Berita Libya

SNIPER PENCABUT NYAWA Buru Para Pemimpin ISIS di Libya

PERAN HANTU KEMATIAN yang dijalankan oleh Sniper misterius terus memburu para pemimpin ISIS di Libya

 

Islam-Institute, TRIPOLI Seorang sniper (penembak jitu) misterius yang seakan berperang sebagai hantu kematian mulai berburu para pemimpin ISIS di Libya. Para pemimpin adalah siapa yang oleh para jihadis ISIS disebut “Khilafah” baru mereka. Demikian dilaporkan surat kabar Inggris, the Telegraph.

Tidak kurang dari tiga komandan ISIS telah ditembak mati dari jarak jauh di kota Sirte dalam waktu 10 hari. Hal ini mau tidak mau menjadi momok sangat menakutkan dan meresahkan para teroris. “Masih belum diketahui apakah sniper itu bekerja sendiri atau terdiri dari sebuah tim yang khusus bekerja untuk menjatuhkan para pemimpin ISIS,” tulis surat kabar Inggris itu mengutip pernyataan media lokal.

BACA :  ISIS dan Kelompok-Kelompok Teroris Saling Serang di Aleppo

Dalam upaya untuk melacak si penembak jitu yang misterius itu, para jihadis ISIS secara ngawur mulai menangkap dan mengeksekusi orang-orang yang mereka tuduh sebagai penembak jitu. Tapi usaha mereka sia-sia, karena sang sniper misterius itu baru-baru ini lagi-lagi menembak Abdullah Hamad al-Ansari, seorang komandan tertinggi ISIS dari kota Obari, Libya, kata sumber itu.

“Perasaan dihantui teror saat ini muncul di antara jajaran (ISIS) setelah kematiannya. Mereka secara acak menembak ke udara untuk menakut-nakuti penduduk, ketika mencari sang sniper,” ungkap seorang saksi lokal kepada situs al-Wasat, sebagaimana ditulis International Business Times.

BACA :  DK PBB Berikan Mandat Perangi ISIS di Mana Saja
banner gif 160 600 b - SNIPER PENCABUT NYAWA Buru Para Pemimpin ISIS di Libya

Semakin lama sang sniper misterius itu tak juga tertangkap, semakin ia menebar kepanikan diantara para militan ISIS, karena mereka menyadari bahwa kini anggota mereka tidak ada yang bisa merasa benar-benar aman di jalan-jalan Sirte.

The Telegraph menulis bahwa Identitas si penembak jitu kini menjadi subyek diskusi yang intens baik dalam pembicaraan sehari-hari antara penduduk kota maupun secara online. Beberapa mengklaim bahwa penembak jitu adalah milisi yanga berasal dari kota Misrata, yang pernah menjadi anggota ISIS dimasa lalu untuk mengendalikan Sirte. Lainnya berspekulasi bahwa ia mungkin pasukan khusus penembak jitu AS, yang beroperasi di wilayah tersebut.

BACA :  132 Warga Malaysia yang Gabung ISIS Ditolak Kembali ke Malaysia

Setelah berakhirnya pemerintah Muammar Gaddafi pada tahun 2011, Libya telah terjebak dalam kekacauan perang mematikan. Keadaan kekacauan politik dan sosial menyebabkan tersebarnya ISIS/Daesh dan para ekstremis Islam lainnya di negeri ini. Saat ini, setidaknya ada 5.000 militan ISIS menyebar di sekitar di Libya.

Ada laporan bahwa ISIS telah mengirim pemimpin kuncinya di Irak, Abu Omar, ke Libya untuk meningkatkan pengaruh kelompok teroris itu di kota Sirte serta dan untuk mempersiapkan potensi suaka para pemimpin ISIS yang saat ini berada di Suriah dan Irak.  (AL/ARN)

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker