Inspirasi Islam

Syi’ah Imamiyah, Syi’ah Zaidiyah, Syi’ah Ghulat, Syi’ah Rafidhoh ….

Syi’ah Imamiyah, Syi’ah Zaidiyah, Syi’ah Ghulat, Syi’ah Rafidhoh …. Dalam hal ini kami percaya ungkapan terkenal dari Gus Dur, bahwa Syi’ah adalah Sunni plus Imamah, dan Sunni adalah Syi’ah tanpa Imamah.

Berikut ini kami sajikan sebagai tambahan pengetahuan tentang bermacam golongan Syi’ah yang masih sangat mungkin untuk diklarifikasi oleh ahlinya. Tulisan ini hanya menyinggung sedikit tentang beberapa golongan Syi’ah yang sudah kami ketahui, tetapi menurut informasi yang beredar masih ada banyak lagi kelompok Syi’ah yang belum bisa kami sebutkan di sini karena masih terbatasnya informasi terpercaya mengenai hal ini.

Sebatas yang kami tahu tentang Syi’ah, selain kelompok Syi’ah yang sering disebut dalam artikel-artikel sebelumnya dalam situs Ummati Press, yakni Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyar yang mayoritas, ada sekte lain yang juga masih eksis hingga sekarang, yakni Syi’ah Zaidiyah.  Syi’ah Zaidiyah merupakan kelompok yang meyakini bahwa Zaid bin Ali bin Husain bin Ali sebagai salah satu pemimpin (Imam) mereka. Kelompok ini lebih moderat karena mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar Ibn Khotthob rodhiyallohu ‘anhuma.

Di samping itu kelompok Syi’ah Zaidiyah ini juga meyakini bahwa “Imamah” tidak harus dengan “Nash” tetapi boleh dilakukan dengan pemilihan. Sebatas yang kami tahu “Syi’ah Zaidiyah” terbagi menjadi tiga kelompok:

a. Jarudiyah : Kelompok yang menganggap Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam telah menentukan Sayyidina Ali sebagai Imam, tetapi hanya melalui Isyarat (menyinggung) atau al washf (menyebut keunggulannya dibanding yang lain).

b. Sulaimaniyah : Kelompok ini menganggap seorang pemimpin dipilih melalui musyawarah dan tidak harus yang terbaik di antara ummat Islam.

BACA :  Di Ahlussunnah Ada Wahabi, Di Syi’ah Ada Rafidhoh

c. Badriyah/Shalihiyah : Berpandangan sama dengan “Sulaimaniyah”, tapi dalam masalah kekhalifahan Utsman rodhiyallohu ‘anhu, mereka bersikap Tawaqquf (tidak membahasnya).

Menurut beberapa informasi, Syi’ah Zaidiyah ini sampai sekarang masih berkembang, khususnya di Yaman (bagian utara), Sawahi, Tabaristan, dan Najran (wilayah selatan Arab Saudi).

Selain dua kelompok/sekte Syi’ah yang telah disebutkan, yakni Syi’ah Imamiyah dan Syi’ah Zaidiyah terdapat dua kelompok lain yang menurut beberapa informasi keberadaannya telah punah, yakni Sy’iah Kaisaniyah dan Syi’ah Ghulat.

Kelompok terakhir ini yang menkultuskan Sayyidina Ali dan menganggapnya sebagai manusia yang seharusnya menjadi Rasul bukan Nabi Muhammad Saw. Bahkan lebih Ekstrim pecahan dari kelompok ini ada yang beranggapan bahwa Sayyidina Ali sebagai jelmaan Tuhan. Inilah yang juga sering disebut Syi’ah Rafidhoh.

 

Waspadai Politik Adu Domba oleh Wahabi dan Rafidhoh

Kesaksian Kami Tentang Kaum Syi’ah

Sejauh pemahaman kami dan yang kami tahu, tidak ada di antara mereka yang mencaci maki para sahabat dan istri-istri Nabi Saw. Bahkan ada beberapa ustadz Syi’ah yang mengatakan bahwa para sahabat dan istri-istri Nabi Saw adalah orang-orang yang baik, dan mereka juga menyebut Sayyidina Umar Ra dan Sayyidina Abu Bakar Ra adalah sahabat-sahabat Nabi yang baik pula. Hanya memang, mereka lebih suka memakai hadits-hadits dari ahlul bayt, seperti dari Sayyidina Ali Ra, putri Nabi Fatimah Azzahra Ra, dsb.

banner gif 160 600 b - Syi'ah Imamiyah, Syi'ah Zaidiyah, Syi'ah Ghulat, Syi'ah Rafidhoh ....

Kami tidak tahu mereka Syi’ah golongan yang mana, tapi ajarannya sangat lembut, dan tidak mempersoalkan hal-hal yang sifatnya furu’riyah. Mereka lebih mendalami tasawuf, dan dari akhlak mereka pun terlihat sangat santun dan baik. Di kalangan mereka bahkan ada ustadz yang telah bertemu dengan baginda Nabi Saw dalam mimpi, dan ada ibu-ibu yang ikut majelis pengajian beliau yang sudah bertemu baginda Nabi Saw di mimpi beliau.

BACA :  Kebusukan Kelompok ANNAS, Zombie Berwajah Islam

Jadi kesimpulannya, kami jadi yakin ternyata ada Syiah yang tidak menyimpang dan ada Syi’ah yang menyimpang. Syiah yang tidak menyimpang tentunya hanya berbeda madzhab dengan kita. Dalam hal ini kami percaya ungkapan terkenal dari Gus Dur, bahwa Syi’ah adalah Sunni plus Imamah, dan Sunni adalah Syiah tanpa Imamah. Menurut kami ungkapan Gus Dur ini bersifat global tanpa meelihat kelompok-kelompok kecil, baik di Sunni ataupun di Syi’ah.

Merujuk apa yang dikatakan oleh habib Rizieq Shihab dari FPI, yang menyimpang dan dilarang adalah Syiah Rafidhoh dan yang tidak dilarang yang bukan Rafidhoh.

Salafi Wahabi di Antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah

Jadi sebaiknya kita tidak menggeneralisir bahwa semua Syi’ah itu pasti Rafidoh seperti halnya yang selalu diteriakkan kaum Salafi Wahabi. Bahkan akhir-akhir ini kaum Salafi Wahabi dan orang-orang yang terpengaruh ajarannya sedang gencar menyebarkan fitnah bahwa Syiah bukan Islam.

Maka kami sangat menyayangkan ulah para penganut ajaran Salafi Wahabi yang mengaku-ngaku sebagai Ahlus Sunnah atau Sunni, yang memukul rata atau hantam kromo bahwa semua Syi’ah adalah Syi’ah Rafidhoh yang menebar permusuhan di sana-sini di tengah umat Islam.

Bukan saja terhadap Syi’ah, bahkan kaum Salafi Wahabi ini terhadap kaum Ahlus Sunnah yang asli pun mereka melakukan permusuhan, karena ajaran Salafi Wahabi menganggap satu-satunya golongan pengikut kebenaran. Sama dengan Syi’ah Rafidhoh yang juga mengklaim sebagai satu-satunya golongan pengikut kebenaran.

BACA :  Video Pernyataan MUI: Syiah Tidak Sesat

Gara-gara ulah pengkut ajaran Salafi Wahabi ini, ulama-ulama Ahlus Sunnah seperti Imam Nawawi jadi jelek di mata orang-orang Syi’ah. Wahabi/Salafi menyebarkan doktrin mereka di internet yang menyebutkan Imam Nawawi mengatakan bahwa Orang tua Nabi Saw kafir dan masuk neraka. Padahal ajaran Ahlus Sunnah tidak demikian.

Salafi/Wahabi menilai Imam Nawawi dengan pemahaman sempit mereka. Padahal Imam Nawawi sendiri tidak berani bicara apa yang dimaksud “abiy” di hadits Imam Muslim adalah orang tua kandung Nabi Saw. Benar-benar ulah Wahabi Salafi ini merusak nama baik Imam-Imam Ahlus Sunnah waljamaah yang mu’tabar. Padahal Ahlus Sunnah waljamaah yang asli tidak ada yang memvonis orang tua Nabi Saw kafir, bahkan kami semua membela orang tua Nabi Saw bahwa mereka ahlu fatrah dan mereka wafat dalam keadaan tidak kafir.

Jadi, untuk saudara kami yang Syi’ah, mohon kiranya untuk tidak menyamakan kami dengan Wahabi Salafi, walaupun memang benar Salafi Wahabi adalah bagian dari Ahlus Sunnah. Kalau di Syi’ah ada Rafidhoh, maka di Sunni ada Wahabi / Salafi. Rafidhoh dan salafi Wahabi inilah yang membhayakan persatuan dan persaudaraan umat Islam. Bukankah faktanya demikian?

Oleh karena itu, mari kita bersatu. Bukankah sudah dikatakan oleh baginda Nabi Saw, yang diperangi adalah yang tidak ingin berdamai di antara kita? Wallohu a’lam. (AL)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker