Berita Suriah

Tanpa Bashar Al-Assad Penyelesaian Krisis Suriah Tak Akan Tercapai

Analis Lebanon: Mengabaikan Bashar Al-Assad Berarti Mengabaikan Cinta Rakyat Suriah

Sejak Maret 2011, Suriah menjadi ajang pertempuran antara kelompok teroris dukungan beberapa negara asing melawan pasukan pemerintah Suriah.

Islam-institute.cim, SURIAH – Seorang analis politik senior Lebanon dan wartawan, Taufiq Shouman, menegaskan bahwa masyarakat internasional akan segera mengakui perlunya kehadiran Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam mencari solusi politik untuk krisis Suriah dan pemerintah Riyadh juga harus menerima kenyataan ini. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Arab saudi menyerukan perubahan rezim Suriah tanpa Bashar al-Assad.

Ia menegaskan, “Kepemimpinan masa transisi di Suriah yang banyak disinggung dalam program-program usulan, harus dipegang oleh Bashar Al Assad, pasalnya, tanpa kehadiran al-Assad, tidak ada satu solusi pun yang bisa dilaksanakan.”

Shuman menambahkan, “Setelah empat tahun krisis Suriah, Bashar Al Assad tetap dicintai rakyatnya, selain itu Assad terbukti semakin kuat dalam mengelola negara. Di saat yang sama para pemberontak bersenjata Suriah tidak pernah memiliki kekuatan semacam ini.”

Menurut Shuman, masyarakat internasional mengakui bahwa solusi politik di Suriah tanpa kehadiran Assad, tidak mungkin dilakukan. Akan tetapi Arab Saudi hingga kini tidak mau menerima realitas tersebut.

Namun, cepat atau lambat, Riyadh terpaksa menerima prinsip ini, karena ia tidak akan mampu menghadapi seluruh dunia.

Analis Lebanon ini menerangkan, “Syarat-syarat yang diumumkan Saudi dan Turki tidak akan berujung dengan ditemukannya solusi, dan penyelesaian krisis Suriah membutuhkan partisipasi seluruh pihak.”

banner gif 160 600 b - Tanpa Bashar Al-Assad Penyelesaian Krisis Suriah Tak Akan Tercapai

Sejak Maret 2011, Suriah menjadi ajang pertempuran antara kelompok teroris dukungan beberapa negara asing melawan pasukan pemerintah Suriah.

Suriah Akan Balas Serang Israel

SURIAH – Nazan Qablan, mantan duta besar Suriah di Turki, berjanji bahwa negaranya akan memberikan aksi jawab, dan akan membalas serangan Israel baru-baru ini.

“Suriah tidak akan membiarkan agresi Israel tanpa respon aksi yang tegas,” kata Qablan FNA pada hari Sabtu.

Dia juga menegaskan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bermain dengan api dalam memerangi Kurdi, dia mengatakan, “Saat ini ada lebih dari 20 juta orang Kurdi di Turki, dan serangan pejuang Kurdi di Turki adalah hasil dari kebijakan bodoh Erdogan dengan menekan protes mereka”.

Qablan terkait rencana Turki untuk menciptakan zona penyangga di utara Suriah, mengatakan, “Zona penyangga tidak akan bisa membebaskan Turki dari bahaya dan jika Turki sedang mencari dan menciptakan daerah aman, maka kuncinya adalah mereka harus berhenti membuat kegaduhan di Suriah.”

Pada hari Jumat, Angkatan Udara Israel kembali melakukan serangan udara di barat Suriah, menargetkan kamp Brigade 68 di Khan Al-Sheih di provinsi Damaskus dan kamp Brigade 90 di provinsi al-Quneitra, setelah sempat terhenti selama enam jam dalam serangan yang diikuti beberapa serangan udara mereka di dataran tinggi Golan.

Basis Brigade 68 tidak memiliki persenjataan berat yang bisa mencapai perbatasan Israel dan tentara dalam perimeter telah dikepung oleh kelompok al-Nusra dan sekutu mereka dari Ajnad al-Sham dan Jeish al-Islam.  (al/FNA/ARN/AM)

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker