Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Irak

Tentara Koalisi di Irak Bergabung dalam Pertempuran Melawan ISIS

3.000 Tentara Irak yang Dilatih dan Dipersenjatai oleh Koalisi

Tentara Irak yang dilatih oleh koalisi pimpinan AS telah bergabung dalam medan pertempuran untuk pertama kalinya, ujar seorang juru bicara Pentagon, pada Kamis 23/7. Mereka bertempur melawan ISIS untuk mengambil alih Kota Ramadi.

“Sebanyak 3.000” tentara Irak yang dilatih dan dipersenjatai oleh koalisi mengambil bagian dalam operasi yang sedang berlangsung untuk merebut kembali Ramadi, ibukota provinsi Anbar, kata Kolonel Steven Warren.

BACA JUGA:  Lebih 250 Personel Militer Inggris Dikirim ke Irak

“Kami sangat puas mendengar perkembangan ini,” Ucapnya kepada wartawan di Baghdad saat kunjungan Menteri Pertahanan AS Ashton Carter.

 

Sementara itu, masih ada 9.000 tentara Irak yang telah dilatih oleh pasukan asing belum dikirim untuk berperang melawan ISIS.

Partisipasi mereka dalam operasi terhadap ISIS, yang menguasai sebagian besar Anbar serta kota kedua Irak Mosul, merupakan tahap penting dalam strategi AS dalam memerangi kelompok tersebut.
Washington memiliki sekitar 3.500 tentara yang dikerahkan di Irak untuk memberikan nasihat dan melatih pasukan pemerintah dalam upaya mereka untuk merebut kembali tanah mereka yang diambil alih ISIS setahun yang lalu.

BACA JUGA:  Parlemen Irak Gugat Riyadh Atas Tragedi Mina

Strategi Presiden AS Barack Obama dalam menangani ISIS telah dikritik serta dinilai tidak efektif, baik di dalam negeri maupun di Irak.

ISIS dalam waktu dua tahun telah meningkat menjadi organisasi jihad yang paling kuat di dunia dan mendatangkan malapetaka di beberapa negara di Timur Tengah dan sekitarnya. (ef/alarabiya)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker