Inspirasional

Sumanto Alqurtuby Menanggapi Eksekusi Ulama Syiah di Saudi

Eksekusi terhadap Nimr al-Nimr tdk ada hubungannya dengan “kebencian terhadap Syiah”.

Inilah surat terbuka Prof. Sumanto Alqurtuby yang menanggapi eksekusi Ulama Syiah terkenal di Arab Saudi. Hidup cuma sekali, isilah kehidupan di dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan perdamaian dan menggalang persahabatan, bukan malah terjebak dalam kekerasan dan permusuhan.

 Surat terbuka utk masyarakat dan pemerintah Indonesia: saya perlu menulis dan menegaskan lagi tentang konflik Timur Tengah karena saya lihat banyak pihak di Indonesia “tidak nyambung” dalam menanggapi masalah ini. Seperti yang saya tegaskan dipostingan FB-ku sblmnya: eksekusi terhadap Nimr al-Nimr tdk ada hubungannya dengan “kebencian terhadap Syiah”. Ini murni persoalan “politik” tidak ada sangkut pautnya dg masalah “keagamaan”. Harus dibedakan antara Saudi atau Iran sbg “entitas politik” dengan Sunni/Syiah sbg “entitas agama”.

Ingat bukan hny al-Nimr sj yg dieksekusi tapi juga puluhan gembong “Wahabi radikal” juga dihukum. Ingat jg, jika ini perseteruan anti-Syiah, maka tokoh (komunitas) Syiah lain di Saudi jg turut dihabisi. Kenyataannya tdk. Jika memang ini anti-Syiah, knp tdk semua tokoh2 Syiah di Saudi mendukung al-Namr?Seperti saya jelaskan sebelumnya, al-Nimr (dan jg Hamzah al-Hassan) adl salah satu “sayap radikal” Syiah, tokoh “rejeksionis” dan pelopor gerakan oposisi (meski bkn dengan “angkat senjata”) terhadap Dinasti Saud yg sdh sejak lama membangun link dg Iran utk melawan Kerajaan Saudi sambil menegaskan bahwa kedaulatan itu ada di “tangan Tuhan”.

Seperti saya jelaskan sblmnya, bny tokoh Syiah di Saudi (seperti Hassan Al Saffar, Ibrahim al-Bathouth, Syeikh Humaidan dlsb) yang memilh sikap “akomodasionis” ketimbang melakukan perlawanan politik terhadap kekuasaan karena dipandang berdampak lebih buruk bagi warga Syiah di Saudi.

banner 2 2 - Sumanto Alqurtuby Menanggapi Eksekusi Ulama Syiah di Saudi

Perlu juga diingat bahwa jika kaum Syiah di Saudi memiliki “masalah keagamaan”, maka “masalah keagamaan” mrk itu hanya dg “sayap ekstrim” Wahabi yg suka “mengafir-sesatkan” dan bahkan melakukan tindakan kekerasan (terorisme, penembakan & pengeboman) thd warga Syiah, bukan dg Sunni. Sdh sy tegaskan berkali-kali, warga Syiah disini (baik yg Imamiyah, Isma’iliyah, Zaidiyah) tdk ada masalah dengan warga Sunni! Dan perlu kalian catat juga, kelompok “Wahabi radikal” ini bukan hny ditentang oleh umat Syiah sj tp juga oleh warga Sunni dan Wahabi itu sendiri.

Jadi menurut saya, sejumlah kelompok dan tokoh Muslim di Indonesia – baik kubu yang anti-Saudi dan pro-Iran maupun yg pro-Saudi dan anti-Iran–sama-sama “gagal paham” dalam memahami situasi disini. Berpikirlah secara jernih dan renungkanlah secara mendalam sblm bersuara supaya tidak menimbulkan kebingungan, kesalahpahaman, dan kekacauan umat. Masyarakat Indonesia jg jangan mau ditarik-tarik dan “dikadali” oleh sejumlah “tokoh agama” radikal-konservatif yg sering gembar-gembor menggalang kebencian terhadap warga Syiah dan  minoritas agama lain di Indonesia dengan memanipulasi isu-isu politik sektarian di Timur Tengah.

Mereka ini tidak lebih dr para makelar dan tengkulak ideologi ekstremisme-intoleran yg dimana-mana menjadi sampah masyarakat. Kepada Pemerintah Indonesia jg jgn sampai turut mendukung “politik sektarian” dan jangan mau mengikuti bisikan dan desakan sejumlah kelompok primordial tertentu yg justru akan menjadi bumerang dan merugikan masyarakat di kemudin hari. Hidup di dunia cuma sekali, gunakanlah sebaik-baiknya untuk mewujudkan perdamaian dan menggalang persahabatan, bukan malah tersungkur dalam lingkaran kekerasan dan permusuhan.

Oleh: Sumanto Alqurtuby

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker