Berita Suriah

Tanpa Presiden Assad Tak Akan Ada Solusi Damai di Suriah

Sergei Lavrov: Tanpa Bashar al-Assad Tak Akan Ada Solusi Damai di Suriah

Sergei Lavrov menambahkan: “Mereka (Amerika Serikat) menyebut Assad sebagai magnet yang menarik para teroris, akan tetapi jika kita mengikuti logika ini maka kita akan menyimpulkan bahwa Assad bukan sebagai magnet bagi terorisme, karena sekarang kita melihat Lebanon, Turki, Perancis dan Mesir juga mulai dihantui teror oleh ISIS.”

Sergei Lavrov mengingatkan bahwa Perancis dan Turki selalu mengambil sikap permusuhan yang keras kepada presiden Assad, namun hal itu tidak dapat menyelamatkan mereka dari serangan teroris.

 

Sergei Lavrov: Tanpa Bashar al-Assad Tak Akan Ada Solusi Damai di Suriah.

Islam-Institute, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad mewakili kepentingan sebagian besar masyarakat Suriah. Karena itu tidak mungkin untuk menemukan solusi damai tanpa presiden Assad turut serta di dalam upaya perdamaian di Suriah. Hal ini seperti laporan kantor berita Arabic.rt (19/11).

BACA JUGA:  Pasukan Elit Rusia Memasuki Suriah, ISIS Makin Ketakutan

Sergei Lavrov menyampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio “Voice of Rusia” yang disiarkan, Kamis (19/11) bahwa beberapa sekutu Rusia dari negara-negara Barat dan beberapa negara lainnya meneriakkan harapan mereka agar Bashar al-Assad cepat jatuh hanya tersisa “beberapa hari” saja mereka menyatakan itu, akan tetapi kenyataannya bahwa empat tahun Bashar al-Assad masih berdiri dan memangku jabatannya sejak krisis Suriah dimulai.

Sergei Lavrov melanjutkan, “Namun harapan selesainya pemberontakan rakyat dan tergulingnya Assad tidak terwujud,  itu artinya Bashar al-Assad dapat mewakili kepentingan sebagian besar masyarakat Suriah, oleh karena itu tidak mungkin solusi damai tercapai tanpa Assad.”

Sergei Lavrov menegaskan bahwa negara-negara Barat menyadari kesalahan akan pernyataan mereka sebelumnya, mereka pernah menyatakan bahwa semua masalah Suriah akan selesai secara otomatis dengan kepergian Presiden Assad.

Sergei Lavrov menjelaskan bahwa Rusia mulai merasakan perubahan sikap Barat terkait krisis Suriah sejak pidato yang disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika ia mengajukan sebuah pertanyaan “Apakah Anda menyadari apa yang Anda lakukan?”.

BACA JUGA:  ISIS Ledakkan Masjid Untuk Kambing-Hitamkan Rusia

Sergei Lavrov menambahkan bahwa Rusia mulai mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini, di mana negaranya melihat adanya perubahan sikap Barat yang mulai antusias, yang dengannya menjadikan Barat merespon untuk segera berinisiatif melakukan negosiasi yang luas dengan berbagai pihak terkait krisis di Suriah.

Sehubungan dengan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Francois Hollande untuk mulai berkoordinasi bersama dalam operasi di Suriah, Sergei Lavrov mengatakan bahwa politisi yang bijak menyadari kebutuhan untuk mengesampingkan masalah sekunder dan kembali fokus pada masalah terorisme ISIS.

Sergei Lavrov mengatakan bahwa Amerika menolak untuk bekerjasama dengan Rusia dalam memerangi terorisme di Suriah, dan tidak setuju kecuali hanya pada perjanjian yang penting dan terbatas guna menghindari insiden yang tidak diinginkan di Suriah antara jet-jet tempur dari kedua negara tersebut. Amerika membuka kemungkinan untuk berkoordinasi bersama-sama dalam masalah militer dengan satu syarat Bashar al-Assad harus pergi.

BACA JUGA:  Wabah Penyakit Kulit Menyerang Kota Raqqa yang Dikuasai ISIS

Sergei Lavrov menambahkan: “Mereka (Amerika Serikat) menyebut Assad sebagai magnet yang menarik para teroris, akan tetapi jika kita mengikuti logika ini maka kita akan menyimpulkan bahwa Assad bukan sebagai magnet bagi terorisme, karena sekarang kita melihat Lebanon, Turki, Perancis dan Mesir juga mulai dihantui teror oleh ISIS.”

Sergei Lavrov mengingatkan bahwa Perancis dan Turki selalu mengambil sikap permusuhan yang keras kepada presiden Assad, namun hal itu tidak dapat menyelamatkan mereka dari serangan teroris.

Sergei Lavrov mengatakan: “ISIS selalu berusaha untuk mencapai tujuannya sendiri dalam rangka membangun apa yang disebut “Khilafah“, tanpa menghubungkan tujuan itu dengan apapun yang terjadi dari perkembangan di Suriah, dan tanpa memperhitungkan sikap negara-negara lain terkait Bashar al-Assad”.  (AL/SFA/MM)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Tanpa Presiden Assad Tak Akan Ada Solusi Damai di Suriah
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker