Berita Suriah

ULAMA SURIAH HADIRI MUKTAMAR ICIS KE-4 DI INDONESIA

ULAMA SURIAH AKAN HADIRI MUKTAMAR ICIS KE-4 DI MALANG INDONESIA

Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouti tercatat sebagai salah satu pendiri STAI Imam Syafii di Cianjur Jawa Barat. Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouti merupakan putra tertua dari ulama fikih terkemuka Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Bouti yang meninggal dunia akibat aksi terorisme pada 2013 silam. Rombongan Ulama Suriah, selain menghadiri Muktamar ICIS, para ulama Suriah juga dijadwalkan akan memberikan ceramah di sejumlah pesantren di pulau Jawa, kunjungan ke UIN Syarif Hidayatullah.

 

 

Islam-Institute, SURIAH, Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, didampingi oleh Pejabat Penerangan Sosial Budaya KBRI Damaskus menerima kunjungan Syeikh Dr. Muhammad Taufiq Ramadhan al-Bouti di KBRI Damaskus (17/1). Pada kunjungan penuh nuasana kekeluargaan tersebut, Ketua Persatuan Ulama Suriah yang juga Dekan Fakultas Syariah Universitas Damaskus tersebut menyampaikan rencananya untuk menghadiri International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-4, tanggal 23—25 Nopember 2015 di UIN Malang. Selain itu pula, Dubes Djoko dan Dr. Taufiq membicarakan tentang permasalahan pelajar Indonesia di Suriah dan kondisi terkini dunia Islam, serta hubungan bilateral Indonesia-Suriah.

Dubes Djoko menyambut baik penyelenggaraan Muktamar ICIS ke-4 dan telah mengontak KH. Hasyim Muzadi selaku Sekretaris Jenderal ICIS agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para ulama Suriah selama beraktivitas di Tanah Air. KBRI Damaskus juga siap memberikan pengantaran para ulama tersebut hingga ke Bandara Beirut Lebanon.

BACA :  Rusia Peroleh Koordinat Target 'Teroris' dari Oposisi Suriah
banner gif 160 600 b - ULAMA SURIAH HADIRI MUKTAMAR ICIS KE-4  DI INDONESIA

Selain Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouti (Ketua Persatuan Ulama Suriah); Syeikh Adnan Afyouni (Mufti Damaskus dan sekitarnya), Syeikh Rajab Dieb (pemuka Tarekat Naqsabandiyah), Syeikh Umar Dieb, dan Syeikh Mahmoud Chehadeh (pengajar Institut Tinggi Sham) juga direncanakan akan hadir pada Muktamar ICIS ke-4 ini. Lima ulama asal Suriah tersebut dikenal sebagai ulama moderat yang mengedepankan pendekatan perdamaian (islah) dan Islam sebagai rahmat bagi semesta.

BACA :  Kisah Nyata : Haji Agus Salim 'Menguji' Pangeran Philip

“Semoga dengan kehadiran para ulama dari Suriah ke Indonesia dapat membantu menjelaskan kepada masyarakat tentang Islam sebenarnya yang cinta damai dan menjadi rahmat bagi semesta,” Dubes Djoko menyampaikan harapannya dengan kunjungan para ulama Syam ke Tanah Air.

Muktamar ICIS ke-4 diselenggarakan sebagai respon atas kondisi dunia Islam yang dilanda krisis multidimensional dan konflik internal yang berdampak pada tatanan dunia secara global dengan mengambil tema “Upholding Islam as Rahmatan Lil Alamin (Blessing for Universe): Capitalizing Intellectuality and Spirituality toward the Better Life for Human Beings”. Konferensi akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI dan akan ditutup oleh Wakil Presiden RI dengan mengundang 30 tokoh agama dan ulama berpengaruh dari 30 negara, 500 ulama seluruh Indonesia, para akademisi serta Duta Besar negara sahabat.

BACA :  Jeish al-Islam: Belum 24 Jam Pengganti Zahran Allouch Juga Tewas

Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouti tercatat sebagai salah satu pendiri STAI Imam Syafii di Cianjur Jawa Barat. Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouti merupakan putra tertua dari ulama fikih terkemuka Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Bouti yang meninggal dunia akibat aksi terorisme pada 2013 silam. Rombongan Ulama Suriah, selain menghadiri Muktamar ICIS, para ulama Suriah juga dijadwalkan akan memberikan ceramah di sejumlah pesantren di pulau Jawa, kunjungan ke UIN Syarif Hidayatullah.

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker