Opini Inspiratif

Terlambat Melawan Paham Wahabi, NKRI Bisa Menjadi Suriah

 Denny Siregar: Terlambat Melawan Paham Wahabi, NKRI Bisa Menjadi Suriah Kedua

Tetapi provokasi di tengah umat Islam Indonesia ketika itu membawa hasil di Sampang Madura, kaum Syiah diusir dari kampungnya setelah rumah-rumah mereka dibakar. Akhirnya mereka jadi pengungsi di Jawa Timur beberapa tahun, walaupnn kini mereka sudah kembali ke kampungnya. Hal ini terjadi seiring kesadaran umat Islam Sampang sehingga mau menerima kembali kaum Syiah pulang kampung.

 

 

Islam-Institute, ANAS VS ANNAS – Kalau seandainya di Indonesia, Umat Islam tidak cepat tanggap terhadap gejala-gejala Indonesia akan di-Suriahkan oleh aliansi gerakan radikal, maka Indonesia sudah berdarah-darah sejak tahun 2011. Ketika itu awal krisis Suriah, di Indonesia ikut-ikutan ramai membawa-bawa isu-isu sektarian di Suriah, Sunni VS Syiah,  ke dalam khutbah Jum’at.

Ketika itu, saat kita mengikuti ibadah shalat Jum’at, di beberapa masjid di Jabodetabek, jika khotibnya seorang Salafi Wahabi atau dari ustadz berpaham Wahabi lainnya, maka isi khutbahnya selalu membahas isu-isu Syiah yang katanya melakukan pembantaian di Suriah. Dan Syiah akan melakukan pembantaian juga di Indonesia. Rasanya aneh ketika mendengar khutbah Jum’at oleh para ustadz Wahabi tersebut, sebab Indonesia ketika itu aman, damai, dan kondusif. Lagi pula Syiah di Indonesia itu cuma seuprit jumlahnya, sangat tidak masuk akal jika mereka berani macam-macam, apalagi membuat pemberontakan berdarah.

Tetapi provokasi di tengah umat Islam Indonesia ketika itu membawa hasil di Sampang Madura, kaum Syiah diusir dari kampungnya setelah rumah-rumah mereka dibakar. Akhirnya mereka jadi pengungsi di Jawa Timur beberapa tahun, walaupnn kini mereka sudah kembali ke kampungnya. Hal ini terjadi seiring kesadaran umat Islam Sampang sehingga mau menerima kembali kaum Syiah pulang kampung.

BACA JUGA:  Website NUGL dan Jama'ah Su'ul Adab Ingin Hancurkan NU

Nah, berikut ini adalah tulisan Deny Siregar berkaitan gerakan kaum radikal di Indonesia yang terinspirasi konflik dan krisis Suriah. Deny Siregar memperingatkan agar Umat Islam dan pemerintah jangan sampai terlambat melawan perkembangan Paham Wahabi di Indonesia agar tidak menjadi Suriah kedua di masa mendatang.

Selamat mengikuti uneg-uneg Deny Siregar berikut ini….

****

GP Ansor NU menggalang gerakan dengan membentuk aliansi bernama ANAS atau Aliansi Nasional Toleran untuk melawan Gerakan ANNAS yang radikal dan ekstrim.

Melawan Paham Wahabi Oleh Deny Siregar

Nama samarannya Abu Ibrahim al-Raqqawi. Ia adalah seorang pemuda yang tinggal di Raqqa, salah satu kota di Suriah, yang dijadikan ibukota oleh gerakan teroris ISIS. Gelombang pengungsi Suriah terbanyak dari kota ini.

Ibrahim mendirikan gerakan diam bernama “Raqqa is Being Slaughtered Silently”, dia men-dokumentasikan kehidupan di Raqqa sesudah kota itu dikuasai ISIS dengan kamera videonya.

Ini bukan kerjaan main-main, karena banyak pemuda sepertinya yang tertangkap dan dieksekusi oleh ISIS. Apa yang dilakukan Ibrahim adalah memberi tahu kepada dunia tentang apa yang dilakukan ISIS ketika mereka menguasai suatu wilayah. Anda bisa melihat hasil-hasil videonya di youtube.

Inilah gerakan perlawanan yang dilakukan untuk melawan kezoliman ISIS oleh pemuda-pemuda Suriah. Ia melawan dengan caranya, dengan apa yang ia bisa lakukan. Dan berhasil. Video ini menggugah beberapa pemimpin dunia seperti Rusia dan Iran untuk membantu Suriah melawan ISIS.

Bentuk perlawanan yang sama sudah mulai terlihat di Indonesia, hanya modelnya masih berupa pencegahan. Menarik melihat model-model penyadaran kepada rakyat Indonesia tentang bahayanya ISIS dengan paham wahabinya.

Pemerintah menggandeng NU dan Muhammadiyah meluncurkan konsep “Islam Nusantara” sebagai bentuk antitesa dari Islam model arab yang banyak digadang oleh para Wahabi. Dedengkot NU seperti KH said agil siradj, Gus Mus dan Cak Nun turun gunung dan merapatkan barisan di dalam NU untuk mengedukasi warganya tentang bahaya wahabi dan ISIS. Pada hari Santri yang baru diresmikan, mereka juga menerjunkan santri-santri ke wilayah-wilayah perbatasan untuk menata kembali konsep Islam yang ramah sesudah peristiwa Tolikara dan Singkil.

BACA JUGA:  Militan ISIS Pulang ke Indonesia, Pemerintah Welcome Saja

GP Ansor NU-pun menggalang gerakan dengan membentuk aliansi bernama ANAS atau Aliansi Nasional Toleran. Ini tandingan dari gerakan intoleran yang menamakan diri mereka ANNAS atau Aliansi Nasional Anti Syiah, yang diwaspadai sebagai sebuah gerakan yang didanai Saudi untuk memecah NKRI dengan isu sektarian Sunni-Syiah seperti yang terjadi di Suriah.

Di medsos-pun bergerak perlawanan yang sama. Dalam skala internasional, puluhan hacker bergabung dalam kelompok bernama Anonymous untuk “membantai” situs-situs dan medsos yang mendukung ISIS. Mereka sudah menutup 20 ribu twitter yang mendukung ISIS, bahkan mereka berhasil mencuri data apa yang akan dilakukan ISIS kepada beberapa negara termasuk Indonesia. Salah satu data, akan ada penyerangan di sebuah masjid di Karawang oleh ISIS pada hari ini. Serangan tidak terjadi, kemungkinan karena bocornya data yang sudah disebarkan oleh Anonymous ke publik.

Selain Anonymous, aktivis-aktivis medsos di Indonesia juga berjuang melawan kaum Intoleran berpaham Wahabi dengan informasi dan edukasi tentang bahayanya paham mereka. Salah satu di antaranya adalah Permadi Arya dengan nama samaran ustad Abu Janda al-Boliwoudi, yang terkenal dengan parodinya. Ada juga seorang nasrani bernama Aleandro Joshua yang terketuk untuk menjaga keutuhan NKRI ini dari paham-paham intoleran. Selain itu ada nama Surya Hamidi yang sudah sejak lama bergelut melawan kebodohan dan fanatisme para wahabi melalui fesbuk.

BACA JUGA:  Kalah Perang di Suriah, WNI Anggota ISIS Pulang ke Indonesia

Di dunia website, muncul tandingan web radikal dengan nama yang dimiripkan, “Arrahmah (com)” yang selama ini menjadi sumber berita bagi kaum intoleran diplesetkan oleh web berita bernama “Arrahmahnews.com”. Sedangkan “Voa-Islam (com)” ditandingi oleh “Voa-Islamnews.com” dan pkspiyungan ditandingi oleh pkspuyengan. Mereka melakukan hal terbalik dari yang selama ini dilakukan website radikal.

Itulah model-model perlawanan di negara kita dengan satu tujuan, menjaga Indonesia dari kepentingan kelompok-kelompok yang ingin membawa api Suriah ke sini. Satu kesamaan dari mereka adalah mereka melakukan semua ini dengan kesadaran penuh untuk ikut menjaga NKRI. Tanpa bayaran, bahkan banyak mengeluarkan biaya dari kocek mereka sendiri. Dan mereka tidak akan berhasil tanpa bantuan pihak lain yang rajin men-share apa yang mereka lakukan sehingga tersebar dengan luas.

Kesadaran kita bersama-lah yang bisa menyelamatkan negeri ini. Kesadaran itu seperti rantai-rantai yang bertemu satu sama lainnya melindungi dari paham intoleran, kebodohan dan fanatisme yang juga mempunyai kekuatan yang sama. Tidak perlu melawan mereka dengan fisik dan kemarahan, tapi melawan dengan ciri khas Nusantara yaitu bully, parodi, satir, meme-memean cerdas dan menjaga diri dari menyebarkan info hoax yang menjadi andalan paham Wahabi.

Selamat berjuang, kawan. Nasib bangsa kita ditentukan oleh apa yang kamu lakukan pada hari ini.

Semoga kita tidak harus menjadi Abu Ibrahim al-Raqqawi yang setiap hari mempertaruhkan nyawanya demi mengembalikan kotanya yang tercinta seperti dulu saat mereka hidup dengan tenang dan damai. (AL/ARN/Sumber: Akun Facebook Denny Siregar)

Judul Asli: Melawan Paham Wahabi oleh Denny Siregar

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Terlambat Melawan Paham Wahabi, NKRI Bisa Menjadi Suriah
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker