untuk berobat.

Menurut keterangan Dokter dari organisasi non-pemerintah (LSM) Medecins Sans Frontieres awalnya berusaha untuk mengekang wabah penyakit tersebut.

BACA JUGA:  ISIS Eksekusi 200 Anggota ISIS yang Berusaha Membelot

Tetapi sekarang telah meninggalkan proyek tersebut karena Negara Islam melalui para pemimpinnya menolak rencana tersebut.

Bahkan dilaporkan sejumlah staff medis banyak yang melarikan diri lantaran mengalami kekerasan saat membuka layanan kesehatan untuk warga Suria di kota Raqqa.

Sedangkan pihak medis lokal tidak punya pengalaman mengenai penanganan penyakit ini. (tribunnews)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker