Kajian Ilmiyah

Tawassul dengan Nabi Saw Itu Sunnah, Pelaku Tawassul Bukan Musyrik

Tawassul dengan Nabi Saw – Jika tulsianku ini bagus, maka yang bagus itu semuanya dari Allah Swt. Tapi jika tidak bagus, maka mohon dimaklumi, karena aku bukan santri lulusan luar negri seperti Yaman, Mekah, Madinah atau Mesir. Bahkan aku juga bukan lulusan luar daerah, seperti di daerah Jawa, Madura, maupun yang lainya. Aku cuma anak santri di madrasah kampung di Martapura Banjarmasin, jadi wajar saja kalau banyak salahnya, jadi harap maklum.

DALIL SAHIH DAN ISTIDLAL TENTANG SUNNAHNYA TAWASSUL DENGAN NABI SAW

Hadits berikut ini dikeluarkan oleh Imam Turmudzi dan Ibnu Majah. Sebelumnya aku mau menerangkan tentang jarh wa ta’dilnya dulu, agar tidak ada keraguan lagi dalam memakai hadist ini.

حدثنا محمود بن غيلان

Mahmud bin Gailan, jarh wata’dilnya, dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal : beliau shohibul hadits. Imam Nasa’i dan Ibbnu Hajar berkata : beliau tsiqoh.
Imam Zahabi berkata : beliau hafizh.

و أحمد بن منصور بن سيار

Ahmad bin Manshur, jarh wata’dilnya;
Imam Daru Quthni, Ibnu Abi Hatim, Maslamah, Khalili, Ibnu Hibban semuanya mentsiqohkan beliau.
Imam zahabi mengatakan: beliau hafizh.

قالا حدثنا عثمان بن عمر

Utsman bin Umar, jarh wata’dilnya;
Ahmad bin Hanbal berkata: beliau seorang yang sholeh.
Yahya, Darimi, Ibnu Hibban, semuanya mentsiqohkan Utsman bin Umar ini.

حدثنا شعبة

Semua ulama muhadditsin ittifaq bahwa Syu’bah bin Hajjaj adalah Amirul Mu’minin dalam ilmu hadits.

BACA JUGA:  Arab Saudi Provokasi Iran dengan Eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr

عن أبي جعفر المدني

Abu Ja’far Umair bin Yazid siapakah dia ini?
Yahya bin Mu’in, nasa’i, Thobrani, Ibnu Hibban mengatakan bahwa beliau tsiqoh dan dipercaya.

عن عمارة بن خزيمة بن ثابت

Umarah bin Khuzaimah….
Nasa’i, Ibnu Hibban mentsiqohkan beliau, dan beliau cuma sedikit meriwayatkan hadits,

عن عثمان بن حنيف

Utsman bin Khunaif, beliau adalah seorang sahabat, dan semua sahabat udul, dan tidak ada jarh sedikit pun,  beliau oke ….

أن رجلا ضرير البصر أتى النبي صلى الله عليه وسلم

Bahwa seorang laki-laki (dhoriral bashar ini Imam Mubarakfuri memaknakan) yang buta atau lemah penglihatan matanya ,mendatangi Rasulullah,

فقال : ادع الله لي أن يعافيني

Ia meminta kepada Rasul agar mendo’akan-nya kepada Allah untuk disembuhkan matanya tadi,

فقال : إن شئت دعوت ،وإن شئت صبرت فهو خير لك

Rasul menjawb, jika kamu memilih aku do’akan maka aku do’akan, tapi  jika kamu mau sabar dan ridho apa adanya, maka itu leibh baik bagimu. Imam Mubarakfuri menambahkan: (bahwa Allah berfirman: apabila aku membri bala kepada hambaku, lalu ia sabar maka Allah gantikan itu dengan surga).

قال : فادعه

Lalu laki-laki tadi menjawab: do’akan saja agar aku disembuhkan.

قال : فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه

Lalu Rasul Saw menyuruhnya berwudhu dengan sesempurna wudhunya, lalu sholat hajat 2 rakaat,

ويدعوا بهذا الدعاء

Dan membaca dengan ini doa:

: اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك محمد نبي الرحمة إني توجهت بك إلى ربي في حاجتي هذه لتقضى لي اللهم فشفعه في

Ya ALLAH, aku meminta kepada-MU dan bertawassul kepada-MU,  ( ba litta’diyah kata Imam Mubarakfuri ), DENGAN LEWAT Nabi engkau Muhammad Nabi yang diutus rahmatan lil alamin, aku meminta pertolongan dengan lewat engkau wahai Nabi Muhammad, kepada Tuhanku pada   hajatku ini ( tuqdho sigot majhul: maksudnya kata Imam Mubarakfuri untuk supaya hajatku ini cepat dikabulkan dengan lewat pertolongan tawassul dengan Nabi Muhammad ), Yaa Allah terimalah wasilahnya Nabi Muhammad untuk kesembuhanku.
Dalam riwayat lain kata Imam Mubarakfuri, maka sembuhlah mata orang tadi seketika itu.

BACA JUGA:  Aqidah yang Benar: Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir

قال أبو إسحاق والترمذي : هذا حديث صحيح

islam thomb - Tawassul dengan Nabi Saw Itu Sunnah, Pelaku Tawassul Bukan Musyrik
Dalil hukum sunnah-nya tawassul dengan Nabi Saw / foto illustrasi – CC BY by Prayudi Hartono

Syarah Ibnu Majah oleh Imam Suyuthi:

والحديث يدل على جواز التوسل والاستشفاع بذاته المكرم في حياته

Imam Suyuthi mengatakan hadits ini menunjukkan atas bolehnya tawassul dan meminta tolong dengan lewat Rasul pada waktu hidupnya.

-وبعد مماته كما روى الطبراني في الكبير في باب ما أسند عثمان بن حنيف بحديث طويل –

Adapun waktu setelah wafatnya Rasul, maka ada riwayat la ba’sa pada sanadnya tentang cerita Utsman bin hunaif, yang sudah masyhur di Mu’jam Kabir Thobrani, dengan hadits yang panjang, dan akan terlalu panjang kalau dibahas lagi.

Dipandang dari hadits ini, di fikiran kita ini cuma khabar biasa, yaitu diketahui lalu diabaikan. Oooh…, tidak begitu, hadits ini memang benar khabar, tapi bermakna insya, insya pada hadits ini adalah AMAR, yaitu suruhan bertawassul. Lalu amar apa di sni? Yaitu amar sunnah seperti yang telah diijma’ oleh para ulama.

BACA JUGA:  Shahih Bukhari: Rasulullah Saw Bertawassul dengan Tanah Dan Air Liur Muslimin

JADI… TAWASSUL ITU TIDAK SYIRIK, TAPI DISUNNAHKAN. KARENA RASUL SAW MENYURUH LAKI-LAKI INI UNTUK TAWASSUL DENGAN NABI SAW, DAN HADIST NYA PUN SAHIH LIDZATIH.

Karena salah satu dalil agama Islam sekarang adalah termasuk di dalamnya QIYAS (analogi), maka boleh di-qiyaskan tawassul kepada para wali, ulama sholihin, para syuhada, KARENA MEREKA WARATSATUL ANBIYA yaitu pewaris ilmunya para Nabi. Dan bolehnya tawassul ini juga di-IJMA’- kan oleh para ulama, seperti Imam Ghozali, Imam Suyuthi, Imam Mubarakfuri, Imam Ibnu Hajar, Imam Syaukani dll.

Nah…, demikianlah dalil hukum sunnah-nya tawassul dengan Nabi Saw juga bertawassul dengan para Wali dan para Ulama Sholihin, seperti yang telah dijelaskan di atas.

MALAHAN YANG MELARANG TAWASSUL DENGAN NABI SAW DAN TIDAK MEMBOLEHKAN TAWASSUL LAH YANG TAK ADA DALILNYA. Coba saja tanya kepada para Wahabi di mana saja, pasti mereka diam karena tak punya dalil untuk pelarangan tawassul dengan Nabi Saw, hehe… kacian deh wahabi.

Oleh: Mahmud ‘Awy’ Al Banjari

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Tawassul dengan Nabi Saw Itu Sunnah, Pelaku Tawassul Bukan Musyrik
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

29 thoughts on “Tawassul dengan Nabi Saw Itu Sunnah, Pelaku Tawassul Bukan Musyrik”

  1. Dalam suatu riwayat ada tambahan…
    ( ثم قال صلى الله عليه وسلم ): وان كانت حاجة فافعل مثل ذلك
    “lalu Nabi SAW bersabda, “ Dan apabila kamu punya hajat, maka lakukanlah seperti itu (caranya)”
    (ar rad al muhkam al mani’ ‘ala munkarot wa subuhat ibni mani’, sayyid Yusuf Hasyim Ar rifai Kuwait : 79)

    — >dalam riwayat tambahan ini, ada perintah (amar) “bertawassul” dalam sabda nabi, “maka LAKUKANLAH seperti itu (caranya)”

  2. Ya benar nih kang Admin@….. kemarin2 selama hampir 4 hari ana tak bisa komen2 di sini setiap link yg diklik selalu gagal alias error. Kenapa itu kok bisa not found begitu ya?

    Alhamdulillah sekarang lancar walaupun diakses dg koneksi hanya 153 kb. Mantab, semoga lancar selamanya, amin….

  3. alhamdulillah, Ummati bisa diakses kembali dg baik dan lancar. Judul2nya sudah tidak error lagi saat aku klik. Kemarin aku deg-degan karena sulit komunikasi di sini, aku kangen banget kirain akan good by selamanya bikin hatiku kecut akan kehilanghan Ummati….

    smg tetap eksis selalu dan semakin baik dalam citranya ke depan, amin yaa robbal alamin.

    1. Mohon maaf atas ketidaknyamanan akses UMMATIPress selama 4 hari ini, disebabkan kesalahan permalink sehingga database di server menjadi error. Alhamdulillah sudah bisa diatasi, semoga tidak terjadi lagi ke depannya.

  4. Biasanya nih sedulur-sedulur wahabi klw ada kata2 wasilah/istighosah cepet banget reaksinya.. kata “bid’ah dan syirik” langsung berhamburan dari mulut2 manis mereka.. lha, ini kok gak ada yang nongol pada ke mana ya??

  5. teman ku orang salafi dia menganggap islam dia paling benar,dan mengharamkan golongan NU,di radio rodja adalh guru dan tmpt belajarnya dia tdk th kitab dan tak tau yg sesungguh nya tntng agama islam baginya dialah yg paling benar dan aku sllu mendebat

  6. setahu saya, tawasul yang diperbolehkan kepada rosul hanya ketika rosul mash ada. namun ketika rosul telah wafat hukumnya menjadi haram. itu yang pernah saya dengar di pesantren.

  7. Amin…apakah antum nggak baca hadits tambahan di atas ?sebaiknya antum bantah dulu hadits tambahan diatas baru antum berkata seperti itu.

  8. ..sy tdk akan menulis panjang keterangan mengenai tawashshul..sebab diatas sudah lengkap rupanya..namun link yg sy sertakan ini bisa menjadi tambahan dan mewakili pemahaman kita selama ini..semoga mendapat pencerahan berdasar kajian yang objektif..

    http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1085&Itemid=30

    dan ini

    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=63&Itemid=12&lang=id

    ..masih byk keterangan selanjutnya yang senada dgn link yg sy sertakan tersebut..
    ..dan pada dasarnya bagi kita untuk menghormati perbedaan khilaf dan furu’ sesama muslim, tidak mudah membid’ahkan apalagi memvonis musyrik atau kafir kpd saudaranya muslimnya sendiri sehingga kita tetap bersatu dalam ukhuwwah yang kuat..

    ..jazakumullah khairan katsiran..

  9. mas dean sasmita , mungkin sudah saatnya kita juga bertanya pada mereka yang mengharamkan bahkan memusyrikkan pelaku Tawassul dan Tabarruk setelah wafatnya Rosulallah SAW , mana dalilnya jika hal itu terlarang bahkan syirik akbar , mudah – mudahan mereka bisa membawakan 1 dalil saja baik dari qur`an maupun Hadist Nabi SAW jika Tawassul dan Tabarruk dengan yang telah meninggal adalah Haram bahkan Syirik akbar.

    saya sangat berharap agar mereka bisa membawakan dalilnya meskipun 1 biji saja baik dari Qur`an maupun Hadist

  10. Assalamualaikum wr wb.

    Perkenalkan pendatang baru nih,Alhamdulillah meskipun saya baru baca kemaren pagi di blog ini, akhirnya sedikit banyak saya tau apa itu wahabi,sebelumnya saya pernah dengerin radio Roja,ternyata ohternyata itu corongnya kaum Wahabi,sebelumnya saya juga sedikit tau tentang ibnu Taimiyah dari bukunya karangan KH.Sirajjuddin Abbas (40 pokok permasalahan agama) Alhamdulillah saya punya 4 jilid karangan beliau,dari buku-buku yang ditulis beliau saya memahami apa-apa yang terjadi pergeseran islam di indonesia,”perubahan” ini di pelopori oleh sarjana muslim jebolan barat dan timur tengsh ysng merasa islamnya “moderen”.wah..wah ..begitu banyaknya persoalan islam,baik datangnya dari interen maupun exteren,kadang bagi saya orang awam suka membingungkan,tapi saya terus cari dan cari agar say tidak terjerumus pada kesesatan,amiin.

  11. numpang mampir, mas….
    saya dari keluarga yang mulai dari nenek moyang tinggal ditempat dimana sunan kalijaga hingga sekarang dimakamkan. sama mas, sesepuh saya juga dari NU. banyak artikel dan dialog yang saya baca disini. banyak ilmu yang saya dapatkan, tapi pada komentar2 diartikel ini, kenapa saya merasa seolah ini adalah “bukan ajang mencari/memberikan kebenaran” tetapi ajang “kuat-kuatan?” tolong dikoreksi bila saya salah. masing-masing boleh punya argumen, karena guru, buku dan lingkungan yang berbeda. tidak perlu menghina/mengatakan rendah satu dengan lainnya. Jangan paksakan orang lain untuk ikut pemahaman kita. Hanya Allah yang tahu kebenaran yang sesungguhnya.
    Dari kadilangu, mohon diri………….

  12. Kalau begitu pemahamannya, lantas apakah bisa dijamin sembuh ketika ada orang buta kemudian bertawasul kepada Nabi Muhammad minta supaya sembuh dari kebuataannya…? Ini pertanyaan iseng saja.

  13. saya orang awam yang sedang belajar islam….kalo dari logika aja dari mana asalnya orang mati kok bisa menolong kita….ga bener nih situs…

    1. @toni sudiro
      Mungkin ente yang gak benar kali ya, lihat hadist2 bahwa orang2 yang sudah wafat dapat diajak bicara :
      Dalam shahih Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda :
      Pada umat2 sebelum kamu ada orang yang diajak bicara meskipun mereka bukanlah Nabi. Apabila ada seseorang yang demikian ditengah umatku, itulah Umar ibn Khatab ra.
      Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah rha, Nabi bersabda :
      Pada umat2 sebelum kamu ada orang yang diajak bicara,Jika ada seseorang yang demikian ditengah umatku, Umar ibn Khatab ra adalah salah satu dari mereka.

      Jadi jelas orang yang wafat dapat berbicara dengan orang yang masih hidup, itu atas kehendak Allah.
      Secara bodoh2an aja, kita sering bermimpi ketemu orang2 tua kita yang sudah wafat, bahkan kita juga dapat bertemu dalam mimpi bertemu dengan Rasulullah. Coba lagi ente lihat riwayat pada zaman Umar ra dan Usman ra, seseorang yang minta hujan dengan mendatangi makam Rasulullah.

      Demikian mas.

  14. @toni sudiro

    saran saya sebagai sesama awam, kalo belajar agama, jangan pake logika penuh 100%…
    karena bisa jadi ilmu dasar yg kita miliki belum cukup untuk memahaminya…
    sebaiknya percayai saja (taqlid) perkataan ulama yg telah terbukti kapasitasnya, karena beliau-beliau pasti telah melakukan kajian mendalam sebelum mengeluarkan suatu pernyataan..

    kalopun ente punya pertanyaan yg mengganjal, sesekali mungkin ente bisa tanya pada guru/ustadz yg anda kenal, lebih baik lagi dari golongan yg pro dan kontra, sehingga ente bisa memperbandingkannya,,, disertai dengan hati yg jernih, insyaALLAH ente akan menemukan petunjuk yg benar…

    karena ente minta main logika, mgkin ini bisa jd analoginya…
    suatu ketika ente kedatangan tamu yg belum pernah ente temui, tiba-tiba dia dengan muka penuh iba minta pd anda untuk seikhlasnya memberi makan, karena dia kehabisan bekal dlm perjalanan…
    kemudian pada kesempatan lain, ada lagi tamu yg belum pernah anda kenal jg, dia jg melakukan hal yg sama seperti tamu yg pertama td, tapi sebelumnya dia sempat meengucapkan nama ayah anda (dalam contoh ini, ayah anda telah meninggal) dan mengatakan bahwa dulu mereka pernah berteman…

    kira-kira mana yang lebih anda dengar? tentu tamu yg kedua bukan…

    nah,, dari situ terbukti bahwa orang yang sudah meninggal sekalipun dapat memberikan manfaat….

    Wallahu a’lam

  15. terima kasih atas penjelasannya tapi kok msh ganjel ya… misal saya bermimpi ketemu wali…yang jadi pertanyaan saya selama ini apakah ada yang bisa memastikan yang datang ke mimpi itu benar2 wali?? karena saya jg pernah dikasih tau kalau setan juga bisa menyerupai orang alim ke dalam mimpi…

    1. @toni sudiro
      Setiap orang pasti sudah mengalami hal2 tentang mimpi ketemu para orang2 tua, tidak juga para wali misalkan : mereka menasehati, melarang hal2 yang buruk atau kadang memberi petunjuk kepada anak2nya artinya kepada hal2 kebaikan. Ane rasa ente sudah mengalami mimpi2 itu.
      Nah apakah mereka setan atau apa, mereka mewujudkan kepada bentuk orang tua kita yang memberi syafaat kepada manusia yang masih hidup.
      Untuk benar apakah mimpi itu setan atau apa, makanya kita sering2 tahajut kalau bisa setiap hari, karena orang yang sering tahajut, mimpinya dapat dipastikan selalu benar.
      Ada beberapa ayat dalam al Qur’an yang menyatakan tentang ruh orang yg telah wafat bahwa : Jangan disangka orang mati dijalan Allah itu mati, tapi mereka adalah hidup untuk memberi syafaat kepada keturunannya.
      Jadi kesimpulannya : Orang yang sudah wafat masih dapat memberi manfaat kepada yang masih hidup. Tapi itu terserah ente mau percaya apa gak kan, tapi ane sih masih tetap yakin bahwa mereka masih bisa memberi syafaat atas ijin Allah.

  16. Saya heran klo Wahaby yang masuk kesitus ini rata-rata ngaku baru belajar Islam atau orang awam sekali, tapi tiba-tiba tau yg namanya tawasul tabaruk dsb… biasanya orang baru belajar Islam pergi ngaji dan belajar solat… tapi mereka itu ajaib begitu masuk sini yg katanya baru belajar Islam… setelah dua tiga kali koment… tanpa sadar dia sudah sangat pandai…. buktinya sudah langsung bisa menghakimi tawassul tabarruk itu salah musyrik dll…
    Orang zaman sekarang bilang Childish…

  17. @vijay : saya ga ikut aliran mana2 mas vijay…cmn lg dapat hidayah utk mendalami Islam…cmn sy bingung harus ikut yg mana…banyak sekali yang beda2 di satu sisi ada yang memperbolehkan tawassul satu sisi lagi ada yg tidak memperbolehkan…nah sy bingung ikut yg mana???? mo nanya bapak ibu kayanya ga mungkin…

    1. @toni, masih bersyukur kalo masih bingung, yg aga susah kalo udah kecebur jadi wahaby tulen.
      saya juga sama spt kamu awalnya juga bingung kuadrat. Saran saya sering-seringlah berkunjung kesini (ummatipress).
      Web ini amat sangat FAIR, tidak ada yg ditutup tutupi, semua issue-issue baik itu tawassul,tabarruk,tahlilan etc bisa dijwb oleh pendekar2 aswaja disini secara lugas, tegas dan tepat, yang saya lihat dari mereka (para pendekar) bukan pandai bicara, bukan pandai berdebat dan bukan pandai bersilat lidah, mereka selalu unggul karena yg disampaikan hanya satu yaitu KEBENARAN tidak lebih dan tidak kurang.
      Kalo Toni masih bingung, pilih aja golongan yg banyak Ulama Muktabarnya, disitu pasti jauh lebih banyak pengikutnya..dan disitulah Wal Jamaah (mayoritas) dan ini menjadi sesuai dengan apa yg telah dijanjikan Allah SWT, bahwa Dia tidak akan membawa golongan yang Mayoritas kedalam kesesatan.
      Klo masih bingung juga itung kancing ajah…. klo yg ini just kidding…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker