Inspirasi Islam

Syi’ah Rafidhoh dan Syi’ah Non Rafidhoh di Indonesia

Syiah Non Rafidhoh (Moderat) Mirip Ahlussunnah

Keberadaan syi’ah di Indonesia merupakan sebuah fenomena yang biasa saja bagi mereka yang mengamati eksistensi syi’ah di Indonesia. Memang keberadaan Syi’ah selama ini tak begitu dikenal secara luas bagi muslim awam. Dakwah Syi’ah bergerak halus sehingga tak kentara, atau mereka melakukan gerakan bawah tanah yaitu berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Tapi bagi yang awas, yang memperhatikan dan mengikuti perkembangannya akan nampak keberadaan Syi’ah yang nyata.

Sudah menjadi suatu keniscayaan bagi sebuah gerakan yang ingin diterima dalam suatu masyarakat, maka harus menghindari gesekan dan konflik dengan masyarakat jika ajarannya agak berbeda dengan yang dianut mayoritas masyarakat. Demikian halnya Syi’ah yang punya perbedaan dalam pemahamannya dengan Ahlussunnah, jika itu akan didakwahkan kepada masyarakat Islam Indonesia yang mayoritas Sunni (Ahlussunnah), maka harus bergerak halus. Dan itulah yang dilakukan Syi’ah dalam berdakwah, tahu-tahu sekarang ini Syi’ah sudah memiliki jumlah yang signifikan. Walaupun signifikan, tapi tetap kecil jika dibandingkan jumlah penagnut faham Ahlussunnah di Indonesia.

Kalau kita melihat Syi’ah, ternyata ada berbagai kelompok di dalam syi’ah, terlihat banyak sekali sekte-sekte yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda di dalam kelompok-kelompok Syi’ah itu sendiri. Meski demikian, secara garis besar Syi’ah hanya terdiri dari dua kriteria, yaitu Syi’ah Rafidhoh (ekstrim) dan Syi’ah Non Rafidhoh (moderat).

Adapun Syi’ah Non Rafidhoh dalam istilah ini termasuk Syi’ah Moderat, adalah mereka yang memiliki doktrin dan keyakinan aqidah yang nyaris sama dengan Sunni. Tentang keyakinan Ketuhanan Allah sama dengan Sunni, mereka tidak menjisimkan (memfisikkan) Allah, mereka juga tidak mentasybihkan (menyerupakan) Allah dengan makhluk. Jadi dalam masalah Ushul Aqidah, aqidah mereka sama dengan Aqidah Ahlussunnah. Secara hakekat mereka itu Ahlussunnah, tetapi entah kenapa mereka lebih suka mengklaim dirinya sebagai Syi’ah.

BACA :  Wahabi Kini, Hobi Menuduh Umat Islam Sebagai Syiah

Lebih-lebih pada zaman sekarang ini, tokoh pemimpin Syi’ah Iran seperti Ayatullah Ali Khamenei sudah mengharamkan hujatan terhadap Istri Nabi Saw dan simbol-simbol Ahlusunah lainnya.

Sedangkan Syi’ah Rafidhoh disebut juga Syi’ah ekstrim, yaitu mereka yang memiliki doktrin-doktrin yang sangat jauh berbeda dengan keyakinan aqidah Ahlussunnah. Ajaran dan doktrin mereka inilah yang jadi sumber pertentangan antara Sunni dan Syi’ah secara umumnya. Dalam masalah ushul aqidah, mereka menjisimkan Allah, mentasybihkan Allah, sama dengan Wahhabi yang mengaku sebagai Sunni. Dalam masalah inilah, kedua kelompok ini (Syi’ah Rafidhoh dan Nawaashib Wahhabi) dijuluki dengan julukan yang cukup terkenal, “Bagaikan Tai Onta Dibelah Dua“.

 

Syi’ah Rafidhoh (Syi’ah Ekstrim)

Referensi-referensi yang meneliti tentang Syi’ah mengisyaratkan masih ada tokoh-tokoh Syi’ah yang mencantumkan dalam kitab-kitab mereka doktrin dan pemikiran ekstrim yang bertentangan dengan Ahlussunah. Hal ini diungkap oleh para peneliti, di mana mereka masih mengutip kitab-kitab Syi’ah ekstrim dan menyebarkan doa-doa yang melaknat Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mau tidak mau, buku-buku ini mungkin bisa menjadi sumber inpirasi bagi oknum penganut Syi’ah di Indonesia yang memiliki pemikiran ekstrim bawaan sejak lahir.

banner gif 160 600 b - Syi'ah Rafidhoh dan Syi'ah Non Rafidhoh di Indonesia

Doktrin-doktrin ekstrim mereka di antaranya adalah pengingkaran terhadap kekhalifahan Abu bakar, syyidina Umar dan Sayyidina Utsman bahkan mereka menyebutnya berhala-berhala Qurasiy padahal dalam fakta dan sejarah, Sahabat Nabi bertiga itulah yang memimpin ummat Islam mampu melebarkan kekuasaan Ummat Islam sampai ke mana-mana.

BACA :  Surat Almaidah 51 Penjelasan Rais Syuriah PBNU

Syi’ah ekstrim juga menganggap kafir sebagian besar sahabat karena memang merupakan fakta dan sejarah bahwa semua sahabat mendukung kepemimpinan Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar dan Sayyidina Utsman, kecuali 4 orang sahabat saja yang mereka anggap mendukung Syiah. Inilah doktrin yang sangat berlawanan dengan kaum Ahlussunnahi. Sehingga dengan berbagai upaya, mereka melakukan dan menghalalkan segala cara untuk mendukung doktrin-doktrinnya termasuk membuat riwayat-riwayat dan hadis-hadis palsu sesuai versi mereka termasuk tafsir dan takwil bathil terhadap Al Qur’an. Mereka inilah yang tergolong Syi’ah Rafidhoh atau Syi’ah Ekstrim.

Mereka juga berani berbeda dengan mayoritas umat islam yaitu menuduh adanya perubahan dalam Al Qur’an demi mendukung keyakinan mereka, bahwa mereka punya mushaf sendiri yang asli. Al-Qur’an yang dipakai umat Islam tidak murni, ada ayat-ayat Al Qur’an yang dibuang, dan lain-lain. Pendapat ektrim kaum Syi’ah Rafidhoh inilah yang kemudian dijadikan dasar oleh Wahabi Nawaashib menuduh Syi’ah seluruhnya punya Al-Qur’an berbeda dengan Al-Qur’an Sunni. Kenyataannya, Al-Qur’an Syi’ah sama dengan Al-Qur’an Sunni.

Di masa kini, faham-faham inilah yang menyebabkan permusuhan antara Sunni – Syi’ah seakan-akan tiada henti. Permusuhan akibat provokasi antara Syi’ah Rafidhoh dan Nawaashib Wahabi. Walaupun aqidah mereka sama, yaitu sama-sama menjisimkan Allah, sama-sama mentasybihkan Allah dengan Makhluk, tapi dalam masalah furu’ atau cabang agama, mereka saling melempar provokasi akibat perbedaan. Justru dua kelompok inilah, jika dibiarkan akan menghancurkan Islam itu sendiri. Eksistensi mereka lebih berbahaya dibandingkan non muslim. Karena, jika orang non muslim, mereka jelas-jelas berbeda dengan Islam, akan tetapi Syi’ah Rafidhoh (Syi’ah ekstrim) dan Nawaashib Wahabi, mereka masih meyakini sebagai muslim. Mereka menjadi fitnah dalam ajaran Islam dan Umat Islam, bukankah fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan?

BACA :  Sikap Kaum Aswaja dalam Menghadapi Syiah

Perbedaan dan pertentangan antara Syi’ah Rafidhoh dan kaum Nawaashib Wahhabi yang mengklaim sebagai Sunni, khususnya tindakan saling lempar provokasi perbedaan dalam suatu masyarakat akan menyebabkan pergesekan yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan konflik. Wallohu a’lam….

 

 

Habib Ali Al-Jufri, tokoh muda Ulama Sunni Yaman dituduh sebagai Syi’ah oleh kaum Nawaashib Wahabi.

Notes:

Nawaashib adalah istilah bagi kaum yang membenci Ahli bait Nabi, akibatnya mereka memandang Syi’ah sebagai Rafidhoh (ekstrim) seluruhnya. Akibat kebenciannya itu mereka juga menuduh siapa saja yang membela Syi’ah atau bersimpati kepada Syi’ah, maka orang tersebut akan dituduh sebagai Syi’ah.

Banyak Ulama top di Sunni yang mereka tuduh sebagai Syi’ah. Contoh: Mufti Suriah Ahmad Hassoun, Mufti Mesir Shawqi Allam, Syaikh Al-Azhar, Syaikh Ramadhan Al-Buthi ulama Sunni Suriah, Habib Umar bin hafidz ulama Yaman, Habib Ali Al-Jufri ulama muda Yaman, Habib Munzir ulama jakarta, Kh Aqil Siraj Ketua PBNU, dan masih banyakl lagi, jumlahnya ribuan di seluruh dunia.

Pada zaman sekarang, mayoritas penganut ajaran Wahhabi adalah Kaum nawaashib.

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker