Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Salafi Wahabi

Nashiruddin Albani Palsukan Kitab Hadits Imam Bukhari Adabul Mufrad

Bukti Nashiruddin Albani Palsukan dan Mendha’ifkan Kitab Hadits Imam Bukhari Adabul Mufrad

Posted on February 23, 2010 by salafytobat

Saksikan videonya di bawah ini, periksa dan teliti sendiri dan simpulkan, Nashiruddin Albani memalsukan kitab Hadits Imam Bukhari Adabul Murad:

Berikut ini adalah teks asli yang mengantar posting Videonya. Ada bahasa Indonesianya yang kami terjemahkan dari teks berbahasa inggris di bawah ini. Lihat di bawah untuk Bahasa Indonesianya….

A prominent scholar of the Salafi sect tamers with Imam Bukhari’s book Adab Mufrad in order to promote his sect.

BACA JUGA:  Salafi Wahabi Sekte Pencipta Teroris dan Pembawa Bencana

Its strange that these people claim to be followers of the quran and sunnah and specifically the followers of the madhab of imam bukhari but when imam bukhari or any other scholar writes something which they dont agree with the salafi scholars just simply delete the text as well the ahadith just so that they dont get themselves into trouble.

These are the two-face standards.

may allah give the salafis hidayah and bring them back onto the straight path the true path of ahlus sunnah wal jamah the majority of the ummah. Amin….

BACA JUGA:  DUA PENAKLUK YANG DIPUJI: RENUNGAN BUAT UMAT MUHAMMAD SAW

( Seorang ‘pentolan’ terkemuka dari aliran Salafi memalsukan kitab hadits Imam Bukhari Adabul Mufrad agar aliran agamanya bisa berkembang.

Ini aneh bahwa orang-orang ini mengklaim pengikut dari Qur’an dan sunnah dan secara khusus mengaku debagai pengikut dari mazhab (muhaddits) Imam Bukhari tapi ketika Imam Bukhari atau ahli selain Salafy menulis apa-apa yang  mereka tidak setuju, maka sederhana saja pentolan salafi hanya menghapus teks hadits-hadits agar cocok persis dengan kemauannya, supaya tidak mendapatkan diri mereka sendiri ke dalam problem yang mengganggu dalam dakwahnya.

BACA JUGA:  Ustadz Firanda Pendusta, Berhujjah dengan Hujjah Dusta dan Palsu (4)

Ini adalah standar ganda khas mereka.

Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada salafis dan membimbing mereka kembali ke atas jalan yang lurus dan  benar dari ahlus sunnah wal jama’ah yang dianut mayoritas dari ummat ini. amin…. )

tahirulqadri writer pic - Nashiruddin Albani Palsukan Kitab Hadits Imam Bukhari Adabul Mufrad

Syaikhul Islam DR. Muhammad Tahir Qadri menjelaskan kecurangan Wahabi (salafiyah palsu) dan ‘kenakalan’ Syaikh Albani Wahabi. Beliau menjelaskan dan membuktikan bahwa Nashiruddin Albani telah memalsukan kitab hadits Imam Bukhari Adabul Mufrad dengan:

– membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya

– mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari, dsb….

 


Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

238 thoughts on “Nashiruddin Albani Palsukan Kitab Hadits Imam Bukhari Adabul Mufrad”

  1. Albani oh albani….
    Nasibmu menyedihkan…oh ya fatwa albani yg menyatakan rakyat palestin harus angkat kaki dr tanahnya & memmberikan ke israel itu benar ga krn palestin dianggap sudah kalah ??
    Lain kali dibongkar disini boleh dong, biar ikhwan2 salafy baca betapa “peduli”nya syekh tercinta mereka dlm pembelaan warga palestin …!!
    Inilah “imam hadits abad ini” kebanggaan Wahabi..oh..wahabi….

    1. sekali lagi, “Katakanlah: Tunjukkan kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS. Al baqarah [2]: 111)

  2. ini masalah mengenai apa ya ? …
    ================================
    @wongndeso
    Mengenai Syekh Albani yang memalsukan kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari.

  3. Sejak dulu ya seperti itu perilaku orang2 wahhabi, pemalsu ulung. Wajar karena Muhamad bin Abdul Wahhab sendiri juga sekampung dg Musailamah Al Kadzdzab, sama2 dari desa Dar’iyah Najd, tempat munculnya Tanduk Setan.

    1. apa relasinya antara musailamah dengan ibnu abdil wahhab (seandainya benar bahwa kampungnya sama)? tempat kelahiran muhammad sama dengan abu jahal dan abu lahab, bahkan mereka adalah paman2 nabi.

      tiap2 orang hanya menanggung apa yang diperbuatnya sendiri dan orang lain tidak akan menanggung atas apa yang diperbuatnya.

      pembicaraanmu ini mirip dengan pembicaraan kaum nashrani tentang dosa warisan yang ditanggung oleh bani adam karena nabi adam dan hawa melakukan kesalahan sehingga mereka diturunkan di bumi.

      1. Bagaimana amal Albani bisa baik, kalau hadits aja berani dia putar balikkan, dia palsukan sesukanya.Sesuai dengan missinya sebagai salah satu muhadits wahabi-salafi.

        Albani gak usah dijelek-jelekin juga memang jelek.

        1. hihihi…… setidaknya ada 3 alasan mengapa si Wisnu ngomong kayak gini : yaaaang
          pertama : mungkin si Wisnu seorang ulama tersohor di mana mana aja…tuh…. sehingga dia bisa mengadili seorang Ulama al Albani..

          yaaang
          kedua…
          Sudah memang tabi’atnya paraahli hawa sangat memusuhi ahli hadits..

          yaaaang
          ketiga….
          begitulah orang-orang bodoh kalau bicara….hihihihii

          ya udah kira-kira yang mana ya….??? hehe…. udah lho pikir aja dah sendiri….W capek dah…. …

  4. Assalamu’alaikum wr. Wb.

    Salam Kenal semua… sampai dengan saat ini saya belum melihat ada Ustadz / admin yg membantah / mengkomentari di web. salafytobat

    yg juga memuat bahasan tentang tuabatnya ‘ Syeich Imam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh dan juga Syeich Al Bani rh.

    Waasalam

  5. asslmkm
    numpang ngomong

    dari dulu smpe skrng wahabi ya itu sdh jelas ngawurnya……..
    tp krn pengikutnya yg mengaramka taqlid
    sdh terjebak dg taklid buta terhdp syeikh2 mrk….
    shg bisa dilihat sekarang hasilnya…..hancur smua…….di rusak wahabi

  6. syiah…dah ketauan bo’ongnya, ga ada apa-apanya…termasuk yang komen disini…urusin dulu tuh perkara dalam negri…jangan ampe ketauan…

  7. ente pasti anak wahabi kan? cuma ngaku-ngaku doang cinta ahlul bait, bencinya gak ketulungan dalam hati, ya kan? gak ada ceritanya wahabi cinta ahlul bait, jangan ngibul ente, pasti ketahuan

  8. @ wahabi
    kebenaran memang pahit
    sangat menyesakan dada
    perjalanan ini masih panjang kawanku
    gerbang taubat masih di depanmu
    jangan sia-siakan perjalanan ini…

  9. 1.kitab yang telah di palsukan sudah banyak,seharusnya MUI lebih bertindak tegas terhadap aliran sempalan seperti wahabi.
    2.seharusnya pemalsuan kitab oleh wahabi di angkat ke permukaan seperti kajian ilmiah ,seminar dll. di seluruh indonesia.
    3.adakah ulama pernaH yang menggugat pemalsuan KITAB OLEH wahabi ke meja hijau..??
    4……????….wahabi….????
    5.bisakAH UMMATI PRESS,FORSANSALAF,bekerja sama menjadi pelopor pertama mengangkat kepermukaan …????

    terima kasih

      1. Ummati sudah memerankan peran yang baik, yaitu menginformasikan fakta-fakta tidak ada fitnah sebab sudah disertakan sumber-sumbernya.
        mengenai memfasilitasi agar masalah-masalah ini terangkat ke permukaan, saya kira di MUI sudah dimulai, begitu juga di NU. Semua butuh proses, jadi bersabarlah wahai saudaraku Hambali dan Salik.
        Kita dukung Ummati, kita perkenalkan kepada orang-orang yang kita kenal, agar info di blog ini sampai kepada khalayak yang seluas-luasnya. Agar mereka tidak tertipu kebohongan Salafy Wahabi…..

  10. Menurut informasi yang beredar, sulit sekali mengajak berdialog secara terbuka kepada saudara-saudra Salafy Wahabi. Mereka maunya tertutup, mungkin takut terbuka kejahilannya di depan publik. Maklum, mereka kan menyuarakan kebatilan yang dibungkus dengan slogan “Berdasar Al-Qur’an Dan Sunnah”, mereka juga mengklaim mengikuti pemahaman ulama Salaf. Tapi pemahaman mereka melenceng dari pemahaman Para Ulama Salaf Ahlussunnah….

    Di blog ini banyak diungkap fakta-fakta tentang hal ini, silahkan cari dan baca….

    1. Nah…nah….menurut Hadits, yang membungkus yang Haq dgn yang bathil dan yang bathil dengan yang haq. itu kelakuan Dajjal … alias yakjuj wa makjuj….bukan itu Bang Akbar…

  11. Untuk Saudara Salik,

    Coba anta klik link ini:

    namun begini saudara Salik dan saudara-saudara yang lain, membedakan yang asli dengan yang palsu gampang saja. Kalau anda lihat dibuku itu membahas bid’ah, syirik, maulid bid’ah, ziarah syirik, tawassul syirik, dlsb, itu sudah jelas buku mereka atau sudah dipalsu oleh mereka.

    Karena mereka tidak membahas macam macam, cuma isu-isu bid’ah dan syirik saja….

  12. Assalaamu’alaikum yaa ikhwah fillah..
    Mohon ampunlah kpd Allah..
    apa manfaatnya antum semua membeberkan fithnah semacam itu???????
    Apa ini akhlak yang di ajarkan Rosulullah???
    apa ini buti bahwa kalian cinta Para Ahlul bait??
    Apa Rosululloh mengajarkan kpd para ummatnya untuk menghardik, menghina, menggibah, bahkan memfithnah saudaranya sesama muslim?????
    Wallaahi TIDAK wahai saudaraku….
    La yanfa’ juga antum bicarakan semua itu di atas…
    ana kecewa…, apa seperti itu seorang muslim yang mengaku bahwa mereka adalah orang2 yang mencintai Rosulullah???

  13. @ ummu qotadah
    ya benar.. kami selalu memohonkan ampun untuk kesalahan2 albani.
    fitnahnya sebelah mana mas…???????????????????
    ana juga sangat kecewaaaaa…sampean tidak mau menerima kebenaran dan fakta…
    apa seperti itu seorang muslim yang mengaku bahwa mereka adalah orang2 yang mencintai Rosulullah???

    “terimalah kebenaran itu meskipun pahit”

    1. Tuduhan2 dusta kepada Al Al bani:

      – tidak menghormati ulama
      – mengkafirkan al bukhari
      – menyeru warga palestina tinggakan negerinya
      – tidak punya guru
      – bermadzhab dzahiriyah
      – kontradiktif dalam menghukumi derajat hadits
      – tidak mengerti fiqh

      1. @ ibnu abi irfan

        fakta kedusta Al bani:

        – tidak menghormati ulama
        – mengkafirkan al bukhari
        – menyeru warga palestina tinggakan negerinya
        – tidak punya guru
        – bermadzhab dzahiriyah
        – kontradiktif dalam menghukumi derajat hadits
        – tidak mengerti fiqh

        mengaku ahli hadist koq ngga’ hafal hadist +sanad…kan lucu..

    2. wah saliq ngisin2i !!
      Wong jelas-jelas nama-e ‘UMMU’ Qotadah , koq dipanggil ‘mas’….!!!!
      Hee..heee..hee GUOBLOG men to liiiq.. saliq!
      Saaliq GOBLOOG….!
      Saaliq GOBLOOG….!
      Saaliq GOBLOOG….!
      Saaliq GOBLOOG….!

      1. @ aku

        gitu aja jadi masalah, kamu yang sebenarnya O’on murokkab. Siapa tahu si Salaik lagi salah ketik karena buru-buru, atau lagi nyindir, atau yang lain….? Emang benar sih, kalau wahabi itu suka mbesar-mbesarin masalah sepele, karena daya nalarnya yang cupet pet pet….

      2. Wahhabi emang bukan memalsu hadits saja, tapi kadang memalsu identitas, hehehe..
        Ketahuan belangnya…sudah biasa,
        sekali penipu tetap penipu.

  14. temen saya juga ada yang sudah kena virus wahabi….celananya mulai naik…tangannya juga mulai naik ketika sholat, cuma jenggotnya doang yang turun…udah mulai nuduh bid’ah sana-sini…

  15. ass.
    kepada ummati press dan teman2 dalam forum ini saya minta ma’af kalu ada yang tersinggung.

    mari kita tingkatkan amal ibadah kita di bulan ramadhan ini,semoga alloh ridho..
    amin ya robbal ‘alamin.

    wss.wr.wb.

  16. betullll betullll betulllll aku punya saudara sepupu juga bgt ,,,,hati dah membatu ….merasa pinter,ahli ,lebih tau dalil n hadith , kaya besi berkarat….susah diingatkan …..apa2 bidah… syirik,… nyalahin orang lain dgn dukungan dalil2 versi dia tanpa melihat dalil yang lainnya ….yaaa Alloh berilah petunjukMu..amiiin

  17. ikutan nyarios eeei….!!klo pengen tenang ngadepin kuntilanak macam salafy,,gampang brooooo…..ingat aja wkt kt msh anak-anak,yg sekarang di lakukan salafy,hmpr sama dgn apa yg kt lakukan wakt msh bocah…(hai para salafi (Salah Fikir) klo msh praTK,jgn ngomentari rektor….!!!)otak kalian gx bkl sampe….

    1. Nih orang jujur banget, sampe dia mengakui wahabi itu bagus. Memeng bener akh, nama antum bener…Anti Wahabi itu emang setan….
      Jangan di rubah lagi nama antum..
      Udah bagus,…

  18. @Abu Hanin:

    Kelihatannya antum sudah mulai mabuk ya? Nih Aku kutip komentar antum: “Nih orang jujur banget, sampe dia mengakui wahabi itu bagus. Memeng bener akh, nama antum bener…Anti Wahabi itu emang setan….”

    He he he…. yang dimaksud oleh orang di atas antum itu, yang setan itu ya Wahabi gitu lho ?! Kalau antum Wahabi ya berarti setan. Aduh….. maaf, tolong mas Admin, tolong hapusin nih komentar saya, keceplosan…..? Maaf Abu hanin…..

  19. Kalo sudah tau keburukan, koreksi diri sendiri dulu. tentang fakta -fakta di atas kan itu kan didalam perkembangan aktifitas zaman sekarang. nah fakta yg terjadi di masa sebelumnya mana…..?….jgn cepat ambil tindakan, kita tidak tahu persis bagaimana sepak terjang orang-orang beriman terdahulu dalam dakwah & syiar agama ini.

    1. ikhwan Terbelakang @

      Yang diungkap faktanya tentang syaikh Albani itu berdasar karya beliau sendiri, ternyata terlalu berani memalsu kitab adabul mufrad-nya Imam Bukhari.

      Tapi Alhamdulillah menjelang akhir hidup beliau sudah menyatakan tobat dari paham Wahabi yang dianutnya. Semoga tobatnya diterima Allah Swt, tapi sayangnya karya Syaikh albani masih terus beredar dan berkembang sampai hari ini bisa jadi amal yang mengalirkan dosa pada beliau. Makanya hati-hati dalam membuat karya yang diikuti banyak orang, karena dosa orang-orang yang mengikuti dapat mengalir kepada sang pembuat karya tersebut. Wallahu a’lam….

  20. membaca komen-komen diatas rasanya risih, miris dan muak, karena disamping tidak ilmiah juga sudah jatuh pada penghinaan, penistaan dan pelecehan kepada sesama muslim. padahal Allah memerintahkan kita untuk bersatu. jika umat islam terus terjerembab dalam perpecahan seperti ini, hanya kehinaan yang akan di dapatkan dan musuh-musuh islam yang akan senang. sebaiknya kita lapangkan dada untuk menerima perbedaan dan menghargai pendapat yang lain.

    dan jika diperlukan untuk menyampaikan kebenaran sampaikanlah dengan dalil yang kuat dan secara ilmiah, tidak dengan memperolok-olok dan mencaci-maki.

    syamsul maarif

    1. Hal yang perlu kita ketahui dan sadari adalah mengapa kaum Wahabi/Salafi bisa beda pemahamannya dengan kaum muslim pada umumnya. Benarkah mereka tersusupi pemahaman kaum Yahudi ?

      Pengaruh Yahudi dalam pemahaman kaum Wahabi masih perlu kita pelajari lebih jauh.
      Ada kabar bahwa sesungguhnya silsilah keluarga Saudi adalah keturunan Yahudi. Wallahu a’lam

      Sebagai contoh kemiripan pemahaman Wahabi dengan kaum Yahudi dan kaum Nasrani bahwa “Allah duduk atau bertempat di atas arasy“

      “Tuhan sedang duduk di kursi tinggi” (Yesaya 6 :1-10).
      Katakanlah tentang Allah “naik ke langit dan turun” (Amsal 30: 4)
      Di dalam kitab yahudi (injil muharraf ) tertera : ” Allah Tuhan kami yang berada diatas langit “
      Akidah Yahudi yaitu “Allah Duduk Letih Di Atas Arasy”.
      Dalam kitab Yahudi Safar Al-Muluk Al-Ishah 22 Nomor 19-20,
      “Berkata : Dengarlah akan engkau kata-kata tuhan, telahku lihat tuhan duduk di atas kursi dan kesemua tentera langit berdiri di sekitarnya kanan dan kiri” .

      Selengkapnya bisa baca tulisan di
      http://abu-syafiq.blogspot.com/2007/05/penjelasan1-allah-duduk-atas-arasy.html
      atau
      http://abu-syafiq.blogspot.com/2007/06/asri-menghidupkan-akidah-yahudi-allah.html

      Sedangkan menurut pemahaman Ahlussunah Wal jama’ah , Allah tidak bertempat dan berarah. Silahkan baca tulisan sebelumnya
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/07/07/tanpa-arah-dan-tempat/
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/09/16/tidak-bertempat/
      http://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2010/12/tafsir-makna-istiwa.pdf
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/12/hadits-jariyah/
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/05/06/di-atas-langit/
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/05/06/tempat-dan-arah/
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/10/allah-turun/

      Kita sebaiknya pelajari, kita uraikan dan kita sampaikan letak perbedaannya berdasarkan data-data sejak paham itu lahir sampai perkembangannya saat ini. Begitu juga dengan kaum Syiah dari mulai paham itu lahir sampai perkembangannya saat ini atau contoh kaum lainnya yang jumlahnya relatif kecil seperti kaum Ahmadiyah.

      Kita perlu mempelajari, menguraikan dan menyampaikan perbedaan pemahaman untuk kepentingan umat muslim pada umumnya pada zaman ini dan generasi muslim selanjutnya. Biarkanlah pada akhirnya masing-masing umat muslim memutuskan sendiri yang mana paham yang benar dan bertanggung jawab dengan keputusan yang diambil.

      Wassalam

    2. Ilmiah apa tong?
      Jangankan anda, ulama-ulamanyapun nampaknya kurang berilmu.
      Coba teliti lagi fatwa-fatwa ulama Wahabi-Salafi yang menggelikan.

      Kalau anda percaya atau mengimani dengan khidmat bahwa Allah itu memiliki sepasang tangan (sayangnya kanan semua), sepasang kaki, berbicara dengan mulutnya, melihat dengan matanya. Ditandu 8 ekor kambing hutan untuk naik turun dari Arasy Kursi menuju Bumi. Dan Allah itu mutlak berada dilangit atau diatas.

      Pertanyaan bodoh saya adalah:
      Bilamana Allah memiliki tangan, kaki, mata serta mulut. Tentunya Allahpun memiliki tubuh. Kalau Allah memiliki tubuh, apakah Allah tidak butuh pakaian? makanan? peturasan? Serta kebutuhan-kebutuhan lain seperti layaknya manusia.

      Kemudian apa kambing-kambingnya tidak diberi makan? Yang nyari rumputnya siapa? dan kambing sedablung-sedablung itu seberapa banyak rumputnya.

      Selanjutnya fatwa bin Baz yang menyatakan bahwa dunia ini datar tidak bulat.
      Fatwa bodoh ini tidak perlu dipatahkan oleh ilmu yang tinggi, cukup naik pesawat terbang saja. Setelah terbang tinggi, kemudian lihat kearah horizon, apakah pola horizon itu mendatar atau melengkung?

      Ada lagi fatwa dungu Saleh Fauzan, yang memfatwakan menghukum mati para peramala cuaca, karena mereka termasuk kedalam golongan “syaowzah” (sesat dan syirik). Hukumannya dipancung, dan jenazahnya tidak boleh disalatkan.

      Coba jawab pertanyaan bodoh saya yang lain. Mengapa air muka petinggi-petinggi Wahabi rata-rata keruh dan kusam semua (padahal air muka itu cerminan isi hati). Seperti: Ibnu Taymiyyah, Abdul Wahhab, Raja Sa’ud II, Albani, Bin Baz, Abdul rahman Barrak, Kalbani, Ibnu Jibrin, sampeMahrus Ali, hangus semua.

      Berbeda jauh dengan air muka ulama-ulama Aswaja. Yang menyiratkan keikhlasan, ramah, dan rata-rata air mukanya cerah.

      Sekian dulu, ditunggu jawabanya.

      1. Ayo Salafy Wahabi, jawab!

        Jawab yang paling mudah saja pertanyaan Mas Wismu, Kenapa Raut muka tokoh-okoh Wahabi pada gosong kejam bengis(serem, lambang neraka)? Itu fakta, silahkan jawab!

      2. aku pernah tanya KANAPA JIDAT KAMU PADA ITEM ???? Katanya ilmu sujud nabi ……he….he….apa ada ya ??? baru dengar apa aku yang bodoh ya ??? kirain konslet jadi gosong …..

  21. mas mz @.

    jika dari sisi keterkaitan antara Wahabi/Salafi dengan Yahudi sulit dibuktikan ada baiknya kita ungkap kekeliruan faham Salafi/Wahabi dari sisi Manhaj yang mereka gunakan dalam memahami Nushusyari`ah.

    seperti Manhaj Aswaja mewajibkan setiap mukmin wajib menyakini apa yang dibawa oleh ma`na Dhahir Al-qur`an dan Sunnah , serta bersandar dalam hal tersebut kepada ucapan para ulama besar yang terkenal dikalangan khusus dan awam seperti Imam 4 madzhab ,

    sementara Wahabi / salafi mewajibkan memahami Qur`an dan Hadist dengan Ma`na haqiqi , sambil mendendangkan haramnya taklid meskipun kepada Madzhab yang 4.

    Aswaja merasa cukup dengan Takhrijul ahadist yang dilakukan oleh Muhadistin terdahulu , sementara Wahabi/Salafi mengoreksi kembali Takhrijul ahadist seperti yang dilakukan oleh albani.

    Aswaja meyakini bahwa Tauhid itu satu , sementara Wahabi/Salafi meyakini Tauhid ada tiga

    dan lain – lain persoalan Manhaj atau metodologi yang digunakan oleh masing – masing Faham dalam memahami Qur`an dan Hadist.

  22. makanya kalau mau belajar agama, jangan belajar ke Amerika…ngomongnya jadi pada ngaur semua(kelihatan bodohnya)…salaf akan tetap dan akan terus baik2 saja..insya Allah…klo hanya perkataan Dr.muhammad tahir qadri,itu sih ga ada ngaruhnya kali(kecuali ornang2 jahil/BODOH yang sedang berusaha mencari-cari kesalahan seorang ulama)…semoga Allah taala merahmati Syaikh Al-bani..amin ya rabbal.. alamin..

      1. mamo..

        syaikh al albani itu seorang muhaddist..anda berbicara diatas pengetahuan ataukah ketidak tahuan anda???sepertinya kemungkinannya lebih mendekati yang kedua(ketidak tahuan(BODOH))..tolong dicari tahu slengkapnya tentang biografi Al alamah Syaikh Nashruddin al Albani Rahimahullah…

        1. dufal@

          Kata siapa Albani muhadits? Kata Dupal ya?

          Dia bukan muhadits, tapi serang analis hadits. Beda antara muhaddits dengan analils hadits. Di UIN-UIN di Indonesia banyak analis hdits tapi bukan muhaddits.

          Jangan sekali-kali bilang Albani seorang muhaddits, itu dosa Bung! Alabani masih jauh, dia masih di bawahnya KH Musthafa Ali Ya’kub dari Indonesia.

        2. @dufal…..jangan ngloyoooor ya nt ….he…he….ana emang bodoh namun ana terus belajar juga cari tau dan saat ini ana baru aja tau kalau al albani bukan muhadist …..anda yang perlu belajar dufal apa kriteria seorang muhadist ….terus anda cocokan dgn syaikh anda itu …he….he….hasilnya pasti anda akan kecewa …….silahkan dicari kebenarannya ORANG PINTER…..

  23. dufal’

    Hanya orang yang kepalanya tercemar saja yg masih percaya Albani. Syaikhul Islam DR. Muhammad Tahir Qadri menjelaskan kecurangan Wahabi (Albani salaf palsu) berdasar kitab Albani sendiri. Tapi kalian tetap bersikap guluw kepadanya. Itulah sebabnya, sangat tepat kalau kalian disebut kaum dungu, yaitu kaum yg tidak mau tahu walaupun itu semua fakta yg diungkap oleh DR. Muhammad Tahir Qadri.

  24. cui lan sengg..

    iya saya sepakat..dan saya bersyukur untuk itu..karena saya “tercemar dengan pemahaman islam yang sesuai dengan manhaj salaf”untuk alasan inilah saya berterima kasih kepada Allah Ta’ala dan Al-alamah syaikh Nashiruddin al albani rhimahullah..semoga Allah merahmatinya..Amin…tolong sampaikan kepada DR.muhammad tahir qadri agar mendatangi ulama2 salaf yang ada di Universitas Islam Madinah untuk menjelaskan kekeliruannya dalam memahami kitab kitab Syaikh Albani rahimahullah..jangan ngomongnya sama orang2 yang masih sangat JAHIL(BODOH) terhadap agama islam yang sangat mulia ini…

    1. dufal @.
      anda mengatakan mendatangi ” ulama2 salaf yang ada di Universitas Islam Madina ”
      anda faham Ma`na Salaf tidak ?, salafi kali…. alias wahabi… yang Mutasalifiin ?

      dufal , karya-karya albani itu hanya dipakai oleh kelompok salafi / wahabi doang dan jumlah mereka tidak lebih dari 1.3 persen dari seluruh Muslim yang ada didunia , kalo mo cari sandaran atau pijakan mbok ya cari yang digunakan dan diterima oleh mayoritaslah , agak mirip gini lho , motor yang banyak digunakan dan di terima oleh mayoritas manusia itu ada Honda, Suzuki Yamaha atau merek lain yang sudah teruji , kok ente milihnya malah merek kimko ato jialing sih ?

      1. Kang Ahamad Syahid:

        Perumpamaan yang bagus, Akang Syahid. Awas, nanti perumpamaan antum dibilang dalil oleh Wahabi. Sebab saya pernah baca artikel Salafy Wahabi yng menuduh Habib Munzir berdalil dengan Kejadian Sunami Aceh. Padahal Habib Munzir bermaksud bikin perumpamaan, contoh, permitsalan. Lihat koment Asrof dibawah, sepertinya ditujukan kepada antum. Padahal perumpamaan antum terasa sangat pas buat menggambarkan mereka dalam memilih pilihannya. Kalau ada Honda kenapa pilih Jialing? He he he he….,

        Wahabi itu ibaratnya Jialing atau kimko, produk tiruan yang mengandalkan rekayasa tipuan. Nah lho, kan jadi sangat pas kan?

      2. ma’na salaf itu orang terdahulu(para sahabat Tabi’in dan tabiut tabiin) yang berjalan n berpegang teguh pada al Qur’an dan Sunnah Rasul Allah…dan Alhamdulillah sampai saat ini pun ulama2 SALAF yang Oleh Allah Azza wa jalla masih di berikan umur panjang masih dan akan akan terus berpegang teguh pada jalan yang telah ditempuh oleh tiga generasi terbaik….meskipun harus terdzalimi oleh orang2 yang tidak tahu menahu tentang yang HAQ dan yang BATHIL…

      3. ahmad..

        yang perlu kamu catat bahwa,PADA DASARNYA ISLAM ITU DATANG DALAM KEADAAN KETERASINGAN DAN AKAN KEMBALI DALAM KETERASINGAN…WALLAHU ALAM…Artinya,Islam itu tidak bersandar pada MAYORITAS ataupun MINORITAS!!!
        satu lagi, anda kalo mau beranalogi tolong cari Analogi yang tepat..

    1. sebaiknya pengekor Salafi/Wahabi berhenti menyebarkan bid`ah dolalah , sebaiknya mereka berhenti menuduh Rosulallah SAW telah Musyrik , sebaiknya mereka juga berhenti menuduh para Sahabat Rosulallah SAW cinta dunia , demi kebaikan mereka sendiri , sebab jika terus dilanjutkan disamping akan terus menambah dosa I`tiqod faham dan amaliyah yang mereka lakukan, mereka juga akan menanggung dosa orang yang mengikuti mereka tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka.

      dikhawatirkan mereka Wahabi/Salafi akan meninggal dalam keadaan su`ul Khotimah wal-i`adzubillah, wanasalullahal a`fiyah.

      1. pernyataan mu semakin menghantarkanmu terperosok kedalam jurang kebodohan dan sejujurnya keadaanmu sangat lah memperihatinkan..ente hanya akan tertolong dengan HIDAYAH dari ALLAH Taala dan Keinginan Ente yang kuat agar dapat keluar dari JURANG KEBODOHAN…berusahalah ikhwan..semoga ALLAH memberikan Hidayah kepadamu…

    2. asrof

      sekiranya orang2 yang menghujat Syaikh Al albani sedang berada diatas kebenaran,maka tentulah kata “JAHL atau BODOH” ini tidak akan pernah terlihat didalam forum ini..Insya Allah..namun sayangnya tidak demikian kenyataanya,Orang2 yang mendzalimi Syaikh al Albani Rahimahullah ini sedang dan akan tetap terus berada diatas kebodohan(kecuali Allah Taala menghendaki yang lain dan orang2 ini mau membuka dirinya untuk menerima kebenran)..untuk itulah Kebodohan mendominasi pemikiran mereka…dan tentunya tidak lah salah jika kata “JAHL” ini di nisbatkan kepada mereka karna kenyataanya demikian…

      1. TOLONG sdr @ dufal kita diskusi dgn serius dan dgn ilmu ….he…he…kalau yang sudah2 ngloyooooor ……kita harus gentel dong

  25. @dufal
    dufal mengatakan pada : mamo..
    syaikh al albani itu seorang muhaddist..anda berbicara diatas pengetahuan ataukah ketidak tahuan anda???sepertinya kemungkinannya lebih mendekati yang kedua(ketidak tahuan(BODOH))..tolong dicari tahu slengkapnya tentang biografi Al alamah Syaikh Nashruddin al Albani Rahimahullah
    ————————–
    dufal coba ente terangkan tentang siapa,apa,kriteria muhaddist menurut ente,silahkan…..ane mau tahu….

  26. rupanya pengekor Wahabi/Salafi itu bukan Jahil tapi , Ngeyel , mbrengkunung , kekeh sehingga mereka terlihat dungu dan salah kaprah.

    mereka tahu jika Sholat diatas tanah itu tidak Wajib bahkan sunnahpun tidak , kok ya menganggap orang yang Sholat tidak langsung diatas tanah sesat ?

    mereka tahu Jika Al-bani itu banyak kesalahannya kok ya masih diikuti , manusia memang banyak salahnya tetapi jika seorang yang dianggap ahli dalam bidangnya banyak membuat kesalahan , tentunya patut diper tanyakan apakah dia benar-banar ahli atau benar-benar jahil ?

    mereka juga tahu jika Tauhid itu satu pengesaan kok ya masih menyebarkan tiga Tauhid yang sama sekali tidak ada dasarnya.

    jadi pengekor Wahabi/Salafi itu sebenarnya dungu Jahil ngeyel atau Himar bawa kitab ? atau semuanya ?

    1. mas syahid ……santrinya pak Mahrus kayaknya tersinggung tapi perkiraan saya @ aiman nggak sendirian di belakangnya banyak KRONINYA termasuk pak mahrus sendiri bukannya berprasangka buruk ….itu justru senang jadi dari sumbernya langsung …..dasar pemikiran saya @ aiman nggak langsung jawab klo ada pertanyaan ….kayaknnya bukak2 kitab atau kompromi dulu dgn kroni2 nya kita liat mereka mengomentari Abu Hanin sampai 4 kali sebelum di jawab oleh Abu Hanin sendiri …..he…he…. biarlah komen aku yang berdasarkan logika mereka aku balikin ke mereka ngga di jawab …..monitor aja aaaaaah …..he….he…. la mereka ngotot sujud ditanah silahkan malah tak suruh IMPOR tanah mekah yang langsung dulu buat sujud Nabi biar lebih AFDOL maksudnya ……..mau sujud di tanah silahkan ….mau sujud di langit silahkan ,…..kan Nabi dulu isra mi’raj sholatnya di langit he….he….kalau bisa ……

          1. mas Arumi trim`s , sambutannya , rupanya ada beberapa Mujtahid baru , yang satu sok paling alim hingga ulama terdahulu pun salah dan sesat karena tidak langsung sholat diatas tanah , yang satu lagi meneruskan tradisi pembid`ahan ala wahabi / salafi dan pemusyrikan sholawat Nariyah , badar dan pujian sebelum sholat, mereka terpedaya oleh Syetan yang memperlihatkan keburukan kepada mereka sebagai suatu kebaikan.
            Nasalullahal A`fiyah.

  27. Betul Mas Syahid, mereka gak mempan dengan penjelasan. Wijhatul Haq come back setelah ngilang lama banget, mungkin minta masukan dari gurunya. Atau mungkin nunggu reda, dikiranya Mas Syahid n Mas Wong nggak datang lagi ke sini, jadi dia bisa leluasa komentar semaunya.

    1. mas Arumi ngelihat sdr Dufal nggak ?? ngloooyoooor …..he….he…. ustad Aiman mana yaa…….( kayaknya Aiman tukang ketik komen aja ) diganti aryan …..he….he…. nggak papa kok kalau perlu pak Mahrus langsung diajari ngenet …..

      1. Dufal-nya sdah muncul Mas Mamo, itu di bawah kita. Langsung disambut hangat oleh Bang Akbar. Kayak makin sempit aja gerak langkah Wahabi ke depannya, soalnya sudah banyak para ahli hadits di Indonesia. Tapi mereka belum banyak angkat bicara, seperti Dr. Luthfi, Dr. Musthafa Ya’kub, Hb. Munzir dll. Mereka akan menjadi benteng ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah di Indonesia.

        Eh, ada yang kelupaan disebut, yaitu Mas Prof. Dr. Ahmad Syahid, penjaga Ummati Press, betul mas Admin@ ?

  28. Prof.DR.Syaikh muhammad shalih Al Utsaimin rahimahullah(Mantan rektor Universitas Islam Madinah)
    mengatakan “tidak aku temukan pada abad ini seorang yang keilmuannya dalam masalah haddist dapat menandingi seorang Syaikh al Albani..metode pengkajian sanad yg di tempuh oleh Syakh al Albani dijadikan kurikulum untuk sebuah universitas di daratan Hijaz..

      1. kamu tau apa tentang imam Syafi’i???jangan asal ngomng aja…satuhal yang perlu kamu ingat dan pahami bahwa YANG MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENILAI KADAR KEIMANAN SESEORANG HANYALAH ALLAH TAALA…meskipun begitu ulama2 salaf semisal imam Syafi’i dan muridnya Imam Nawawi adalah Ulama2 yang keimanan dan ketakwaannya tidak diragukan lagi..dan Imam syafi’i,imam Nawai,Syaikh Al bani,Syaikh Bin Bazz dan Utsaimin rahimahullah,Mereka semua adalah para Mujtahid yang memenuhi syarat untuk diikuti…semoga ALLAH TAALA Merahmati Mereka dan orang2 yang berpegang teguh pada Qur’an dan As sunnah…amin

        1. he….he….itu kan kata dufal ……emang nt siapa ????? bukan siapa2 ana lebih percaya omonganya Habib Mundzir lah ketimbang nt nggak jelas …….

    1. @dufal
      dufal mengatakan pada : mamo..
      syaikh al albani itu seorang muhaddist..anda berbicara diatas pengetahuan ataukah ketidak tahuan anda???sepertinya kemungkinannya lebih mendekati yang kedua(ketidak tahuan(BODOH))..tolong dicari tahu slengkapnya tentang biografi Al alamah Syaikh Nashruddin al Albani Rahimahullah
      ————————–
      dufal coba ente terangkan tentang siapa,apa,kriteria muhaddist menurut ente,silahkan…..ane mau tahu….

      manah…..????

  29. dufal@

    Di Hijaz/ Nejd/ Najdi adalah tempat keluarnya tanduk Syetan (fitnah wahabi), jelaslah kalau di sana pusat pengkajian sanad, nah ini Ummat Islam harus waspada, bisa jadi sanad-sanad shahih dirubah jadi sanad dho’if atau bahkan maudhu’ (palsu).

    Yah…. tahu sendiri kan karakter Wahabi seperti apa? Tapi nggak usah kuatir sih, di Indonesia juga sudah banyak ahli Hadits yang akan ikut memonitor kejahatan/kecurangan Wahabi.

    1. kebiasaan ngomong di warung kopi,makanya jadi ngawur ngomongnya..sebaiknya ente baca dulu baru ngomong,jangan ngomong dulu baru baca..ente kelihatan ga tau apa2 tentang Agama..cari literaruturnya yang benar…

  30. Akbar Caniago, saya setuju dengan antum. Kita harus waspada, jangan sampai keluarga kita dicemari oleh ajaran akidah Wahabi. Tauhidnya tiga biji itu batil til til!

  31. dufal kalo anda mo nge bela al-albani silahkan tunjukkan bahwa tentang kedustaan al-albani adalah fitnah , tunjukkan jika seribu satu kesalahan albani dalam takhrijul ahadist adalah bohong atau fitnah belaka , tunjukkan jika Tahrif yang dilakuakan al-bani terhadap adabul mufrod karya Imam Bhukhori adalah dusta dan fitnah serta bukti-bukti lain bahwa kekeliruan , kesalahan dan tahrif serta serangan kepada Ulama adalah fitnah dan dusta.

    atau minimal anda bilang sama Prof. DR. Sholih Ustaimin untuk membuktikan bahwa Albani itu benar-benar ahli sesuai dengan standart Muhadistin ? bukan sekedar mengatakan albani itu hebat, mana buktinya ?

    1. ahmad

      didalam kitab Aadabul Mufrod karya imam Bukhori berdasarkan tahqiq para Ulama trnyata terdapat hadith2 yang dhaif didalamnya..makanya imam bukhari tidak menyantumkan semua hadith2 yang shahih didalam kitab tersebut..adapun kitab Shaih Bukhari maka semua hadith yang terdapat didaamnya adalah SHAHIH..dan satu hal yg perlu anda tahu Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin Rahimahullah adalah Seorang Mantan Rektor Universitas Islam madinah..pertanyaannya,anda tau ga tentang Universitas Islam Madinah???
      Kriteria seorang Muhaddits secara Umum itu adalah, minimal menghafal dan memahami Qur’an dan mengetahui asbabunnuzul ditambah menghafal 1000 hadits beserta asbabul wurudnya,perawainya dan identitas perawi tersebut..DAN ALLAMAH SYAIKH NASHRUDDIN AL ALBANI MEMENEHI KRITERIA TERSEBUT!!!

      1. muhaddits adalah org yg berjumpa dg perawi hadits,sedangkan Albani cuma baca dari buku buku dan menukil, lalu menghukumi hadits, maka hal ini batil dan fatwanya tertolak,krn org yg menghukumi hadits tdk bisa hanya menukil nukil begitu saja. dan albani tak jumpa dengan satu muhaddits pun,bahkan ia tak punya sanad hadits

      2. @ Dufal dibilang kalau argumen pakai bukti dong …….nggak salah sih nt sbg pengagum Al Albani silahkan aja…..namun jangan ikut2an , sok2 an kaya Al Albani lah …..1000 hadist ????? OPO IYOOOOO ????

      3. @ dufal
        menurut anda untuk menjadi seorang muhadist mampu menghafal 1000(hadist)…????
        he..he…ngga’ salah tuh…????

        menurut siapa 1000…????
        1000 dengkulmu…!!!!

      4. @. dufal
        orang-orang yang anda sebut sebagai pentahqiq Adabul mufrod sebenarnya tidak melakukan Tahqiq sebagaimana mestinya , yang mereka lakukan adalah Tahrif , pengurangan penghapusan atau distorsi terhadap Karya Imam Bukhori , dan ini sangat terlarang dalam diskursus keilmuan , Tahrif itu sama dengan Pencurian dan pengkhianatan terhadap karya seseorang dan itu bisa dijerat dengan undang-undang Hak Cipta kekayaan Intelektual , jadi sekali lagi itu adalah Tahrif ,yang biasa dilakukan Oleh Yahudi terhadap Kitab suci mereka karena dianggap ada hal-hal yang bertentangan dengan Hawa Nafsu mereka.

        dufal anda harus bisa membedakan antara Tahqiq Takhrij dan Tahrif, adapun soal universitas madinah al-hamdulillah waktu saya naik haji saya pernah main dan nginep disalah satu asrama thullab kebetulan tetangga saya ada yang jadi mahasiswa disana.

        soal kriteria Muhadist sebaiknya anda Rujuk lagi kitab kitab yang berkaitan dengan Ulumul Hadist , jangan sampe pernyataan anda hanya jadi bahan tertawaan , anda hanya perlu menukil Standart Muhadist menurut Muhadistin.

      5. @dufal
        hm…begitu ya menurut ente

        syarat-syarat seorang bisa disebut muhaddits dijelaskan oleh Tajuddin As Subki, dalam Mu`id An Ni’am,”Sesungguhnya muhaddits adalah siapa yang tahu asanid dan ilal, nama-nama rijal, (sanad) al ali dan an nazil, hafal banyak matan, menyimak Kutub As Sittah, Musnad Ahmad, Sunan Al Baihaqi, Mu’jam At Thabarani, dan digabungkan dengannya seribu juz dari kitab-kitab hadits. Ini adalah derajat terendah.”

        Sebelumnya Tajuddin As Subki juga mengkritik kelompok yang mengira sebagai muhaddits dengan hanya mengkaji Masyariq Al Anwar As Saghani dan Mashabih Al Baghawi, dengan mengatakan,”Hal itu tidak lain karena mereka jahil terhadap hadits. Walau mereka hafal dua kitab itu di luar kepala dan digabungkan kepadanya dua kitab semisalnya, belum menjadi muhaddits, dan tidak akan pernah menjadi muhaddits, hingga onta masuk ke lubang jarum.”

        Beliau melanjutkan,”Demikian pula, jika kelompok tersebut mengklaim sampai kepada derajat tinggi hadits dengan mengkaji Jami’ Al Ushul Ibnu Atsir, dengan ditambah Ulum Al Hadits Ibnu Shalah dan Taqrib wa At Taisir Imam An Nawawi, dan sejenisnya. Kemudian menyeru, “barang siapa sampai derajat ini, maka ia adalah muhaddits dari para muhadditsun atau Bukhari zaman ini,” dan dengan lafadz-lafadz bohong sejenisnya. Sesungguhnya yang kami sebutkan ini tidak dihitung sebagai muhaddits.”

        dufal,memang tidak mudah mencapai derajat muhaddits, sehingga kita juga tidak bisa mudah-mudah memberikan gelar ini kepada siapa pun. Sehingga tidak memposisikan seseorang bukan pada tempatnya, WallahuTa’ala A’la wa A’lam.

        nah adakah al-banni kreteria tsb walaupun yg paling rendah…???

        1. PRASS_kamu tau ga klo Syaikh Al albani di pake METODE PENGKAJIAN SANAD HADITH yang di tempuh Syaikh Albani Rahimahullah DI PAKE DI LEMBAGA UNIVERSITAS DI DARATAN HIJAZ???

          1. @dufal
            tak usah ke arah sana dulu ya..
            dari tingkatan muhaddist yg paling rendah saja sdh tak tercapai dufal…jadi…semua prakiraan bila ia muhaddist maka terbuktikah???
            belum lagi kriteria sanad,dan hafidz atau hujjatul dufal, tak akan sampai al banni itu, jadi tak dapat kita asal sebut dalam menganggap seseorang itu sbg muhaddist..

          2. Prass_
            inginnya saya sebutkan kemampuan Syaikh Albani secara komperhensif didalam Forum ini..namun saya juga tidak ingin melangkahi sesuatu yang pada dasarnya sudah tersedia sebelum jauh sebelum saya LAHIR..Wallahu A’lam,Mungkin akan lebih baik jika Anda langsung merujuk pada Biografi dan literatur2 syaikh albani rahimahullah..agar kejelasannya dengan mudah anda temukan..Insya Allah

          3. Insya Allah sebagian sudah saya baca,tetapi untuk kriteria seseorang di sebut muhaddist amat sulit dan teramat ketat kriterianya, dan tuk seseorang yg pada masa kini andai ia hafal 100 ribu hadist,(mungkin saat ini sdh tak ada sebanyak itu walau di kumpulkan,kecuali mungkin dgn tambahan yg tak tertulis hny di sampaikan melalui sanad bersanad,wallahu a,lam)itu pun belum cukup krn kriteria lain masih banyak sekali,dan yg memenuhi kriteria ini pada masa sekarang teramat sulit…
            wallahu ,alam

  32. @ dufal
    kalau untuk menjadi seorang muhadist bisa menghafal 1000 hadist..maka jadinya muhadist gemblung koyo al bani…

    EXAMPLE:
    imam ghozali yang mampu menghafal 300.000(TIGA RATUS RIBU) saja belum mendapat gelar MUHADIST..

    dufal = albani =wahabi.
    oalah….keblinger sampeyan mas…

  33. Anak-anak santri banyak yang hapal 2000 hadits plus hapal AlQur’an….. Mas Syahid dulu waktu masih jadi santri pernah hapal 5000 hadits, kalah dong Alabani?

  34. mamo,saliq,Arumi..
    sungguh nyata kebodohan kalian…kalian ngerti asbabul wurud ga??ngerti asbabun nuzul ga??ngerti pengkajian sanad ga, baik asal usul hadiths dan biografi pe rawi ga???ngerti ga? taw ga kalau itu semua menjadi standar baku untuk menjadi seorang MUHADDITS???ngerti ga???????makanya belajar…

    FUlan_

    kamu perlu belajar lagi biar ngomongnya ga ngawur..agar kamu tahu..Yang dimaksud agar pertemuan antara perawi hadits sebelumnya dan selanjutnya itu,bukan pada persoalan untuk menobatkan orang tersebut menjadi Muhaddits, akan tetapi untuk memperkuat derajat hadith yang ditmukannya.. BUKAN UNTUK MENOBATKAN ORANG ITU MENJADI MUHADDITH!!!…DICATAT DAN DI INGAT,bahwa ungakapan yang berbunyi”kiranya seorang muhaddits bertemu dengan perawi sebelumnya”, yang melafadzkan kalimat itu adalah IMAM HADITH ABU ABDILLAH MUHAMMAD BIN ISMAIL BIN IBRAHI BIN AL-MUGHIRAH BIN BARDIZBAH ALBUKHARI…sekali lagi untuk semuanya, DICATAT DAN DIINGAT…!!!
    adapun perkataan IMAM HADITH ABUL HUSEI MUSLIM BIN AL HAJJAJ BIN MUSLIM AL-QUSYAIRI AN-NAISABURI,dalam kitabnya “CUKUP DENGAN PERSAMAAN HIDUP DENGAN MEMUNGKINKAN PERTEMUAN MESKIPUN PADA HAKIKATNYA TIDAK KETEMU”

    1. dufal@.

      Yang dilakukan albani terhadap adabul mufrod karya Imam Bukhori sama sekali bukan Tahqiq , yang dia lakukan adalah Tahrif , distorsi , pengurangan dan penghapusan, dalam kata lain Pengrusakan karya ilmiyah intelektual
      Yang bisa dipidanakan dan dijerat dengan undang-undang perlindungan Hak kekayaan intelektual, apa yang dilakukan albani merupakan perubahan dan pengkhianatan atas Amanah Ilmiyah , dan itu merupakan Tradisi atau kebiasaan Yahudi terhadap kitab suci mereka karena dianggap ada banyak hal yang tidak mendukung Hawa Nafsu mereka.

      Dufal , anda mestinya bisa membedakan antara Tahqiq,Takhrij dan Tahrif ingat yang dilakukan albani adalah Tahrif tradisi yahudi, adapun soal Ustaimin meskipun ia seorang mantan Rektor , amanah dan Tanggung jawab ilmiyahnya patut dipertanyakan , karena ia ikut serta meng Amini bahkan mendukung Tahrif yang dilakukan albani padahal Tahrif itu adalah Tradisi yahudi, bukankah kelompok anda sering membawakan Hadist ” Man Tasyabaha biqowmin ” ? bagaimana anda dan kelompok anda bisa mewanti-wanti agar tidak Tasyabuh dengan Non muslim sementara anda dan kelompok anda sendiri Justru Pelaku Sejati Tradisi yahudi ?

    2. he….he…he….mulai panas nih wahabi yang satu @ dufal nt yang sok tau lah ….nt cuma baca tapi nggak punya guru yang bersanad kan……jadi penyimpulan nt pasti belum benar …..dan biasanya orang yang belajar tanpa guru mudah disusupi syetan ……..DICATAT DAN DIINGAT syetan musuh yang nyata ……bukan muslim musuh nt @ Dufal…….

      1. mamo_
        Sejujurnya kamu ngomongnya ga berbobot..kaya orang bodoh…tapi sejujurnya saya SANGAT SENANG JIKA SAJA KAMU MAU MEMBUKA DIRI UNTUK MENERIMA KEBENARAN..SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH KEPADA KITA SEMUA TERMASUK KAMU YA AKHI…

        1. terserah itu kan yang ngomong nt ini…bodoh atau pinter nggak ada bedanya di depan Alloh ana hanya berusaha bertaqwa …..itulah yang Alloh inginkan TAQWA nggak kayak nt yang sok piter padahal…..padahal….padahal……

          1. bukankah PENTINGNYA ILMU SEBELUM BERIBADAH??? ketaqwaan itu mestinya di bangun diatas ILMU YA AKHI..SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN KEMUDAHAN KEPADA KITA SEMUA AGAR DAPAT MEMAHAMI ILMU_NYA DENGAN SEBAIK-BAIK PEMAHAMAN YANG TELAH DITEMPUH TIGA GENERASI TERBAIK..

          2. cari ilmu itu wajib supaya pinter tapi kalau sok pinter itu yang nggak boleh broo ….dan masalah ilmu agama para ulama mazhab udah diskusi menjadi ilmu yang siap saji sejak ratusan tahun yg lalu …kita tinggal memilih mau dgn mazhab yang mana ….he…he…ana yang bodoh ini bisanya cuma takliq salah satunya ….karena tau diri emang nggak mampu jadi mujtahid ….nggak tau nt …yang sok pinter …he…he

          3. Mamo_pernyataan anda SANGAT INDAH…Tentunya kita semua menginginkan agar mendapat ILMU yang HAQ, dan untuk meraih semua itu kita di wajibkan untuk mencarinya..SKALI LAGI,SAYA Sangat Senang dengan KERENDAHAN diri ANDA,DAN hal itu sangatlah SUKAR UNTUK DILAKUKAN..untuk alasan inilah SAYA SALUT SAMA ANDAN…KESIMPULANNYA,SAYA DAN ANDA SANGAT TIDAK BERHAK UNTUK MENDZALIMI SYAIKH AL ALBANI RAHIMAHULLAH…SEKALI ANDA BENAR DAN SAYA ANGKAT TOPI UNTUK PERNYATAAN KAMU ITU…

          4. insyaAlloh nggak ada niat dari saudara2 kita untuk saling mendholimi sesama ….terimakasih segala puji hanya milik RAJANYA MANUSIA ….berdiskusilah dufal dgn tanpa merasa PALING …….DIATAS LANGIT ADA LANGIT LAGI TUH,,,,,salam

  35. @dufal
    hm…begitu ya menurut ente

    syarat-syarat seorang bisa disebut muhaddits dijelaskan oleh Tajuddin As Subki, dalam Mu`id An Ni’am,”Sesungguhnya muhaddits adalah siapa yang tahu asanid dan ilal, nama-nama rijal, (sanad) al ali dan an nazil, hafal banyak matan, menyimak Kutub As Sittah, Musnad Ahmad, Sunan Al Baihaqi, Mu’jam At Thabarani, dan digabungkan dengannya seribu juz dari kitab-kitab hadits. Ini adalah derajat terendah.”

    Sebelumnya Tajuddin As Subki juga mengkritik kelompok yang mengira sebagai muhaddits dengan hanya mengkaji Masyariq Al Anwar As Saghani dan Mashabih Al Baghawi, dengan mengatakan,”Hal itu tidak lain karena mereka jahil terhadap hadits. Walau mereka hafal dua kitab itu di luar kepala dan digabungkan kepadanya dua kitab semisalnya, belum menjadi muhaddits, dan tidak akan pernah menjadi muhaddits, hingga onta masuk ke lubang jarum.”

    Beliau melanjutkan,”Demikian pula, jika kelompok tersebut mengklaim sampai kepada derajat tinggi hadits dengan mengkaji Jami’ Al Ushul Ibnu Atsir, dengan ditambah Ulum Al Hadits Ibnu Shalah dan Taqrib wa At Taisir Imam An Nawawi, dan sejenisnya. Kemudian menyeru, “barang siapa sampai derajat ini, maka ia adalah muhaddits dari para muhadditsun atau Bukhari zaman ini,” dan dengan lafadz-lafadz bohong sejenisnya. Sesungguhnya yang kami sebutkan ini tidak dihitung sebagai muhaddits.”

    dufal,memang tidak mudah mencapai derajat muhaddits, sehingga kita juga tidak bisa mudah-mudah memberikan gelar ini kepada siapa pun. Sehingga tidak memposisikan seseorang bukan pada tempatnya, WallahuTa’ala A’la wa A’lam.

    nah adakah al-banni kreteria tsb walaupun yg paling rendah…???
    nah kira2 aja yg ente sebut itu di atas itu bener nggak (al banni muhaddist)..?
    bandingkan dgn derajat yg terendah dr muhaddist..,bagaimana dufal….??

  36. @. dufal

    andakan mo nge bela in al-bani coba buktikan bahwa tentang kedustaan al-bani itu omong kosong atau fitnah , silahkan buktikan ? jangan dulu keluar dari artikel

    dufal , Apa Yang dilakukan albani terhadap adabul mufrod karya Imam Bukhori sama sekali bukan Tahqiq , yang dia lakukan adalah Tahrif , distorsi , pengurangan dan penghapusan, dalam kata lain Pengrusakan karya ilmiyah intelektual
    Yang bisa dipidanakan dan dijerat dengan undang-undang perlindungan Hak kekayaan intelektual, apa yang dilakukan albani merupakan perubahan dan pengkhianatan atas Amanah Ilmiyah , dan itu merupakan Tradisi atau kebiasaan orang Yahudi terhadap kitab suci mereka , karena dianggap ada banyak hal yang tidak mendukung Hawa Nafsu mereka.

    Dufal , anda mestinya bisa membedakan antara Tahqiq,Takhrij dan Tahrif ingat yang dilakukan albani adalah Tahrif tradisi yahudi, adapun soal Ustaimin meskipun ia seorang mantan Rektor , amanah dan Tanggung jawab ilmiyahnya patut dipertanyakan , karena ia ikut serta meng Amini bahkan mendukung Tahrif yang dilakukan albani padahal Tahrif itu adalah Tradisi yahudi, bukankah kelompok anda sering membawakan Hadist ” Man Tasyabaha biqowmin ” ? bagaimana anda dan kelompok anda bisa mewanti-wanti agar tidak Tasyabuh dengan Non muslim sementara anda dan kelompok anda sendiri Justru Pelaku Sejati Tradisi yahudi ?

  37. ahmad_
    1.didalam kitab hadith “arbain annawawi syarh Syaikh al utsaimin”..pada pembahasan tentang hadith NIAT terdapat catatan kaki yang menjelaskan tentang kelemahan kitab “Aadabul Mufrod”…
    2.Ahli tahqiq=ahli peneliti..
    .Takhrij=keterangan khusus yang dicantumkan untuk merespon suatu Hadith
    .tahrif= Penyimpangan Makna dari dzhohir nash atau Hadith tersebut..COntohnya:tentang ISTIWANYA ALLAH..(ALLAH TAALA BERSEMAYAM DI ARSY-NYA)sementara NASH DZOHIR nya MENGATAKAN SEPERTI ITU….akan tetapi sebagian
    Orang dalam menta’wil asma wa shifat yang berkaitan dengan Istiwanya Allah Taala mengatakan”Allah Ta’ala menguasai dan Menggenggam ARS_NYA dan bahkan ada Sebagian orang yang Mengatakan ALLAH TA’ALA BERADA DIMANA-MANA”maka ini lah yang dimakasud dengan TAHRIF…DICATAT YA!!!

    1. dufal @

      Uhhh… sombongnya si Dufal yg sok tahu?

      Membaca tulisanmu, aku jadi ingat Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi (Sedayu), karena dia orang pertama yg mengatakan: “Syaikh Albani Ulama yg Terdholimi”. Pertanyaan aku, apanya yg didholimi? Apakah beliau dipukuli? Ada-ada saja antum ikut-ikutan Abu Ubaidah yg kelewat guluw kepada Albani. Tidak ada orang yg mendholimi Albani, sadarilah itu Dufal, jangan ikut-ikutan ngawurnya Abu Ubaidah yang sok gaya pingin populer itu. Ada-ada saja kalian.

      Inti perso’alan kenapa para ulama bangkit menyelidiki dan membongkar seluk beluk Al-Albani, itu disebabkan ulah kalian sendiri, para pengikut Salafy Wahabi yg terlalu mengagung-agungkan setinggi langit kepada Syaikh Alabani. Kalian terlalu berlebihan mendudukkannya sebagai seorang Muhaddits Abad ini, padahal yang sesungguhnya maqomnya baru taraf seorang analis hadits. Antara Analis hadits dan muhaddits itu beda. Kalau analis, aku juga bisa, semauku sesukaku asal aku suka. Itulah yg di muka disinggung oleh Mas Syahid, bahwa Albani telah mentahrif hadits-hadits yang ada di Adabul Mufrod itu. Mentahrif bukan sekedar menyelewengkan makna hadits, tetapi lebih dari itu yaitu mengurangi dan atau menambah, seperti yang diungkap oleh DR. Muhammad Tahir Qadri dalam rekaman video di atas. Yang diungkap itu bukan fitnah tetapi fakta yng ada dalam kitab karya Albani sendiri. Makanya jangan guluw kepadanya biar kalau Albani dikritik antum tidak mudah kebakaran jenggot! Masak dikritik aja sudah dibilang Albani didholimi? Lagian kritiknya kan benar berdasar fakta, kok pada kebakaran jenggot sampai merasa terdholimi? Manusia aneh kalian, padahal kaum muslimin yg jumlahnya jutaan orang yang kalian musyrik-musyrikkan itu, kalian tidak merasa mendholimi mereka. Coba pikir dengan otak dan hati yg jernih, mana yang lebih terdholimi antara Albani yg dikritik dg orang-orang Islam yang dimusyrik-musyrikkan?

      Jadi inti yg ingin kukatakan padamu adalah tidak ada pihak yg bermaksud mendholimi Al-albani. Jangan berlebih-lebihan dalam berlaku guluw agar tidak mudah kebakaran jenggot!

      1. mas akbar , Wahabi Salafi maling teriak maling mereka yang medlolimi Imam Bhukori malah mengatakan Albani di dzolimi ?

        mereka yang ahli bid`ah dgn tiga Tauhidnya ,malah bilang selain mereka ahli bid`ah

        mereka katakan maulid menyerupai Nasroni terhadap Nabi Isa, padahal mereka yang mengikuti Tradisi Yahudi dengan Tahrif

        wahabi/salafi sadar lah

      2. Akbar_ baru muncul lagi nih..dari mana aja??? baru TURUN GUNUNG ya??hehhe..

        ..Wallahu A’LAm
        1.ULAMA KIBAR YANG BERADA DI DARATAN HIJAZ DAN YAMANI, TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MENYATAKAN BAHWA ALBANI ITU “CURANG”DALAM MENETAPKAN KELEMAHAN2 HADITH YANG ADA DI DALAM KITAB KITAB AADABUL MUFROD KARYA IMAM AL BUKHARI….DAN SATU HAL YANG PERLU KAMU TAU,BAHWA,KITAB AADABUL MUFRAD ITU TERDAPAT HADITH@ YANG LEMAH DI DALAMNYA..(B A C A KITAB HADITH ARBAIN ANNAWAWI SYARH SYAIKH AL UTSAIMIN)..PADA PEMBAHASAN NIAT,TERDAPAT CATATAN KAKI YANG MENJELASKAN TENTANG KELAMAHAN KITAB AADABUL MUFRAD…DI BACA BIAR TAHU!!!
        kesimpulannya,ULAMA YANG KAMU MAKSUD ITU ULAMA YANG MANA,ULAMA YANG TINGGAL DI RUMAH LO?? ATAUKAH ULAMA YANG TINGGALNYA DI AMERIKA,DANSETERUSNYA…JANGAN SOK TAU…MAKANYA BACA!!!!

        2.SAYA TIDAK INGIN MENDAHULUI SESUATU YANG SUDAH ADA JAUH SEBELUM SAYA LAHIR UNTUK ITU,PENOBATAN ALBANI SEBAGAI SEORANG MUHADDITS WALLAHU A’ALAM, MUNGKIN AKAN LEBIH MUDAH JAWABANYA JIKA ENTE LANGSUNG MERUJUK PADA BIOGRAFI DAN LITERATUR2 SYAIKH ALBANI S E C A R A KOMPERHENSIF(JANAGN PARSIAL)…INSYA ALLAH..

        JANGAN SOK NGERTI TENTANG MAKNA TAHRIF DECH…UDAH SAYA JELASIN TENTANG MAKSUD DARI TAHRIF..(LIHAT KOMENTAR SAYA)…

        KAKU BANGET KAMU DALAM MEMAHAMI KATA “TERDZHOLIMI”…MENDZHALIMI SESEORANG TIDAK TERBATAS HANYA PADA KONTAK FISIK SEMATA..BUKANKAH ADA PAMEO YANG BERBUNYA “LIDAH ITU LEBIH TAJAM DARIPADA PEDANG???(KALAU ENTE GA TAU DGN PAMEO TERSEBUT,MENDING ENTE BALIK LAGI KE GUNUNG..JANGAN TURUN DULU)
        Artinya dengan perkataan pun kita bisa mendzholimi seseorang..contohnya:pada komentar diatas “WISNU” mengatakan SYAIKH ALBANI GA USAH “DIJELEK2KAN” JUGA “MEMANG JELEK” dan masih banyak lagi..coba ente liat dan baca sendiri..
        DAN YANG PALING PENTING..DALAM DA’WAH SALAF..MEMUSYRIKKAN ORANG SECARA MUTLAK ITU HANYA AKAN TERJADI JIKA ORANG TERSEBUT SECARA TERANG-TERANGAN MENGAKUI ADANYA TUHAN SELAIN ALLAH TAALA DAN BERBAI’AT KEPADANYA..(TUHAN SELAIN ALLAH TA’ALA)..perkara MEMUSYRIKKAN SEORANG MUKMIN BUKANLAH PERKARA GAMPANG!!! ADA PUN YANG DI MAKSUD DENGAN KATA MUSYRIK OLEH KALANGAN SALAF,ITU HANYALAH TERBATAS PADA P E R B U A T A N NYA TIDAK SECARA MUTLAK!!!..MAKANYA KALAU MAU NGOMONG JANGAN ASAL..BIAR LEBIH JELAS(KAMU GA BODOH LAGI) ENTE LANGSUNG AJA MEMBACA KITAB TAUHID KARYA ULAMA2 ATAU USTAD SALAF YANG ADA DI INDONESIA..INSYA ALLAH MEREKAPUN(UST SALAF INDONESIA} MEWAKILI PEMAHAMAN SALAF,SEMISAL UST YAZID ABDUL QADIR JAWAS,UST ZAENAL ABIDIN,DAN UST ABDUL HAKIM..SERTA MASIH BNYAK LAGI..ATAU KUNJUNGI (www.firanda.com)

        dan yg terakhir….
        PADA DASARNYA SALAF ITU DILARANG BERSIKAP GULUW(BERLEBH-LEBIHAN)DALAM HAL YANG BERKAITAN DENGAN IBADAH DAN TENTUNYA TERMASUK DALAM HAL MEMUJI SEORAMG ULAMA!!!!DAN HAL INI MUTLAK DILARANG!!!

    2. @.dufal
      duh faham lemah , diskusi nt ga nyambung orang artikel bicara soal kedustaan al-bani nt bicara soal muhadist, orang bicara soal Tahrif , nt bicara soal Tahqiq , orang bicara soal Takhrij Tahqiq dan Tahrif nt malah bicara soal ta`wil , gaya diskusi model apa ini dufal ?

      dufal, duh faham lemah , kalo anda ingin mencari kebenaran atau ingin menunjukkan kebenaran, diskusinya yang tertib dong satu persatu persoalan dibahas, ingat artikelnya soal Tahrif yang dilakukan al-bani , dan Tahrif itu adalah kebiasaan orang Yahudi yang diikuti oleh al-bani dan wahabi/salafi secara umum, karena bukan hanya kitab adabul mufrod saja yang di Tahrif oleh kelompok Wahabi/Salafi ,

      Silahkan du fa l buktikan jika kalian khususnya albani tidak melakukan Tradisi Yahudi yaitu Tahrif ?

      1. ahmad_

        ente memang benar2 kelihatan bodohnya..sebenarnya nyambung bnget pembicaraannya..tapi karena ente tipe orang yang bisa memahami sesuatu hanya dengan cara “DIJITAK”dulu baru bisa ngerti,makanya ente kesulitan memahami tulisan ane..ini yang pertama..

        yang kedua..
        pertama kali saya masuk kedalam forum ini,karena saya membaca komen orang2 yang keliru dalam memahami salaf dan termasuk dalam menilai “kekeliruan” Syaikh albani..untuk alasan inilah saya menyimpulkan BAHWA TERNYATA KALIAN MEMANG JAHL/B O D O H..(silahkan liat komentar saya pertamakalinya)

        yang ketiga…
        saya berbiacara tentang Muhaddist,karena saya membaca komentar”Mamo” yang tertulis bahwa Syaikh Albani itu “bukan Muhaddits..”(silahkan liat komentar saya berikutnya dalam menanggapi komentar Mamo)

        yang keempat…
        saya berbicara soal Tahqiq,karena PARA ULAMA ketika mengatakan kita Aadabul Mufrod terdapat hadith yang lemah didalam kitab tersebut itu berdasarkan Tahqiq/penelitian..

        yang kelima…sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang TAHRIF..
        adapun soal TA’WIL,hal ini tentunya untuk memudahkan ente yang susah(MESTI DIJITAK DULU) mengerti tentang MA’NA TAHRIF..untuk alasan inilah saya memberikan CONTOH YANG MUDAH AGAR ORANG BODOH KAYA ENTE BISA DENGAN MUDAH MEMAHAMI maksud dari T A H R I F itu sendir…(silahkan lihat dan baca komentar saya dengan benar)

        yang ke enam..
        WALLAHU A’ALAM…PARA ULAMA(TERMASUK ALBANI RAHIMAHULLAH..INSYA ALLAH)DALAM MENGKAJI/MENTAHQIQ NASH ATAUPUN HADITH
        TENTUNYA TIDAK BERDASARKAN TAHRIF!!!AKAN TETAPI MEREKA(PARA ULAMA) MENGGUNAKAN METODE YANG TELAH DIBAKUKAN DI LEMBAGA UNIVERSITAS ISLAM MADINAH..D I A N T A R A N Y A(S E D I K I T N Y A ) DENGAN CARA:1.- MENELITI/MENTAHQIQ AZBABUNNUZUl(ALQUR’AN)/ASBABULWURUD(HADITS)..
        – MENELITI TENTANG SANAD HADITS TERSEBUT SAMPAI PADA SUMBERNYA..DAN TENTUNYA PERAWI YANG MERIWAYATKAN HADITH TIDAK TERLEPAS DARI PENELITIAN…

        SKALI LAGI INI HANYALAH SEBAGIAN(SEDIKITNYA)METODE YANG DIPAKE UNTUK MEMAHAMI DAN MENILAI DAN MEMBANDINGKAN DERAJAT HADITH YANG DITEMUKAN …WALLAHU A’ALAM..

        dan yang terakhir..
        diskusi yang ga tertib itu yang mana???coba ente tunjukan sama saya..SAYA TANTANG!!!! jangan2 ente yang ga bisa ngerti komentar2 saya…hhhuuuhhh..susah juga ngomongnya sama orang seperti ente…mesti dijelasin dengan cara yang ga lumrah dulu baru mau( D I J I T A K )

        Catatan:
        KOMENTAR2 SAYA HARAP DI BACA DI HAFAL DAN DIMENGERTI(MESKIPUN ENTE HARUS DI JITAK DULU)

        1. DUPAL@

          Orang yang gemar berkata “JAHIL” kepada orang lain, itulah orang sesungguhnya orang JAHIL. Itu rumus patent.

          Semua yang baca di sini tahu siapa yg sesungguhnya JAHIL, yaitu orang sedikit-sedikit bilang “JAHIL” kepada oranglain.

          1. waHAB_
            RUMUS NTE TIDAK SEDIKIT PUN BERSANDAR KEPADA ILMU PENGETAHUAN!!! TOLONG GUNAKAN KAEDAH ITU YANG BENAR DONG…BAGAIMANA MUNGKIN TATKALA ADA ORANG YANG TAHU SI (A) MENGATAKAN KEPADA YANG GA TAU SI (B) “KAMU JAHIL TERHADAP PENGETAHUAN AGAMA”SEMENTARA SI (A) PUN GA TAHU TENTANG KEBENARANYA..KATA “JAHL” SEBAGAI PEMBEDA ANTAR ORANG PINTAR(TAU) DAN YANG GA TAU(B)…JADI KESIMPULANNYA KAEDAH YANG ANDA YAKINI ITU TIDAK DIRAGUKAN LAGI 100% SESAT DAN MENYESATKAN!!!!

          2. Wahab_
            rumus ente tidak bersandar pada ilmu pengetahuan atau bisa jadi ente yang kebingungan dalam menempatkan JUALAN MU (RUMUS mu) …gunakanlah kaedah yang benar..jangan asal make rumus…kata JAHL itu hadir(tertulis) karena ADA PENGETAHUAN DARI si (A) YANG WALLAHU A’LAM BELUM DIMILIKI OLEH Si (B)..untuk membedakan YANG BODOH DAN YANG PINTAR (TAU)..dan pastinya,sangatlah MUSTAHIL,KETIKA Si A mengatakan SI B Bodoh sementara dirinya (si A) ga tau..ini kan aneh..

          3. WAHAB _satu lagi..orang2 yang sedikit bilang JAHL,itu karena mereka sadar akan keterbatasan pengetahuan mereka, terutama dalam masalah yang sedang dibahas!!!

          4. DUPAL@

            Rumaus yg saya bikin itu sama dengan misalnya ungkapan JAWA, “Becik Ketitik Olo Ketoro”, artinya Yang Bagus Kelihatan Yang Jelek pun lebih Jelas Kelihatan. Kalau dianalogikan dengan rumus saya atas adalah bahwa: Yang Berilmu ketahuan Yang JAHIL Lebih Jelas Kelihatan. Buktinya Mas Syahid dan Bang Akbar Caniago Lebih Jelas Kelihatan Keilmuannya.

            Coba bandingkan dengan antum yang cuma bisa katakan: JAHIL, JAHIL, JAHIL kepada lawan diskusi. Itu namanya su’ul adab, tidak sopan, atau bahkan dholim kepada dirimu sendiri dan memperjelas kejahilan sendiri, itulah kalakuan Wahabiyyin yg selama ini saya kenali dengan baik.

        2. @. duh faham lemah
          du fa l
          yang dilakukan al-bani terhadap adabul Mufrod itu Tahrif dengan cara membuang hadist-hadist yang besebrangan dengan faham Wahabi/Salafi, dan ini pelanggaran ilmiyah dufal ?

          kalo tahqiq, itu bukan dengan cara membuang tetapi mengukuhkan atau mengoreksi salah ketik atau salah tartib suatu kata atau kalimat , secara ringkas tahqiq itu adalah koreksi atau pembetulan dari kesalahan tulis atau ketik, tanpa menambah atau mengurangi isi kitab.

          sedangkan Tahrif adalah merubah , baik menambah atau mengurangi isi kitab dan inilah yang dilakukan al-bani, dia membuang hadist-hadist yang bertentangan dengan misi Da`wahnya artinya al-bani melakukan pengkhianatan terhadap penulis yaitu Imam Bukhori dan melakukan penipuan terhadap pembaca, dan ini pelanggaran sangat berat dalam khazanah keilmuan Islam.

          jadi benar jika judul artikel ini adalah KEDUSTAAN AL-BANI , letak tidak nyambungnya nt menganggap pembuangan dan penghapusan yang dilakukan albani adalah Tahqiq yang kemudian nt fahami sebagai Takhrij , padahal itu adalah TAHRIF SEKALI LAGI TAHRIF sekali lagi TAHRIF , oleh karena itulah Allah mengancam Yahudi dengan adzab yang pedih karena mereka melakukan TAHRIF terhadap kitab suci mereka ,

          sekali lagi ITU TAHRIF TRADISI YAHUDI yang kalian legalkan dan bela mati-matian.

          semoga nt Faham TAHRIF TAHRIF TAHRIF

          1. Ahmad_

            #BENTUK KEBODOHAN ENTE#

            1.anda mengatakan bahwa Syaikh albani dalam meneliti(tahqiq) Hadith dengan cara melakukan TAHRIF..
            Dan kata Tahrif menurut ente
            adalah “MERUBAH, baik “MENGURANGI”ato”MENAMBAH”.. IRONISNYA anda mengatakan Syaikh Albani dalam mentahqiq hadith dengan cara “MEMBUANG”..

            kata MERUBAH SANGAT BERBEDA dengan kata MEMBUANG!!!

            kata MENGURANGI SANGAT BERBEDA dengan kata MEMBUANG!!!

            kata MENAMBAH SANGAT BERBEDA dengan kata MEMBUANG!!!
            KESIMPULANNYA:DARI SEGI BAHASA MANAPUN ANDA DISALAHKAN(DIANGGAP BODOH) DALAM MENGGUNAKAN BAHASA!!! ini satu bentu kebodohan ENTE!!!

            catatan: didalam kitab HADITH ARBAIN karya imam NAWAWI syarh SYAIKH Al UTSAIMIN rahimahullah, menjelaskan kata tahrif itu berarti P E N Y I M P A N G A N!!!

            2.”kalo tahqiq, itu bukan dengan cara membuang tetapi mengukuhkan atau mengoreksi salah ketik atau salah tartib suatu kata atau kalimat , secara ringkas tahqiq itu adalah koreksi atau pembetulan dari kesalahan tulis atau ketik, tanpa menambah atau mengurangi isi kitab.(ini tulisan yang ane nukil dari tulisan ENTE!!!

            sementara didalam KITAB AL_BIDAYAH WAN NIHAYAH karya IBNU KATSIR yang di susun Oleh DR.MUHAMMAD SHMIL AS SULAMI MENGATAKAN TAHQIQ itu BERARTI M E N E L I T I..hal ini selaras dengan apa yang terdapat didalam KITAB FIQH {AL WAJIZ) yang juga mengatakan TAHQIQ itu BERARTI M E N E L I T I..ini bentuk KEBODOHAN ente yang kedua!!!

            3.” letak tidak nyambungnya nt menganggap pembuangan dan penghapusan yang dilakukan albani adalah Tahqiq yang kemudian nt fahami sebagai Takhrij (ini pun tulisan nte yg ane nukil)
            sementara yang saya katakan

            – Ahli tahqiq = ahli peneliti..

            – Takhrij = keterangan khusus yang dicantumkan untuk merespon suatu Hadith..(INI tulisan saya yang MEMBUAT nte BINGUNG)!!!dan ini adalah bentuk KEBODOHAN ENTE yang ketiga…

            Kkesimpulannya: ANDA MEMANG BENAR-BENAR BODOH!!!Wallahu A’lam…

      1. @ dufal yang terhormat ……nt ditanya sama mas Syahid COBA BUKTIKAN kalau artikel diatas itu dusta ….dan itu nyambung dong dgn peryataan ana kalau Al Albani bukan muhadist …..karena kriteria muhadist yang saya tau itu BERAT dan nggak cuma haffal ratusan bahkan jutaan hadist ……namun banyak syarat2 lainya nah kalau melihat biogrfinya Syaikh Al Albani jauh dari seorang muhadist …..

  38. he…he,…he…baru tau kalau DuFal = DUh FA Lemah ….ya….ya….ya….maklum…setelah membaca komennya mas Syahid sekarang keliatan siapa YANG JAHIL……

    1. mamo_DARI SEKIAN BANYAK TULISAN KAMU YANG ADA, NYARIS GA ADA YANG BERBOBOT!!!mending kamu cuci kaki trus tidur…”kamu ibarat anak ayam yang kehilangan induk nya”…heheheh…sana cari induk kamu dulu… mamo mamo ooo mamo mamo…hahahha

      1. he….he…ketawanya jangan kenceng2 mulut kamu bau busuk …….bobot nya tulisan kamu keliatan orang jahil yang sok2 pintar …..nggak punya malu ….rata2 orang wahabi kayak nt tolol tapi keminter mending ana emang lagi belajar nggak kayak nt …..ustad nt sekalian suruh komen dufal yang dungu kaya kebo …..tau ngga kebo ???? di cucuk hidungnya nuruuuuuut aja

          1. marah itu jiwanya dikuasai syetan ana hanya membalas komen anda …..anda lebih pandai dari saya dan teman2 disini harusnya bersyukur ….disini tukar informasi bro bukan tempat membodoh bodohin orang ….nt ngatain ana ayam ana ngatain nt kebo ….impas kan buat apa marah …he…he…nyatai aja gitu aja kok repot booooos ….

          2. mamo_mending nte cuci kaki trus tidur..ato klo ga, nte ngbrol ma dinding aja…heheh..mam,nte bagaikan orang yang diturunkan direngah2 hampa kultural..kebingungan nyari induk semangnya…hhhehheheh..santai..mamo mungil ku..hehehhe

          3. naaah gitu kayaknya lebih bagus ketawanya nggak mangap dufal ….udah di bedakin bloom ??? he…he …oh ya kebo bloom dimandiin ….

        1. mamo,nte ibarat orang yang di turunkan di tengah HAMPA KULTURAL…hahahah..kehilangan induk semangnya…hehehhe..oh iya,itu ada si wahabi insaf,dia bisa jadi induk semang nte…hahhahahaha..

          1. dufal kebo kalau dicucuk hidungya nurut biar nggak nurut kasih kacamata kayaknya bagus nanti terus dibedakin …..mana santri nt …suruh mbedakin tuuhhh ….he…he… kebo modern

          2. ee….eh kumat lagi ya ketawanya ….hmmmmm (nahan nafas lah ) lebih baik cuci kaki lah tidur dari pada nglayanin KEBO MODERN ….capeee deeehh….bener kata si dufal …..tiduuuuur he,…he… makasih dufal

          3. Benar kan, terbukti kan, semakin lama makin menunjukkan siapa sesungguhnya dirimu yang jahil. Makanya sejak awal saya sudah ingatkan, jangan suka bilang jahil kepada orang lain, tuh akhirnya kejahilan menimpa dirimu sendiri.

            Menjadi Wahabi Insyaf adalah sulit, apalagi jika ke-wahabia-nya sudah karatan.

  39. @ dufal
    ibarat perbandinganya seperti ini mas…
    kapasitas memori imam bukhori 100 mb.
    dan kapasitas memori otak albani cuma 10 kb.

    jadi..tidak mungkin anak SD(albani) yang baru belajar membaca,mengkritik seorang dosen(imam bukhori)yang sudah MENCETAK ratusan guru SD.
    ..paham…????

    semoga ini bisa menjadi sebab hidayah untuk sampeyan…

    1. saliq- amin..makasih tas doa nya..hhhmmm..klo ulama sekaliber SYAIKH ALBANI di anggap anak SD,bagai mana dengan nasib saliq dalam perbandingan ini???..wallahu a’lam..pasti dianggap ANAK yang GAK sekolah (BUTA HURUF)…karena dari sisi keilmuan syaikh albani lebih unggul dari pada SALIQ…heheh..maap ya..ini berdasarkan perbandingan yang ente buat sendiri…

      1. @ dufal
        tentu…
        saya adalah hamba alloh yang buta huruf dan buta hati..
        makanya saya memilih bermazhab pada imam syafi’i seperti imam bukhori yang juga bermazhab syafi’i..

        nah kalau dufal harusnya bermazhab wahabi/albany..gtu..

      2. Selamat diri, keluarga & negara anda dari faham albani & wahabi. Bersama kita memerangi wahabisme ini…kerana benar2 mereka ini bertujuan memesongkan & mencemarkan kesucian islam…benar2 mereka ini ajen yahudi…perangai pun mcm yahudi…

  40. @. Dufal
    duh faham lemah

    Rupanya dufal ingin mengalihkan inti persoalan dengan bermain kata-kata , rupanya Dufal tidak mampu membuktikan bahwa Kedustaan al-bani adalah Fitnah , Rupanya dufal juga tidak bisa mengelak bahwa albani telah melakukan Tahrif atau perubahan tanpa Restu dari Imam Bukhori , sehingga dufal mengumbar kata ” Kebodohan ” agar Substansi persoalannya menjadi kabur, sebab mungkin dia malu jika al-bani telah mengikuti Tradisi Yahudi yaitu menTahrif atau merubah sebagian isi kitab demi mengamankan Birahi da`wahnya agar tidak banyak menemui batu sandungan.

    Dufal memaksa jika yang dilakukan albani adalah Tahqiq , padahal kita semua tahu seperti yang diungkap oleh Prof. DR. Muhammad thahir qodri bahwa Tanpa malu al-bani melakukan :

    1. membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya

    2. mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari,

    Dua hal ini sama sekali tidak bisa disebut ” Tahqiq ” sebagaimana yang diklaim oleh Dufal, meskipun jika kata Tahqiq hanya dimaknai dengan PENELITIAN , sebab peneliti ( muhaqiq ) sama sekali tidak Berhak untuk merubah isi kitab kecuali atas Izin Penulisnya, jika seorang Muhaqiq melakukan peurabahan sebagaimana yang dilakukan albani maka dia disebut sebagai ” Muharrif “, Lantas albani dapet izin dari mana sehingga berani men Tahrif atau merubah isi kitab Imam Bukhori ?

    Silahkan Dufal Jawab albani dapet Izin dari siapa ? untuk membuang hadist-hadist yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya ?

    Dan apakah albani menganggap bahwa dirinya lebih Hebat dari Imam Bukhori hingga berani melemahkan hadist-hadist yang sudah dshohihkan oleh Imam Bhukori ?
    Dufal tolong jawab ya ? jangan ngelantur lagi kita focus aja pada inti diskusi yaitu tentang kedustaan albani omong kosong kah ? atau fitnah belaka ? atau memang kebohongan dan kenekadan albani itu benar adanya ?

  41. @. Dufal
    Rupanya dufal ingin mengalihkan inti persoalan dengan bermain kata-kata , rupanya Dufal tidak mampu membuktikan bahwa Kedustaan al-bani adalah Fitnah , Rupanya dufal juga tidak bisa mengelak bahwa albani telah melakukan Tahrif atau perubahan tanpa Restu dari Imam Bukhori , sehingga dufal mengumbar kata ” Kebodohan ” agar Substansi persoalannya menjadi kabur, sebab mungkin dia malu jika al-bani telah mengikuti Tradisi Yahudi yaitu menTahrif atau merubah sebagian isi kitab demi mengamankan Birahi da`wahnya agar tidak banyak menemui batu sandungan. Dia memaksa jika yang dilakukan albani adalah Tahqiq , padahal kita semua tahu seperti yang diungkap oleh Prof. DR. Muhammad thahir qodri bahwa Tanpa malu al-bani melakukan :
    1. membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya
    2. mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari,
    Dua hal ini sama sekali tidak bisa disebut Tahqiq sebagaimana yang diklaim oleh Dufal, meskipun jika kata Tahqiq hanya dimaknai dengan PENELITIAN , sebab peneliti ( muhaqiq ) sama sekali tidak Berhak untuk merubah isi kitab kecuali atas Izin Penulisnya. Lantas albani dapet izin dari mana sehingga berani men Tahrif atau merubah isi kitab Imam Bukhori ?
    Silahkan Dufal Jawab albani dapet Izin dari siapa ? untuk membuang hadist-hadist yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya ?
    Dan apakah albani menganggap bahwa dirinya lebih Hebat dari Imam Bukhori hingga berani melemahkan hadist-hadist yang sudah dshohihkan oleh Imam Bhukori ?
    Dufal tolong jawab ya ? jangan ngelantur lagi kita focus aja pada inti diskusi yaitu tentang kedustaan albani omong kosong kah ? atau fitnah belaka ? atau memang kebohongan albani itu benar adanya ?

    1. ahmad_
      “Rupanya dufal ingin mengalihkan inti persoalan dengan bermain kata-kata”

      jawab: pada dasarnya niat ane hanya ingin menungkap kebodohan nte sendiri karena telah salah dalam menjelaskan sesuatu dengan penggunaa bahasa yang sangat bebeda antara satu dan lainnya dan tentunnya yang nte lakukan sangat berpontensi membodohi orang2 yang masuk didalam forum ini…pernyataan nte diatas,semakin jelas terlihat bahwa sesungguhnya nTe Lah yg berupaya menutupi kebodohan nte..nte mencoba membuat Makar agar orang2 yg mencoba obyektif dalam menilai kekeliruan nte menjadi terpengaruh dgn pengalan kalimat yg tertulis..”rupanya dufal ingin mengalihkan inti persoalan dengan bermain kata-kata”

      “padahal kita semua tahu seperti yang diungkap oleh Prof. DR. Muhammad thahir qodri bahwa Tanpa malu al-bani melakukan :
      1. membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya
      2. mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari, membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya

      Jawab:
      1.imam bukhari dalam meulis kitab aadabul mufrad beliau menggunakan manhaj taqmisy.Ada pun syaikh albani, yang dilakukan beliau tentunya dengan menempuh manhaj yg berbeda dengan imam Bukhari,beliau hanya mengmpulkan hadits2 yang Shahih dan apa yang dilakukan oleh beliau sedikitpun tidak melanggar hak karyaa tulis seseorang yang sering ente dengung-dengungkan..wallahu a’lam…
      2.ketika sebuah hadits telah Shahih derajatnya,maka tidak ada seorang(termasuk syaikh albani)pun yang berhak untuk menghukumi hadits tersebut menjadi dhaif..berkata syaikh utsaimin didalam hadits arbain “jika ada hadts yang tlah shahih derajatnya,maka kita harus meyakininya sekalipun hadits tersebut tidak kita pahami alias bodoh…

      kesimpulannya:taqlid buta terhadap video dr muhammad tahir qadri menyebabkan nte terjebak pada rasa malas mencari tahu kebenaran,akibatnya,nte malah kesulitan sendiri ketika diminta sama Ibnu Irfan untuk menghadirkan 1 data dari7000 data “kedustaan” Syaikh albani yang telah nte rekayasa…

      “Lantas albani dapet izin dari mana sehingga berani men Tahrif atau merubah isi kitab Imam Bukhori ?
      Silahkan Dufal Jawab albani dapet Izin dari siapa ? untuk membuang hadist-hadist yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya ?
      Dan apakah albani menganggap bahwa dirinya lebih Hebat dari Imam Bukhori hingga berani melemahkan hadist-hadist yang sudah dshohihkan oleh Imam Bhukori ?
      Dufal tolong jawab ya ?

      jawab:kebodohan nte itu, selalu mengatakan apa yang dilakukan albani adalah tahrif..klo saja apa yag dilakukan beliau adalah tahrif,maka insya Allah para ulama tidak akan berdiam diri melihat keburukan itu…akan tetapi kenyataanya tidak demikian,diantara sekian banyak Ulama yang ada,wallahu a’lam DR.Muhammad Qadri(yang menurut kalian adalah ulama) terpisah seorang diri dalam merespon hal ini..mafhumnya,mayoritas para ulama ahli hadits menyelisihi beliau(muhammad qadri)
      adapun soal izin,tentunya syaikh albani tak butuh izin dari ente untuk mengambil hadits2 shahih dalam kitab aadabul mufrad,..wallahu a’lam syaikh albani telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang Ulama yang dipundaknya terdapat tanggung jawab yang SANGAT BESAR terhadap umat islam…
      SEKALI LAGI,SYAIKH AL BANI TIDAK MEMBUANG HADITS.wallahu a’lam…

  42. mas Syahid he…he….olok olokan sama saya saya layanin …..keliatan ASLINYA ….he….he…mana inih ngloooyoooor …???? maaf lho tadi sore saya mendominasi OLOK2 AN ama DU FAL ….= DUnianya FALls ……emang nggak beraarti itulah cara saya memancing watak wahabi betul2 terbuka TOPENGnya ….abis semua dihujat di bodoh2 in ……..termasuk anda mas Syahid terus terang saya ngga bisa nrima ….he…he…dasar DUnianya FALls = dufal…..

    1. maaf mas mamo komentar saya muncul sampe tiga kali, saya kira ke telan aksimet jadi saya ulang , dan saya ulang lagi maaf ya semuanya ?.

      mas mamo saya ingin sedikit menambahkan bahwa ternyata Ustaimin yang sering disebut namanya oleh Dunia Falis alias dufal ternyata adalah orang yang paling gencar menerangkan bahwa Ta`wil itu sama dengan Tahrif yang menurut dia adalah Tradisi Yahudi , kalo Tahrif adalah Tradisi yahudi itu benar ,Tapi Ustaimin yang menyamakan Ta`wil dengan Tahrif menyelisihi mayoritas Ulama baik Salaf maupun Kholaf , pernyataan Ustaimin itu Bathil bertentangan dengan Sahabat Rosulallah SAW Ibnu Abbas RA imam Mujahid al-Suddi , Imamam sufyan Al-tsauri, imam athobari Imam malik bin anas Bahkan Imam Ahmad sendiri melakukan Ta`wil dan Ulama lainnya seperti Imam Hasan Al- bashri, saya belum pengen nge bahas soal Ta`wil samakah dengan Tahrif ? lebih baik nanti saja pada tempatnya, Substansi artikel diatas adalah tentang Kedustaan al-bani.

      mas mamo , mas wong sama mas arumi kemana ya ?

      1. ya…ya…mas Syahid trimakasih infonya jadi tau …..nggak yang saya herankan kenapa ya rata2 para pengikut mereka yakin banget dgn ulama yang sekarang ….tuntunan kan lebih afdol ulama zaman imam 4 mazhab yang belum terkontaminasi paham2 yg lain masih murni sbg rujukan Al Qur’an dan hadist……emang sih mereka bukan Nabi tapi kan sanadnya jelas ….

      1. syeikh Dufal udah OL rupanya …..Assalamuallaykum syeikh …apa kabar …..maaf ya kemarin ana khilaf ngatain nt …..ana ngga mau ikut2 an nambah dosa ….maaf ya syeikh…..wassalam.

  43. mas mamo saya juga kurang tahu , kenapa pengekor Wahabi/Salafi begitu fanatik terhadap pembesar mereka, hanya menurut saya mereka bisa seperti itu karena

    1. Bid`ah Dolalah jika sudah masuk dalam hati sangat sulit untuk dikeluarkan kecuali yang bersangkutan mempunyai keinginan kuat untuk menydari kekeliruannya, itupun atas Taufiq dan Inayah Allas SWT.

    2.manhaj yang mereka gunakan adalah Manhaj literalis yang berlebihan, sehingga mereka mewajibkan Ma`na Hakiki terhadap ayat-ayat qur`an maupun Hadist, Manhaj sperti ini disamping akan menjerumuskan orang kedalam Tasybih dan Tajsim juga akan menjebak pengikutnya dalam kekeliruan demi kekeliruan, sebab Manhaj seperti ini juga akan membawa penolakan terhadap Ijtihad, meskipun mereka menggembar gemborkan Ijtihad nyatanya mereka menolak Qias , sebagai Intisari Ijtihad itu sendiri.

    dua hal ini saya kira ,sebagai dua Faktor utama yang memicu kenapa pengikut Wahabi/Salafi begitu Fanatik terhadap pembesar mereka , satu soal tiga tauhid yang Bid`ah satu lagi soal manhaj serampangan hingga dianggap Ijtihad itu mudah, ya mudah karena memang manhaj mereka tetapkan memudahkan untuk itu, padahal hal itu bertentangan dengan Mayoritas Ulama Islam baik salaf maupun Kholaf.

    mas mamo , kalo dibahas kayaknya panjang juga nih, silahkan mas mamo atau yang lainnya kalo mau menambahkan kita sharing aja ya mas.

  44. Abdulloh@.

    Al-hamdulillah sampai hari ini Penganut Faham Wahabi/Salafi belum ada yang bisa membuktikan Jika Kebohongan albani adalah dusta atau Fitnah.

    Al-hamdulillah hingga hari ini , penganut Faham Wahabi/Salafi , tidak Bisa membuktikan Jika pembagian Tauhid yang mereka yakini Bukan Bid`ah.

    Al-hamdulillah sampai detik ini penganut faham Wahabi/Salafi, tidak ada yang mampu membuktikan Jika faham mereka soal Tawassul dengan yang masih Hidup saja , adalah ainu Syirk, / kemusyrikan itu sendiri.

    1. tuduhan kepada Al ALbani itu dusta karena kalianlah yang tidak bisa membuktikan tuduhan kalian tersebut, bukan karena kami tidak bisa mmebuktikan kebenarannya.

      kalo ana menuduh antum telah berbuat zina, tentunya antum cukup menuntut bukti dari tuduhan ana tersebut. antum tidak perlu membuktikan bahwa antum tidak pernah berbuat zina. hal itu akan menguras energi antum sendiri.

      tentang tuduhan Syaikh Dr. Muhammad Tahir Qadri kepada Syaikh Al Albani di atas bisa dijawab dengan ringkas sebagai berikut

      – membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya
      jawab: apa saja contoh hadits yang dibuang oleh Syaikh Al Albani dari kitab Adabul Mufrod Al Bukhori? memang Syaikh Al Albani tidak menyertakan semua hadits2 tersebut dalam kitabnya Shohih Adabul Mufrod karena memang beliau pilah dan hanya mengambil yang Shohih saja. kalau hal ini disebut “membuang hadits”, berarti ulama semisal Al Bukhori yang menulis Shohih Bukhori, Muslim yang menulis Shohih Muslim, Ibnu Khuzaimah yang menulis Shohih Ibnu Khuzaimah dan lain2 juga telah “membuang hadits”, karena mereka hanya menulis hadits2 yang mereka anggap shohih saja, sedangkan hadits yang dhoif dan maudhu’ mereka buang.

      – mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari, dsb….
      jawab: Al Bukhori adalah manusia biasa, bukan seorang yang ma’shum. beliau bisa salah dalam menilai derajat hadits. apalagi kitab Adabul Mufrod bukan kitab yang ditulis oleh Al Bukhori dengan metode yang sama dengan kitab Shohih. dalam kitab Shohih, beliau hanya mengkhususkan hadits2 yang shohih saja, sedangkan kitab Adabul Mufrod tidak demikian. jadi jika ada hadits dalam kitab Adabul Mufrod yang dilemahkan oleh Al Albani, hal ini lumrah saja selama menggunakan metode ilmiah yang benar.

      seharusnya yang menjadi kritik kalian terhadap diri Al ALbani adalah sudah benarkah metode yang dipakainya? jika sudah benar, lalu tepatkah penerapan metode tersebut? ini jika kalian mau berdiskusi secara ilmiah, bukan asal tuduh dan fitnah.

  45. Ibnu irfan mengatakan :
    memang Syaikh Al Albani tidak menyertakan semua hadits2 tersebut dalam kitabnya Shohih Adabul Mufrod karena memang beliau pilah dan hanya mengambil yang Shohih saja. kalau hal ini disebut “membuang hadits”, berarti ulama semisal Al Bukhori yang menulis Shohih Bukhori, Muslim yang menulis Shohih Muslim, Ibnu Khuzaimah yang menulis Shohih Ibnu Khuzaimah dan lain2 juga telah “membuang hadits”, karena mereka hanya menulis hadits2 yang mereka anggap shohih saja, sedangkan hadits yang dhoif dan maudhu’ mereka buang.
    Jawab saya : ini bentuk pengakuan jika al-bani tidak menyertakan semua hadist2 yang terdapat pada Kitab Aslinya, ada perbedaan yang sangat mendasar antara apa yang dilakukan oleh Ulama semisal Imam Bukhori , imam Muslim dan lainnya dengan apa yang dilakukan oleh al-bani. Jika para Ulama yang disebutkan ibnu irfan diatas , melakukan Sortasi atau pemilahan Hadist dari Rowi-rowinya secara Langsung , sementara yang dilakukan al-bani , mensortir atau memilah Hadist dari Karya Tulis orang lain, dalam hal ini Imam bukhori , hasil karya tulis orang lain yang di utak atik oleh al-bani , jika ia (albani) adalah seorang kritikus yang baik , maka yang dia lakukan semestinya adalah Kritisi terhadap karya Imam Bukhori tersebut , Bukan membuang Hadist yang dicantumkan oleh penulisnya , pemnghapusan dan pembuangan yang dilakukan oleh al-bani ini, sama sekali tidak bisa disamakan dengan para Imam ahli hadist yang melakukan Sortasi atau pemilahan Hadist, karena yang mereka (ahlulhadist) lakukan tidak merubah sedikitpun hasil karya Orang lain , mereka adalah para penghapal Hadist yang diambil langsung dari para Rowinya , sehingga mereka bebas menentukan Hadist mana saja yang akan mereka kodifikasi dalam Kitabnya , sementara yang dilakukan al-bani , adalah Tahrif atau perubahan Atas Karya orang lain.
    Ibnu Irfan mengatakan :
    mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari, dsb….
    jawab: Al Bukhori adalah manusia biasa, bukan seorang yang ma’shum. beliau bisa salah dalam menilai derajat hadits. apalagi kitab Adabul Mufrod bukan kitab yang ditulis oleh Al Bukhori dengan metode yang sama dengan kitab Shohih. dalam kitab Shohih, beliau hanya mengkhususkan hadits2 yang shohih saja, sedangkan kitab Adabul Mufrod tidak demikian. jadi jika ada hadits dalam kitab Adabul Mufrod yang dilemahkan oleh Al Albani, hal ini lumrah saja selama menggunakan metode ilmiah yang benar.
    jawaban saya : al-bukhori memang manusia biasa dan tidak ma`shum begitu Juga al-bani , manusia biasa yang tidak Ma`shum yang sama-sama bias salah dalam menilai Hadist , hanya saja ada sekitar 7000 kesalahan al-albani dalam menilai Hadist , sementara Imam Bukhori , tidak dikenal dengan satu kesalahanpun dalam menilai Hadist. , ini baru dari sisi, kejelian dan kecermatan , belum dari sisi lainnya , kemudian soal kitab adabul Mufrod yang tidak hanya diisi dengan Hadist-Hadist Shohih saja , mungkin benar dan ini menunjukkan jika Hadist Dhaifpun bisa dijadikan Hujjah untuk Fadloilul a`mal , tidak seperti Wahabi/Salafi yang hanya menggunakan Hadist Shahih , terbukti Imam Bhukori pun menggunakan Hadist Dhaif untuk perkara yang Bukan Prinsip.
    Ibnu Irfan mengatakan :
    seharusnya yang menjadi kritik kalian terhadap diri Al ALbani adalah sudah benarkah metode yang dipakainya? jika sudah benar, lalu tepatkah penerapan metode tersebut? ini jika kalian mau berdiskusi secara ilmiah, bukan asal tuduh dan fitnah.
    Jawaban saya : jika metode yang digunakan al-bani benar lalu penerapannya pun tepat , maka tidak akan ditemukan 7000 kesalahan al-bani dalam bidang Hadist , kedustaan dan kesalahan al-bani jelas bukan dusta apalagi fitnah, terbukti andapun ibnu irfan , diawal mengatakan mana Bukti kesalahan al-bani , kemudian membela al-bani bahwa yang dilakukan al-bani mengikuti para Imam Hadist dalam menyortir atau memilah Hadist , lantas diskusi ilmiah apa yang anda inginkan , sementara anda pun tidak Ilmiyah ? , subjektif dan hanya pembenaran ? so tentang kedustaan al-bani bukan omong kosong kan ?

    1. Akhuna Ahmad berkata:
      sementara yang dilakukan al-bani , mensortir atau memilah Hadist dari Karya Tulis orang lain, dalam hal ini Imam bukhori , hasil karya tulis orang lain yang di utak atik oleh al-bani , jika ia (albani) adalah seorang kritikus yang baik , maka yang dia lakukan semestinya adalah Kritisi terhadap karya Imam Bukhori tersebut , Bukan membuang Hadist yang dicantumkan oleh penulisnya

      Ibnu Abi Irfan menjawab:
      kalau yang dilakukan leh Al Albani ini disebut “mengutak atik”, sebenarnya ada contoh yang sama dalam hal “utak atik” kitab, salahs atunya adalah Ibnu Hajar yang menulis kitab Tahdzibut Tahdzib. kitab ini adalah hasil “utak atik” beliau dari kitab Tahdzibul Kamal karya Al Mizzi. dalam Tahdzibut tahdzib ini, Ibnu Hajar “membuang” beberapa perowi yang ada dalam kitab Tahdzibul Kamal. tapi kenapa tidak ada kritik sama sekali untuk “kecurangan” Ibnu Hajar ini. kenapa hanya Al Albani saja yang diserang?

      Akhuna Ahmad berkata:
      hanya saja ada sekitar 7000 kesalahan al-albani dalam menilai Hadist , sementara Imam Bukhori , tidak dikenal dengan satu kesalahanpun dalam menilai Hadist.

      Ibnu Abi Irfan menjawab:
      bisakah antum melampirkan 7000 kesalahan Al Albani tersebut? atau angka ini hanya su’udzon belaka tanpa pengecekan secara langsung? atau ini hasil dari membebek pada ulama “aswaja” antum?
      Al Bukhari benar atau salah, ana tidak bisa menilainya karena belum sampai taraf itu bagi saya. hanya saja ana katakan bahwa ada ulama yang mengkritik Al Bukhari dalam hal penilaian derajat hadits, seperti Ad Daruquthni, Abu Ali Al Jayyani, Abu Mas’ud Ad Dimasyqi, dan lainnya. lagi2 kenapa hanya Al Albani saja yang diserang?
      ketika Ibnu Hajar menjawab kritik Ad Daruquthni terhadap kitab Shahih BUkhari, beliau tidak mencela sama sekali Ad Daruquthni. sikap Ibnu Hajar ini berbeda dengan sikap ndeso kalian terhadap pengkritik Al Bukhari yang lain, yaitu Al Albani. kenapa kalian tidak mengikuti metode Ibnu Hajar dalam menjawab kritik?

  46. anda jangan sekali2 asal dan salah paham tentang dien/agama kita ini…..!!!
    karena salah pehaman/salah kaprah akan dapat berakibat fatal kepada diri sendiri/ masing2 ‘ummat…
    >seperti kata pepetah….
    “sejelek2 orang pasti ada musuhnya”
    “sebagus2bagusnya orang pasti juga ada musuhnya..”
    nah dari kutipan diatas bisa kita cerna dengan baik dan matang….!!~!!!
    sekarang saya ingin bertanya kepada anda yang punya BLOG ini……
    apakah mungkin syeikh imam al-bani sang mujaddied /almuhaddits ini yang sungguh giatnya dalam meluruskan dien/agama ini kejalan yang sesuai dengan pemahaman salaful’ummah/ ahlu sunnah waljama’ah ini mendustakan hadist2 rosululloh SAW??? apakah mungkin beliau sejelek2nya orang yang anda kira???
    maka dari itu berhati-hatilah ya ikhwan!!! pada zaman sekarang ini sungguh banyak sekali orang yang mengaku2 dirinya sebagai “AHLU SUNNAH WALJAMA’AH” (akan tetapi..!!)dialah yang merusak sunnah itu sendiri….
    ??? ???? ???? ????
    ?? ???? ????? ????? ???? ???? ??? ??? ???? ?? ?????? ???????
    “tidak akan datang suatu zaman selain akan lebih buruk dari pada zaman sebelumnya….”
    sesungguhnya sungguh banyak sekali’ummat pada zaman sekarang ini yang ingin merusak kemurnian islam “mereka tidak senang melihat sunnah2 rosululloh berjalan dimuka bumi ini”
    maka dari itu berhati-hatilah terhadap mereka”para2 perusak sunnah” itu. dengan selalu berpegang teguh kepada pehaman para sahabat2 Rosululloh SAW. karna merekalah yang dekat dan lebih paham dengan apa2 saja yang diperintahkan/yang diwahyukan Auloh kepada para Rosu-Rosulnyalnya…..

      1. mas Syahid saya juga ragu @ajo mada ini muslim ……ini orang mau adu domba kayaknya sih tulisannya ngga pada bener …..@ ajo mada ….ketauan yaa ????

  47. Ibnu Abi Irfan menjawab:

    kalau yang dilakukan leh Al Albani ini disebut “mengutak atik”, sebenarnya ada contoh yang sama dalam hal “utak atik” kitab, salahs atunya adalah Ibnu Hajar yang menulis kitab Tahdzibut Tahdzib. kitab ini adalah hasil “utak atik” beliau dari kitab Tahdzibul Kamal karya Al Mizzi. dalam Tahdzibut tahdzib ini, Ibnu Hajar “membuang” beberapa perowi yang ada dalam kitab Tahdzibul Kamal. tapi kenapa tidak ada kritik sama sekali untuk “kecurangan” Ibnu Hajar ini. kenapa hanya Al Albani saja yang diserang?

    Saya katakan :
    Apa yang dilakukan oleh Al-hafidz Ibnu Hajar dalam Tahdzibul Tahdzib , memang cukup controversial bagi orang-orang yang ingin membenarkan apa yang dilakukan al-bani terhadap adabul Mufrod , mereka yang mempermasalahkan Tahdzib ibnu hajar lupa jika apa yang dilakukan Ibnu hajar sangat berbeda , yang beliau lakukan adalah Tahdzib wal-ikhtishor , ya seperti itulah Tahdzib dan Ikhtishor semestinya dilakukan , meskipun kita juga tidak memungkiri jika Ibnu hajar tetap menyebutkan nama Suyukh dan talamidz akan ada faedahnya , namun, ya seperti itulah Kitab Iktishor dan Tahdzib disusun, karena sengaja untuk lebih memudahkan dipelajari , adapun bagi orang yang ingin lebih banyak mengetahui , maka baginya untuk merujuk kepada Kitab Aslinya , seperti yang ma`lum kita ketahui , Mukhtasorot manapun tidak bisa lepas dari kitab aslinya. Sementara yang dilakukan al-bani adalah Tashih , koreksi dan juga Tahrif terhadap kitab Aslinya , seolah Al-bani menganggap dirinya Lebih Faham dari Imam Bukhori terbukti ada 7000 kesalahan al-bani dalam Bidang Hadist.

    Untuk membela kesalahan dan keeliruan Al-bani anda katakan ” Kecurangan Ibnu Hajar ” , saya tanyakan kepada anda, dimana Letak Kecurangan Ibnu Hajar ? tidak Fahamkah anda dengan Istilah Tahdzib Wal-Iktishor ? , atau anda hanya Membebek atau membeo pembesar dan Ulama anda sendiri.

    Ibnu Abi Irfan menjawab:
    bisakah antum melampirkan 7000 kesalahan Al Albani tersebut? atau angka ini hanya su’udzon belaka tanpa pengecekan secara langsung? atau ini hasil dari membebek pada ulama “aswaja” antum ?

    Jawab saya :
    Sangat Mudah bagi saya untuk menunjukkan 7000 kesalahan Al-bani, anda tinggal merujuk kitab kitab dibawah ini : al-albani Syudzudzuhu Wa-akhtouhu karya Habiburohman Al-a`jami 4 jilid, Irghamul Mubtadi` al-ghobi fi Rod a`lal al-bani , dan al-qowl muqni` Fi rod alal –albani al- mubtadi` , Itqon al-sun`a fi tahqiq ma`nal Bida` , , Bayan nakh al-nakhit karya al-hafidz Alghimari , Rod alal Bathil , waf tiraa`at Nasir al-albani . dan kitab-kitab lainnya , saya sebutkan sedikit saja sebab belum tentu antum akan membacanya.

    Ibnu Abi Irfan menjawab:
    Al Bukhari benar atau salah, ana tidak bisa menilainya karena belum sampai taraf itu bagi saya. hanya saja ana katakan bahwa ada ulama yang mengkritik Al Bukhari dalam hal penilaian derajat hadits, seperti Ad Daruquthni, Abu Ali Al Jayyani, Abu Mas’ud Ad Dimasyqi, dan lainnya. lagi2 kenapa hanya Al Albani saja yang diserang?
    ketika Ibnu Hajar menjawab kritik Ad Daruquthni terhadap kitab Shahih BUkhari, beliau tidak mencela sama sekali Ad Daruquthni. sikap Ibnu Hajar ini berbeda dengan sikap ndeso kalian terhadap pengkritik Al Bukhari yang lain, yaitu Al Albani. kenapa kalian tidak mengikuti metode Ibnu Hajar dalam menjawab kritik?
    Saya jawab : anda selalu membandingkan dan menyamakan Albani dengan Ulama-ulama sejati sekelas Imam Daruquthni dan Al-Hafidz Ibnu hajar , saya katakan tolong jangan disamakan, sebab al-bani terbukti mempunyai 7000 kesalahan , pantaskah orang yang mencapai Record kesalahan terbanyak disandingkan dengan Ulama – ulama yang nyaris tidak ada kesalahan di bidang yang ditekuninya ?.

    Atau jika anda ingin mensejajarkan albani dengan Imam daruqutni , al- hafidz Ibnu Hajar dan Imam Bukhori , tolong Tunjukkan Bukti jika 7000 kesalahan al-lbani adalah Dusta dan Fitnah ?.

    1. Al Akh Ahmad berkata:
      namun, ya seperti itulah Kitab Iktishor dan Tahdzib disusun, karena sengaja untuk lebih memudahkan dipelajari

      Ibnu Abi Airfan menjawab:
      maksud dari disusunnya kitab Shahih Adabul Mufrod juga untuk memudahkan bagi pembaca untuk mengetahui mana yang shahih dan mana yang dhaif dari kitab aslinya. tentu saja faedah yang didapat sangat besar, karena memang pada dasarnya ilmu hadits itu untuk menyaring yang mana yang shahih dan mana yang dhoif.

      Al Akh Ahmad berkata:
      Untuk membela kesalahan dan keeliruan Al-bani anda katakan ” Kecurangan Ibnu Hajar ” , saya tanyakan kepada anda, dimana Letak Kecurangan Ibnu Hajar ? tidak Fahamkah anda dengan Istilah Tahdzib Wal-Iktishor ? , atau anda hanya Membebek atau membeo pembesar dan Ulama anda sendiri.

      Ibnu Abi Irfan menjawab:
      ana kasih tanda petik (” “) pada kata kecurangan karena apa yang Ibnu Hajar lakukan sama dengan apa yang dilakukan Al Albani. kalau Al Albani antum sebut kecurangan, maka seharusnya Ibnu Hajar juga antum sebut demikian.

      Al Akh Ahmad berkata:
      Sangat Mudah bagi saya untuk menunjukkan 7000 kesalahan Al-bani, anda tinggal merujuk kitab kitab dibawah ini : al-albani Syudzudzuhu Wa-akhtouhu karya Habiburohman Al-a`jami 4 jilid, Irghamul Mubtadi` al-ghobi fi Rod a`lal al-bani , dan al-qowl muqni` Fi rod alal –albani al- mubtadi` , Itqon al-sun`a fi tahqiq ma`nal Bida` , , Bayan nakh al-nakhit karya al-hafidz Alghimari , Rod alal Bathil , waf tiraa`at Nasir al-albani . dan kitab-kitab lainnya , saya sebutkan sedikit saja sebab belum tentu antum akan membacanya.

      Ibnu Abi Irfan menjawab:
      ana minta antum lampirkan 7000 kesalahan itu, bukan minta referensi. kalau tidak bisa ya jangan sok tahu dengan menyebut angka 7000.

      Al Akh Ahmad berkata:
      anda selalu membandingkan dan menyamakan Albani dengan Ulama-ulama sejati sekelas Imam Daruquthni dan Al-Hafidz Ibnu hajar , saya katakan tolong jangan disamakan, sebab al-bani terbukti mempunyai 7000 kesalahan , pantaskah orang yang mencapai Record kesalahan terbanyak disandingkan dengan Ulama – ulama yang nyaris tidak ada kesalahan di bidang yang ditekuninya ?.

      Ibnu Abi Irfan menjawab:
      apa salahnya mengkritik orang? apa salahnya menasihati orang? jangankan Al Albani, syaithon aja pernah memberi nasihat kepada Abu Hurairah tentang manfaat ayat kursi. kemudian hitung kesalahan antum sendiri, dosa antum, kemaksiatan antum, kemungkaran antum, lalu mengacalah di cermin apakah dengan kesalahan sebanyak ini antum pantas untuk mengkritik seseorang?

      Al Akh Ahmad brkata:
      tolong Tunjukkan Bukti jika 7000 kesalahan al-lbani adalah Dusta dan Fitnah ?.

      Ibnu Abi Irfan menjawab:
      lha wong ana meragukan ada angka sebanyak itu. ana juga tidak bisa melihat/memeriksa 7000 kesalahan tersebut karena antum tidak bisa melampirkannya.

        1. iya mas prass always lah takut suatu saat dipanggil ama yang Maha Memiliki Segalanya ……@ ibnu Abi tumben lgs OL ..Biasanya lama baru jawab…

  48. Ibnu Abi Airfan mengatakan:
    maksud dari disusunnya kitab Shahih Adabul Mufrod juga untuk memudahkan bagi pembaca untuk mengetahui mana yang shahih dan mana yang dhaif dari kitab aslinya. tentu saja faedah yang didapat sangat besar, karena memang pada dasarnya ilmu hadits itu untuk menyaring yang mana yang shahih dan mana yang dhoif.

    Saya katakan :
    untuk memudahkan pembaca mengetahui yang Shaih dari yang Dhaif biasa dilakukan adalah Takhrij , bukan dengan jalan menyusun kembali kitab asli seolah kitab yang asli itu tidak Shahih , lihat saja judul kitab al-bani Shahih adabul mufrod , seolah karya Imam Bukhori itu tidak Shahih , sehingga dilakukan perubahan atau Tahrif oleh al-albani seakan al-bani itu memiliki hak untuk melakukan perubahan itu , sebab jika yang dikehendaki untuk membedakan Hadist yang Dhaif dan Shahih yang perlu dilakukan adalah Takhrij bukan Tahrif.

    Ibnu Abi Irfan megatakan :
    ana kasih tanda petik (” “) pada kata kecurangan karena apa yang Ibnu Hajar lakukan sama dengan apa yang dilakukan Al Albani. kalau Al Albani antum sebut kecurangan, maka seharusnya Ibnu Hajar juga antum sebut demikian.

    Saya katakan :
    anda tidak mampu menunjukkan Kecurangan Al-hafidz Ibnu hajar , apa yang dilakukan Ibnu hajar sama sekali berbeda dengan apa yang dilakukan al-bani , sangat jauh berbeda antara Tahdzib wal-iktishar dengan Tahrif wa Tashih ala al-albani. Atau anda sama sekali tidak mengerti Istilah-istilah tersebut, sehingga anda mengatakan ” karena apa yang Ibnu Hajar lakukan sama dengan apa yang dilakukan Al Albani. kalau Al Albani antum sebut kecurangan, maka seharusnya Ibnu Hajar juga antum sebut demikian.

    Ibnu Abi Irfan mengatakan :
    ana minta antum lampirkan 7000 kesalahan itu, bukan minta referensi. kalau tidak bisa ya jangan sok tahu dengan menyebut angka 7000.

    Saya jawab :
    anda meminta sesuatu yang tidak mungkin bisa saya lakukan , mungkin siapapun tidak bisa menuliskan 7000 kesalahan albani dalam kolom komentar seperti ini , kenapa anda tidak mau membaca rujukan yang saya berikan ? atau anda ingin menutup mata dan telinga , karena tidak mampu membuktikan jika ribuan kesalahan albani yang ditunjukkan oleh Ulama Ahlul Hadist adalah benar adanya , yang sama sekali bukan dusta dan fitnah ? apalagi sekedar sok tahu.

    Ibnu Abi Irfan mengatakan :
    apa salahnya mengkritik orang? apa salahnya menasihati orang? jangankan Al Albani, syaithon aja pernah memberi nasihat kepada Abu Hurairah tentang manfaat ayat kursi. kemudian hitung kesalahan antum sendiri, dosa antum, kemaksiatan antum, kemungkaran antum, lalu mengacalah di cermin apakah dengan kesalahan sebanyak ini antum pantas untuk mengkritik seseorang ?

    Saya jawab :
    mungkin tidak salah mengkritik orang , namun coba lihat yang dilakukan albani terhadap adabul mufrod ,adalah tahrif kebiasaan yahudi , sama sekali bukan kritik , sebab jika kritik, albani bisa menggunakan manhaj takhrij bukan Tahrif , lantas apa yang dinasehatkan albani terhadap karya Imam Bukhori ? adapun kesalahan , dosa dan maksiat yang saya lakukan bersifat Pribadi tidak akan ditiru oleh orang lain , seperti andapun Ibnu irfan tidak akan lepas dari dosa ,kesalahan dan maksiat apakah anda mengangggap diri anda suci dari dosa, kesalahan dan maksiat ? apakah anda juga pantas mengatakan Kecurangan Ibnu hajar sementara anda juga tidak bisa membuktikan kecurangan itu sendiri ? , Lihat apa yang dilakukan al-bani dosa dan kesalahannya dalam bidang Hadist akan banyak diikuti oleh banyak orang , akan meruntuhkan sendi Islam dari dalam.

    Ibnu Abi Irfan mengatakan :
    lha wong ana meragukan ada angka sebanyak itu. ana juga tidak bisa melihat/memeriksa 7000 kesalahan tersebut karena antum tidak bisa melampirkannya

    Saya jawab :
    Pernyataan ibnu irfan ini adalah alasan orang yang tidak mau menilai secara Objektif apa yang dilakukan al-bani , pernyataan seperti ini biasa muncul dari Fanatisme buta terhadap seseorang. Seolah olah 7000 kesalahan albani itu hanya bisa di cek dilihat dan diperiksa , jika saya lampirkan dalam kolom komentar ini , padahal dipasaran banyak sekali kitab dan buku yang bisa dengan mudah didapat oleh siapapun untuk mengecek kesalahan-kesalahan albani.

  49. qoola Al Akh Ahmad:
    untuk memudahkan pembaca mengetahui yang Shaih dari yang Dhaif biasa dilakukan adalah Takhrij , bukan dengan jalan menyusun kembali kitab asli seolah kitab yang asli itu tidak Shahih , lihat saja judul kitab al-bani Shahih adabul mufrod , seolah karya Imam Bukhori itu tidak Shahih , sehingga dilakukan perubahan atau Tahrif oleh al-albani seakan al-bani itu memiliki hak untuk melakukan perubahan itu , sebab jika yang dikehendaki untuk membedakan Hadist yang Dhaif dan Shahih yang perlu dilakukan adalah Takhrij bukan Tahrif.

    aquulu:
    begini akh, kitab Shahih Adabul Mufrod itu hanya berisi hadits2 shahih yang ada dalam kitab aslinya. metode ini sama dengan ketika beliau menulis kitab Shahih Sunan Abu Dawud-Dhoif Sunan Abu Dawud. beliau hanya ingin memisahkan antara hadits yang shahih dengan yang dhoif dari kitab aslinya. begitu pula kitab2 yang lain.
    antum tidak mengerti dengan perkataan antum, “seolah karya Imam Bukhori itu tidak Shahih”. siapa yang menganggap tidak shahih? kalau Al Albani menganggap hadits2 dalam kitab Adabul Mufrod tidak shahih semua, tentu saja tidak akan ada kitab Shahih Adabul Mufrod.

    qoola Al Akh Ahmad:
    anda tidak mampu menunjukkan Kecurangan Al-hafidz Ibnu hajar , apa yang dilakukan Ibnu hajar sama sekali berbeda dengan apa yang dilakukan al-bani , sangat jauh berbeda antara Tahdzib wal-iktishar dengan Tahrif wa Tashih ala al-albani. Atau anda sama sekali tidak mengerti Istilah-istilah tersebut, sehingga anda mengatakan ” karena apa yang Ibnu Hajar lakukan sama dengan apa yang dilakukan Al Albani. kalau Al Albani antum sebut kecurangan, maka seharusnya Ibnu Hajar juga antum sebut demikian.

    aquulu:
    Ibnu Hajar tidak berbuat curang, karena itu kata kecurangan ana beri tanda petik (“”). antum telah berbuat tidak adil dalam menyikapi 2 orang yang berbuat hal yang sama. jadi curang disini lebih tepatnya mengarah pada antum.

    qoola Al Akh Ahmad:
    anda meminta sesuatu yang tidak mungkin bisa saya lakukan , mungkin siapapun tidak bisa menuliskan 7000 kesalahan albani dalam kolom komentar seperti ini , kenapa anda tidak mau membaca rujukan yang saya berikan ? atau anda ingin menutup mata dan telinga , karena tidak mampu membuktikan jika ribuan kesalahan albani yang ditunjukkan oleh Ulama Ahlul Hadist adalah benar adanya , yang sama sekali bukan dusta dan fitnah ? apalagi sekedar sok tahu.

    aquulu:
    kalau tidak bisa menunjukkan semua, paling tidak tolong tunjukkan 1 kesalahan saja lalu jelaskan dimana letak kesalahannya dan bagaimana seharusnya yang benar?
    antum sepertinya tidak mengerti kaidah2 dalam tuduhan. coba baca kitab Hadits Arba’in Nawawi, hadits ke-33 berbunyi: “Sekiranya setiap tuntutan orang dikabulkan begitu saja, niscaya orang-orang akan menuntut darah orang lain atau hartanya. Akan tetapi, haruslah ada bukti atau saksi bagi yang menuntut dan bersumpah bagi yang mengingkari (dakwaan).”
    pihak yang menuntut/menuduh disini adalah antum, maka wajib bagi antum untuk mendatangkan bukti. sedangkan bagi kami hanya wajib bersumpah.

    qoola Al Akh Ahmad:
    mungkin tidak salah mengkritik orang , namun coba lihat yang dilakukan albani terhadap adabul mufrod ,adalah tahrif kebiasaan yahudi , sama sekali bukan kritik , sebab jika kritik, albani bisa menggunakan manhaj takhrij bukan Tahrif , lantas apa yang dinasehatkan albani terhadap karya Imam Bukhori ? adapun kesalahan , dosa dan maksiat yang saya lakukan bersifat Pribadi tidak akan ditiru oleh orang lain , seperti andapun Ibnu irfan tidak akan lepas dari dosa ,kesalahan dan maksiat apakah anda mengangggap diri anda suci dari dosa, kesalahan dan maksiat ? apakah anda juga pantas mengatakan Kecurangan Ibnu hajar sementara anda juga tidak bisa membuktikan kecurangan itu sendiri ? , Lihat apa yang dilakukan al-bani dosa dan kesalahannya dalam bidang Hadist akan banyak diikuti oleh banyak orang , akan meruntuhkan sendi Islam dari dalam

    aquulu:
    yang namanya tahrif itu berarti Al Albani merubah hadits dari kitab aslinya. apakah yang dilakukan al albani adalah merubah sanadnya atau merubah matannya? apanya yang dirubah oleh al albani?
    ana tidak menganggap diri ana bersih dari dosa. ana hanya ingin mengatakan bahwa orang yang punya kesalahan sekalipun mempunyai hak untuk menasihati/mengkritik selama kritikan itu sesuai dengan sunnah.
    ana juga tidak mengatakan Ibnu Hajar berbuat kecurangan. kalu apa yang dilakukan Ibnu Hajar itu adalah curang, tentu saja ana tidak akan menjadikan beliau sebagai bahan pembanding dengan apa yang dilakukan oleh Al Albani.

    qoola Al Akh Ahmad:
    Pernyataan ibnu irfan ini adalah alasan orang yang tidak mau menilai secara Objektif apa yang dilakukan al-bani , pernyataan seperti ini biasa muncul dari Fanatisme buta terhadap seseorang. Seolah olah 7000 kesalahan albani itu hanya bisa di cek dilihat dan diperiksa , jika saya lampirkan dalam kolom komentar ini , padahal dipasaran banyak sekali kitab dan buku yang bisa dengan mudah didapat oleh siapapun untuk mengecek kesalahan-kesalahan albani.

    aquulu:
    baca kembali hadits Ibnu Abbas dalam kitab Arba’in Nawawi hadits ke-33 di atas. siapa yang wajib mendatangkan bukti? apakah si penuduh atau si tertuduh?

    1. anti rayap tasawuf@

      Sebenarnya tidak skak matt. Saya meduga antum tidak mengerti bahwa Ibnu Abi Irfan adalah orang yang sok tahu dan asal jawab aja. Ibnu Abi Irfan adalah orang bodoh sekaligus dungu bin ngeyel. Saya hanya ingin menanggapi perkataan Ibnu Abi Irfan yg mengulang-ulang minta bukti kedustaan Syaikh Albani. Berikut ini sebagian buktinya:

      Dalam Dha‘ifah-nya (3/479) dengan tanpa adab (akhlak) dia mengatakan: “Heran terhadap as-Suyuthi, kenapa dia tidak malu menulis hadits ini dalam al-Jami‘ ash-Shaghir.” Dalam Dha‘ifah-nya (3/187) dia juga mengatakan: “Bersama dengan ini, as-Suyuthi dengan berani-beraninya atau karena lupa menulis hadits ini dalam al-Jami‘ al-Shaghir” Hal sama dalam kitab yg sama jg ditemukan (3/360), (3/297) dan (4/182).

      1. Dalam ash-Shahihah-nya (1/193) al-Albani mengatakan: “Ibnu al-Jauzi telah melakukan perbuatan buruk dengan memasukkan hadits ini dalam al-Maudhu‘at-nya.”

      2. Al-Albani dalam Dhai‘fah-nya (4/19) mengatakan: “Al-Hafizh Ibnu Hajar telah bingung dan lupa.”

      3. Al-Albani dalam Dhai‘fah-nya (2/285) menuduh as-Subki sebagai ulama yang fanatik madzhab.

      1. Dalam Silsilah adh-Dha‘ifah (3/416) al-Albani mengatakan: “Al-Hakim berkata: ‘Sanadnya shahih, sama dengan penilaian adz-Dzahabi dan disetujui al-Mundziri dalam at-Targhib 3/166).’” Kemudian al-Albani mengatakan: “Semua itu adalah tidak tahqiq dan bentuk kepasrahan dalam taqlid. Bagaimana mungkin seorang ahli tahqiq berani men-shahih-kan sanad ini!.” Sayyid Hasan as-Saqqaf berkomentar: “Ucapan seorang yang tak beradab! Padahal ratusan kali dia sendiri yang melakukannya.”

      2. Dalam Dha‘ifah-nya (3/402) al-Albani menganggap Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah terlalu mudah menganggap shahih dan menilai tsiqah perawi yang majhul (tidak diketahui kualitasnya).

      3. Dalam Dha‘ifah-nya (3/458) al-Albani mengatakan: “Al-Hakim telah melakukan kesalahan fatal.”

      Al-Albani ahli hadits yang bingung

      1. Dalam Dha‘if al-Jami‘ wa Ziyadatuh (3/243 nomer hadits 3372) dari Jabir (marfu‘), al-Albani menilai maudhu‘ hadits “Salam sebelum Berbicara” akan tetapi anehnya dalam Shahih at-Tirmidzi (2/346 nomer hadits: 2170) dia mengatakan hadits hasan.

      2. Dalam Takhrij al-Misykah (2/918 no. 3048) dia mengatakan bahwa “Hadits Pembunuh Tidak Dapat Mewaris” sanadnya adalah dha‘if sekali dan Imam Ahmad menilai maudhu‘. Tapi dalam Shahih at-Tirmidzi (2/215 no. 1713) dia mengatakan ‘shahih’.

      3. Dalam Dha‘if al-Jami‘ wa Ziyadatuh (4/179 no. 4363) hadits tentang ‘Rasulallah memberangkatkan bala tentara perang awal hari’ dia mengatakan ‘dha‘if sekali’ tetapi dalam Shahih at-Tirmidzi (2/4 no. 968) dia mengatakan ‘shahih’.

      4. Al-Albani dalam Dha‘if al-Jami‘ wa Ziyadatuh (5/47 no. 4842) menilai ‘maudhu‘’ hadits tentang Juraij ar-Rahib yang tidak menjawab panggilan ibunya, namun dalam Silsilah adh-Dha‘ifah (4/103) dia menilai ‘dha‘if’. Betapa jauh antara dha‘if dengan maudhu‘!
      Menilai tidak ada tapi ternyata ada.

      Dalam kitab Takhrij Misykat al-Mashabih pada hadits “Ikutilah golongan besar, karena sesungguhnya barangsiapa yang menyendiri maka ia akan menyendiri dalam neraka” (1/62) al-Albani mengatakan: “Aku tidak menemukan hadits tersebut dalam kitab-kitab hadits terkenal, bahkan kitab-kitab fawa’id maupun ajza’.” Padahal dalam al-Mustadrak-nya al-Hakim (1/115) terdapat hadits sebagaimana disebutkan. Bagaimana mungkin seorang ahli hadits ‘besar’ bisa melakukan hal semacam itu?!.

      Contoh-contoh kecerobohan Al-Albani dalam jarh dan ta‘dil

      1. ‘Amr bin Ghalib al-Hamdani al-Kufi. Dalam Irwaul Ghalil (7/284) al-Albani mengatakan: “Perawi-perawinya tsiqah (terpercaya) kecuali ‘Amr bin Ghalib yang hanya dinilai tsiqah Ibnu Hibban.” Artinya, al-Albani menilai ‘Amr tersebut dha‘if. Padahal ‘Amr bin Ghalib adalah tabi‘in agung yang tsiqah yang dinilai tsiqah juga oleh an-Nasa’i dan dishahihkan oleh at-Tirmdzi.

      2. Ar-Rabi‘ bin Sahl bin ar-Rakin. Dalam Shahihah-nya (2/33) al-Albani menilai dha‘if secara sepakat, padahal Ibnu Hibban dalam ats-Tsiqat (4/227) menilai tsiqah yang juga diakui sendiri oleh al-Albani dalam Irwaul Ghalil (8/20).

      3. Isma‘il bin Zakariya. Dalam Shahihah-nya (3/267) al-Albani mengatakan: “Sanadnya hasan dan perawi-perawinya tsiqah kecuali Isma‘il. Dia shaduq (terpercaya) tapi kadang salah, karena itu hadits tersebut hasan.” Sementara dalam Dha‘ifah-nya (3/481) dia mengatakan: “Isma‘il bin Zakariya tsiqah dan bisa dibuat hujjah.” Dalam Shahihah-nya dia mengatakan: “Sanadnya shahih.”

      4. Dalam Shahihah-nya (4/269) al-Albani mengatakan: “Perawi sanadnya tsiqah-tsiqah kecuali istrinya Ibnu ‘Umar, dan aku tidak mengetahuinya.” Padahal istri Ibnu ‘Umar tersebut adalah Shafiyah binti Abi ‘Ubaid bin Mas‘ud, termasuk perawinya al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan an-Nasa’i seperti yang ditulis biografinya dalam at-Taqrib.

      5. Dalam Shahihah-nya (4/411) al-Albani berkata: “Abdurrahman bin Ishaq ini secara jelas adalah Abu Syaibah al-Wasithi dan dia dha‘if.” Padahal tidak begitu, dia adalah Abdurrahman bin Ishaq bin Abdillah bin al-Harits Kinanah al-Amiri dan dia shaduq serta termasuk perawinya imam Muslim.”

      Dr. Muhammad Said Ramadlan al-Buthi menceritakan bahwa ada satu kitab yang ditulis untuk menentang dirinya dengan tulisan jelas bahwa pengarangnya adalah Muhammad ‘Id Abbasi. Padahal kitab tersebut sebenarnya tidak ditulis dan dikarang olehnya akan tetapi ditulis oleh Nashiruddin al-Albani, Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Khairuddin Wa-nili.

      Sedangkan Muhammad ‘Id tidak ikut andil sama sekali kecuali menulis sebagian kecil pembahasan saja. Hal itu diakui Mahmud Mahdi sendiri kepada Haji Adnan salah seorang rekan Dr. Muhammad Said Ramadlan al-Buthi. Lalu bagaimana hukum menisbatkan satu ucapan kepada orang lain? Lalu bagaimana pula syariat menilai orang seperti itu? (Al-Lamadzhabiyyah hlm. 111.)

  50. Ibnu Abi Irfan,

    ini kami tambahi biar lebih banyak dan lebih meyakinkan bahwa Syaikh Albani adalah benar pembohong:

    Kesalahan Fatal Albani : Albani Mendlo’ifkan Sejumlah Hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim*

    Catatan kami : ‘banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh seorang yang dikatakan sebagai ‘ “Muhaddits”, sebenarnya menunjukkan kualitas dan kapasitas orang tersebut dalam ilmu hadits, serta kelayakannya sebagai orang yang disebut “muhaddits” oleh pengikutnya sangat perlu untuk dipertanyakan, sebab kesalahan yang diperbuat ini tidaklah sedikit”, Silahkan pembaca menilainya sendiri.

    Oleh : Syeikh Muhammad Ibn Ali Hasan As-Saqqof

    Al-Albani berkata dalam kitab “Sharh al-Aqeedah at-Tahaweeah, hal. 27-28? (edisi kedelapan, Maktab al-Islami) oleh Syeikh Ibn Abi Al-Izz al-Hanafi (Rahimahullah), bahwa hadis apapun yang datang dari koleksi Imam Bukhori dan Imam Muslim adalah Shohih, bukan karena ia diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, tetapi karena pada faktanya hadis-hadis ini memang shohih. Akan tetapi kemudian ia melakukan sesuatu yang bertentangan apa yang ia katakan sebelumnya, setelah ia mendhoifkan sejumlah besar hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan imam Muslim !? Baik, marilah sekarang kita melihat bukti-buktinya :

    SELEKSI TERJEMAHAN DARI JILID II

    No. 1 : (Hal. 10 no. 1)
    Hadis : Nabi SAW bersabda : ‘’Allah SWT berfirman bahwa ‘Aku akan menjadi musuh dari tiga kelompok orang : 1). Orang yang bersumpah dengan nama Allah namun ia merusaknya, 2). orang yang menjual seseorang sebagai budak dan memakan harganya, 3). Dan orang yang mempekerjakan seorang pekerja dan mendapat secara penuh kerja darinya (sang pekerja –pent) tetapi ia tidak membayar gajinya (HR. Bukhori no. 2114 –versi bahasa arab, atau lihat juga versi bahasa inggris 3430 hal. 236). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini dhoif dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu’, 4111 no. 4054’. Sedikitnya apakah ia tidak mengetahui bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhori dari Abu Hurairah ra. !!!

    No. 2 : (Hal. 10 no. 2)
    Hadis : ‘Berkurban itu hanya untuk sapi yang dewasa, jika ini menyulitkanmu maka dalam hal ini kurbankanlah domba jantan !! (HR. Muslim no. 1963 – versi bahasa arab, atau lihat versi bahasa inggris 34836 hal. 1086). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu’, 664 no. 6222’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibn Majah dari Jabir ra. !!!

    No. 3 : (Hal. 10 no. 3)
    Hadis : Diantara manusia yang terjelek dalam pandangan Allah pada hari kiamat, adalah seorang lelaki yang mencintai istrinya dan istrinya mencintainya juga, kemudian ia mengumumkan rahasia istrinya (HR. Muslim No. 1437 – versi bahasa arab). Al-Albani mengklaim bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu, 2197 no. 2005’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abi Sayid ra. !!!

    No. 4 (Hal. 10, no. 4)
    Hadis : “Jika seseorang bangun pada malam hari (untuk sholat malam -pent), hendaknya ia mengawali sholatnya dengan 2 raka’at yang ringan (HR. Muslim No. 768). Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu I213 no. 718’. Walaupun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra. !!

    No. 5 : (Hal. 11 no. 5)
    Hadis : ‘Engkau akan dibangkitkan dengan kening ,tangan, dan kaki yang bercahaya pada hari kiamat, dengan menyempurnakan wudhu ……’ (HR. Muslim No. 246). Al-Albani mengklaim bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu’ 2/14 no. 1425’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra. !!

    No. 6 : (Hal. 11 no. 6)
    Hadis : ‘Kepercayaan paling besar dalam pandangan Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang tidak mengumumkan rahasia antara dirinya dan istrinya’ (HR. Muslim no. 124 dan 1437). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu, 2192 no. 1986’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud dari Abi Sayid ra. !!!

    N o. 7 : (Hal. 11 no. 7)
    Hadis : ‘Jika seseorang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan terlindungi dari fitnah Dajal’ (HR. Muslim no. 809). Al-AlbaniDhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu, 5233 no. 5772’. Kalimat yang digunakan oleh Imam Muslim adalah ‘menghafal’ dan bukan ‘membaca’ sebagaimana klaim Al-Albani ! Sungguh sebuah kesalahan yang sangat fatal ! Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Nasa’i dari Abu Darda ra. (Juga dinukil oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin 21021 – versi bahasa inggris) !!! menyatakan bahwa hadis ini ‘

    No. 8 : (Hal. 11 no. 8)
    Hadis : ‘Nabi SAW mempunyai seekor kuda yang dipanggil dengan ‘Al-Lahif’’ (HR. Bukhori, lihat Fath Al-Bari li Al-Hafidz Ibn Hajar 658 no. 2855. Tetapi Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam ‘Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuhu, 4208 no. 4489’. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Sahl Ibn Sa’ad ra. !!!
    Syeikh Al-Saqof berkata : ‘Ini merupakan kemarahan dari orang yang sakit, sedikit dari (penyimpangan –pent) yang banyak dan jika bukan karena takut akan terlalu panjang dan membosankan pembaca, saya akan menyebutkan lebih banyak contoh dari Kitab-kitabnya Al-Albani ketika membacanya. Saya mencoba membayangkan apa yang akan saya temukan jika mengkaji ulang semua yang ia tulis ?’.

    KELEMAHAN AL-ALBANI DALAM MENELITI HADIS (jilid 1 hal. 20)

    Syeilh Saqof berkata : ‘Hal yang aneh dan mencengangkan adalah bahwa Syeikh Al-Albani banyak menyalahpahami sejumlah besar hadis para Ulama dan tidak mengindahkan mereka, diakibatkan pengetahuannya yang terbatas, baik secara langsung atau tidak langsung. Ia memuji dirinya sendiri sebagai sumber yang ‘tidak terbantahkan’ dan seringkali mencoba meniru para Ulama Besar dengan menggunakan sejumlah istilah seperti ‘Lam aqif ala sanadih’, yang artinya ‘Saya tidak dapat menemukan sanadnya’, atau menggunakan istilah yang serupa ! Ia juga menuduh sejumlah penghafal hadis terbaik dengan tuduhan ‘kurang teliti’, meskipun ia sendiri (yaitu Al-Albani –pent) adalah contoh terbaik untuk menggambarkannya (yaitu seorang yang bermasalah tentang ketelitiannya –pent). Sekarang akan kami sebutkan beberapa contoh untuk membuktikan penjelasan kami :

    No. 9 : (Hal. 20 no. 1)
    Al-Albani menyatakan dalam ‘Irwa Al-Gholil 6251 no. 1847’ (dalam kaitannya dengan sebuah riwayat dari Ali ra.) : ‘Saya tidak dapat menemukan sanadnya’.
    Syeikh Saqof berkata : ‘Sangat menggelikan ! Jika Al-Albani memang benar adalah salah satu dari Ulama dalam Islam, maka ia akan mengetahui bahwa hadis ini dapat ditemukan dalam kitab ‘Sunan Baihaqi’ 7121 : yang diriwayatkan oleh Abu Sayid Ibn Abi Amarah, yang berkata bahwa Abu al-Abbas Muhammad Ibn Yaqub, yang berkata kepada kami bahwa Ahmad Ibn Abdal Hamid berkata bahwa Abu Usama dari Sufyan dari Salma Ibn Kahil dari Muawiya Ibn Sua’id, ‘Saya menemukan (hadis –pent) ini dalam kitab Ayahku dari Ali ra.’ !!

    No. 10 : (Hal. 21 no. 2)
    Al-Albani menyatakan dalam ‘Irwa Al-Gholil 3283 : hadis dari Ibn Umar ra. : ‘Ciuman adalah riba (‘Kisses are Usury’ – versi bahasa inggris). : ‘Saya tidak dapat menemukan sanadnya’.

    Syeikh Saqof berkata : ‘Hal ini adalah kesalahan yang fatal, karena secara pasti hadis ini dinukil dalam ‘Fatawa Al-Shaykh Ibn Taymiyya Al-Misriyah (3/295)’ : ‘Harb berkata Ubaidillah Ibn Muadz berkata kepada kami, Ayahku berkata kepadaku bahwa Sua’id dari Jiballa mendengar dari Ibn Umar ra. Berkata :’Ciuman adalah riba’. Dan seluruh perawi hadis ini adalah terpercaya menurut Ibn Taimiyah !!!

    Hadis dari Ibn Mas’ud ra. : ‘Al-Qur’an diturunkan dengan 7 dialek. Semua yang ada dalam versi ini mempunyai makna eksplisit dan implisit dan semua larangan sudah pula dijelaskan’. Al-Albani menyatakan dalam penelitiannya atas kitab ‘Mishkat Masabih 180 no. 238, bahwa penulis dari ‘Mishkat’ mengomentari sejumlah hadis dengan kalimat ‘Diriwayatkan dalam Sharhus Sunnah’, tetapi ketika ia meneliti ‘Bab Ilm wa Fadhoil Al-Qur’an’ ia tidak dapat menemukannya !

    Syeikh Saqof berkata : Para Ulama Besar telah berbicara ! SALAH, sebagaimana biasanya. Saya berharap untuk meluruskan ‘penyimpangan’ ini, hanya jika ia (yaitu Al-Albani –pent) memang serius serta tertarik untuk mencari hadis ini, maka kami persilahkan ia untuk melihat Bab yang berjudul ‘Al-Khusama fi al-Qur’an’ dari Sharh-us-Sunnah’ (1/262), dan diriwayatkan juga oleh Ibn Hibban dalam Shahih-nya (no. 74), Abu Ya’ala dalam Musnad-nyaSharh al-Mushkil al-Athar (4/172), Bazzar (3/90 Kashf al-Asrar) dan Haitami telah menyebutkannya dalam Majmu’ al-Zawaid (7/152) dan ia menisbatkannya kepada Al-Bazzar, Abu Ya’la dan Tabarani dalam Al-Autsat, yang menyatakan bahwa para perawinya adalah terpercaya’ !!!.

    No. 12 : (Hal. 22 no. 4)
    Al-Albani menyatakan dalam ‘kitab Shohih-nya’ ketika mengomentari Hadis no. 149 : ‘Orang beriman adalah orang yang tidak memenuhi perutnya … . Hadis ini berasal dari Aisyah ra. sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Mundhiri (3/237) dan Al-Hakim dari Ibn Abas ra.. . Saya (Albani) tidak menemukannya dalam Mustadrak al-Hakim setelah mencarinya dalam ‘bagian pemikiran’ (‘Thoughts’ section – versi bahasa inggris).

    Syeikh Saqof berkata : ‘Tolong jangan mendorong masyarakat untuk jatuh dalam kebodohan dengan kekacauan yang engkau lakukan !! Jika engkau meneliti Kitab Mustadrak Al-Hakim (2/12), engkau akan menemukan hadis ini ! Hal ini membuktikan bahwa engkau tidak mampu untuk menggunakan indeks buku dan hafalan hadis !!!?.

    No. 13 : (Hal. 23)
    Penilaian yang lain yang juga menggelikan apa yang dilakukan oleh Albani dalam Kitab ‘Shohih-nya 2/476’, ketika mengklaim bahwa hadis : ‘Abu bakar adalah bagian dariku, sambil memegang posisi dari telingaku’, tidak ada dalam kitab ‘Hilya’.
    Syeikh Saqof berkata : Kami menyarankan engkau untuk kembali melihat kitab “Hilya , 4/73 !”

    No. 14 : (Hal. 23 no. 5)
    Al-Albani berkata dalam kitab “Shahihah, 1/638 no. 365, edisi keempat : ‘Yahya ibn Malik telah diabaikan oleh enam Ulama Hadis yang Utama, karena ia tidak disebutkan dalam kitab Tahdzib, Taqrib atau Tadzhib’.

    Syeikh Saqof berkata: ‘Ini adalah menurut persangkaanmu ! Kenyataannya sebenarnya tidak seperti itu, karena secara pasti Ia (yaitu Al-hafidz Ibn Hajar –pent) telah menyebutkannya (yaitu Yahya ibn Malik –pent) dalam Tahdhib Al-Tahdhib li Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani (12/19 – Edisi Dar El-Fikr) dengan nama kuniyah Abu Ayub Al-Maraghi’ !!!. Maka berhati-hatilah !!!

    No. 15 : (Hal. 7)
    Al-Albani mengkritik Imam Al-Muhadis Abu’l Fadl Abdullah Ibn Al-Siddiq Al-Ghimari (Rahimahullah) ketika menyebutkan dalam kitabnya “Al-Kanz Al-Thamin” sebuah hadis dari Abu Hurairah ra. yang berkaitan dengan perawi Abu Maimunah : ‘Sebarkan salam, berilah makan faqir-miskin …..’.

    Al-Albani menyatakan dalam ‘Silsilah Al-Dhoifah, 3/492’, setelah menisbatkan hadis kepada Imam Ahmad (2/295) dan lainnya, : ‘Saya katakan bahwa sanad hadis ini ‘Dhoif’ (lemah), Daraqutni telah berkata bahwa ‘Qatada dari Abu Maimuna dari Abu Hurairah : Tidak dikenal (Majhul), dan hadisnya ditinggalkan’. Al-Albani kemudian berkata pada paragraf yang sama : ‘Sebagai catatan, sesuatu yang aneh terjadi diantara Imam Suyuti dan Al-Munawi ketika mereka meneliti hadis ini, dan saya juga telah menunjukkannya pada hadis no. 571, bahwa Al-Ghimari juga salah ketika menyebutkan hadis ini dalam ‘Al-Kanz’.

    Akan tetapi realitanya menunjukkan bahwa Al-Albani-lah yang sebenarnya paling sering melakukan kesalahan, ketika ia membuat kontradiksi yang besar dengan menggunakan sanad yang sama dalam “Irwa al-Ghalil, 3/238?, tatkala ia berkata : ‘Dinukil oleh Imam Ahmad (2/295), Al-Hakim . . . dari Qatada dari Abu Maimuna dan ia adalah perawi yang terpercaya dalam kitab ‘Al-Taqrib’, dan Hakim berkata : ‘A Sahih Sanad’, dan Al-Dhahabi setuju dengan penilaian Imam Hakim ! Semoga Allah SWT meluruskan kesalahan ini ! Lalu siapakan menurut pendapat anda yang melakukan kesalahan dan penyimpangan, apakah Al-Muhaddis Al-Ghumari (termasuk Imam Suyuti and Munawi) ataukah Al-Albani ?

    No. 16 : (Hal. 27 no. 3)
    Al-Albani hendak melemahkan hadis yang membolehkan para wanita memakai perhiasan emas, dimana pada sanad hadis itu terdapat seorang perawi bernama Muhammad ibn Imara. Al-Albani mengklaim bahwa Abu Hatim berkata bahwa perawi ini adalah ‘tidak begitu kuat (Laisa bi Al-Qowi)’, lihat kitab “Hayat al-Albani wa-Atharu. . . jilid 1, hal. 207.”
    Yang sebenarnya bahwa Imam Abu Hatim Al-Razi menyatakan dalam Kitabnya ‘Al-Jarh wa At-Ta’dil, 8/45?: ‘Perawi yang baik akan tetapi tidak begitu kuat (Laisa bi Al-Qowi)’. Oleh karena itu, perlu dicatat bahwa Al-Albani menghilangkan kalimat ‘Perawi yang baik’ !

    NB – Al-Albani telah membuat sejumlah hadis yang melarang emas untuk para wanita menjadi hadis yang shohih, walaupun sebelumnya sejumlah Ulama telah menyatakan bahwa hadis-hadis ini adalah ‘Dhoif’ dan dihapus dengan hadis lain yang membolehkan emas bagi wanita. DR. Yusuf al-Qardawi berkata dalam bukunya : ‘Islamic Awakening between Rejection and Extremism’ (judul dalam versi bahasa Inggris –pent) hal. 85: ‘Pada masa kami muncullah Syeikh Nasirudin Al-Albani dengan pendapat-pendapatnya, yang ternyata banyak bertentangan dengan kesepakatan (Ijma’) yang membolehkan para wanita untuk menghiasi dirinya dengan emas, dimana pendapat ini telah diterima oleh seluruh Madzhab selama 14 abad lamanya. Ia (yaitu Al-Albani –pent) tidak hanya menyakini bahwa hadis-hadis ini adalah shohih, akan tetapi hadis ini juga tidak dihapus (dinasakh ketentuan hukumnya -pent). Sehingga, ia menyakini bahwa hadis-hadis itu melarang cincin dan anting emas bagi wanita. Sehingga kalau demikian faktanya, maka siapakah yang menetang Ijma’ Umat dengan pendapat-pendapatnya yang ekstrim ?!? .

    No. 17 : (Hal. 37 no. 1)
    Hadis : Mahmud ibn Lubaid ra. berkata : ‘Rasul SAW telah mendapat informasi tentang seorang lelaki yang telah menceraikan istrinya sebanyak tiga kali (dalam satu duduk), kemudian beliau menjadi marah dan berkata: ‘’Apakah ia hendak mempermainkan Kitab Allah , tatkala aku masih ada diantara kalian ?, kemudian seorang lelaki berdiri dan berkata : ‘Wahai Nabi Allah, apakah saya boleh membunuhnya ?’’ (HR. An-Nasa’I).
    Al-Albani menyatakan bahwa Hadith ini adalah ‘Dhoif’ dalam penelitiannya pada “Mishkat al-Masabih, 2/981 (edisi ketiga, Beirut 1405 H; Maktab Al-Islami)”, ketika dia berkata : ‘Orang ini adalah terpercaya, tetapi sanadnya terputus karena ia tidak mendengar hadis ini dari ayahnya’.

    Al-Albani kemudian melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ia lakukan sebelumnya dalam Kitab-nya yang berjudul “Ghayatul Maram Takhrij Ahadith al-Halal wal Haram, no. 261, hal. 164, edisi ketiga, Maktab al-Islami, 1405 H”; dengan mengatakan bahwa hadis yang sama adalah hadis yang ‘SAHIH’ !!!

    No. 18 : (Hal. 37 no. 2)
    Hadis : ‘Jika salah seorang dari kalian tidur dibawah (sinar) matahari dan ada bayangan menutupi dirinya, dan sebagian dirinya berada dalam bayangan itu dan bagian yang lain terkena (sinar) matahari, hendaknya ia bangun’. Al-Albani menyatakan bahwa Hadith ini ‘SAHIH’ dalam penelitiannya pada “Shahih Al-Jami’ Al-Shaghir wa Ziyadatuh (1/266/761)”, tetapi kemudian melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ia katakan sebelumnya dengan dengan mengatakan bahwa hadis yang sama sebagai hadis ‘Dhoif’ pada penelitiannya atas kitab “Mishkat Al-Masabih, 3/1337 no. 4725, edisi ketiga”, dan ia menisbatkan hadis ini pada kitab ‘Sunan Abu Dawud’ !”

    No. 19 : (Hal. 38 no. 3)
    Hadis : ‘Sholat Jum’at adalah wajib bagi setiap muslim’. Al-Albani menilai bahwa Hadith ini adalah hadis ‘Dhoif’, pada penelitiannya di kitab “Mishkat Al-Masabih, 1/434?, Dan berkata : ‘Perawi hadis ini adalah terpercaya tetapi (sanadnya) tidak bersambung sebagaimana diindikasikan oleh Imam Abu Dawud’. Kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam Kitab “Irwa al-Ghalil, 3/54 no. 592?, dengan menyatakan bahwa hadis ini adalah hadis yang ‘SAHIH’ !!! Maka berhati-hatilah, Wahai orang yang bijaksana !?!

    No. 20 : (hal. 38 no. 4)
    Al-Albani membuat kontradiksi yang lain. Ia menganggap Al-Muharrar ibn Abu Huraira sebagai perawi terpercaya di satu tempat dan didhoifkan ditempat yang lain. Al-Albani menyatakan dalam kitab “Irwa al-Ghalil, 4/301? bahwa ‘Muharrar adalah terpercaya dengan pertolongan Allah SWT, dan Al-Hafiz (yaitu Ibn Hajar) mengomentarinya ‘Dapat diterima’, bahwa pernyataan ini (yaitu penilaian Al-Hafidz Ibn Hajar –pent) tidak dapat diterima, oleh karena itu sanadnya shohih’. Kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam kitab “Sahihah 4/156? dimana ia menjadikan sanadnya ‘Dhoif’, dengan berkata : ‘’Para perawinya seluruhnya adalah para perawi Imam Bukhori’’ , kecuali Al-Muharrar yang merupakan salah satu perawi Imam An-Nasa’I dan Ibn Majah saja. Ia tidak dipercaya kecuali hanya Ibn Hibban, dan karena sebab itulah Al-Hafidz Ibn Hajar tidak mempercayainya, hanya saja ia berkata ‘Dapat Diterima’ ?!? Berhati-hatilah dari penyimpangan ini !!

    No. 21: (hal. 39 no. 5)
    Hadis : Abdullah Ibn Amr ra. : ‘Sholat Jum’at menjadi wajib bagi siapapun yang medengar seruannya’ (HR. Abu Dawud). Al-Albani menyatakan bahwa hadis adalah hadis ‘Hasan’ dalam “Irwa Al-Ghalil 3/58?, Kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa hadis yang sama adalah ‘Dhoif’, dalam Kitab “Mishkatul Masabih 1/434 no 1375? !!!

    No. 22 : (Hal. 39 no. 6)
    Hadis : Anas Ibn malik ra. berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda : ‘Janganlah menyulitkan diri kalian sendiri, kalau tidak Allah akan menyulitkan dirimu. Tatkala ada manusia yang menyulitkan diri mereka, maka Allah-pun akan menyulitkan mereka’ (HR. Abu Dawud).

    Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ pada penelitiannya dalam kitab “Mishkat, 1/64?, Kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa hadis yang sama adalah ‘Hasan’ dalam Kitab “Ghayatul Maram, Hal. 141? !!

    No. 23 : (Hal. 40 no. 7)
    Hadis dari Sayidah Aisyah ra. : ‘Siapapun yang memberitahukan kepadamu bahwa Nabi SAW buang air kecil dengan berdiri, maka jangan engkau mempercayainya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali beliau dalam keadaan duduk’ (HR. Ahmad, An-Nasa’I dan At-Tirmidzi).

    Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadis ini adalah ‘Dhoif’ dalam “Mishkat 1/117.” Kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa hadis yang sama adalah ‘SAHIH’ dalam “Silsilat Al-Ahadis Al-Shahihah 1/345 no. 201? !!! Maka ambillah pelajaran dari ini, wahai pembaca yang mulia !?!

    No. 24 : (Hal. 40 no. 8)
    Hadis : Ada 3 kelompok orang, dimana para Malaikat tidak akan mendekat : 1). Mayat dari orang kafir; 2). Laki-laki yang menggunakan parfum wanita; 3). Seseorang yang melakukan jima’ (hubungan sex –pent) sampai ia membersihan dirinya’ (HR. Abu Dawud).

    Al-Albani meneliti hadis ini dalam “Shahih Al-Jami Al-Shaghir wa Ziyadatuh, 3/71 no. 3056? dengan menyatakan bahwa hadis ini ‘HASAN’ pada penelitian dalam kitab “Al-Targhib 1/91? [Ia juga menyatakan hadis ini ‘Hasan’ pada bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa inggris dengan judul ‘The Etiquettes of Marriage and Wedding, hal. 11]. Kemudian ia membuat pertentangan yang aneh dengan menyatakan bahwa hadis yang sama adalah ‘Dhoif’ pada penelitiannya dalam kitab “Mishkatul-Masabih, 1/144 no. 464? dan menegaskan bahwa para perawi hadis ini adalah terpercaya, namun sanadnya ada yang terputus antara Al-Hasan Al-Basri dan Ammar ra., sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Mundhiri dalam Kitab ‘Al-Targhib (1/91)’ !?!

    No. 25 : (Hal. 42 no. 10)
    Imam Malik meriwayatkan bahwa ‘Ibn Abbas ra. biasanya meringkas sholatnya pada jarak perjalanan antara Makkah dan Ta’if atau Makkah dan Usfan atau antara Makkah dan Jeddah’ . . . .
    Al-Albani mendhoif-kan hadis ini dalam kitab “Mishkat, 1/426 no. 1351?, tetapi kemudian ia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ia katakan sebelumnya dengan dengan mengatakan bahwa hadis yang sama sebagai hadis ‘SAHIH’ dalam “Irwa Al-Ghalil, 3/14? !!

    No. 26 : (Hal. 43 no. 12)
    Hadis : ‘Tinggalkan orang-orang Ethoipia selama mereka meninggalkanmu, karena tidak seorangpun akan mengambil harta yang berada di Ka’bah kecuali seseorang yang mempunyai dua kaki yang lemah dari Ethoipia’.

    Al-Albani telah mendhoif-kan hadis ini dalam kitab “Mishkat 3/1495 no. 5429? dengan mengatakan bahwa : “Sanad hadis ini Dhoif’’. Tetapi kemudian ia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ia katakan sebelumnya (sebagaimana kebiasannya), dengan mengoreksi penilaiannya atas hadis yang sama dalam Kitab “Shahihah, 2/415 no. 772.”

    No. 27 : (Hal. 32)
    Ia memuji Syeikh Habib al-Rahman al-Azami dalam kitab ‘Shahih Al-Targhib wa Tarhib, hal. 63?, dimana ia berkata : ‘Saya ingin agar anda mengetahui satu hal yang membanggakan saya ……….. dimana kitab ini telah dikomentari oleh Ulama yang terhormat dan terpandang yaitu Syeikh Habib al-Rahman al-Azami” . . . dan ia juga mengatakan pada halaman yang sama, ‘’Dan yang membuatku lebih merasa senang dalam hal ini, bahwa kajian serta hasil penelitian ini ditanggapi (dengan baik –pent) oleh Syeikh Habib Al-Rahman Al-Azami. . . .”

    Al-Albani yang sebelumnya memuji Syeikh al-Azami dalam buku diatas, kemudian membuat pertentangan lagi dalam pengantar dari bukunya yang berjudul ‘Adab Az-Zufaf’ (The Etiquettes of Marriage and Wedding), edisi terbaru hal. 8, dimana ia disitu berkata : ‘Al-Ansari telah menggunakan dalam akhir dari suratnya, salah satu dari musuh As-Sunnah, Hadis dan Tauhid, dimana orang yang terkenal dalam hal ini adalah Syeikh Habib Al-Rahman Al-Azami. . . . . disebabkan karena sikap pengecutnya dan sedikit mengambil dari para Ulama . . . . .”

    NB : (Nukilan diatas berasal dari Kitab ‘Adab Az-Zufaf’ , tidak ditemukan dalam terjemahan versi bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh para pengikutnya, yang menunjukkan mereka dengan sengaja tidak menerjemahkan bagian tertentu dari keseluruhan kitab tersebut). Oleh karena itu perhatikan penyimpangan ini, Wahai para pembaca yang mulia ?!?

    SELEKSI TERJEMAHAN DARI JILID II

    No. 28 : (Hal. 143 no. 1)
    Hadis dari Abi Barza ra. : ‘Demi Allah, engkau tidak akan menemukan orang yang lebih (baik -pent) daripada diriku’ (HR. An-Nasa’I 7/120 no. 4103).

    Al-Albani mengatakan bahwa Hadis ini adalah ‘SAHIH’ dalam kitab “Shahih Al-Jami wa Ziyadatuh, 6/105 no. 6978?, dan secara aneh menentang dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa hadis yang sama adalah ‘Dhoif’ dalam kitab “Dhoif Sunan Al-Nasa’i, pg. 164 no. 287.” Maka berhati-hatilah dari penyimpangan ini ?!?

    No 29 : (Hal. 144 no. 2 )
    Hadis dari Harmala Ibn Amru Al-Aslami dari pamannya : ‘’Melempar batu kerikil saat ‘Jimar‘ dengan meletakkan ujung ibu jari pada jari telunjuk’’ (Shahih Ibn Khuzaimah, 4/276-277 no. 2874) .

    Al-Albani sedikit saja mengetahui kelemahan dari hadis ini yang dinukil dalam “Shahih Ibn Khuzaimah”, (dengan berani –pent) ia mengatakan bahwa sanad hadis ini adalah ‘Dhoif’, kemudian seperti biasanya ia menentang dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa hadis yang sama adalah ‘SAHIH’Shahih Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 1/312 no. 923 !” pada ”

    No 30 : (Hal.144 no. 3 )
    Hadis dari Sayyidina Jabir ibn Abdullah ra. : ‘’Nabi SAW pernah ditanya tentang masalah ‘junub’ ….. bolehkah ia (yaitu orang yang sedang junub –pent) makan, minum dan tidur …..Beliau menjawab : ‘Boleh’, jika orang ini melakukan wudhu’ ” (HR. Ibn Khuzaimah no. 217 ; HR. Ibn Majah no. 592).

    Al-Albani telah menuduh bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam komentarnya dalam “Ibn Khuzaimah, 1/108 no. 217?, kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan mengoreksi status dari hadis diatas dalam kitab “Shahih Ibn Majah, 1/96 no. 482 ” !!

    No. 31 : (Hal. 145 no. 4)
    Hadis dari Aisyah ra. : ‘Tong adalah tong (A vessel as a vessel), sedangkan makanan adalah makanan’ (HR. An-Nasa’I , 7/71 no. 3957).

    Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘SAHIH’ dalam “Shahih Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 2/13 no. 1462?, kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam kitab “Dhoif Sunan Al-Nasa’i, no. 263 hal. 157” dengan menyatakan bahwa hadis ini adalah ‘Dhoif’ !!!

    No. 32 : (Hal. 145 no. 5)
    Hadis dari Anas ra. : Hendaknya setiap orang dari kalian memohon kepada Allah SWT untuk seluruh kebutuhannya, walaupun untuk tali sandal kalian jika ia putus’.
    Al-Albani menyatakan bahwa Hadis diatas adalah ‘HASAN’ dalam penelitiannya pada kitab “Mishkat, 2/696 no. 2251 and 2252?, kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan mengoreksi status hadis ini dalam kitab “Dhoif Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 5/69 no. 4947 dan 4948? !!!

    No 33 : (Hal. 146 no. 6 )
    Hadis dari Abu Dzar ra. : ‘’Jika engkau ingin berpuasa, maka berpuasalah pada tengah bulan (antara tanggal -pent) 13,14 dan 15 (tiap bulan qomariyah –pent)’’.

    Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini ‘Dhoif’ dalam kitab “Dhoif Sunan An-Nasa’i, hal. 84? dan pada komentarnya dalam kitab “Ibn Khuzaimah, 3/302 no. 2127?, kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan mengoreksi status hadis ini sebagai hadis yang ‘SAHIH’ dalam kitab “Shahih Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 2/10 no. 1448? dan juga mengoreksinya dalam kitab “Shahih An-Nasa’i, 3/902 no. 4021? !! Sungguh kontrdiksi yang sangat aneh ?!?
    NB : (Al-Albani menyebutkan hadis ini dalam ‘Shahih Al-Nasa’i’ dan dalam ‘Dhoif An-Nasa’I’, yang membuktikan bahwa ia tidak memperhatikan apa yang telah ia lakukan dan kelompokkan). Betapa mengherankannya hal ini !?!.

    No. 34 : (Hal. 147 no. 7)
    Hadis dari Sayidah Maymunah ra. : ‘’Tidak seorangpun mengambil pinjaman, maka hal itu pasti berada dalam pengetahuan Allah SWT …… (HR. An-Nasa’I, 7315 dan lainnya).
    Al-Albani menyatakan dalam kitab “Dhoif An-Nasa’i, hal. 190?: ” Shahih, kecuali bagian ‘Al-Dunya’ ’’. kemudian seperti biasanya ia menentang dirinya sendiri dalam kitab “Shahih Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 5/156?, dengan mengatakan bahwa seluruh hadis ini adalah ‘SAHIH’, termasuk bagian ‘Al-Dunya’. Lihatlah sungguh sebuah kontradiksi yang menakjubkan ?!?

    No 35 : (Hal. 147 no. 8 )
    Hadis dari Buraida ra. : ‘’Kenapa aku melihat engkau memakai perhiasan para penghuni neraka’’ (maksudnya adalah cincin besi) (HR. AN-Nasa’I 8/172 dan lainnya).
    Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini adalah ‘Shohih’ dalam kitab “Shahih Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 5/153 no. 5540?, kemudian seperti biasanya ia menentang dirinya sendiri dengan menyatakan hadis yang sama sebagai hadis ‘Dhoif’ dalam kitab “Dhoif An-Nasa’I , hal. 230? !!!

    No 36 : (Hal. 148 no. 9 )
    Hadis dari Abu Hurairah ra. : ‘’Siapapun yang membeli karpet untuk tempat duduk, maka ia punya waktu 3 hari untuk meneruskan atau mengembalikannya dengan catatan tidak ada noda coklat pada warnanya ‘’ (HR. An-Nasa’I 7/254 dan lainnya).

    Al-Albani mendhoifkan hadis ini yang ditujukkan pada bagian lafadz ‘3 hari’ yang terdapat dalam kitab “Dhoif Sunan An-Nasa’i, hal. 186?, dengan mengatakan : ‘’ Benar, kecuali bagian ‘3 hari’ ‘’. Akan tetapi kontradiksi yang ‘jenius’ kembali ia lakukan dengan mengoreksi kembali status hadis ini dan termasuk bagian lafadz ‘3 hari’ dalam kitab “Shahih Al-Jami’ wa Ziyadatuh, 5/220 no. 5804?. Jadi sadarlah (Wahai Al-Albani) ?!?

    No. 37 : (Hal. 148 no. 10)
    Hadis dari Abu Hurairah ra. : ‘Barangsiapa mendapatkan satu raka’at dari sholat Jum’at maka ia telah mendapatkan (seluruh raka’at -pent)’ (HR. Ibn Majah 1/356 dan lainnya).
    Al-Albani mendhoifkan hadis ini dalam kitab “Dhoif Sunan An-Nasa’i, no. 78 hal. 49?, dengan mengatakan : “Tidak normal (Syadz), dimana lafadz ‘Jum’at’ disebutkan’’ (dalam hadis ini –pent). Kemudian seperti biasanya ia menentang dirinya sendiri dengan menyatakan hadis yang sama sebagai hadis ‘Shohih’, termasuk bagian lafadz ‘Jum’at’ dalam kitab “Irwa, 3/84 no. 622 .” Semoga Allah SWT meluruskan kesalahan-kesalahanmu ?!?
    AL-ALBANI DAN BERBAGAI KONTRADIKSI YANG IA LAKUKAN DALAM MENILAI PERAWI HADIS

    No 38 : (Hal. 157 no 1 )
    KANAAN IBN ABDULLAH AN-NAHMY :- Al-Albani berkata dalam “Shahihah, 3/481? : “Kanaan dianggap hasan, karena ia didukung oleh Ibn Mu’in’’. Al-Albani kemudian membuat pertentangan bagi dirinya dengan mengatakan, ‘’Hadis dhoif karena Kanaan” (Lihat Kitab “Dhoifah, 4/282?)!!

    No 39 : (Hal. 158 no. 2 )
    MAJA’A IBN AL-ZUBAIR : – Al-Albani telah mendhoifkan Maja’a dalam “Irwa al-Ghalil, 3/242?, dengan mengatakan bahwa: ’’ Sanad ini lemah karena Ahmad telah berkata : Tidak ada yang salah dari Maja’a, dan Daruqutni telah melemahkannya …..’’.
    Al-Albani kemudian membuat kontradiksi lagi dalam kitab “Shahihah, 1/613?, dengan mengatakan : ‘‘Orang ini (perawi hadis) adalah terpercaya kecuali Maja’a, dimana ia adalah seorang perawi hadis yang baik’’. Sungguh kontradiksi yang ‘menakjubkan’ !?!

    No 40 : (Hal. 158 no. 3 )
    UTBA IBN HAMID AL-DHABI : – Al-Albani telah mendhoifkannya dalam kitab “Irwa Al-Ghalil, 5/237?, dengan mengatakan : ‘Dan ini adalah sanad yang dhoif karena tiga sebab ……. Salah satunya adalah sebab kedua, karena lemahnya Al-Dhabi, Al-Hafiz berkata : ‘’perawi yang terpercaya namun sering salah (dalam meriwayatkan hadis –pent)’’.
    Al-Albani kembali membuat kontradiksi yang sangat aneh dalam kitab “Shahihah, 2/432?, dimana ia menyatakan bahwa sanad yang menyebutkan Utba : ‘’Dan ini adalah sanadnya hasan, Utba ibn Hamid al-Dhabi adalah perawi terpercaya namun sering salah, dan sisanya dalam sanad ini adalah para perawi yang terpercaya ???

    No 41 : (Hal. 159 no. 4 )
    HISHAM IBN SA’AD : Al-Albani berkata dalam kitab “Shahihah, 1/325? : “Hisham ibn Sa’ad adalah perawi hadis yang baik.” Kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam kitab “Irwa Al-Ghalil, 1/283? dengan menyatakan: “Akan tetapi Hisham ini lemah hafalannya”. Lihat betapa ‘menakjubkan’ ???

    No 42 : (hal. 160 no. 5 )
    UMAR IBN ALI AL-MUQADDAMI :- Al-Albani telah melemahkannya dalam kitab “Shahihah, 1/371?, dimana ia berkata : ‘’Ia sendiri sebetulnya adalah terpercaya namun ia pernah melakukan pemalsuan yang sangat buruk yang membuatnya tidak terpercaya….’’. Al-Albani kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam kitab “Sahihah, 2/259? dengan menerimanya dan menggambarkannya sebagai perawi yang terpercaya pada sanad yang didalamnya menyebutkan Umar ibn Ali. Al-Albani berkata : ‘’Dinilai oleh Al-Hakim, yang berkata : ‘A shohih isnad (sanadnya shohih –pent)’, dan Adz-Dzahabi menyepakatinya, dan hadis (statusnya –pent) ini sebagaimana yang mereka katakan (yaitu hadis shohih –pent).’’ Sungguh ‘menakjubkan’ !?!

    No 43 : (Hal. 160 no. 6 )
    ALI IBN SA’EED AL-RAZI : Al-Albani telah melemahkannya dalam kitab “Irwa, 7/13?, dengan menyatakan : “Mereka tidak mengatakan sesuatu yang baik tentang al-Razi.” Al-Albani kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam kitab-nya yang lain yang ‘menakjubkan’ yang ia karang yaitu kitab “Shahihah, 4/25?, dengan berkata : “Ini sanad (hasan) dan para perawinya adalah terpercaya’’. Maka berhati-hatilah ?!?

    No 44 : (Hal. 165 no. 13 )
    RISHDIN IBN SA’AD : Al-Albani berkata dalam kitabnya “Shahihah, 3/79? : “Didalamnya (sanad) ada perawi bernama Rishdin ibn Sa’ad, dan ia telah dinyatakan terpercaya”. Tetapi ia kemudian ia menentang dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa ia adalah ‘Dhoif’ dalam kitab “Dhoifah, 4/53?; dimana ia berkata : “Dan Rishdin ibn Sa’ad adalah Dhoif”. Maka berhati-hatilah dengan hal ini !!

    No 45 : (Hal. 161 no. 8 )
    ASHAATH IBN ISHAQ IBN SA’AD : Sungguh aneh pernyatan Syeikh Albani ini ?!? Dia berkata dalam kitab “Irwa A-Ghalil, 2/228?: ‘Statusnya tidak diketahui dan hanya Ibn Hibban yang mempercayainya’’. Tetapi kemudian menentang dirinya sendiri sebagaimana biasanya ! karena ia hanya menukil dari kitab dan tidak ada hal lain yang ia lakukan, kemudian ia sebatas menukilnya tanpa pengetahuan yang memadai, hal ini terbukti dalam kitab “Shahihah, 1/450?, dimana ia berkata mengenai Ashath : ‘’Terpercaya’’. Sungguh ‘menakjubkan’ apa yang ia lakukan !?!

    No 46 : (hal.162 no. 9 )
    IBRAHIM IBN HAANI : Yang mulia ! Yang Jenius ! Sang Peniru ! telah membuat Ibrahim Ibn Hani menjadi perawi terpercaya disatu tempat dan menjadi tidak dikenal (majhul) ditempat yang lain. Al-Albani berkata dalam kitab ‘Shahihah, 3/426?: “Ibrahim ibn Hani adalah terpercaya’’, Tetapi kemudian menentang dirinya sendiri seperti yang ia tulis didalam kitab “Dhoifah, 2/225?, dengan menyatakan bahwa ‘ia tidak dikenal dan hadisnya tertolak’ ?!?

    No 47 : (Hal. 163 no. 10 )
    AL-IJLAA IBN ABDULLAH AL-KUFI : Al-Albani telah meneliti sebuah sanad kemudian menyatakan bahwa sanad tersebut baik dalam kitab “Irwa, 8/7?, dengan kalimat : ‘’Dan ini adalah sanad yang baik, para perawinya terpercaya, kecuali untuk Ibn Abdullah Al-Kufi yang merupakan orang yang terpercaya’’. Tetapi kemudian menentang dirinya sendiri dengan mendhoifkan sanad yang didalamnya terdapat Al-Ijla dan menjadikan keberadaannya (yaitu Al-Ijla –pent) untuk dijadikan sebagai alasan bahwa hadis itu ‘Dhoif’ (Lihat kitab ‘Dhoifah, 4/71?); dimana ia berkata :’’ Ijla Ibn Abdullah adalah lemah’’. Al-Albani lalu menukil pernyataan Ibn Al-Jauzi (Rahimahullah), dengan mengatakan bahwa : ‘’Al-Ijla tidak mengetahui apa yang ia katakan’’ ?!?

    No 48 : (Hal. 67-69 )
    ABDULLAH IBN SALIH : KAATIB AL-LAYTH :- Al-Albani telah mengkritik Al-Hafiz Al-Haitami, Al-Hafiz Al-Suyuti, Imam Munawi and Muhaddis Abu’l Fadl Al-Ghimari (Rahimahullah) dalam bukunya “Silsilah Al-Dhoifah, 4/302?, ketika meneliti sebuah sanad hadis yang didalamnya terdapat Abdullah ibn Salih. Ia berkata di halaman 300 : ‘’Bagaimana sebuah hadis yang didalamnya terdapat Abdullah ibn Salih akan menjadi baik dan hadisnya menjadi bagus, meskipun ia banyak melakukan kesalahan dan ketelitiannya yang kurang, serta ia pernah memasukkan sejumlah hadis yang bermasalah dalam kitabnya, dan ia menukil hadis-hadis itu tanpa mengetahui (status –pent) darinya’’. Ia tidak menyebutkan bahwa Abdullah Ibn Salih adalah salah seorang dari perawi Imam al-Bukhari (yaitu para perawi yang digunakan oleh Imam Bukhari dalam kitab shohih-nya -pent), hanya karena hal ini ‘tidak cocok dengan seleranya’, dan ia juga tidak menyebutkan bahwa Ibn Mu’in dan sejumlah kritikus hadis ternama telah menyatakan bahwa mereka adalah ‘terpercaya’. Tetapi kemudian ia menentang dirinya sendiri pada bagian lain dari kitabnya dengan menjadikan hadis yang didalam sanadnya terdapat Abdullah Ibn Salih sebagai hadis yang baik, dan inilah nukilannya :

    Al-Albani berkata dalam Silsilah Al-Shahihah, 3/229? : “Dan sanad hadis ini baik, karena Rashid ibn Sa’ad adalah terpercaya menurut Ijma’ (kesepakatan para Ulama hadis –pent), dan siapakah yang lebih darinya sebagai perawi dari hadis Shohih, dan didalamnya terdapat Abdullah Ibn Salih yang pernah mengatakan sesuatu yang tidak membahayakan dengan pertolongan Allah SWT’’ ?!? Al-Albani juga berkata dalam “Sahihah, 2/406? tentang sanad yang didalamnya terdapat Ibn Salih : “Sanadnya baik dalam hal ketersambungannya’’ dan ia katakan lagi dalam kitab “Shahihah 4/647? : ‘’Hadisnya baik karena bersambung’’.

    PENUTUP

    Setelah kita menyimak berbagai contoh kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak oleh ‘Yang Terhormat Al-MuhaddisSyeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani’ oleh ‘Al-Alamah Syeikh Muhammad Ibn Ali Hasan As-Saqqof’ dimana dalam kitab-nya tersebut beliau (Rahimahullah) menunjukkan ± 1200 kesalahan dan penyimpangan dari Syeikh Al-Albani dalam kitab-kitab yang beliau tulis seperti contoh diatas.

    Maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa bidang ini tidak dapat digeluti oleh sembarang orang, apalagi yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai seorang yang layak untuk menyadang gelar ‘Al-Muhaddis’ (Ahli Hadis) dan tidak memperoleh pendidikan formal dalam bidang ilmu hadis dari Universitas-universitas Islam yang terkemuka dan ‘Para Masyaik’h yang memang ahli dalam bidang ini. Dan Para Ulama telah menetapkan kriteria yang ketat agar hanya benar-benar hanya ‘orang yang memang memenuhi kriteria sajalah’ yang layak menyadang gelar ini seperti yang diungkapkan oleh Imam Sakhowi tentang siapa Ahli Hadis (muhaddis) itu sebenarnya : “Menurut sebagian Imam hadis, orang yang disebut dengan Ahli Hadis (Muhaddis) adalah orang yang pernah menulis hadis, membaca, mendengar, dan menghafalkan, serta mengadakan rihlah (perjalanan) keberbagai tempat untuk, mampu merumuskan beberapa aturan pokok (hadis), dan mengomentari cabang dari Kitab Musnad, Illat, Tarikh yang kurang lebih mencapai 1000 buah karangan.

    Jika demikian (syarat-syarat ini terpenuhi –pent) maka tidak diingkari bahwa dirinya adalah ahli hadis. Tetapi jika ia sudah mengenakan jubah pada kepalanya, dan berkumpul dengan para penguasa pada masanya, atau menghalalkan (dirinya memakai-pent ) perhiasan lu’lu (permata-pent) dan marjan atau memakai pakaian yang berlebihan (pakaian yang berwarna-warni –pent). Dan hanya mempelajari hadis Al-Ifki wa Al-Butan. Maka ia telah merusak harga dirinya ,bahkan ia tidak memahami apa yang dibicarakan kepadanya, baik dari juz atau kitab asalnya. Ia tidak pantas menyandang gelar seorang Muhaddis bahkan ia bukan manusia. Karena dengan kebodohannya ia telah memakan sesuatu yang haram. Jika ia menghalalkannya maka ia telah keluar dari Agama Islam’’ ( Lihat Fathu Al-Mughis li Al-Sakhowi, juz 1hal. 40-41). Sehingga yang layak menyandang gelar ini adalah ‘Para Muhaddis’ generasi awal seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’I, Imam Ibn Majah, Imam Daruquthni, Imam Al-Hakim Naisaburi ,Imam Ibn Hibban dll. Sehingga apakah tidak terlalu berlebihan (atau bahkan termasuk Ghuluw –pent) dengan menyamakan mereka (Imam Bukhari, Imam Muslim, imam Abu Dawud dkk –pent) dengan sebagian Syeikh yang tidak pernah menulis hadis, membaca, mendengar, menghafal, meriwayatkan, melakukan perjalanan mencari hadis atau bahkan memberikan kontribusi pada perkembangan Ilmu hadis yang mencapai seribu karangan lebih !?!!. Sehingga bukan Sunnah Nabi yang dibela dan ditegakkan, malah sebaliknya yang muncul adalah fitnah dan kekacauan yang timbul dari pekerjaan dan karya-karyanya, sebagaimana contoh-contoh diatas.

    Ditambah lagi dengan munculnya sikap arogan, dimana dengan mudahnya kelompok ini menyalahkan dan bahkan membodoh-bodohkan para Ulama, karena berdasar penelitiannya (yang hasilnya (tentunya) perlu dikaji dan diteliti ulang seperti contoh diatas), mereka ‘berani’ menyimpulkan bahwa para Ulama Salaf yang mengikuti salah satu Imam Madzhab ini berhujah dengan hadis-hadis yang lemah atatu dhoif dan pendapat merekalah yang benar (walaupun klaim seperti itu tetaplah menjadi klaim saja, karena telah terbukti berbagai kesalahan dan penyimpangannya dari Al-Haq). Oleh karena itu para Ulama Salaf Panutan Umat sudah memperingatkan kita akan kelompok orang yang seperti ini sbb :

    – Syeikh Abdul Ghofar seorang ahli hadis yang bermadzab Hanafi menukil pendapat Ibn Asy-Syihhah ditambah syarat dari Ibn Abidin Dalam Hasyiyah-nya, yang dirangkum dalam bukunya ‘Daf’ Al-Auham An-Masalah AlQira’af Khalf Al-Imam’, hal. 15 : ‘’Kita melihat pada masa kita, banyak orang yang mengaku berilmu padahal dirinya tertipu. Ia merasa dirinya diatas awan ,padahal ia berada dilembah yang dalam. Boleh jadi ia telah mengkaji salah satu kitab dari enam kitab hadis (kutub As-Sittah), dan ia menemukan satu hadis yang bertentangan dengan madzab Abu Hanifah, lalu berkata buanglah madzab Abu Hanifah ke dinding dan ambil hadis Rasul SAW. Padahal hadis ini telah mansukh atau bertentangan dengan hadis yang sanadnya lebih kuat dan sebab lainnya sehingga hilanglah kewajiban mengamalkannya. Dan dia tidak mengetahui. Bila pengamalan hadis seperti ini diserahkan secara mutlak kepadanya maka ia akan tersesat dalam banyak masalah dan tentunya akan menyesatkan banyak orang ‘’.

    – Al-Hafidz Ibn Abdil Barr meriwayatkan dalam Jami’ Bayan Al-Ilmu, juz 2hal. 130, dengan sanadnya sampai kepada Al-Qodhi Al-Mujtahid Ibn Laila’’ Seorang tidak dianggap memahami hadis kalau ia mengetahui mana hadis yang harus diambil dan mana yang harus ditinggalkan’’. bahwa ia berkata :

    – Al-Qodhi Iyadh dalam Tartib Al-Madarik, juz 2hal. 427; Ibn Wahab berkata : ‘’Kalau saja Allah tidak menyelamatkanku melalui Malik Dan Laits, maka tersesatlah aku. Ketika ditanya, mengapa begitu, ia menjawab, ‘Aku banyak menemukan hadis dan itu membingungkanku. Lalu aku menyampaikannya pada Malik dan Laits, maka mereka berkata : ‘’Ambillah dan tinggalkan itu’’.

    – Imam Malik berpesan kepada kedua keponakannya (Abu Bakar dan Ismail, putra Abi Uwais); ’’Bukankah kalian menyukai hal ini (mengumpulkan dan mendengarkan hadis) serta mempelajarinya ?, Mereka menjawab : ‘Ya’ , Beliau berkata : Jika kalian ingin mengambil manfaat dari hadis ini dan Allah menjadikannya bermanfaat bagi kalian, maka kurangilah kebiasaan kalian dan pelajarilah lebih dalam ‘’. Seperti ini pula Al-Khatib meriwayatkan dengan sanadnya dalam Al-Faqih wa Al-Mutafaqih juz IIhal. 28.

    – Al-Khotib meriwayatkan dalam kitabnya Faqih wa Al-Mutafaqih, juz IIhal. 15-19, suatu pembicaraan yang panjang dari Imam Al-Muzniy, pewaris ilmu Imam Syafi’i. Pada bagian akhir Al-Muzniy berkata : ’’ Perhatikan hadis yang kalian kumpulkan.Tuntutlah Ilmu dari para fuqoha agar kalian menjadi ahli fiqh’’.

    – Dalam kitab Tartib Al-Madarik juz Ihal. 66, dengan penjelasan yang panjang dari para Ulama Salaf tentang sikap mereka terhadap As-Sunnah, a.l :

    a- Umar bin Khotab berkata diatas mimbar: ’’Akan kuadukan kepada Allah orang yang meriwayatkan hadis yang bertentangan dengan yang diamalkan’’.

    b- Imam Malik berkata : ’’Para Ahli Ilmu dari kalangan Tabi’in telah menyampaikan hadis-hadis, lalu disampaikan kepada mereka hadis dari orang lain, maka mereka menjawab : ’’Bukannya kami tidak tahu tentang hal ini. Tetapi pengamalannya yang benar adalah tidak seperti ini‘’ .

    c- Ibn Hazm berkata: Abu Darda’ pernah ditanya : ’’Sesungguhnya telah sampai kepadaku hadis begini dan begitu (berbeda dengan pendapatnya-pent). Maka ia menjawab: ’’Saya pernah mendengarnya, tetapi aku menyaksikan pengamalannya tidak seperti itu” .
    d- Ibn Abi zanad , “Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para Ulama dan Fuqoha untuk menanyai mereka tentang sunnah dan hukum-hukum yang diamalkan agar beliau dapat menetapkan. Sedang hadis yang tidak diamalkan akan beliau tinggalkan, walaupun diriwayatkan dari para perawi yang terpercaya’’. Demikian perkataan Qodhi Iyadh.

    e- Al- Hafidz Ibn Rajab Al-Hambali dalam Kitabnya Fadhl ‘Ilm As-Salaf ‘ala Kholaf’hal.9, berkata: ”Para Imam dan Fuqoha Ahli Hadis sesungguhnya mengikuti hadis shohih jika hadis itu diamalkan dikalangan para Sahabat atau generasi sesudahnya, atau sebagian dari mereka. Adapun yang disepakati untuk ditinggalkan, maka tidak boleh diamalkan, karena tidak akan meninggalkan sesuatu kecuali atas dasar pengetahuan bahwa ia memang tidak diamalkan’’.

    Sehingga cukuplah hadis dari Baginda Nabi SAW berikut untuk mengakhiri kajian kita ini, agar kita tidak menafsirkan sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya :

    ??? ????? ??? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ?? ????? ??? ????? ????? ?????? ???? ???? ?????? ????? ???? ?????? ?????? ???? ?????? ????? ???? ?????? ????? ???? ????????; ??? ? ?? ???????? ;??? ????? ?????? ?? ??? ??????

    Artinya : ‘’Akan datang nanti suatu masa yang penuh dengan penipuan hingga pada masa itu para pendusta dibenarkan, orang-orang yang jujur didustakan; para pengkhianat dipercaya dan orang-orang yang amanah dianggap khianat, serta bercelotehnya para ‘Ruwaibidhoh’. Ada yang bertanya : ‘Apa itu ‘Ruwaibidhoh’ ?. Beliau menjawab : ‘’Orang bodohpandir yang berkomentar tentang perkara orang banyak” (HR. Al-Hakim jilid 4hal. 512No. 8439 — ia menyatakan bahwa hadis ini shohih; HR. Ibn Majah jilid 2hal. 1339no. 4036; HR. Ahmad jilid 2hal. 219,338No. 7899,8440; HR. Abi Ya’la jilid 6hal. 378no. 3715; HR. Ath-Thabrani jilid 18hal. 67No. 123; HR. Al-Haitsami jilid 7hal. 284 dalam Majma’ Zawa’id).

    NB : (Syeikh Saqqof kemudian melanjutkan dengan sejumlah nasihat yang penting, yang karena alasan tertentu tidak diterjemahkan, akan tetapi lebih baik bagi anda untuk menilik kembali kitab ini dalam versinya yang berbahasa arab).

    Dengan pertolongan Allah, nukilan yang berasal dari kitab Syeikh Saqqof cukup memadai untuk menyakinkan para pencari kebenaran, serta menjelaskan siapakah sebenarnya orang yang awam dengan sedikit pengetahuan tentang ilmu hadis. Perhatikan peringatan Al-Hafidz Ibn Abdil Barr‘’ Dikatakan oleh Al-Qodhi Mundzir, bahwa Ibn Abdil Barr mencela dua golongan, yang pertama , golongan yang tenggelam dalam ro’yu dan berpaling dari Sunnah, dan kedua, golongan yang sombong yang berlagak pintar padahal bodoh ‘’ (menyampaikan hadis, tetapi tidak mengetahui isinya –pent) (Dirangkum dari Jami’ Bayan Al-Ilm juz IIhal. 171). Syeikhul Islam Ibn Al-Qoyyim Al-Jawziyah berkata dalam I’lamu Al-Muwaqqi’in juz Ihal. 44, dari Imam Ahmad, bahwa beliau berkata: ’’ Jika seseorang memiliki kitab karangan yang didalamnya termuat sabda Nabi SAW, perbedaan Sahabat dan Tabi’in, maka ia tidak boleh mengamalkan dan menetapkan sekehendak hatinya sebelum menanyakannya pada Ahli Ilmu, mana yang dapat diamalkan dan mana yang tidak dapat diamalkan, sehingga orang tersebut dapat mengamalkan dengan benar”.

    Dan bagi anda yang tertarik untuk mengkaji ratusan contoh yang serupa dari Syeikh As-Saqqof, maka kami menyarankan kepada anda untuk menghubungi alamat berikut guna memesan Kitab ‘Tanaqadat Al-Albani A-Wadihat’ (Kontradiksi yang sangat jelas pada Al-Albani). [Harga untuk kitab jilid pertama adalah $4.00 US (dollar AS) plus pengiriman dan harga untuk jilid kedua adalah $7.00 (dollar AS) plus pengiriman]. berikut:

    THE IMAM AL-NAWAWI HOUSE
    PO BOX 925393
    AMMAN

    JORDAN

    * Diterjemahkan secara bebas oleh Muhammad Lazuardi Al-Jawi
    NB : Dinukil dan disusun secara bebas dari kitab Syeikh Muhammad Ibn Ali Hasan As-Saqqof yang berjudul ‘Tanaqadat al- Albani al-Wadihat’ (Kontradiksi yang sangat jelas pada Al-Albani) oleh Syeikh Nuh Ha Mim Killer dan kawan-kawan, dalam versi bahasa Inggris dengan judul ‘AL-ALBANI’S WEAKENING OF SOME OF IMAM BUKHARI AND MUSLIM’S AHADITH’ dan makalah ini dapat diperoleh dengan mengakses situs http://www.masud.co.uk.

    1. wkwkwk
      10 x albanni di kumpulin juga belum sampai peringkat muhaddist terendah sekalipun, dan kita orang lepih percaya imam bukhari,muslim,imam ahmad,nasai dll yg dah ketahuan muhaddist asli dan kredible nya, dr pada al banni,….wkwkwk

  51. bismillahirohmanirohim , ini yang ke lima kali nanti kalo muncul semua yang empat di hapus aja mas admin

    ibnu irfan berkata :
    begini akh, kitab Shahih Adabul Mufrod itu hanya berisi hadits2 shahih yang ada dalam kitab aslinya. metode ini sama dengan ketika beliau menulis kitab Shahih Sunan Abu Dawud-Dhoif Sunan Abu Dawud. beliau hanya ingin memisahkan antara hadits yang shahih dengan yang dhoif dari kitab aslinya. begitu pula kitab2 yang lain.
    antum tidak mengerti dengan perkataan antum, “seolah karya Imam Bukhori itu tidak Shahih”. siapa yang menganggap tidak shahih? kalau Al Albani menganggap hadits2 dalam kitab Adabul Mufrod tidak shahih semua, tentu saja tidak akan ada kitab Shahih Adabul Mufrod.

    Saya jawab : ada perbedaan yang signifikan antara kitab-kitab Hadits yang ibnu Irfan sebutkan dengan kitab adabul Mufrad , seperti contoh diatas , sunan abu daud adalah kitab Hadits yang berisi semua Hadits yang menurut Imam Abu daud layak dimasukkan dalam Sunannya , sementara adabul Mufrod adalah Manhaj dan Madzhab serta kepribadian seorang Imam Bukhori , bukan Kitab Hadits seperti Umumnya , sehingga perubahan terhadap adabul mufrod adalah Kritik serius terhadap etika pribadi seorang Imam Bukhori , seperti yang digariskan Imam Bukhori dalam adabul mufradnya, lagi pula dengan Banyaknya Tanaqudh atau Kontradiksi al-albani dalam bidang Hadits , sangatlah tidak kompeten jika al-bani melakukan Tashhih terhadap adabul mufrad dan kitab-kitab Hadits lainnya.

    Ibnu Irfan berkata :
    Ibnu Hajar tidak berbuat curang, karena itu kata kecurangan ana beri tanda petik (“”). antum telah berbuat tidak adil dalam menyikapi 2 orang yang berbuat hal yang sama. jadi curang disini lebih tepatnya mengarah pada antum.

    Saya Jawab : apakah layak menuduh Curang (tanpa bukti) terhadap seseorang meskipun dengan tanda petik ? bukankah ini bentuk kecurangan anda sendiri Ibnu Irfan ? ketika anda tidak mampu menunjukkan bukti kemudian anda berbalik menyerang dengan mengatakan : jadi curang disini lebih tepatnya mengarah pada antum. ?

    Ibnu Irfan berkata :
    kalau tidak bisa menunjukkan semua, paling tidak tolong tunjukkan 1 kesalahan saja lalu jelaskan dimana letak kesalahannya dan bagaimana seharusnya yang benar?
    antum sepertinya tidak mengerti kaidah2 dalam tuduhan. coba baca kitab Hadits Arba’in Nawawi, hadits ke-33 berbunyi: “Sekiranya setiap tuntutan orang dikabulkan begitu saja, niscaya orang-orang akan menuntut darah orang lain atau hartanya. Akan tetapi, haruslah ada bukti atau saksi bagi yang menuntut dan bersumpah bagi yang mengingkari (dakwaan).”
    pihak yang menuntut/menuduh disini adalah antum, maka wajib bagi antum untuk mendatangkan bukti. sedangkan bagi kami hanya wajib bersumpah.

    Saya Jawab : saya jadi teringat komentar Ibnu Irfan ,ketika mengomentari kata – kata m. abdul wahhab , ibnu Irfan meminta kepada Admin satu huruf saja ucapan pengkafiran yang dilakukan m. abdul wahhab , kemudian ibnu Irfan memelintir perkataan seolah pernyataan m. abdul wahhab itu adalah perkataan admin , silahkan anda rujuk artikel Debat Terbuka NU – Wahabi ( LEBIH DETAIL KLIK DISINI )… di blog ini.

    Persis hal ini pun anda ulang , seolah Bukti itu tidak ada , lantas siapa sebenarnya yang tidak mengerti kaidah2 dalam tuduhan ? jika ibnu Irfan mengerti dan meyakini kebenaran al-albani , tentunya Ibnu Irfan Sudah bersumpah, Jika kedustaan Albani adalah Omong Kosong ? mana Sumpahmu jika kau merasa mengerti kaidah2 dalam tuduhan ? mana Sumpah mu jika kau merasa Paling mengamalkan Sunnah ?

    Ibnu Irfan mengatakan :
    yang namanya tahrif itu berarti Al Albani merubah hadits dari kitab aslinya. apakah yang dilakukan al albani adalah merubah sanadnya atau merubah matannya? apanya yang dirubah oleh al albani?
    ana tidak menganggap diri ana bersih dari dosa. ana hanya ingin mengatakan bahwa orang yang punya kesalahan sekalipun mempunyai hak untuk menasihati/mengkritik selama kritikan itu sesuai dengan sunnah.
    ana juga tidak mengatakan Ibnu Hajar berbuat kecurangan. kalu apa yang dilakukan Ibnu Hajar itu adalah curang, tentu saja ana tidak akan menjadikan beliau sebagai bahan pembanding dengan apa yang dilakukan oleh Al Albani.

    Saya jawab : banyak hal yang dirubah oleh al-abani dalam Sahih adabul Mufrad , salah satunya adalah Al-albani menuduh abu Ishaq as-sabi`I adalah Mukhtalath sehingga Haditsnya Dhaif , ini adalah bentuk kebohongan al-bani , Hal ini sangat penting mengingat Hadits yang diriwayatkan Abu Ishak adalah Hujjah dalam Istighotsah dan Nida yang bertabrakan dengan Faham Wahabi , karena sekte Wahabi mengkafirkan Orang yang ber Istigotsah meskipun dengan para nabi , sementara Imam Bukhori pun ber Istighotsah sehingga pengkafiran pelaku Istighotsah , juga mengkafirkan seluruh Imam Ahlu Hadist yang meriwayatkan Hadits Abu Ishak Ini (lihat adabul Mufrad cet. Darul kutub al-ilmiyah hal. 142) dan masih banyak contoh lain yang mungkin Ibnu Irfan pun sebenarnya sudah Tahu.

    Ibnu Irfan berkata :
    baca kembali hadits Ibnu Abbas dalam kitab Arba’in Nawawi hadits ke-33 di atas. siapa yang wajib mendatangkan bukti? apakah si penuduh atau si tertuduh?

    Saya jawab :Jika membaca kembali Hadits Ibnu Abbas dalam Arbain Nawawiyah hadits ke 33 , sebaiknya Ibnu Irfan segera bersumpah bahwa tentang kedustaan al-albani adalah omong kosong atau dusta belaka , sebagai bentuk pengamalan Hadits tersebut, sebab bukti-bukti sudah sangat banyak disampaikan , silahkan Ibnu Irfan Bersumpah ..jika memang Ibnu Irfan merasa Paling menjaga hadist Nabawi ?

  52. ingatlah firman Allah Azza wa Jalla ikhwah sekalian..

    ????? ?????? ??? ?????? ???? ???? ?????? ????? ????????? ??????????? ???????????? ????? ????????? ????? ?????? ??????????

    hati-hati bagi para pencela ulama..

    Demi Allah..lisan kalian !! Demi Allah lisan kalian !!

    Berfikirlah!!sadarilah ucapan-ucapan kalian!!ingatlah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salllam!!

    “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.”

  53. ????? ?????? ??? ?????? ???? ???? ?????? ????? ????????? ??????????? ???????????? ????? ????????? ????? ?????? ??????????

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al-Isrâ` : 36)

    berhati-hatilah kalian wahai para pencela ulama!!

    1. memang mayoritas pembesar Wahabi adalah pencela Ulama , makanya hati hati dengan Wahabi bisa dibilang ahli Bid`ah dan Musyrik.

  54. wkwkwkwk ane jadi lucu baca komen bodoh dan sok pinter….
    kalian semua ngaku bermazhab 4, ko masih pada tahlilan,maulidan nyembah kuburan,,apa imam 4 itu (hambali,maliki,syafii,ahmad) ngajarin seperti tahlilan atau maulidan…klo emang bener ada sebutkan di kitab mana,halaman berapa karangan siapa imam hanafi kah,maliki,safii atau imam ahmad atau bukhori/muslim….?

    1. Peduli apa ente dengan kitab-kitab Madzhab 4?
      Bukannya ente Wahabiyyun kata Madzhab 4 itu bid’ah?
      Emang ente punya kitab Madzhab 4? Paling juga kitab-kitab Wahabi,,trus ente nukil kepalsuan-kepalsuan di dalamnya.

      Belajar kitab itu untuk dipahami,,bukan untuk dijadiin bahan debat kayak ente.
      Dijabarin pun otak ente g bakal nyampe,,jangankan kitab Madzhab 4,,Al-Qur’an aja Wahabiyyun kata Allah duduk di atas Arsy,,Allah punya tangan dll.

      Kufur y kufur aja,,g usah sok.

  55. Asslkm,wahai saudaraku yg telah terkontaminasi oleh sbhat dan adu domba,coba anda teliti lagilah jgn asal2an anda emang terlibat didalamnya,semoga anda di beri petunjuk oleh Allah dari kaum yahudi dan nasrani dan slah nya anda menginformasikan sesuatu yg blom pernah anda liat,barakAllah,
    wsalam

    1. januar@

      Yang jelas nte-lah sudah jelas-jelas terkontaminasi fitnah-fitnah yg ditebar oleh penganut WAHABISME.

      ADMIN UMMATI@

      Thank you ya, sorotan-sorotan tajam buat Wahabisme yg diposting di sini membuat saya jadi terinspirasi dan menjadi meningkat pengetahuan saya tentang Wahabisme. Padahal tadinya saya masih “buta” soal ini, alhamdulillah sekarang saya jadi tercerahkan, suwer kewer-kewer Mas Admin, he he he….

  56. Kalo ada celaan thd Wahabi,,saya yakin 100% benar. Karena tidak ada celaan yang lebih pantas bagi golongan yang suka mengkafirkan para Ulama’ & saudara seimannya,,berdasarkan dalil-dalil yang diputar-balikkan pula.

    Sebaliknya,,kalo ada Wahabi yang mengeluarkan celaan maka wajib untuk mengkajinya,,karena udah nafas para Wahabiyyun suka mencela-cela dan mengkafir-kafirkan selain golongannya.

  57. kalo gtu bukalah dialog dengan ust”kami jangan berkoar” sendiri.jahillllllllllll
    kalau memang tuduhan itu benar bawa hujjahnya kemasjid al mubarok jakarta-kota
    jalan kebahagiaan/kemasjid albarkah.jl pahlawan kampung tengah cilengsi
    tapi kalo berani..ya kalo engga …..berkoar” aja kaya orang bodoh

    1. abu abdillah@

      wuaha ha hahaa….. kebakaran jenggot neh ye???!

      Ustadz2 yg nte banggain itu suruh aja koment di sini biar ditelanjangi rame-rame sama anak2 ASWAJA, biar pada sadar mereka. Suruh pakai nama asli ye kalau ustadz2 nte koment di sini, biar ketahuan sampai di mana ilmunya tentang Dienul Islam. Nanti nte bisa jadikan cermin atau baromater pantaskan mereka dijadikan guru agama. Oke ditunggu, abu abdillah!

    2. @abu abdillah
      Muhasabah diri,,
      Sebenarnya siapa yg suka nuduh-nuduh MUSYRIK pada saudara seimannya
      Sebenarnya siapa yg suka koar-koar KAFIR pada sesama Muslim
      Sebenarnya siapa yg bisanya berdalil tidak pada tempatnya,,sehingga membikin orang awam bingung & SESAT

      Nah,,klo begini siapa yang suka KOAR-KOAR BODOH??

  58. saya menyimak terus dan sangat mencerahkan. pembaca tampaknya akan dapat menilai … pendapat yang memiliki hujah. Tapi, tetap saya masih menunggu Ibnu Irfan. Siapa tahu masih ada tambahan komen …. Mari kita simak dan cermati dengan hati ikhlash sambil berharap hidayah-Nya

  59. sudah seminggu berlalu, tidak ada lagi sanggahan ….. berarti artikel di atas bukan fitnah. Maaf ini rumusan sederhana saya yang awam. mungkin bisa salah

  60. All ASWAJA, biarkan n abaikan aja jgn terpancing iblis yang ada dihatinya, dia baru kabur dari Rumah sakit Jiwa, tadinya sudah dipasung

  61. Sudah kami delete koment orang ngawur tsb, kasihan dia itu malah mencemarkan teman-teman Salafy Wahabi. Kita hargai teman-teman Wahabi yg berkunjung ke blog ini, semoga mereka bisa belajar kepada teman-teman ASWAJA di blog ini. Agar mereka mendapatkan bahan renungan yang hangat dalam hari-harinya.

  62. Assalamu’alaikum wr wb…
    Semoga Allah swt merahmati kalian semua..

    Segala puji bagi Allah, Rabb semesta ‘alam, Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad saw, kepada keluarganya, para sahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in sampai hari kiamat…

    Saya hanya menghimbau sebagai sesama muslim, marilah kita bertaqwa pada Allah swt, jauhilah memfitnah para ulama dengan tuduhan-tuduhan keburukan, Janganlah mendhalimi mereka, karena bila dibandingkan ilmu kita tidaklah sampai secuil dari ilmu mereka (ulama).. marilah kita bertaubat kepada Allah swt semoga kesalahan-kesalahan kita diampuni oleh-Nya.. Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin..

  63. SESAMA WAHABI COMMUNITY ( WC ) AJA SALING MENGKAFIRKAN…MENYESATKAN…GAK AKUR…

    CONTOH RAJA KALIAN BIN SAUD…TOKOH PELOPOR WAHABI COMMUNITY ( WC )….

    SAMA AMERIKA, YAHUDI, INGGRIS…UKHUWAHNYA INDAH BANGET….

    GAK ADA ORANG KAPIR YANG DATANG MENEMUI RAJA DIBILANG KAPIR !!!! MALAH DIJAMU…. TERUS DIKASIH MINYAK BUAT NYERANG NEGARA LAIN….HEHEHEHEHEEE

    NAH LU SESAMA WAHABI … SESAMA ISLAM…SALING MENGKAFIRKAN… MENYESATKAN…GAK AKUR…

    DASAR WAHABI DODOL….

  64. Ping-balik: PC. IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta » Pemalsuan Kitab oleh Wahhabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker