Berita Rusia

Vladimir Putin: Melindungi Teroris Berarti Terlibat dalam Terorisme

Presiden Rusia Vladimir Putin: Upaya Melindungi Teroris Berarti Terlibat Dalam Terorisme Itu Sendiri

Menyangkut masalah sanksi AS, Rabu kemarin, Amerika menerapkan sanksi terhadap 10 target di Rusia. AS mengklaim bahwa target-target tersebut mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Departemen Keuangan AS mengatakan akan membekukan aset dari empat orang dan enam entitas, dan melarang warga AS melakukan bisnis dengan mereka.

 

 

Islam-Institute, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa setiap upaya untuk menutupi kesalahan terorisme dan memaafkan teroris harus dianggap sebagai sebuah keterlibatan dalam terorisme itu sendiri dan keterlibatan dalam tindak kriminal.

Dalam upacara untuk menerima mandat dari beberapa duta besar baru di Moskow, Kamis (26/11), Vladimir Putin mengatakan bahwa perlindungan terhadap para teroris, dan perdagangan minyak curian, perdagangan manusia, obat-obatan terlarang, karya seni curian dan senjata ilegal yang mereka lakukan akan terus berlangsung selama ada pihak-pihak yang mau membayar ratusan juta bahkan miliaran dolar untuk itu.

BACA :  Serangan AS di Kunduz Sengaja Membunuh dan Menghancurkan

Vladimir Putin menyalahkan lambannya beberapa negara yang menyadari bahaya ISIS, serta tindakan beberapa negara lain yang mendukung dan menumbuhkan fenomena “mimpi buruk” yang berupa organisasi teroris ISIS ini.

Presiden Putin menyatakan harapan bahwa aliansi internasional yang luas pada akhirnya akan dibentuk untuk memerangi terorisme dalam cara yang terkoordinasi dan menjadi satuan kekuatan yang akan mendukung operasi militer Rusia melawan terorisme di Suriah.

“Rusia,” katanya, “Akan meneruskan upaya mencari sebuah kesepakatan mengenai penyelesaian Suriah dalam kerangka perundingan Wina.”

banner gif 160 600 b - Vladimir Putin:  Melindungi Teroris Berarti Terlibat dalam Terorisme

 

AS Bermain “Game Geopolitik” Terkait Suriah

Terkait Terorisme yang menghancurkan Suriah, Rusia menyeru AS agar berhenti memainkan “game geopolitiknya”. Moskow juga mengatakan tidak mengerti apa maksud sanksi terakhir yang diberikan kepada Rusia terkait situasi di Suriah.

BACA :  Jet-jet Tempur Yang Digunakan Menarget Teroris di Suriah

“Jelas sekali bahwa hal ini adalah saat-saat pelik yang baru dalam hubungan dua negara,” ungkap Sergey Ryabkov pada hari Rabu (25/11).

Menyangkut masalah sanksi AS, Rabu kemarin, Amerika menerapkan sanksi terhadap 10 target di Rusia. AS mengklaim bahwa target-target tersebut mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Departemen Keuangan AS mengatakan akan membekukan aset dari empat orang dan enam entitas, dan melarang warga AS melakukan bisnis dengan mereka.

Di antara individu yang terkena sanksi adalah Presiden Federasi Catur Dunia, Kirsan Ilyumzhinov, yang “secara material membantu dan bertindak untuk atau atas nama pemerintah Suriah, Bank Sentral Suriah.”

Seorang pebisnis Suriah, Mudalal Khuri, juga ada dalam daftar. Khuri dan Ilyumzhinov adalah pemilik Bank Keuangan Alliance Rusia. Yang juga masuk daftar hitam  AS adalah  Pengusaha Siprus Nicos Nicolaou juga dijatuhi sanksi karena hubungan bisnis dengan Khuri. Pengusaha Suriah George Haswani dan perusahaan Hesco nya juga ada dalam daftar.

BACA :  Rusia Rilis Video Buktikan Jet Tempurnya Tak Langgar Wilayah Udara Turki

Ilyumzhinov membantah tuduhan Departemen Keuangan AS tersebut. “Saya ingin menekankan bahwa saya tak pernah memiliki kepentingan komersial apapun di Suriah atau Iran,” ujarnya kepada Interfax.

Ia juga mengatakan kepada Ria Novosti, bahwa ia berencana mengunjungi AS pekan depan. Ilymzhinov akan menandatangani kontrak untuk menggelar kejuaraan catur dunia tahun depan di New York.

Empat perusahaan lain – yaitu Primax, Hudsotrade, Ezegoo dan Kremsont ditekan dengan berbagai batasan atas alasan  hubungan mereka dengan Khuri dan Nicolaou. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker