Inspirasional

Propaganda Politik Khilafah Islam, Jualan Pesan Suci Qur’an?

Sistem politik-pemerintahan model khilafah baru lahir sekitar 661 M setelah melalui perang sipil antar-umat Islam yang sangat memilukan.

Hanya klaim belaka tidak lebih dari propaganda politik, karena itu Stop Propaganda Politik Khilafah Islam yang Menjual Pesan Suci Qur’an!

Utopia Khilafah Islam? Para pengusung dan pengecer sistem politik-pemerintahan khilafah seperti Hizbut Tahrir selalu mengklaim bahwa sistem dan konsep khilafah adalah religious, bukan sekuler seperti demokrasi, “made-in” Tuhan bukan produk manusia, berdasar Al-Qur’an yang suci bukan buku-buku yang profan. Ingat baik-baik: semua itu hanyalah klaim belaka tidak lebih dari “propaganda politik.”

Tidak ada ideologi politik dan sistem pemerintahan di dunia ini yang “religious”. Semuanya sekuler karena hasil dari pemikiran dan interpretasi manusia. Baik teokrasi, demokrasi, teo-demokrasi, komunisme, Pancasila, Negara Islam, khilafah, dlsb semuanya adalah produk kebudayaan manusia yang profan, bukan ciptaan Tuhan yang sakral. Tuhan jelas tidak mengurusi sistem politik-ekonomi-pemerintahan. Dia juga tidak menggubris aneka ideologi. Al-Qur’an dan kitab keagamaan bukan berbicara sebuah sistem yang baku melainkan hanya prinsip-prinsip fundamental-universal kemanusiaan yang sangat fleksibel atau tentang “etika berpolitik” dan bermasyarakat.

BACA JUGA:  Istilah Kafir Dalam Islam, Kafir Punya Arti yang Sangat Luas

Jika ada juklak dan juknis tentang “Negara Islam” atau “Khilafah” dalam Al-Qur’an, tentunya Nabi Muhammad dan para sahabat akan mempraktekkan ini. Kenyataannya tidak. Keempat sahabat pengganti Nabi Muhammad (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali) menggunakan aneka-ragam sistem politik-pemerintahan dan mekanisme pemilihan pemimpin yang berlainan (ada yang via penunjukan, musyawarah, komite pemilihan, dll). Sistem politik-pemerintahan model khilafah sendiri kan baru lahir sekitar 661 M setelah melalui perang sipil antar-umat Islam yang sangat memilukan. Pendiri Daulah Umayyah, Muawiyah Bin Abu Sofyan adalah seorang “warlord” yang sangat kejam.

BACA JUGA:  Eks Budak Seks ISIS Angkat senjata Balas Dendam ke ISIS

Jika argumen bahwa khilafah itu adalah sistem politik-pemerintahan islami karena “didukung” Al-Qur’an, maka ideologi politik-ekonomi dan sistem pemerintahan yang lain seperti demokrasi juga mendapat “restu” Al-Qur’an karena banyak ayat-ayat yang berbicara tentang pentingnya musyawarah dan kedaulatan rakyat. Al-Qur’an juga berbicara tentang larangan memonopoli peredaran kekayaan dan distribusi sumber-sumber ekonomi pada orang dan kelompok tertentu saja tetapi harus merata. Prinsip ini kan sebtulnya sangat “Marxis-Komunis”.

BACA JUGA:  Ironisme Mahasiswa Cheerleaders Hizbut Tahrir Tolak Demokrasi

Jadi para cheerleaders sistem Khilafah, hentikanlah klaim-klaim dan omong-kosong kalian. Apa yang selama ini kalian lakukan hanyalah bentuk “pembodohan publik” yang sangat tidak mendidik dan tidak mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. (al/mm)

Judul Asli: Stop ‘Propaganda Politik’ Khilafah Islam yang ‘Menjual’ Pesan Suci Qur’an!

Oleh: Profesor Sumanto Al Qurtuby*

*Sumanto Al Qurtuby, Anthropology Professor at King Fahd University of Petroleum & Minerals

 

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Propaganda Politik Khilafah Islam, Jualan Pesan Suci Qur’an?
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker