Salafi Wahabi

Terbukti! Ustadz Firanda adalah Pembohong di Tengah Salafiyyin

DUSTA FIRANDA DITENGAH BADAI FITNAH YANG SEDANG MELANDA (bag:1)

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Hafizhahulloh

Selasa, 04 Januari 2011 05:35

Firanda memfitnah ulama ahlus sunnah

Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya.

mount 1 - Terbukti! Ustadz Firanda adalah Pembohong di Tengah Salafiyyin

Belum lama kita mendengarkan “haditsul ifk” Firanda yang menyebarkan fitnah dusta dengan mengatasnamakan Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Beliau meninggalkan kota Madinah dan menetap di Makkah karena diusir dari Madinah. “Subahanaka hadza buhtaanun ‘azhim”, betapa lancangnya anda berdusta atas nama seorang yang disebut oleh Imam Al-Albani sebagai “pembawa bendera al-jarhu wat-ta’dil” dizaman ini.

Mungkin dia berkata: bukan saya yang mengatakan itu, tapi saya hanya menukil.

Kami katakan: Anda terkena ucapan anda sendiri, bukankah anda sendiri menyebutkan dalam “buku fitnah” anda yang berjudul “lerai pertikaian sudahi permusuhan” sebagai berikut:

“Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, al-Adab al-Mufrad (no.324), demikian juga Ibnu Abid Dun-ya dalam kitabnya, ash-shamt (no.260), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih al-Adab (no.247), dari ‘Ali, ia berkata:

????????? ???????? ????????? ???????? ??????? ??????????? ??? ???????? ???????

“Pengucap perkataan dusta adalah sama dosanya dengan orang yang memanjangkan tali perkataan tersebut.”

Makna ucapan ‘Ali “yang memanjangkan tali perkataan tersebut”, yaitu menyebarkannya.”

(Dinukil dari buku fitnah Firanda, hal:26)

Tak lama setelah itu, ia kembali berulah di kota Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, dengan menyebarkan berita palsu berikutnya bahwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafizhahullah Ta’ala- menjelekkan Syaikh Abdurrazzaq Al-Abbad –Hafizhahullah-, yang menyebabkan Syaikh Abdullah Al-Bukhari marah besar kepadanya dan tidak memaafkannya hingga dia datang kerumah Beliau. Menurut berita dari Syaikh Al-Bukhari bahwa dia telah datang untuk meminta maaf,namun gelar “pendusta” tersebut masih saja Beliau sematkan kepada hamba Allah yang satu ini, dan gelar itu memang pantas disematkan kepadanya. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah.

Anehnya, Firanda menyebutkan dalam buku fitnahnya (hal:32), ia berkata:

“Ada sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya.Tidak peduli dengan apa yang diucapkannya.Tidak peduli siapapun yang sedang ia ghibah, yang ia bicarakan, yang ia rendahkan, yang ia jatuhkan harga dirinya.”

(Buku fitnah Firanda:32)

Benar apa yang anda katakan, terlebih lagi kalau yang sedang dibicarakan itu seorang ulama senior yang dikenal sebagai pembela sunnah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, dan pembela manhaj salafi, semisal Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala.Al-Hafizh Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

banner 2 2 - Terbukti! Ustadz Firanda adalah Pembohong di Tengah Salafiyyin

???? ?? ??? ????? ???? ????? ??????? ?????? ??? ????? ?????? ?? ????? ?? ???? ??????? ?????? ????? ???? ?? ??? ????? ???????? ?????? ??? ?? ???? ????? ?? ??????? ?????? ???? ???? ??? ???? ???? ????? ?????? ????? ??????? ?? ???? ?? ?????? ???? ?? ?????? ???? ????

“Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kami dan kalian untuk menggapai ridha-Nya dan menjadikan kami dan kalian termasuk orang- orang yang takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya- bahwa sesungguhnya daging para ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah ‘azza wajalla, dalam membongkar kedok orang- orang yang merendahkannya adalah hal yang telah dimaklumi, dan barangsiapa yang melontarkan ucapannya dengan menjelekkan para ulama, maka Allah ‘azza wajalla, menghukumnya sebelum dia mati dengan kematian hatinya, hendaknya berhati- hati orang- orang yang menyelisihi perintahnya akan tertimpa fitnah atau tertimpa azab yang pedih.”

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah:

?? ????? ???????? ???? ????? ??? ????? ???????? ???? ????? ??? ????? ???????? ???? ??????

“Barangsiapa yang merendahkan para ulama maka hilang akhiratnya, dan siapa yang merendahkan penguasa maka hilang dunianya, dan siapa yang merendahkan saudaranya maka hilang harga dirinya.”

Berkata Ahmad bin Adzro’I rahimahullah:

??????? ?? ??? ????? ?? ???? ??????? ?? ????? ??????

“Mecela para ulama terkhusus yang senior dikalangan mereka termasuk dosa besar.”

Berkata Malik bin Dinar:

??? ?????? ??? ??? ???? ????? ??? ??? ?? ????????

“Cukuplah kejahatan bagi seseorang yang menunjukkan dia bukan orang saleh tatkala dia merendahkan orang- orang saleh.”

Syaikh Abdul Aziz Sadhan –hafizhahullah- berkata:

“Berhati-hatilah dari sifat lancang dengan lisan dan telunjuknya terhadap lembaran hidup para ulama, dan berusaha memperburuk citra mereka atau menyebarkan berbagai tuduhan atas mereka.Sebab hal itu akan membuka pintu kejahatan yang lebar, yang dapat menyeretnya kepada kerusakan dan membuat kerusakan baik secara hakiki maupun secara maknawi, bukan hanya menimpa yang mengucapkannya saja, namun menyebabkan rusaknya seluruh masyarakat.Untuk menjelaskan bahayanya perkara ini dikatakan bahwa: sesungguhnya merendahkan para ulama dan meremehkan mereka, lebih besar dosa dan kejahatannya dibanding merendahkan selain mereka. Sebab merendahkan para ulama bukan hanya sekedar merendahkan pribadinya saja, namun mengarah kepada sikap merendahkan apa yang mereka bawa berupa ilmu, dan apa yang mereka miliki dari agama dan akhlaq.Oleh karenanya, dikhawatirkan atas orang yang merendahkan para ulama akan ditimpa hukuman yang disegerakan, disebabkan buruknya perbuatan dan kejahatannya.”

(Manzilatul ulama,Syaikh As-Sadhan,hal:33)

Lalu beliau menyebutkan salah satu bentuk merendahkan para ulama:

“mengotori lisannya dengan meng-ghibah mereka atau tidak membela kehormatan mereka tatkala dighibahi, dan musibah yang terbesar adalah tatkala seseorang merasa nikmat dengan merusak kehormatan mereka baik dengan ucapan, pendengaran atau menunjukkan tanda menerima. Perbuatan ini menunjukkan keburukan hati dan kejelekan maksud, bagaimana mungkin dia menghalalkan dirinya untuk melakukan perbuatan yang kotor itu. Meng-ghibah seorang muslim adalah haram berdasarkan nash al-Qur’an

????? ???????? ?????????? ???????

“Dan jangan sebagian kalian mengghibah sebagian lainnya.”

(QS.Al-Hujurat:12)

Sebab seorang muslim yang tidak berilmu memiliki kemuliaan dengan sebab islam, lalu bagaimana dengan seorang alim yang kedudukannya jauh lebih mulia dibanding yang lain, dengan kemuliaan ilmunya dan besar manfaatnya?.”

(Manzilatul ulama:55)

Namun ternyata kebiasaan berdusta Firanda tidak juga berhenti, dan gelar yang telah dilekatkan kepadanya tidak membuatnya jera dan bertaubat kepada Allah ‘azza wajalla, bahkan masih saja terus menyebarkan fitnah dan dusta.

(Bersambung insya Allah…. Dengan judul: SIAPA YANG MEYEMBUNYIKAN FATWA?)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

54 thoughts on “Terbukti! Ustadz Firanda adalah Pembohong di Tengah Salafiyyin”

  1. Kabar Gembira dan sangat mengesankan -Wahabi Merampok bank dan membunuh orang diBandung – di Karawang – di Purwakarta – di Bogor = dalam waktu yang bersamaan Hasil Rampokan itu dipakai untuk BERJIHAD – dengan membom atau membunuh Orang yang tidak sefaham dengan Alirannya.WAHABI itu nglunjak , jangan selalu di mpanin sama keramahan –ayo bangun jangan ngorok terus.
    wassalam.

  2. Hal ini , sudah kami sampaikan pula pada

    Ustadz Firanda di-“kritik” lewat tulisan pada

    Ustadz Abu Qotadah di-“kritik” lewat tulisan pada

    Begitu pula dapat kita lihat perbedaan pemahaman dalam tulisan pada

    Inilah contoh perselisihan antara Salafy Wahhabi (berpusat di wilayah kerajaan dinasti Saudi) dengan Salafy Turotsi.
    Hal ini telah kami sampaikan dalam tulisan pada

    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/15/peta-salafy/

    Wassalam

  3. Ping-balik: Wah, Ustadz Firanda Tuduh Ustadz Salafiyyin Sembunyikan fatwa « UMMATI PRESS
  4. @ mz
    saya blm begitu ngerti jenis-jenis salafy… tapi kalo yang ada di artikel kan pasti sama, karena yang berselisih guru dengan muridnya, misalnya ust firanda dan syekhnya sama2 salafy turots, atau sama2 salafy wahaby… kalo saya sih sederhana aja… ini kan cuma menunjukkan kalo akhlak tidak diutamakan dalam salafy… padahal Rasulullah SAAW diutus itu untuk menyempurnakan akhlak… Pendahulunya aja dulu pernah bentak2 Nabi SAAW…” wahai Nabi, berbuat adillah… ” maka gak heran pengikutnya juga kayak gitu… Ibn Taimiyah juga begitu, menyelisihi jamaah muslimin, buku2nya dan kata2nya jauh dari akhlak mulia, Ibn Abd Wahab juga begitu… Dalam menuntut ilmu kan, bukan hanya ilmu nya doank dalam arti bacaan/cerita yang kita cari, tetapi kita juga mencari pemahaman, hikmah dan barokah dari guru agar semua ilmu yang ada pada guru kita bisa kita serap dan nanti kita pasti ditambah lagi ilmunya oleh Allah SWT. Karena itu kalo kita berguru juga kita harus berakhlak sama guru kita… Kalo di salafy/wahaby, gatau ya gmn… kenyataannya gurunya aja ditelikung… Kalo begitu ya…paling (kira-2)… cuma 20 % aja ilmu yang didapet yaitu yang diomongin sama yang dibaca aja, nanti dia punya murid, juga cuma nurunin ilmunya 20 %, teruuusss… lama2 makin gada ilmunya deh…Emang bener kata orang2… ngaji salafy bukan tambah bagus … ga dapet ilmu malah akhlak tambah rusak….

    1. yah paling tidak jadi penyeimbanglah mas , wahabiyyun begitu gencar menyesatkan Ummat , minimal kita berikan berita berimbanglah, ok the salt asin yang nyentrik…? emang capek juga sih ngeladenin wahabiyyun , maklum wahabiyyun kan berasa dari arab Badui yang paling ngeyel sih, he he he.

  5. saya tidak bisa menghindarkan diri saya dari berprasangka bahwa utadz salafy tobat memunculkan persoalan ini karena hujjah2nya tlah dibabat habis oleh utadz Firanda. jika salafy tobat memang tidak kalah hujjahnya, tentunya beiau hanya akan fokus pada diskusi saja, tidak mnyimpang darinya. jika niat dari memunculkan persoalan ini adalah untuk menunjukkan kbnaran, smstinya beliau nukil juga perkataan pembelaan dari ustadz firanda tntang tuduhan utadz abu karimah pada beliau.

    tapi tidak demikian. yang diinginkan oleh salafy tobat hanyalah ingin mnunjukkan bahwa lawan debatnya tidak pantas untuk diambil kata2nya, sekalipun prkataan itu telah membabat habis hujjah2nya.

    “kalo tidak bisa menjatuhkan lawan, bunuh dulu kudanya” adalah istilah yang pas buat salafy tobat atas kelicikannya.

  6. kalo ga salah, abu hannan juga ngefans ama firanda ya…
    Salafy kacau balau
    saling hujat sesama salafy
    bahkan yg sekaliber ibnu taymiyyah pun kena hujat salafy
    terus kita mau diajak masuk golongan yg kacau balau ky gitu?
    Ogah ah..

  7. Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
    Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

    Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
    Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

    Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
    Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

    Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
    Akupun dihujat sebagai Wahabi
    Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

    Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi
    Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

    Ketika aku tanya apa itu Wahabi…?
    Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
    Ketika ku tanya siapa itu wahabi…?
    merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali

    Tapi…!
    Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

    Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam … Maka akulah pahlawan Wahabi !

    Ada yang bilang.…. Kalau pengikut setia Ahmad shallallahu ‘alaihi wa sallam digelari Wahabi, maka aku mengaku sebagai Wahabi.
    Ada yang bilang….. Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu sedang memujimu, Pujian dalam hujatan….!

    Oleh: Ahmad Zainuddin

    1. puisinya bagus, tapi tidak cocok untuk wahabi, karena kenyataannanya wahabi berpahaman agama yang dangkal, sehingga tidak mengerti ilmu agama yang sesungguhnya. berbeda dengan kelompok ahlussunah Karena kelompok asy ari dan maturidi beserta pengikut imam mazhab yang dituduh sesat oleh wahabi adalah kelompok ahlussunah wal jamaah yang sesuai dengan Alquran dan hadist serta manhaj salaf. Sedangkan wahabi mengaku mengikuti Alquran dan sunnah sebatas teks karena mereka berkaidah mengambil lahiriyah makna Alquran dan sunnah berbeda dengan kelompok Ahlussunah yang mengikuti makna Alquran dan sunnah yang sesungguhnya yaitu sesuai konsteks dan makna sebenarnya.

  8. Surga n abu fathimah@

    Kalian akhirnya pasrah, tapi pasrahnya salah kaprah. Kepasrahan yg seperti itu sungguh-sungguh menghina golonganmumu dan diri sendiri sebab kenyataan dan fakta tidak seperti itu. Puisi seperti itu tidak membawa arti sebab tidak sesuai kenyataan.

      1. abu fathimah@

        Yang ana maksud, pengakuan Wahabi seperti itu tidak sesuai kenyataan. Wahabi adalah sumber perpecahan dalam tubuh ummat Islam. Demikianlah kenyataannya. Sayangnnya kalian tidak bisa merasakan hal ini, justru yg kalian rasakan adalah merasa sebagai pihak satu-satunya pembawa kebenaran. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Bisa dibilang ini adalah taqdir bagi kalian, beruntunglah bagi sebagian kalian yg menyadarinya dan segera bertobat dari kubangan fitnah Wahabi.

  9. Assalamualaikum,,
    Mas Admin Tolong Berikan Komentar Terhadap Tulisan Yg Panjang Ini Dari Org Salafi,
    Ane Mohon Jawaban dan Bantahannya, Dari Blogg Ummati Ini,,
    Nih Dia Catatannya Mas Admin :

    #
    2. Akh HAmid Rasyidi berkata : “ust firanda jg pernah dikafirin ama salafi/wahabi lain.. sesama wahabi kok berantem.. jd bingung nih..”

    Ana (Andi Priyatno) berkata :
    >> Siapa dan di mana Ustadz Firanda dikafirkan??? Buktikan..!
    >> Kalau memang antum pernah melihat ustadz firanda dikafirkan, Apa benar yang mengkafirkan itu benar2 salafy??? atau hanya orang2 yang “MENGAKU-NGAKU” salafy…atauuuu orang yang MIRIP2 salafu tapi BUKAN salafy…!!!|

    Ketahuilah…! Banyak yang nggak paham salafy yang sebenarnya..! Orang2 bodoh dan awam banyak yang “PUKUL RATA”… semua dibilang wahabi…
    contoh…
    ~ osama bin laden (yang jelas2 berpaham khawarij) di bilang wahabi..!!! (padahal khabarnya FPI mengadakan acara Doa untuk wafatnya Osama Bin Laden)

    ~ Sufi di Thaliban juga di bilang wahabi..!!!?

    ~ Pengikut Sayyid Quthb di bilang wahabi…!!

    ~ PKS pun dibilang wahabi..!

    ~ Belum lagi tentang Imam samudra, Amrozi, dkk serta pelaku bom dibilang wahabi. (padahal Manhaj Salaf melarang memberontak pemerintah yang sah, demonstrasi dsb…apalagi nge-bom)

    ~ Bahkan Akh Arya Ferdiyansyah juga MENGAKU-NGAKU aktivis Salafy (http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1994015739656&id=1521315588)

    >> Ini bukti2 pernyataan ana di atas
    => http://kaahil.wordpress.com/2010/05/11/kegagalan-dalam-membedakan-wahabi-salafy-osama-bin-laden-sufi-thaliban-dan-pengikut-sayyid-qutb/
    => http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/05/pks-memang-bukan-wahabi.html
    => http://pkspiyungan.blogspot.com/2008/10/gara-gara-iklan-ipnu-tuding-pks-wahabi.html
    =>

    JADI, ana pertanyakan komentar akh Hamid Rosyidi, apa benar yang saling mengkafirkan itu sesama salafy (wahabi)???. Atau antum yang nggak paham, bahwa itu adalah saling membantah antara salafy dengan Ahlul Bid’ah (yang MENGAKU2 salafi) ATAU dengan Ahlul Bid’ah YANG JUGA DITUDUH orang awam sebagai wahabi..????Lihat Selengkapnya
    11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1 orangGugus Gustian menyukai ini.
    #
    Andi Priyatno
    ?3. Tentang komentar antum yang intinya ada orang2 salafy yang komentar kasar, dsb
    ana jawab : Benar, anapun pernah melihat seperti itu, namun apakah itu berarti menentukan bahwa Manhaj Salaf mengajarkan seperti itu???

    Kalla Tsumma Kalla..!

    …MANHAJ SALAF BERLEPAS DARI ITU SEMUA…!

    Analoginya, apa yang antum katakan jika ana bercerita bahwa ada para jemaah pengajian MR dan pengikut habaib-habai yang habis maulidan melakukan pelecehan, merokok, dan menbuat onar di sekita rumah ana..! dan kemudian ana bilang bahwa ini diajarkan sama habib-nya??? pasti antum nggak setuju dengan pernyataan ana…!
    jika ada orang Islam yg nge-bom, apak Ajaran Islam membenarkan seperti itu???

    Semoga Antum Paham dengan penejlasan ringkas ini.
    JIka antum tidak paham juga… Maka Demi Allah, Ana tidak punya cara lain untuk membuat antum paham…! Waffaqokallah…Lihat Selengkapnya
    11 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2 orangAnda dan Gugus Gustian menyukai ini.
    #
    Andi Priyatno
    ?4. TERAKHIR, inilah komentar dari ini yang mungkin lebih pantas untuk ditanggapi oleh antum semua, karena lenih sesuai dengan postingan akh Gugus di atas yg masih berhubungan dengan materi Asma was shifat….
    untuk akh Arya Ferdiyansyah yan…g berkomentar di atas bahwa salafy itu menyatakan Allah punya tempat dan salafy itu berpaham Tajsim seperti di sini (http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1991532997589&id=1521315588)

    Ana Jawab :
    Terlihat antum benar2 Tidak membaca Tautan Akh Gugus yang berisi PEnjelasan Ust Firanda di atas tentang Asma was shifat khususnya tentang perkara Istiwa’…. Atau antum sudah membacanya Namun Allah belum memberikan antum taufiq untuk paham dengan tulisan tersebut di atas.
    INGAT, hingga detik ini BELUM ADA kalangan (yang mengaku2) Habib atau Abu salafy sendiri yang memapu membantah tulisan Ustadz Firanda… Dan lihat artikel terkait di web ustadz Firanda, beliau bahkan menantang diskusi Langsung dengan abu salafy dan pemilik web salafytobat, namun hingga kini belum ada jawaban..!
    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/113-sekali-lagi-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-bag-2 => Dan InsyaAllah, Kumpulan bantahan untuk Abu Salafy dan salafytobat akan terbit dalam sebuah buku..!!!

    Hanya saja, ana sedikit ingin memberikan penjelasan bahwa Manhaj Salaf dalam memahami Asma Was Shifat…

    1> Kami beriman bahwa Allah Mendengar, berbicara(berfirman), melihat…Kenapa?
    Karena itu tersebut di dalam Nash Al-qur’an dan Hadits..!
    Tapiii… Kita TIDAK BOLEH menyamakan Allah dengan MakhlukNya…!!!
    Allah mendengar, tapi sifat mendengar Allah BERBEDA dengan sifat mendengar Makhluk,
    Allah Melihat, tapi Sifat melihat Allah BERBEDA dengan sifat melihat Makhluk,
    Allah Berbicara, tapi Sifat Berbicara Allah BERBEDA dengan sifat Berbicara Makhluk,

    2> KAmi beriman bahwa Allah Beristiwa di atas Arsy di atas Langit…. Kenapa???
    Karena itu tersebut di dalam Nash Al-qur’an dan Hadits..!!!
    Tapiii… Kita TIDAK BOLEH menyamakan Allah dengan MakhlukNya…!!!
    Allah Beristiwa(bersemayam) di atas langit,
    tapi…
    ~ TIDAK SAMA dengan makhluk yang sedang bersemayam atau duduk..! BERBEDA..!!
    tapi…
    ~ TIDAK BOLEH bertanya dengan pertanyaan “bagaimana” “visualisasi” “bentuk/gambaran”,dsb..!
    tapi…
    ~ TIDAK BOLEH benranggapan bahwa Allah butuh dengan Arsy, karena Allah bersemayam di Arsy adalah kehendak Allh, BUKAN karena Dia butuh dengan Arsy.
    Dan TIDAk semua yang di atas itu butuh dengan yg di bawah…=>”LAngit berada di atas Bumi”=> Apakah langit butuh dengan Bumi…???

    demikian penjelasan ringkas dari ana, gunakan kaedah di atas untuk shifat2 lainnya seperti Wajah, tangan dsb…!!!

    Fa tabiruu yaa Ulil Abshaar…!Lihat Selengkapnya
    11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
    #
    Andi Priyatno
    Afwan jiddan, tambahan….
    Akh Arya berkata bahwa Manhaj Salaf(salafy) adalah warisan Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdulwahab… (http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1991532997589&id=1521315588)

    Ana nggak tahu, siapa yang meng…ajarkan antum bicara seperti ini. Semoga kita bisa bertemu langsung di SMk 26 tercinta untuk diskusi langsung…

    Hmm.. Thoyyib… Ana jelaskan ringkas,

    >> Anggap saja (sekali lagi: “anggap saja”),
    anggap bahwa manusia yang bernama Ibnu Taimiyyah itu tidak ada di permukaan bumi…
    Anggap saja Manusia yang bernama Muhammad bin Abdul wahab tak pernah ada dalam sejarah ummat manusia….

    Tetap saja Aqidah Islam yang Shahih ( Ahlussunnah wal Jama’ah) menyatakan, bahwa;
    ALLAH BERADA DI ATAS ARSY => Inilah aqidah Rasulullah dan para shahabat, tabi’in, imam 4 mazhab dan penerusnya dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah sebelum lahirnya ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab…
    Karena Para Ulama abad ke 1,2,3 SEMUANYA SEPAKAT BAHWA ALLAH BERADA DI ATAS LANGIT DI ARSY
    >> lihat pernyataan Ulama kita yg hidup lebih dari 1000 tahun lalu beserta SCAN KITAB ASLINYA di sini :
    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs#comment-1462
    http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2962-di-manakah-allah-3.html
    ~ iMAM 4 mAZHAB pUN SEPAKAT BAHWA ALLAH DI ATAS ARSY
    http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2973-di-manakah-allah-4.html

    >> Anggap saja (sekali lagi: “anggap saja”),
    anggap bahwa manusia yang bernama Ibnu Taimiyyah itu tidak ada di permukaan bumi…
    Anggap saja Manusia yang bernama Muhammad bin Abdul wahab tak pernah ada dalam sejarah ummat manusia….

    Tetap saja Aqidah Islam yang Shahih ( Ahlussunnah wal Jama’ah) menyatakan, bahwa;
    ~> Tetap saja Ilmu Kalam dilarang dipelajari berdasarkan ULama Mazhab termasuk Imam Syafi’i
    http://fatwasyafiiyah.blogspot.com/2009/10/perkataan-imam-syafii-dan-lainya.html

    ~> Tetap saja Ilmu tasawuf DILARANG oleh ulama Jauuuuh sebelum lahirnya Ibnu Taiymiyyah.
    http://muslim.or.id/manhaj/sufi-benarkah-ajaran-nabi.html

    ~> Tetap saja mAULID NABI adalah Bid’ah Dholalah
    http://muslim.or.id/manhaj/kumpulan-penjelasan-mengenai-perayaan-maulid-nabi.html
    Dan lain2

    ****

    Mungkin antum akan berkata : ah cuma copas..! cuma belajar dari internet..! nanya sama ust google..! dll…

    => sekarang kalau para da’i sudah membuat ribuan kitab kuning (tulisan para ulama) yg kita kenal dengan Maktabah Syamilah, lalu tulisan dalam software tsb ana copy-paste di komentar ini…apa dilarang juga???
    => Sekarang kalau MUI, DEPAG buat al-Qur’an Digital, lalu ana copas ayat dan posting di sini untuk bantah antum, apakah dilarang???
    => kalau ana buat artikel ngetik sendiri, ana posting di web pribadi ana (www.rohisonline.com), lalu ana copas hasil tulisan tersebut apakah dilarang juga???
    => Sekarang kalau salah seorang guru yang pernah mengajari ana Agama masih hidup(yaitu Habib Hasan bin Ahmad al Mahdaly rahimahullah) beliau masih hidup, Yang InsyaAllah sanad Nasab dan sanad guru/ilmu nya jelas… lalu menulis di blog, dan ana copas di sini.. apakah dilarang juga???

    Waffaqokumullah…

  10. barang siapa yang diberikan petunjuk oleh ALLAH maka tdk ada seorang pun yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang di sesatkan oleh ALLAH maka tdk ada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk.

  11. Kata teman-temannya sesama salafy memang Firanda itu pendusta kok, kalau ini sih bukan isu tapi fakta. Teman-temannya yang cerita di blog-blog mereka, banyak bertebaran di internet. Pasti benar itu sebab yg cerita it banyak kok, bukan cerita satu orang saja.

  12. Konsepsi alam semesta versi ustdaz Firanda.
    Dalam tulisannya “Mengungkap tipu muslihat abu Salafi cs.” Dengan terbata-bata ustadz Firanda berusaha untuk mendefinisikan alam semesta menurut persepsinya. Marilah kita simak sejenak.
    1) Bahwa menurut pendapatnya, deskripsi mengenai ketinggian, dibagi kedalam dua pengertian, yaitu:
    a) Tinggi relatif, seperti halnya lantai 6 lebih tinggi dari lantai 4.
    b) Tinggi mutlak, adalah ketinggian kearah atas. Jadi semakin keatas, semakin tinggi.
    2) Oleh sebab langit senantiasa harus berada diatas, maka dimanapun kita berada, atau sipengamat berada, maka langit itu harus senantiasa berada diatas kita. Jadi, langit yang berada disebelah utara, selatan, barat, timur, maupun bawah sipengamat, harus difahami sebagai atas.
    3) Apa yang berada dialam wujud itu hanya ada dua, yaitu:
    a) Kholiq (yaitu Allah), dan
    b) Alam semesta (yaitu seluruh mahluk)
    Dan bagian alam yang paling tinggi adalah langit ketujuh, dan Allah berada diatas langit ketujuh. Oleh sebab batas tertinggi alam semesta itu langit ketujuh, maka Allah itu berada diluar alam semesta.
    Oleh sebab Firanda ini hanya seorang ustadz yang tidak faham azas-azas geometri apalagi geofisika, maka beginilah jadinya. Ada atas relatif dan atas mutlak. Kemudian kiri, kanan, depan belakang, dan bawah harus jadi atas. Tidak perduli menabrak kaidah-kaidah baku atau nalar mengenai orientasi ruang.
    Pertama dia sampaikan bahwa Allah berada dialam wujud bersama dengan mahluk ciptaannya, kemudian ia berpaling lagi. Dan mengatakan bahwa Allah berada diluar alam wujud. Allah berada diluar langit ketujuh.
    Kendati bulat beulit pabaliut, masih ada yang menyampaikan kekagumannya atas uraian ustadz yang sangat “ilmiyah”
    Oleh sebab itu bapak ustadz Firanda, jangan “sok tahu”. Serahkanlah segala sesuatu itu pada ahlinya. Kalau tidak, tunggulah kehancurannya. Begitu kan. Wallahu ‘alam

  13. setiap muslim, kalau menasehati saudaranya sebaiknya berdua…, dan menasehati dengan cara yang baik, saya selaku orang awam, sedih melihat etika para orang yang mengaku berilmu, tapi buruk akhlak…, bagi penulis artikel ini saya nasehatkan dengan hak islam. nasehatilah saudara anda dengan cara yang benar… apakah benar cara antum menasehati saudaramu dengan membuka keburukannya (kalupun benar saudaramu yang salah) dengan cara seperti ini.. kata nya salafi.. kok akhlaknya seperti orang jahiliyah…. tolong dong antar syaik aja kalau berbeda pendapat ndak saling memusuhi… kenapa antum mencaci saudaranya dengan cara yg taj patut…

    1. salafi wahabi mempromosikan diri sebagai satu2nya golongan yang masuk surga… nah dari artikel di atas, terjadi perselisihan antara ustad firanda dan gurunya, syekh di madinah, kira2 golongan yang masuk surga itu golongan ustad firanda atau syekhnya ya?? he..he.. bingung nih

  14. ALLAH SAKIT, LUPA, WAJAHNYA RUBAK, MEMILIKI TANGAN…?

    @ arya sanjaya

    Bagaimana penganut Asma Was Shifat versi wahabi atau kaum muyabbih mujassim dalam memahami ayat-2 atau hadits-2 dibawah ini?

    “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah ayat :115)

    ”Nasuullaha fanasiahum” (mereka melupakan Allah maka Allah pun lupa dengan mereka) dan ayat : ”Innaa nasiinaakum”. (sungguh kami telah lupa pada kalian QS Assajdah 14). (QS Attaubah:67)

    ”Mereka yg berbai’at padamu sungguh mereka telah berbai’at pada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka” (QS Al Fath 10)

    ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits no.2569)

    ”Barangsiapa memusuhi waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada Ku dengan hal hal yang fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal hal yang sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi matanya yang ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memerangi, dan kakinya yang ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya….” (shahih Bukhari hadits no.6137)

    Dan ini………………………..

    “Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya laksana lampion (misykat) yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur juga tidak di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. An-Nur 35).

  15. Apa persepsi kita mengenai “Cahaya diatas cahaya” (QS An-Nur 35).
    Dalam rumus fisikanya adalah c2, atau kwadrat kecepatan cahaya.

    Apakah itu? Marilah kita bermain angka sebentar.

    Coba anda tulis pada excel “=300000^300000”
    Maka yang terbaca adalah tulisan #NUM!

    Artinya sebuah komputer modernpun tidak sanggup menjabarkan kwadrat kecepatan cahaya. Tidak peduli itu Windows 32 atau 64 bit, Core 2 Duo atau Quad Core. Tetap tidak akan sanggup menuliskannya dengan benar.

    Dengan teknik lain, maka ditemukan nilainya adalah:
    Sebuah nilai super-super kolosal, yaitu 205.891.132.094.649 yang diikuti dengan 1.500 buah angka nol dibelakangnya. SubhanAllah.

    Masih belum dapat mengikutinya?
    Cari tahu berapa besar luas alam semesta sekarang ini.
    Cari tahu berapa ratus milyar galaksi dialam semesta ini
    Cari tahu berapa milyar bintang disetiap galaksi
    Cari tahu berapa ratus milyar planet disetiap galaksi

    Maka anda akan mengingkap sedikit, sangat sedikit rahasia Allah tentang alam semesta, serta indahnya teka-teki Allah mengenai permainan angka dalam al Qur’an.
    SubhanAllah.

    Tidak sekedar asma wal shifat dul…..

    Iqra…iqra….., Bukan taqlid wal jumud.

  16. al albani dijadikan rujukan, kata belia al albani sendiri ketika ditanya” datangkan kepada kami 10 hadis dengan sanadnya yang tuan hafal” maka beliau menjawab.” saya bukan ahli hadis yang huffadh namun aku adalah muhaddis kutubi.?
    lah dalah … kepriben akang. lha kok sebagai juru “jarh wat ta’dill…? aya’aya’ wae.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker