Berita Irak

Teror ISIS Diprediksi Meningkat Beberapa Bulan Mendatang

LONDONSerangan teror ISIS ini akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Ada sebuah lembaga penelitian, IHS menyatakan bahwa ISIS telah kehilangan beberapa wilayah kekuasaannya di Irak dan Suriah dalam 18 bulan terakhir.

Semakin sempitnya wilayah ISIS, hal ini menyebabkan kelompok militan itu meningkatkan serangan teror terhadap sasaran sipil di Timur Tengah dan di Eropa. Serangan teror ISIS ini akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

“Sebagai khalifah ISIS telah menyusut dan menjadi semakin jelas bahwa proyek tata kelola mereka telah gagal, grup ini kembali memprioritaskan pemberontakan,” kata analis senior IHS dan pemimpin analis Monitor Konflik IHS, Columb Strack.

BACA JUGA:  Israel Tangkap Enam Badui Arab Pendukung ISIS

“Sebagai hasilnya, sayangnya kami memprediksi akan ada peningkatan serangan dengan korban massal dan sabotase infrastruktur ekonomi di Irak dan Suriah, serta lebih jauh lagi, termasuk Eropa,” sambungnya seperti dikutip dari Independent, Minggu (10/7/2016).

 

kehilangan wilayah aksi teror isis bakal meningkat C0N thumb - Teror ISIS Diprediksi Meningkat Beberapa Bulan Mendatang

Seperti sudah diketahui, pasca tentara Irak merebut kembali Fallujah, kelompok ekstrimis ISIS telah meningkatkan pemboman dengan sasaran teror terhadap kelompok Syiah. Sebelumnya, ISIS telah kehilangan wilayahnya di Ramadi dan kini mereka harus bersiap menghadapi pertempuran melawan pasukan Irak untuk mempertahankan kota Mosul.Pekan lalu, setidaknya 35 orang tewas dan lebih dari 60 terluka dalam serangan bunuh diri di tiga situs suci Syiah oleh ISIS. Beberapa orang bersenjata diduga telah menembaki pengikut Syiah yang merayakan Idul Fitri, yang menandai akhir bulan Ramadhan, di sebuah makam di Balad, 58 mil sebelah utara Baghdad.
BACA JUGA:  Pembantaian Yazidi, Kuburan Massal Yazidi Ditemukan di Sinjar

Sedangkan di Suriah, ISIS terus kehilangan wilayah setelah menghadapi pertempuran sengit melawan pasukan Suriah yang didukung oleh Rusia dan Iran. Mereka juga harus menghadapi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kelompok terbaru pemberontak Suriah yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS).  (al/sn)

 

Tags

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker