Berita Indonesia

Stop Provokasi Sunni – Syiah, Ulama Agar Turun Tangan

Din Syamsuddin: Hentikan Provokasi Sunni – Syiah, Negara dan Ulama Agar Turun Tangan

“Kalau Syiah ini kan tidak sampai mempertuhankan Ali atau mengangkat Ali sebagai Nabi. Memang dulu pernah berkembang Syiah yang keras dan cenderung sesat, tapi setahu saya tidak berkembang di sini,” papar Din Syamsuddin.

 

Islam-Institute, Jakarta – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah sejak 3 tahun yang lalu  menilai behwa sejauh ini telah terjadi tindakan membahayakan yang sengaja membesarkan-besarkan perbedaan Sunni dengan Syiah yang bisa berdampak pada konflik umat.

Ketika itu dia berharap agar negara segera hadir untuk menanganinya dan para ulama segera turun tangan tampil sebagai penyejuk suasana.

BACA :  Fakta Imam Suyuti di Balik Tuduhan Sesat Oleh Kaum Salafi Wahabi

“Jangan dibesar-besarkan, karena sesungguhnya tidak ada apa-apa tapi menjadi membahayakan jika terus diprovokasi. Saya minta negara segera hadir berperan untuk menangani masalah ini. Selain itu juga para ulama harus segera turun tangan,” kata Din Syamsuddin kepada wartawan usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor (HC) untuk Karni Ilyas di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (28/9/2013).

banner gif 160 600 b - Stop Provokasi Sunni - Syiah, Ulama Agar Turun Tangan

Para ulama dan memimpin umat, kata Din Syamsuddin, harus segera tampil sebagai juru damai dengan mengedapankan semangat islah dan kerukunan atar umat. Dengan cara itulah persoalan yang dihadapi umat bisa segera diselesaikan sebelum menjadi besar.

BACA :  Ponpes Darusy Syifa Bekerjasama dengan KPP Gelar Seminar

Din Syamsuddin juga menolak keras tindakan sebagian golongan yang mengafirkan golongan lain hanya karena berbeda aliran. Menurut Din syamsuddin, selama seseorang telah mengucapkan kalimat dua syahadat maka orang tersebut adalah seorang muslim yang dijamin keyakinannya itu oleh Allah SWT. Tidak pantas golongan lainnya menghujat dan menuduhnya sebagai seorang kafir.

Lebih lanjut Din Syamsuddin, mengatakan bertolak dari dasar teologi paling dasar saja, selama seseorang sudah dengan ikhlas mengucapkan dua kalimat syahadat maka dia telah menjadi seorang muslim. Memang ada perkecualian pada kasus Ahmadiyah karena mereka mengakui ada nabi lain setelah Nabi Muhammad.

BACA :  Kembali Kepada Al-Quran dan Al-Sunnah Cuma Jadi Jargon Keren

“Kalau Syiah ini kan tidak sampai mempertuhankan Ali atau mengangkat Ali sebagai Nabi. Memang dulu pernah berkembang Syiah yang keras dan cenderung sesat, tapi setahu saya tidak berkembang di sini,” papar Din Syamsuddin.

“Keberadaan aliran-aliran ini kan jauh setelah Nabi wafat. Jaman Nabi tidak ada aliran seperti itu. Muhammadiyah juga tidak mengikuti Sunni maupun Syiah. Kita Islami. Bahkan kalau kita tilik dari sejarah, banyak pemikir, filsuf, ilmuwan muslim di masa lalu berasal dari kalangan Syiah,” lanjutnya. (AL/II/NF/detik)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker