Biografi Nabi Muhammad Saw

Ucapan Nabi “Ummati, Ummati…”, Benarkan Ini Hadits Syiah?

Analisis Riwayat Wafatnya Nabi SAW Saat Menyebut Ummati…

Sungguh berlebihan mengungkit-ungkit, mencibir dan mempermasalahkan kisah wafatnya Nabi Muhammad Saw yang mengucapkan “Ummati, ummati …” Seandainya tidak ada riwayat shahihnya tentang ucapan ini ketika menjelang wafatnya Nabi Saw, bukankah kehidupan Nabi Muhammad saw mulai sejak diutus menjadi Rasul Allah hingga tutup usia bahkan sampai kelak di hari kiamat, Nabi saw sangat kuatir dan sangat memperdulikan umatnya?

Bukankah Allah sendiri telah mensifati Nabi Muhammad dengan Harishun ‘alaikum bil mukminiina Raoufun Rahiim …? (dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman “). Tidak pernahkah orang-orang yang mempermasalahkan kisah Wafat Nabi itu merenungi ucapan yang menggetarkan hati dan jiwa yang membaca ucapan itu?

Cobalah simak dan renungi bersama kami atas firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“ Sungguh telah datang padamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman “. (QS: at-Taubah : 128)

Imam Ibnu Katsir memberi komen mengenai ayat ini :

وقوله: { عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ } أي: يعز عليه الشيء الذي يعنت أمته ويشق عليها، { حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ } أي: على
هدايتكم ووصول النفع الدنيوي والأخروي إليكم

“ Ucapan, {berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami}, Nabi begitu merasakan berat (susah) dengan kesusahan yang dialami umatnya. {dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu}, maksudnya sangat menginginkan kalian mendapat petunjuk dan mendapatkan manfaat di dunia maupun di akhirat “.

Ayat ini sudah cukup menunjukkan bahwa Nabi Muhammad begitu merasakan kuatir dan amat sangat  akan umatnya sepanjang hidupnya. Bahkan dalam kisah yang mashur, kelak ketika di hari pembalasan, Nabi Muhammad pun berusaha keras untuk menyelamatkan umatnya dari neraka.

Untuk apa mereka mempermasalahkan riwayat “Ummati, ummati…” ketika menjelang wafatnya Nabi baginda Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wasallam ? Apakah mereka tidak percaya bahwa Nabi begitu sangat kuat kepeduliannya dan kuatir atas umatnya ?? Bukankah nasihat sholat-sholat… di akhir usia baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga menunjukkan kepedulian beliau atas umatnya agar tidak meninggalkan sholat, supaya umatya bahagia dunia dan akhirat ? Ayat di atas sudah cukup menjelaskan sifat mulia Nabi dan kekuatiran Nabi atas umatnya dalam sepanjang hidupnya.

Hadits :

أنه صلى الله عليه وسلم قال لجبريل عند موته ” من لأمتي بعدي ” فأوحى الله تعالى إلى جبريل أن بشر حبيبي إني لا أخذله في أمته ، وبشره بأنه أسرع الناس خروجا من الأرض إذا بعثوا ، وسيدهم إذا جمعوا وأن الجنة محرمة على الأمم حتى تدخلها أمته . فقال ” الآن قرت عيني

“Sesungguhnya Nabi bertanya kepada Jibril, “ Siapa yang memperhatikan umatku setlah wafatku ?”, maka Allah mewahyukan kepada Jibril untuk memberikan kabar gembira bahwa AKU (Allah) tidak akan melalaikan umatnya, dan berikan kabar padanya bahwa ia (Nabi) adalah manusia pertama (paling cepat) keluarnya dari kuburan ketika hari pembangkitan, dan pemimpin mereka di hari perkumpulan, dan sesungguhnya surga haram atas umat-umat lainnya sebelum umat Nabi memasukinya terlebih dahulu”, maka Nabi berkata, “Sekarang aku sudah tenang”. (HR. Ath-Thabrani)

Hadits ini memang sanadnya dhaif, namun dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, hadits dhaif bukanlah hadits maudhu’ yang mesti dibuang. Karena ada kecacatan perawinya yang tidak terlalu parah. Hadits ini pun boleh diamalkan dalam bab manaqib (kisah-kisah), hal ini juga sesuai pendapat jumhur ulama ahli hadits.

Dan tak ada satu pun ulama ahli hadits terdahulu yang menghukumi hadits ini maudhu’. Oleh sebab itu al-Hafidz al-Iraqi menghukumi sanad ini dhoif.[1]

Hadits di atas pun memiliki banyak syawahidnya di antaranya hadits :

banner gif 160 600 b - Ucapan Nabi "Ummati, Ummati...", Benarkan Ini Hadits Syiah?

إن الجنة حرمت على الأنبياء كلهم حتى أدخلها، وحرمت على الأمم حتى تدخلها أمتي

Hadits ini diriwayatkan Ibnu Adi di Kamil : 5/209 dan Ibnu Abi Hatim di al-‘ilal : 2167. Hadits ini dihukum gharib oleh ad-Daraquthni, sedangkan Albani menghukuminya hadits mungkar.[2] Juga hadits berikut ini :

أنا أول الناس خروجاً إذا بعثوا، وأنا خطيبهم إذا أنصتوا، وقائدهم إذا وفدوا، وشافعهم إذا حبسوا، وأنا مبشرهم إذا يئسوا، لواء الحمد بيدي، ومفاتح الجنة يومئذ بيدي، وأنا أكرم ولد آدم يومئذ على ربي ولا فخر, يطوف علي ألف خادم كأنهم اللؤلؤ المكنون

Hadits ini diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi no. 3610, beliau mengatakan : Ini Hadits Hasan Gharib.[3]

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwasanya sayyidina Ali berkata :

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر نفسه حرك شفتيه مرتين فالقيت سمعي يقول خفية امتي امتي فقبض
رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم الاثتثن من شهر ربيع الاول

“Sesungguhnya Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam di akhir hidupnya menggerakkan kedua bibirnya dua kali, lalu aku mendekatkan telingaku dan aku mendengar Nabi mengucapkan “ Ummatku, ummatku “ secara pelan, lalu wafatlah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam di hari Isnin bulan Rabi’ul Awwal “.[4]

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa ketika Nabi selesai membaca surat Ibrahim ayat 36 dan surat al-Maidah ayat 118, maka Nabi mengangkat kedua tangannya dn mengucapkan :

اللهم أمَّتِي أمّتِي، وبكى فقال الله -عز وجل-: “يا جبريل، اذهب إلى محمد -وربك أعلم- فَسَلْه: ما يبكيك؟”، فأتاه جبريل فسأله، فأخبره رسول الله -صلى الله عليه وسلم- بما قال-وهو أعلم- فقال الله: “يا جبريل، اذهب إلى محمد فقل: إنا سنرضيك في أمتك ولا نسوءك

“ Ya Allah, umatku, umatku.. dan Nabi menangis. Maka Allah berkata, “ Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad – Dan Tuhanmu Maha Mengetahui – dan tanyalah kepadanya apa yang menyebabkannya menangis ? Maka Jibril mendatanginya dan bertanya, maka Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan apa yang telah diceritakan, maka Allah menjawab : “ Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad dan katakanlah, “ Sesungguhnya Kami (Allah) akan meridhai umatmu, dan tidak akan berbuat buruk pada umatmu’. (HR. Muslim)

Perhatikan hadits shahih ini, amat jelas menunjukkan bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam begitu amat sangat cinta dan amat sangat kuat perhatiannya kepada umatnya. Baginda sallaLLahu ‘alaihi wasallam tidak rela umatnya celaka di dunia maupun di akhirat kelak. Baginda sallaLlahu ‘alaihi wasallam menyebut “ummati” dua kali. Renungi dan resapi seruan dan doa Nabi tersebut dalam diri kita, bayangkan beliau menyebut nama kita dua kali…. Tidakkah engkau merasakan seruan lisan mulia Nabi sallaLLahu ‘alaihi wasallam yang berdoa dan memohon kepada Allah agar kita sebagai umatnya diselamatkan dari neraka Allah ?

Lalu apa tujuan mereka mempermasalahkan riwayat wafatnya Nabi Saw, apakah cuma karena mereka menduga itu hadits Syiah? Sungguh, kami kuatir mereka yang mempermasalahkan riwayat “ummati, ummati“ menjelang wafatnya Nabi Muhammad Saw, dari hatinya dicabut rasa cinta dan rindunya kepada Nabi Muhammad, bukankah ini kecekaan yang besar? Allahumma nas’alukal ‘afwa wal ‘afiyah, amiin….

Referensi:

[1] Takhrij Ahadits al-ihya, al-Iraqi, bisa lihat di sini : http://www.islamport.com/b/3/alhadeeth/takhreej/ [2] As-Silsilah adh-Dahifah, Albani : 5/354. No. 2329 [3] Hadil Arwah ila Biladil Afrah, Ibnul Qayyim : 1/77-78 [4] Hadits ini disebutkan oleh Syeikh ‘Uthman bin Hasan bin Ahmad as-Syakir al-Khubawi al-Hanafi (w. 1241H) dalam kitabnya Durrah an-Nashihin mukasurat 64, namun beliau tidak menyebutkan sanad periwayatnnya dan sumber asalnya.

Setelah saya takhrij melalui lafaznya, awal matannya, Rowi a’lanya, maudhu’ (tema)-nya, dan shifatnya, dan semua metode takhrij telah saya lakukan, namun saya belum juga menemukannya. Maka saya tidak berani menghukuminya dhoif, maudhu’ atau pun sahih. Saya tawaqquf di sini.

Artikel ini ditulis oleh Ustadzah Shofiyyah An-Nuuriyah,  Sumber: Asy’ari research group: http://aswj-rg.blogspot.com/2013/12/seputar-isu-riwayat-kewafatan-nabi-saw.html

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker