Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Iman

TAWASSUL DAN BEBERAPA DALIL TAWASSUL

APA ITU TAWASSUL ?

Inilah Pengertian Tawassul

Di antara amaliyah yang berlaku dalam kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, adalah tawassul ketika berdo’a. Banyak kita jumpai dalam redaksi do’a yang kita panjatkan menggunakan metode tawassul. Ada sebagian redaksi yang berbunyi : “Ya Alloh dengan karomah wali ini aku meminta kepada-Mu,” atau redaksi lain semisal ; “Wahai wali Alloh, kami datang kepadamu untuk menghadap kepada Alloh, Ya Alloh dengan barokah wali ini aku memohon kepada-Mu, kabulkanlah permintaanku,” dan atau redaksi-redaksi tawassul yang lain.

Banyak kalangan keliru dalam memahami substansi tawassul, sampai-sampai ada yang mengatakan tawassul itu syirik secara general. Sehingga mereka menganggap setiap orang yang telah berdo’a dengan Tawassul sebagai musyrik.

Karena itu, sebelum kami menghaturkan lebih lanjut tentang dalil-dalil yang menunjukkan diperkenankannya tawassul, terlebih dahulu kami ingin sampaikan beberapa hal terkait tawassul dalam pandangan kami di kalangan Ahlussunnah.

• Tawassul adalah salah satu metode dalam berdoa dari sekian cara dalam berdo’a kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’aala. Sedang yang diminta dan diharapkan dapat mengabulkan do’a tiada lain adalah Alloh. Obyek yang dijadikan wasilah (perantara) hanya berperan sebagai mediator untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Siapapun yang meyakini di luar batasan ini berarti ia telah musyrik.

• Di antara alasan orang bertawassul adalah karena ia mencintai mediator yang dijadikan wasilah dan meyakini bahwa Alloh juga mencintainya. Jika ternyata penilaiannya keliru niscaya ia akan menjadi orang yang paling menjauhinya dan paling membencinya.

• Orang yang bertawassul tidak boleh meyakini bahwa media yang dijadikan untuk bertawassul kepada Alloh itu bisa memberi manfaat dan derita dengan sendirinya (independent) sebagaimana Alloh, atau tanpa izin-NYA. Dan barangsiapa yang meyakini demikian niscaya ia musyrik.

BACA JUGA:  Siapakah Malaikat Maut Pencabut Nyawa?

• Tawassul bukanlah suatu keharusan, dan terkabulnya do’a tidaklah harus dengan cara Tawassul. (Mafaahim Yajibu An Tushohhah)

 

doa tawassul - TAWASSUL DAN BEBERAPA DALIL TAWASSUL

 

• Dalil-Dalil Tawassul

Adapun dalil-dalil yang menunjukkan diperbolehkan bertawassul dalam berdo’a diantaranya adalah :

Pertama : Firman Alloh dalam al qur’an :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah sebuah perantara untuk menuju kepada Alloh, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah : 35)

Dalam ayat diatas Alloh memerintahkan untuk mencari wasilah (perantara) dalam mendekatkan diri kepada Alloh, baik perantara tersebut berupa amal sholih, atau orang-orang yang dicintai Alloh.

Kedua : Firman Alloh dalam al qur’an :
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Dan Alloh memiliki Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaaul Husna. (QS, Al A’roof : 180)

Dalam ayat diatas Alloh mengajarkan kepada kita untuk menjadikan Asmaa’ul Husna sebagai penghantar (wasilah) do’a kita. Dan tentunya masih banyak ayat-ayat lain yang mengindikasikan diperkenankannya tawassul dalam berdo’a.
Ketiga : Firman Alloh dalam al qur’an :
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Dan mohonlah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan sholat.Dan sesungguhnya (sholat) itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (QS, Al Baqoroh : 45)
Dalam ayat diatas Alloh mengajarkan kepada kita untuk menjadikan sholat dan sabar sebagai penghantar (wasilah) do’a agar terkabul keinginan kita. Sebagian ahli tafsir menjelaskan tentang Sabar yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah berpuasa (tirakat). Ayat tersebut menunjukkan anjuran untuk ber tawassul dengan perantara amal sholih.
Keempat : Firman Alloh dalam al qur’an :
وَلَمَّا جَاءَ هُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

BACA JUGA:  Pola Pikir Tentukan Panjang Pendeknya Umur Manusia ?

Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Alloh yang membenarkan apa yang ada pada mereka, Padahal sebelumnya mereka biasa memohon kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Alloh-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (QS, Al Baqoroh : 89)
Al Hafidh ‘Imaduddin Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya :
{ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا } أي: وَقَدْ كَانُوْا مِنْ قَبْلِ مَجِيْءِ هَذَا الرَّسُوْلِ بِهَذَا الْكِتَابِ يَسْتَنْصِرُوْنَ بِمَجِيْئِهِ عَلَى أَعْدَائِهِمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِذَا قَاتَلُوْهُمْ

Firman Alloh : (Padahal sebelumnya mereka biasa memohon kemenangan atas orang-orang kafir) yakni, (orang-orang Yahudi) –sebelum datangnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dengan mebawa al qur’an- mereka memohon pertolongan dengan datangnya Nabi atas musuh-musuh mereka dari kalangan orang-orang musyrik ketika orang-orang Yahudi berperang dengan mereka.
Kelima : Firman Alloh dalam al qur’an :
وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّاباً رَّحِيماً

“Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya, datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Alloh, dan Rosulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS, An Nisaa : 64)
Al Imam Al Hafidh Ibnu Katsir ketika menjelaskan firman Alloh diatas, berkata :
يُرْشِدُ تَعَالَى اَلْعُصَاةَ وَالْمُذْنِبِيْنَ إِذَا وَقَعَ مِنْهُمُ الْخَطَأُ وَالْعِصْيَانُ أَنْ يَأْتُوا إِلَى الرَّسُوْلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَسْتَغْفِرُوا اللهَ عِنْدَهُ، وَيَسْأَلُوْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَهُمْ، فَإِنَّهُمْ إِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِمْ وَرَحِمَهُمْ وَغَفَرَ لَهُمْ، وَلِهَذَا قَالَ: { لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا }

BACA JUGA:  Cara Imam Abu Hanifah Bikin Orang Atheis Bungkam

Alloh –subhaanahu wata’ala- memberi petunjuk kepada orang-orang ahli maksiat dan orang-orang yang berdosa, jika mereka jatuh dalam kesalahan dan kedurhakaan hendaknya mereka datang menemui Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam- kemudian mereka memohon ampun kepada Alloh disisi Nabi dan meminta agar Nabi memohonkan ampun untuk mereka. Jika mereka melakukan hal itu niscaya Alloh menerima taubat mereka, merahmati mereka, serta meng-ampuni mereka. Olah karenanya Alloh berfirman : (tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang)

Keenam : Firman Alloh dalam al qur’an :
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Alloh). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya. Sungguh, adzab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.” (QS, Al Isro’ : 57)
{ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ } مَعْنَاهُ ، يَنْظُرُوْنَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ إِلَى اللهِ فَيَتَوَسَّلُوْنَ بِهِ

Firman Alloh {Siapa diantara mereka yang lebih dekat kepada Alloh} maksudnya adalah ; mereka memperhatikan (mencari) siapa yang paling dekat kepada Alloh, kemudian mereka berwasilah dengannya. (Tafsir Al Khozin)

 

Oleh: Ustadz Abu Hilya

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker