Berita Fakta

STOP PRESS!!!

Kami umumkan bahwa untuk postingan yang akan datang adalah sebagai berikut:

 

1. WAHABI DAN IRONISME PEMAHAMAN BID’AH BAGIAN KETIGA (Terakhir).

Merupakan penutup dari bagian pertama dan kedua yang telah diposting terdahulu. Jangan lewatkan karena bagian ketiga ini merupakan klimaks yang bisa memberikan pemahaman yang benar dan ini adalah bagian terpenting dari potingan terdahulu. Tulisan yang dipersembahkan oleh A. Fawwaaz Al Q ini sangat-sangat inspiratif bagi siapa saja yang ingin menemukan kebenaran, insyaallah , amin….

BACA :  Surat Edaran Mendagri Tentang Status Hukum Organisasi NU
banner gif 160 600 b - STOP PRESS!!!

 

2. BERHENTILAH  MENCATUT NAMA IMAM ASY-SYAFI’I UNTUK MENGHARAMKAN KENDURI KEMATIAN (bagian pertama).

Ini sebuah artikel investigativ yang sangat seru dan menegangkan dari Abu Hilya, akan membongkar tuntas kedustaan-kedustaan Salafi Wahabi dalam mengharamkan tahlilan.

 

3. SALAFI WAHABI BILANG TAHLILAN DARI AJARAN HINDU, PENDETA HINDU MEMBANTAHNYA.

Artikel ini ditulis oleh seorang pendeta Hindu yang membantah klaim-klaim Salafi Wahabi bahwa tahlilan berasal dari ajaran Hindu, semuanya mempertontonkan kedustan-kedustaan salafi Wahabi.

BACA :  Salafi Wahhabi Bisakah Berkembang di Bumi Nusantara Jika Masyarakatnya Masih Hindu Budha?

 

Tunggu postingannya, masih dalam proses editing…, insyaalah segera terbit!  

Read More….

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

11 thoughts on “STOP PRESS!!!”

  1. Postingan yg nomor tiga itu sepertinya akan bikin kejutan, sebab selama ini Salafi Wahabi sudah kadung mengimani bahwa tahlilan dari ajaran Hindu, tetapi kok pendeta Hindu membantahnya? Gemana kira2 ya tanggapan Para Wahhaber setelah ditelanjanmgi kedustaannya oleh Pendeta Hindu?

    Jadi penasaran nih.

    1. Mas Alvin,
      kalau ditanya lebih percaya kpd siapa mengenai urusan ajaran Hindu, biasanya para Whhabber akan lebih percaya kpd ustadznya walaupun sdh terbukti bohongnya. Mungkin nanti pendeta Hindunya yg dianggap berdusta, kwk kwk kwk… konyol kan kalau begitu Mas?

  2. Lho, ternyata artikel Ustadz Fawwaas masih ada sambungannya toh, kirain aye udah tamat, ya deh aye tunggu tulisan berikutnya, lanjut Tadz.

    Ustadz Abu Hilya, lanjut tadz, aye ikut nyimak nanti ya? Mantab dah, bongkar terus dusta-dusta Wahabiyyuun, semoga bermanfaat buat Ummat, amiin.

    1. Salafiyyah is the best, dibawa oleh orang2 yg murni tauhidnya, behentilah menyembah selain Allah. jauhilah kemusyrikan dan bid’ah agar selamat dunia akhirat.

      Tidak peduli apa kata pendeta hindu, bid’ah tetap bid’ah. Omongan manusia itu buih, sedangkan Al Qur’an dan Al Sunnah adalah kebenran yg haq.

      1. @Jangkarut
        “Salafiyyah is the best, dibawa oleh orang2 yg murni tauhidnya”
        Murni gimana ????? wong tauhid dibagi 3 kok diikutin. Apa gak sama dengan Agama sebelah sana.

      2. Dg adanya postingan2 yg akan terbit di atas semoga bisa memberi manfaat buat kita semua, baik yg wahabi atau yg Aswaja. Maksudnya adalah, agar Wahabinya pda sadar dan segera tobat, sedangjan yg Aswaja semakin kokoh dg aqidah aswaja, aqidah paling lurus mengikuti aqidah Nabi dan Sahabtnya, amiiiin.

      3. @Jangkarut : “Omongan manusia itu buih, sedangkan Al Qur’an dan Al Sunnah adalah kebenran yg haq.”

        Jawab :

        Al-Qur’an dan Hadist adalah haq, dan pasti benar. Namun, pemahaman manusia akan Al-Qur’an dan Hadist, belum tentu benar.

        @Jangkarut : “behentilah menyembah selain Allah.”

        Jawab :
        Apa saudara menuduh kami kaum musyrik? Anda ini mirip dengan salah seorang wahabi, yg secara tidak langsung menuduh sahabat Nabi adalah musyrik karena bertawassul dengan Nabi Muhammad.

  3. Gimana mau mengikuti Al Qur an dan hadist Rasul, dgn murni Original … orang Ustad mereka hanya mengambil perjemahan saja(textual) dan Usatd dan Ulama tidak completable dgn ilmu Islam…hanya menurut pendapatnya sendiri saja tanpa melihat, membuka kitab para ulama yang terdahulu dan mengagapnya Wahabi Salafi ini pembaharu dalam Islam dengan Dakwah Dogmatist (membenarkan dirinya dengan menyalahkan umar Islam yang lain) bid ah ,sirik, tidak ada dalil, hadist dao if , dll, dan tidak sembarang Ulama yang bisa memurnikan dengan hanya cukup mengetahui secara di permudahkan dan dianggap enteng saja .

  4. Assalamualaikum

    saya dengerin ceramahnya buya yahya tentang bid’ah..
    katanya semua bid’ah dalam syariat itu dholalah…
    karena keterbatasan ilmu saya… ada yang bisa jelaskan syariat itu apa?
    trims sebelumnya..
    lanjutkan perjuangan ummatipress 🙂

    1. Bismillah,

      Ukht @vira,

      Insya Alloh yang dikehendaki beliau buya Yahya adalah bid’ah definisi Bid’ah dengan pendekatan Istilahi/syari’at sebagaimana pernah kami sampaikan :

      فمن هذا المعنى سمي العمل الذي لا دليل عليه في الشرع بدعة وهو إطلاق أخص منه في اللغة حسبما يذكر بحول الله

      Setelah menjelaskan ma’na bid’ah dari sudut bahasa (lughowiy) Imam Asy Syathibi berkata : “Dari pengertian ini amal (perbuatan) yang tidak memiliki landasan dalil dalam syara’ disebut Bid’ah, dan pengertian tsb adalah penggunaan yang lebih khusus daripada ma’na bid’ah dalam artian bahasa… dst (Al I’tishom, 1/26. shameela)

      Dari keterangan Imam Syathibi diatas, kita dapati pemahaman bid’ah dengan pendekatan Ishthilahi / Syar’iy yang bertitik tekan pada perkara yang tidak memiliki sumber hukum (dalil syar’iy) dan bukan pada perkara yang tidak dilakukan pada masa Rosululloh saw maupun para sahabat.

      wallohu a’lam

      1. @ust abu hilya

        terimaksih atas penjelasannya
        sangat mencerahkan bagi saya yang bodoh ini
        lanjutkan perjuangannya ustad…
        seperti Rasulullah yang tetap lembut walaupun musuhnya kasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker