Uncategorized

TENTANG TRAGEDI MINA, MENGAPA CUCI TANGAN?

UmmatuPress.com – Jakarta – Tragedi Mina di musim haji tahun ini, seakan semakin melengkapi berbagai peristiwa pahit terjadi di Arab Saudi. Karena tidak lama sebelum peristiwa ini, kaum muslimin juga disedihkan akibat adanya peristiwa jatuhnya crane di lokasi Masjidil Haram, yang merenggut banyak nyawa.

Insiden Mina kali ini bahkan merenggut ratusan nyawa jamaah yang hendak atau telah selesai melaksanakan ritual lempar jumrah. Namun naga-naganya, sikap pemerintah Saudi sendiri seakan lepas tangan dari tanggung jawab, kebanyakan mereka melempar kesalahan ; dan menyatakan ‘kesalahan’ itu adalah kesalahan Tuhan karena takdirnya. Sebagian menyalahkan jamaah karena tidak disiplin, pemeritah Saudi sendiri segera menyatakan, bahwa petugas lapangan yang harus bertanggungjawab karena lalai, namun sebagian menilai tragedi disebabkan oleh ketidaksiapan pemerintah Saudi dalam menyambut para tamu Allah dengan penyambutan yang semestinya.

Coba kita lihat beberapa pernyataan berikut ini;

REPUBLIKA.CO.ID, pada 25 September 2015, menulis pernyataan Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khaled al-Falih yang mengatakan kepada televisi El-Ekhbariya, “jika para peziarah mengikuti petunjuk, jenis kecelakaan seperti ini bisa dihindari.”

Kita patut bertanya, jenis petunjuk apa yang ia kehendaki? sebab mereka justru celaka di jalan 204 Mina itu karena mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas yang saat itu sedang bertugas, yaitu para Askar yang menutup jalan seharusnya, dengan membelokkan mereka menuju jalur yang tidak seharusnya. jadi kesalahan peziarahkah? Dimana letak tanggungjawab dari pernyataan menteri kesehatan di atas itu? tidak ada!

Bahkan pernyataan tersebut bertentangan dengan beberapa pernyataan berikut:

Semacam tumbukan – Yusuf Ibrahim Yakasai, BBC Hausa Service

“Seorang saksi yang berhasil selamat dari insiden itu mengatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah keamanan Saudi menutup salah satu jalan menuju Jamarat (tempat melempar jumrah).

Hal ini terjadi ketika ribuan jemaah dari berbagai negara, seperti Iran, Kamerun, Ghana, dan Niger, akan melempar jumrah. Maka, mereka yang baru selesai melempar batu kembali ke arah yang sama, beradu dengan jemaah yang baru akan melempar batu.

Ada tabrakan antara dua kelompok yang bergerak ke arah berlawanan di jalan yang sama. Mereka yang terjebak di tengahlah yang paling terkena.” (Sumber Kompas.com http://internasional.kompas.com/read/2015/).

Kenapa jalan ditutup?

Kemungkinan ini jawabannya, seperti yang ditemukan di kompas.com berikut;

Jalan ditutup karena Raja Saudi berhaji – dokter Inggris yang tak mau disebut namanya
“Semalam saya baru kembali dari Muzdalifa ke Jamarat bersama keluarga saya naik kereta. Kami tiba di stasiun lebih dulu daripada yang lain dan keretanya tertunda. Akhirnya ada banyak orang berkumpul di stasiun. Ketika kereta tiba pada pukul 02.00 pagi, terjadi kekacauan saat jemaah yang lelah berusaha naik.

Dalam perjalanan, kereta berhenti di suatu tempat, entah di mana, selama setengah jam. Orang-orang mulai resah dan beberapa berusaha membuka gerbang darurat karena semua sesak napas karena kepanasan dan kelelahan. Akhirnya kami sampai di Jamarat dan setelah melempar batu, kami pergi, dan mendengar beberapa jam kemudian bahwa tragedi ini terjadi.

Saya kemudian mengetahui kenapa kereta tertunda, yaitu karena Raja Saudi melakukan ibadah haji dan mereka tidak mau ada orang lain masuk ke Mekkah. Mereka menghentikan kereta dan menutup jalan. Ketika dia selesai, semua orang berusaha masuk bersamaan.” (Sumber Kompas.com http://internasional.kompas.com/read/2015/).

banner gif 160 600 b - TENTANG TRAGEDI MINA, MENGAPA CUCI TANGAN?

Ada kemungkinan yang berhaji adalah Pangeran Mohammad bin Salman Al Saud, bahkan oleh beberapa media Timur Tengah ia dianggap menjadi kunci terjadinya peristiwa Mina.

Mengambil dari media Arab, Tempo.co menulis;

Sebelumnya, kehadiran rombongan konvoi anak dari Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud di pusat Kota Mina dituding menjadi salah stu penyebab tewasnya ratusan peziarah di pinggiran kota Mekah itu. (Lihat Video : Tragedi Mina, Tiga Jamaah Haji Indonesia jadi Korban)

Harian Lebanon, al-Diyar melaporkan, Pangeran Mohammad bin Salman Al Saud memainkan peran sentral dalam peristiwa mematikan pada hari ketiga dari ibadah haji ini pada hari Kamis, kemarin, 24 September 2015.

Sang Pangeran, Mohammad, berusaha menghadiri pertemuan besar peziarah di Mina, lembah besar sekitar lima kilometer (tiga mil) dari Mekah, tiba di lokasi, kemarin pagi disertai dengan rombongan besar. (Sumber: http://dunia.tempo.co/read/news/2015).

Catatan:

Pangeran Mohammad adalah putra mahkota sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi. Kaitannya dengan tragedi tersebut, ia memberi alasan di akun twitter nya, seperti yang dirilis oleh republika.co.id berikut;

“Pekerjaan sedang dilakukan untuk memisahkan kelompok besar orang dan jamaah langsung ke rute alternatif,” seperti yang tertulis di akun twitter Pertahanan Sipil Saudi. REPUBLIKA.CO.ID, 25 September 2015.

Namun JPPN menulisnya rinci;

Dikutip dari Press TV, Jumat (25/9), bahwa kehadiran pangeran alias putra mahkota Raja Saudi yang juga Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, di Mina, membuat kisruh barisan rombongan calon haji yang akan melempar jumrah.

Press TV juga mengutip laporan dari surat kabar berbahasa Arab, al-Diyar yang menyebutkan, konvoi besar-besaran Mohammad bin Salman terdiri dari pasukan keamanan, termasuk 200 tentara dan 150 polisi. Mereka masuk, menerobos di antara para peziarah yang sedang bergerak maju. Ini menyebabkan kepanikan luar biasa. (http://www.jpnn.com/read/2015/09/25/328870/Terobos-Lautan-Calon-Haji,-Anak-Raja-Saudi-Dituding-jadi-Biang-Tragedi-Mina).

Sementara media Syarq Ausath menyatakan, bahwa tragedi dipicu oleh ulah 300 an jamaah haji asal Iran yang keluar untuk melempar Jumrah tidak pada jadwal yang diberikan.

Masalahnya, media tersebut sama sekali tidak menyinggung soal kunjungan sang pangeran ke lokasi Jamarat, yang oleh sebagian pihak dituding menjadi penyebab terjadinya peristiwa tragedi memilukan tersebut. Sebagaimana diketahui, bahwah Media Syarq Ausath memiliki kecenderungan pro pemerintah Saudi, terutama paska terbentuknya koalisi penyerangan ke Yaman.

Yang aneh, kenyataan itu dibantah oleh pemerintah Saudi, dengan menghukum penggal petugas yang saat itu bertugas di lokasi. Seakan berkata; Putra mahkota tidak bersalah, Pemerintah juga tidak bersalah, yang salah adalah petugas lapangan, maka seharusnya mereka menanggung hukuman. Benarkah? Kita bisa lihat yang ada di elshinta.com ini;

Pengadilan Syariat Arab Saudi menjatuhkan hukuman pancung kepada 28 petugas yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya Tragedi Mina pada Kamis, 24 September 2015.

Dilansir laman Addiyar, Sabtu (26/9), Raja Salman memberikan perintah untuk memberikan daftar nama orang yang bertanggung jawab mengatur kunjungan dan jamaah serta bertanggung jawab atas kematian sekira 1.000 jamaah dan memerintahkan memancung 28 orang hari ini. Namun, belum diketahui di mana hukuman ini akan dilaksanakan. (Sumber : http://elshinta.com/news/27296/2015/09/26/ tragedi-mina-28-petugas-haji-saudi-dihukum-pancung).

Astagfirullah al adzim……

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker