Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

Vladimir Putin: AS Hanya Beretorika dengan ‘Teroris Moderat’

Presiden Rusia Vladimir Putin: AS Hanya Beretorika dengan ‘Teroris Moderat’

Militer Rusia telah melakukan serangan udara terhadap posisi-posisi teroris ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah sejak 30 September atas persetujuan pemerintah Damaskus dan mandat PBB.

Islam-Institute, MOSKOW – AS hanya beretorika mengenai sebutan teroris di Suriah dan Irak. Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam AS yang telah membuat istilah perbedaan antara teroris ‘moderat’ dan ‘non-moderat’ dalam memilih target di Suriah. Jelas itu hanya akal-akalan AS dan koalisinya untuk melindungi teroris agar tetap eksis di Suriah.

BACA JUGA:  Tentara Suriah Terus Rebut Wilayah Suriah dari Kendali Teroris

“Tidak perlu untuk bermain dengan kata-kata dan membagi teroris menjadi moderat dan non-moderat. Saya ingin tahu apa perbedaannya” katanya dari resor kota Sochi, Rusia pada hari Kamis.

Dia juga mengkritik Gedung Putih atas pementasan “permainan ganda” di Suriah dengan “mengumumkan perang melawan teroris” di satu sisi dan menggunakan beberapa kelompok “teroris” di sisi lain.

Pernyataan presiden Rusia itu mengacu pada operasi serangan udara oleh AS dan koalisinya yang dimulai sejak September 2014 hingga sekarang yang dipimpin oleh AS di Suriah. Kampanye udara itu konon untuk menggempur kelompok teroris ekstrim ISIS, namun di sisi lain Pentagon melakukan perekrutan militan, pelatihan, dan mendukung mereka dengan peralatan militer untuk melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Presiden Rusia Vladimir Putin: AS Hanya Beretorika dengan ‘Teroris Moderat’
BACA JUGA:  Perang Besar Korut Lawan AS Akan Pecah Agustus

 

Dia juga telah menyalahkan AS yang telah melakukan serangan udara “tanpa mempertimbangkan legitimasi penggunaan kekuatan dan konsekuensinya,” mengacu pada penolakan Washington untuk memperoleh otorisasi dari Damaskus atau PBB dalam kampanye anti-terornya. Putin mengisyaratkan bahwa misi tidak “memecahkan masalah”.

Putin lanjut menegaskan bahwa kemenangan militer atas para militan tidak akan menyelesaikan semua masalah yang dihadapi Suriah, dan dia yakin bahwa operasi Angkatan Bersenjata Rusia di Suriah akan membantu pihak berwenang di Damaskus dalam menciptakan kondisi untuk penyelesaian politik, krisis dan konflik di negaranya.

BACA JUGA:  Palmyra Memanas: Tentara Suriah Memasuki Tambang Kuno Palmyra

Suriah telah bergulat dengan krisis mematikan sejak 2011, yang telah merenggut nyawa lebih dari 250.000 orang sejauh ini.

Militer Rusia telah melakukan serangan udara terhadap posisi-posisi teroris ISIS dan kelompok teroris lainnya di Suriah sejak 30 September atas persetujuan pemerintah Damaskus dan mandat PBB. (AL/ARN/Ptv)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker