Sosok & Tokoh

Sony Abu Husein At-Tuwalibi Menganiaya Syaikh Idahram

Ustadz Wahabi Bernama Sony Abu Husein At-Tuwalibi Menganiaya Syaikh Idahram

Islam-Institute, Bogor – Ustadz Wahabi Lagi-lagi bikin ulah dan Aniaya terhadap Ustadz Aswaja. Pada tanggal 21 Juni yang lalu, diadakan bedah buku “Bukan Fitnah Tapi inilah Faktanya” (Membongkar tradisi dusta wahabi) karangan Ustadz Marhadi alias Syaikh Idahram.

Ustadz Marhadi alias Syaikh Idahram adalah salah satu Ustadz Aswaja yang sebelumnya sangat fenomenal. Karya tulis ilmiyahnya berupa Buku Trilogi (Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik, dan Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi) telah mengungkap data dan fakta penyimpangan sekte Salafl Wahabi. Munculnya fakta dan data ini benar-benar telah menelanjangi kejahatan wahabi-salafi dalam sejarahnya yang hitam.

Sony Abu Hussein At-Thuwalibi Al-Wahabi yang keras dan kasar perangainya, bejat akhlaknya.

Dalam acara bedah buku “Bukan Fitnah Tapi inilah Faktanya” oleh Syaikh Idahram telah terjadi kekisruhan dan penganiayaan terhadap penulis buku tersebut yang dilakukan seorang ustadz wahabi bernama sony alias Abu Husein at-Tuwalibi dan masih di awal-awal puasa Ramadhan ini.

Berikut kronologi kejadiannya yang diceritakan sendiri oleh ustadz Marhadi kepada ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy melalui Privat Message :

“Kejadiannya di Masjid Raya Bogor, pada hari Ahad 21 Juni 2015, pukul 16.47 sore hari ba’da Ashar ketika bedah buku BUKAN FITNAH TAPI INILAH FAKTANYA (membongkar tradisi dusta Wahabi) sedang berlangsung. Acara itu dihadiri juga oleh anggota DPR Bogor faksi FAN, Romdhoni (beliau menyalahkan si wahabi dan meminta saya untuk terus berdakwah), juga dihadiri ketua umum MUI kota bogor, Adam Ibrahim. Cuma ketua umumnya ini dikenal masyarakat bogor sebagai pendukung berat wahabi dan kabarnya emang dia juga wahabi. Dia juga sangat berpihak ke mereka dilihat dari duduk bareng mereka, komentarnya tentang saya dan bahasa tubuh lainnya. Hadir juga, ketua fatwa MUI Bogor Abbas Aula. Dia juga dalam komentarnya di depan peserta menuduh saya pendusta. Dia bicara sebagai penanya tapi malah menuduh sekitar 7 menit. Kemudian Soni ath-Thuwailibi memukul kepala bagian belakang saya dari arah belakang ketika saya sedang memperhatikan penanya yang lain. Dia juga sebelum memukul bertindak sebagai penanya yg juga bukan bertanya tapi menuduh saya pendusta.“

Demikian kronologi yang beliau kisahkan. Inikah sikap seorang ulama wahabi yang mengaku-ngaku mengikuti sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Menuding, menuduh, memfitnah tanpa bukti dan bahkan menganiaya? Bahkan penganiayaan itu dilakukan pula di bulan suci, bulan ujian menahan amarah dan emosi? Kita tidak tahu ke depannya bagaimana, jika ajaran dan doktrin wahabi dibiarkan berkembang di Negeri Indonesia tercinta ini…

(Berita ini diedit berdasar informasi dari ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy yang merupakan Sahabat Syaikh Idahram dalam berdakwah membendung ajaran Wahabi yang menyempal dari Islam).

Biodata Syaikh Idahram

Syaikh Idahram adalah pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun I970-an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.

Dalam upaya pencariannya itu, penulis pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa’ PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyup dalam tasawuf dengan berbai’at kepada seorang syaikh.

Maraknya gerakan Islam garis keras di Indonesia, serta dorongan dari berbagai pihak, membuat dirinya memutuskan untuk menuliskan apa yang diamatinya selama ini tentang Salafi Wahabi. Ia sempat ragu ketika beberapa kawan mengingatkannya tentang teror yang kerap kali terjadi terhadap para pengkritik faham ini. Akan tetapi, atas rekomendasi dari para masyayikh, penulis akhirnya memutuskan untuk tetap menuliskan penelitiannya dengan menyiasati penggunaan nama pena, yaitu Syaikh Idahram.

Buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafl Wahabi ini hadir sebagai titik kulminasi dari rasa prihatin penulis terhadap persatuan dan ukhuwah umat Islam yang saat ini sangat meradang dan hanya tinggal wacana. Dia mencoba berpikir keras, dari mana persatuan umat ini harus dimulai. Hingga akhirnya, pencarian dan penelitian yang dilakukannya selama 9 tahun, mulai 2001 s.d. 2010, membuahkan buku sederhana di tangan pembaca ini.

Untuk sementara waktu, penulis hanya membuka ruang dialog melalui media email: salafiasli@yahoo.com. Terimakasih banyak.

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker