Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Yaman

Upaya Kriminalisasi Perlawanan Houthi

SANA’A – Tuduhan atas Houthi adalah upaya mengkriminalisasi gerakan perlawanan. Sebuah laporan PBB yang merinci pelanggaran kemanusiaan dari semua sisi. Tidak boleh mengurangi perhatian dari dampak serius serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi terhadap Yaman. Hal ini diungkap analis politik Catherine Shakdam kepada Radio Sputnik.

“Para ahli pemantauan sanksi PBB di Yaman telah menulis sebuah laporan kepada Dewan Keamanan yang merinci pelanggaran hukum humaniter internasional. Yang dilakukan oleh semua pihak yang terlibat konflik,” demikian dilaporkan Reuters pada hari Kamis.

Dokumen rahasia 105 halaman itu melaporkan bahwa koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah membom rumah penduduk. Dan bahwa pemberontak Houthi telah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Analis politik Catherine Shakdam kepada Radio Sputnik mengatakan. Bahwa sementara laporan mengkritik semua pihak dalam konflik. Hambatan terbesar untuk perdamaian yang sesungguhnya adalah serangan pemboman yang dilakukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Yakni serangan yang dimulai pada bulan Maret tahun 2015. Dengan tujuan memulihkan kekuasaan untuk mantan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi .

BACA JUGA:  Mansour Hadi Rekrut Tentara Bayaran Bantai Rakyat Yaman

Houthi adalah gerakan perlawanan dengan legitimasi politik de facto karena mereka mewakili kehendak rakyat,” kata Shakdam. Ia Direktur Program untuk Shafaqna Institute for Middle Eastern Studies.

Laporan PBB mengatakan bahwa pemberontak Houthi mengalihkan jutaan dolar dari bank sentral Yaman. Untuk mendukung kampanye militer mereka. Shakdam menjawab bahwa gerakan Houthi dibenarkan mengambil uang untuk melakukan perang melawan musuh negara dengan cara yang jauh lebih besar.

“Segala sesuatu yang dilaporkan PBB sekarang adalah seputar apa yang didengar. Saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi apa yang saya katakan adalah, kita hanya bisa sedikit saja mempercayainya.”

“Apa yang Anda lihat adalah gerakan perlawanan bertindak atas bank sentral untuk melakukan tugasnya. Dan mendanai upaya perang melawan kekuatan penjajah yang datang untuk menyerang Yaman,” katanya.

 

1043984120 e1470426328808 - Upaya Kriminalisasi Perlawanan Houthi

 

Houthi adalah gerakan perlawanan yang memiliki dukungan dan legitimasi rakyat

Shakdam mengatakan bahwa Houthi adalah gerakan perlawanan yang mampu menahan pemboman koalisi pimpinan Arab Saudi. Karena Houthi memiliki dukungan dan legitimasi dari rakyat.

BACA JUGA:  Arab Saudi Dapat Perlawanan Satu Juta Pasukan Yaman

“Anda tidak akan mungkin mempertahankan gerakan itu walau bagaimanapun juga. Jika tidak ada dukungan  rakyat di dalamnya,” kata Shakdam. “Ada keinginan untuk mengkriminalisasi gerakan perlawanan. Houthi, gerakan perlawanan, ada untuk membela rakyat,” tegas Shakdam.

Shakdam mengungkap bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi tidak mengizinkan bantuan sampai kepada orang-orang yang membutuhkannya. Saudi menentukan siapa yang menerima bantuan atas dasar agama dan persuasi politik.

“Semua itu disaksikan langsung (dan dilihat) oleh PBB. Dan masyarakat internasional tidak mengatakan apa-apa.”

Pada Februari 2015 Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengundurkan diri atas desakan rakyat. Dan Houthi mengambil alih kendali atas kota terbesar, serta ibukota negara, Sana’a. Hadi lantas mencabut pengunduran dirinya setelah melarikan diri ke Aden. Dan kemudian tiba di ibukota Arab Saudi, Riyadh, pada Maret 2015.

BACA JUGA:  Darurat Wabah Kolera di Tengah Kecamuk Perang di Yaman

Arab Saudi kemudian melancarkan perang terhadap Yaman sejak akhir Maret 2015. Dengan dalih upaya  mengembalikan kekuasaan Mansour Hadi. Dan melemahkan gerakan Houthi Ansarullah, yang mengambil alih urusan negara setelah Hadi mengundurkan diri.

Namun, alih-alih menargetkan pusat-pusat militer Houthi, justru serangan Arab Saudi selalu menarget ke perumahan warga sipil. Dan fasilitas publik bagi rakyat Yaman. Sebuah laporan PBB yang diproduksi pada bulan Januari 2016. Yang mana telah “mendokumentasikan 119 serangan udara koalisi Saudi yang berkaitan dengan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.”

Dalam laporan terbaru, PBB mengatakan bahwa lebih dari satu tahun perang yang dilancarkan Saudi atas Yaman. Arab Saudi telah memberi para ekstremis dan teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda untuk meningkatkan operasi mereka di negara itu.

Menurut laporan itu, teroris ISIS telah menerima masuknya sejumlah uang tunai. Dan al Qaeda telah meningkatkan bom pinggir jalannya. Lalu di kemudian hari muncul upaya kriminalisasi gerakan perlawanan Houthi. Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker