sapi qurban 2017 di jakarta
Opini Inspiratif

Umat Islam, Belajarlah !

ID FashionWeek 300x250 - Umat Islam, Belajarlah !aff i?offer id=7474&file id=157046&aff id=176058 - Umat Islam, Belajarlah !

Umat Islam, Belajarlah!  Entah karena apa atau bagaimana umat Islam Indonesia ini. Kok begitu mudah digiring menuju arena demo yang tak jarang berakhir kekerasan dan huru-hara. Akhirnya umat Islam sendiri yang jadi korban dan merugi. Setelah mereka cedera sibuk menyalahkan sana-sini, padahal cedera itu adalah konsekwensi logis dari sebuah demo besar di mana pun di dunia. Seharusnya Umat Islam belajar. Tapi rupanya Umat Islam tak pernah mau belajar dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, padahal semuanya dipicu oleh sebab dan pola penggiringan yang sama.

Apa buktinya umat Islam tak pernah mau belajar dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Buktinya, mereka masih tetap mau dipanas-panasi dengan berbagai dalil agama. Ujung-ujungnya mereka mau saja bersusah payah melakukan demo, yang ujung-ujungya justru merugikan umat Islam dan citra Islam. Citra Islam Rahmatan lil Alamin dicemari oleh aksi-aksi anarkis yang seharusnya tak perlu terjadi seandainya mereka tak berdemonstrasi.

Berikut ini adalah tulisan Prof. Sumanto Al Qurtuby yang mencoba mengingatkan pola-pola yang sama untuk menggiring Umat Islam melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Entah kapan mereka mau belajar sehingga menyadari kesalahan yang terus berulang ini.

Selamat mengikuti tulisan Prof. Sumanto Al Qurtuby berjudul: “Dari Bu Mega sampai Koh Ahok” …..

umat Islam - Ahok dan Bu Megawati

Dari Bu Mega Sampai Koh Ahok

Dulu, “mereka” ramai-ramai menolak Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI karena menurut mereka, dalam Islam, seorang perempuan “haram” menjadi pemimpin politik apalagi memimpin sebuah negara. Berbagai dalil mereka kumpulkan untuk mendukung pendapat-pendapat mereka. Berbagai fatwa pun mereka himpun untuk menyokong argumen-argumenya. Meskipun Bu Mega jelas beragama Islam, mereka tidak peduli. Bahkan mereka menuding Bu Mega itu “Islam Hindu” hanya karena sang ayah memiliki hubungan sejarah dengan Bali.

 
IDSmartphonesYearEndSale370x300 - Umat Islam, Belajarlah !aff i?offer id=3733&file id=76783&aff id=176058 - Umat Islam, Belajarlah !

Dulu pula, “mereka” ramai-ramai menentang, menolak, dan menjegal KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai Presiden RI. Kali ini alasan pengharaman mereka karena Gus Dur buta. Menurut mereka, dalam Islam, seorang pemimpin negara tidak boleh memiliki “cacat fisik”. Lagi-lagi mereka menghimpun berbagai teks, dalil, dan fatwa untuk mendukung, memeperkuat, dan melegitimasi pendapat dan sikapnya.

Padahal Gus Dur seorang tokoh Muslim terkenal di seantero jagat, pemimpin ormas Islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama (NU), kiai yang sangat mumpuni wawasan keislamannya, berpuluh-puluh tahun belajar Islam di pesantren, Mesir, dan Irak, ahli Bahasa Arab dan kitab-kitab keislaman, putra seorang mantan Menteri Agama dan pejuang bangsa (KH A. Wahid Hasyim), cucu seorang ulama besar, pahlawanan nasional, dan pendiri NU (Syeikh Hasyim Asy’ari). Kurang apa coba “Islam”-nya Gus Dur? Kenapa mereka tolak juga?

Dulu pula, meski tidak terlalu dulu, mereka juga ramai-ramai menentang dan menolak Pak Jokowi. Kali ini alasannya karena beliau seorang “Islam abangan” lah, “Islam KTP” lah, “Islam Kejawen” lah, tidak bisa mengucapkan kalimat “as-salamu alaikum warahmatullah wa barakatuh” dengan fasih, apalagi ngomong Bahasa Arab. Jika Bu Mega dituduh dekat dengan Hindu, Pak Jokowi dituduh dekat dengan Kristen. Dekat dengan Kristen saja dipersoalkan apalagi Kristen beneran. Lagi-lagi, seperti biasa, mereka mengumpulkan sejumlah dalil untuk menyokong pendapat dan argumentasinya.

Umat Islam

Sekarang, mereka ramai-ramai lagi gerudag-geruduk kesana-kemari. Kali ini targetnya Koh Ahok. Lebih brutal lagi serangan mereka ke Ahok karena si Koh ini sudah Cina, Kristen pula. Karena berstatus “minoritas ganda”, Koh Ahok lebih mudah jadi target empuk kampanye hitam oleh para pecundang agama dan politik ini. Berbagai dalil tumpah-ruah dikutip untuk mendukung pendapat, argumen, sikap, dan tindakan gelap-mata dan membabi buta mereka. Para mafia agama dan politik inipun rajin konsolidasi dan kusak-kusuk untuk menjegal Ahok.

Uniknya atau lucunya, kenapa “mereka” tidak mempersoalkan Pak SBY, Pak Wiranto, atau Pak Prabowo Subiyanto? Bukankah mereka, sebagaimana Bu Mega dan Pak Jokowi, juga sama-sama “Muslim abangan”?? Jadi, masihkah anda percaya, kalau apa yang “mereka” lakukan itu “atas nama” atau “demi membela” Islam”??

Sumanto Al Qurtuby

Master Website

IDSmartphonesYearEndSale370x300 - Umat Islam, Belajarlah !aff i?offer id=3733&file id=76783&aff id=176058 - Umat Islam, Belajarlah !

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker