akidah

Siapakah Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah ?

Siapakah Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah ? Jika Disebut Nama Ahlussunnah Wal Jamaah Maka yang Dimaksud Adalah Kaum Asy’ariyyah dan Maturidiyyah. Al-Imâm al-Hâfizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (w 1205 H) dalam pasal kedua pada Kitab Qawâ-id al-‘Aqâ-id dalam kitab Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn Bi Syarh Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, menuliskan sebagai berikut: “Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jamaah maka yang dimaksud adalah kaum Asy’ariyyah dan kaum Maturidiyyah”.

Asy-Syaikh Ibn Abidin al-Hanafi (w 1252 H) dalam kitab Hâsyiyah Radd al-Muhtâr ‘Alâ ad-Durr al-Mukhtâr, menuliskan: “Ahlussunnah Wal Jamaah adalah kaum Asy’ariyyah dan Maturidiyyah”.

Setelah tahun 260 H menyebarlah bid’ah Mu’tazilah, Musyabbihah dan lainnya. Maka dua Imam yang agung Abu al Hasan al Asy’ari (W 324 H) dan Abu Manshur al Maturidi (W 333 H) – semoga Allah meridlai keduanya- menjelaskan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah.

Pada periode ini para ulama dari kalangan empat madzhab mulai banyak membukukan penjelasan-penjelasan akidah Ahlussunnah secara rinci. Hingga kemudian datang dua Imam agung; al-Imâm Abu al-Hasan al-As’yari (w 324 H) dan al-Imâm Abu Manshur al-Maturidi (w 333 H). Kegigihan dua Imam agung ini dalam membela akidah Ahlussunnah. Terutama dalam membantah faham rancu kaum Mu’tazilah yang saat itu cukup mendapat tempat. Pembelaannya terhadap Akidah Ahlussunnah wal Jamaah menjadikan keduanya sebagai Imam terkemuka bagi kaum Ahlussunnah Wal Jamaah.

Kedua Imam agung ini tidak datang dengan membawa faham atau ajaran yang baru. Keduanya hanya melakukan penjelasan-penjelasan secara rinci terhadap keyakinan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Ditambah dengan argumen argumen rasional dalam mambantah faham-faham di luar ajaran Rasulullah itu sendiri.

Yang pertama, yaitu al-Imâm Abu al-Hasan al-Asy’ari, menapakkan jalan madzhabnya di atas madzhab al-Imâm asy-Syafi’i. Sementara yang kedua, al-Imâm Abu Manshur al-Maturidi menapakkan madzhabnya di atas madzhab al-Imâm Abu Hanifah. Di kemudian hari kedua madzhab Imam agung ini dan para pengikutnya dikenal sebagai al-Asy’ariyyah dan al-Maturidiyyah.

Al-Imâm Tajuddin as-Subki (w 771 H) dalam Thabaqât asy-Syâfi’iyyah mengutip perkataan al-Imâm al-Ma’ayirqi; seorang ulama terkemuka dalam madzhab Maliki. Dia menuliskan sebagai berikut:
“Sesungguhnya al-Imâm Abu al-Hasan bukan satu-satunya orang yang pertama kali berbicara membela Ahlussunnah. Beliau hanya mengikuti dan memperkuat jejak orang-orang terkemuka sebelumnya dalam pembelaan terhadap madzhab yang sangat mashur ini. Dan karena beliau ini maka madzhab Ahlussunnah menjadi bertambah kuat dan jelas. Sama sekali beliau tidak membuat pernyataan pernyataan yang baru, atau membuat madzhab baru.

Masih dalam kitab Thabaqât asy-Syâfi’iyyah, al-Imâm Tajuddin as-Subki juga menuliskan sebagai berikut:

banner 2 2 - Siapakah Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah ?

“Aku telah mendengar dari ayahku sendiri, asy-Syaikh al-Imâm (Taqiyuddin as-Subki) berkata bahwa risalah akidah yang telah ditulis oleh Abu Ja’far ath-Thahawi (akidah Ahlussunnah yang dikenal dengan al-‘Aqîdah ath-Thahâwiyyah) persis sama berisi keyakinan yang diyakini oleh al-Asy’ari. Kecuali dalam tiga perkara saja. Aku (Tajuddin as-Subki) katakan: Abu Ja’far ath-Thahawi wafat di Mesir pada tahun 321 H, dengan demikian beliau hidup semasa dengan Abu al-Hasan al-Asy’ari (w 324 H) dan Abu Manshur al-Maturidi (w 333 H). Dan saya tahu persis bahwa orang-orang pengikut madzhab Maliki semuanya adalah kaum Asy’ariyyah, tidak terkecuali seorangpun dari mereka. Demikian pula dengan para pengikut madzhab asy-Syafi’i, kebanyakan mereka adalah kaum Asy’ariyyah, kecuali beberapa orang saja yang ikut kepada madzhab Musyabbihah atau madzhab Mu’tazilah yang telah disesatkan oleh Allah.

Demikian pula dengan kaum Hanafiyyah, kebanyakan mereka adalah orang-orang Asy’ariyyah. Sedikitpun mereka tidak keluar dari madzhab ini kecuali beberapa saja yang mengikuti madzhab Mu’tazilah. Lalu, dengan kaum Hanabilah (para pengikut madzhab Hanbali), orang-orang terdahulu dan yang terkemuka di dalam madzhab ini adalah juga kaum Asy’ariyyah. Sedikitpun mereka tidak keluar dari madzhab ini kecuali orang-orang yang mengikuti madzhab Musyabbihah Mujassimah. Dan yang mengikuti madzhab Musyabbihah Mujassimah dari orang-orang madzhab Hanbali ini lebih banyak dibanding dari para pengikut madzhab lainnya”.

AKIDAH KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (Asy’ariyyah dan Maturidiyyah) : ALLAH SWT ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH

sayyidina Ali ibn Abi Thalib -semoga Allah meridlainya :
“Allah ada (pada azal) dan belum ada tempat dan Dia (Allah) sekarang (setelah menciptakan tempat) tetap seperti semula, ada tanpa tempat” (Dituturkan oleh al Imam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al Farq bayna al Firaq)

Al Imam Abu al Hasan al Asy’ari (W. 324 H) semoga Allah meridlainya berkata: “Sesungguhnya Allah ada tanpa tempat” (diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam al Asma wa ash-Shifat). Beliau juga mengatakan: “Tidak boleh dikatakan bahwa Allah ta’ala di satu tempat atau di semua tempat”. Perkataan al Imam al-Asy’ari ini dinukil oleh al Imam Ibnu Furak (W. 406 H) dalam karyanya al Mujarrad.

Al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi -semoga Allah meridlainya- (227- 321 H) berkata: “Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya). Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi enam arah penjuru tersebut”.

Al Imam Abu Manshur Al Baghdadi (W. 429 H) dalam kitabnya al Farq Bayna al Firaq berkata: “Sesungguhnya Ahlussunnah telah sepakat bahwa Allah tidak diliputi tempat dan tidak dilalui oleh waktu”. Ini salah satu ciri kaum Ahlussunnah wal Jamaah.

Jadi, Siapakah Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah ? Para Ulama terkemuka telah menjelaskannya dengan sangat jelas sebagaimana telah kami kutipkan di atas. Sekarang anda sudah tahu jawabannya. Alhamdulillah.

Oleh: Ustadz Agung Gusti

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker