Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Fakta

Siapakah Abu Jibril, Adakah Kaitannya dengan Arrahmah.com ?

Ada baiknya umat Islam mengenal siapakah ‘Ustadz’ Abu Jibril dan apa kaitannya dengan arrahmah.com, situs Islam Radikal Indonesia yang kebal hukum ….

 

Pengantar:

Di Nusantara Indonesia ini ada banyak ulama yang mumpuni dalam berbagai disiplin ilmu agama, mulai dari fikih, aqidah, tasawuf dll. Para Ulama itu ada mulai dari tingkat desa, lokal, nasional dan bahkan tingkat internasional.

Di masa lalu maupun di masa kini, banyak karya ulama Indonesia yang sudah mendunia. Sudah seharusnya generasi muda yang menuntut ilmu agama menjadikan karya ulama nusantara sebagai rujukanya. Dan ulama nusantara sejak berdirinya pancasila sepakat menerima pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia.

Bila kita menemui ustadz yang meneriakkan anti pancasila dan anti NKRI jangan pernah mengikuti mereka. Tinggalkan dan jauhi ustadz tersebut. Mereka hanya ingin memperjuangkan ambisinya tetapi akibatnya bisa menggangu keamanan masyarakat dan akan menghancurkan Indonesia.

Tulisan di bawah ini adalah mencoba mengungkap siapakah Abu Jibri, adakah kaitannya dengan situs online arrahmah.com, kami kutip dari LPPI (Laskar Penjaga Persatuan Islam). Selamat mengikuti, semoga bermanfaat….

BACA JUGA:  Warga Gaza Semakin Pintar, Menerapkan Pelajaran dari Pertempuran Terdahulu

*****

Abu Jibril dikenal sebagai ustadz kelompok garis keras yang menentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dia adalah bapak dari Muhammad Jibriel Abdul Rahman yang sempat ditahan tahun 2009 lebih dari tiga tahun karena tuduhan teroris. Terang-terangan dia menyamakan Pancasila dengan komunisme. Dia dengan berani mengatakan “Jika kalian mengikuti jalan Pancasila, nasionalisme, liberalisme, komunisme, kalian pasti bercerai-berai dan akan binasa. Satu-satunya jalan yang menyelamatkan umat Islam adalah Al Qur’an, tiada yang lain”, seperti dikutip dari rimanews.com [lppimakassar.net]

Tapi siapakah Abu Jibril sebenarnya? Apakah dia tokoh yang memiliki pengetahuan keIslaman yang bisa dijadikan rujukan? Apakah dia pernah belajar ilmu agama secara khusus sehingga pantas dipanggil Ustadz atau disebut kiai atau ulama?

Kami menemukan catatan penting tentang Abu Jibril. Catatan ringkas orang yang menghabiskan waktunya untuk mengkafirkan kaum muslimin yang tidak mengikuti kelompoknya ini ditulis oleh seorang yang mengenalnya dengan baik. Di bawah ini riwayat singkat Abu Jibril yang ditulis oleh Quito Riantori di wall Facebook-nya tanggal 26 Oktober 2013 yang lalu. Perubahan yang dibuat hanya penggantian kata yang menggunakan singkatan, misalnya sgt menjadi sangat. Juga penyusunannya dibuat dalam bentuk paragraf untuk penataan saja.

BACA JUGA:  Awas, Pedofilia Mengancam Negeri Kita

“Saya kenal betul orang ini. Nama samarannya saat dia jadi buronan pada masa rezim Soeharto adalah Akang. Pasca peristiwa berdarah Tanjung Priok (Amir Biki) dia sempat bersembunyi di rumah ayah saya di Utan Kayu selama 6-7 bulan. Saat itu istrinya, Lina, sedang hamil, yaitu si calon bayi, Muhammad Jibril.

Sejak anaknya lahir si Akang mengganti nama samarannya jadi Abu Jibril. Adapun nama aslinya adalah Fihiruddin Muqthi. Dia asli dari Lombok. Pengetahuan agamanya hanya diperoleh lewat buku-buku terjemahan terutama buku Ikhwanul Muslimin. Dia tak pernah mengenyam pendidikkan pesantren dan sama sekali buta bahasa Arab. Pengetahuan agamanya hanya diperoleh dari Abdullah Sungkar, salah seorang pengelolah Pesantren Ngruki, Solo.

Bersama Abdullah Sungkar, Abu Bakar Baasyir dan adiknya yang bernama Irfan Awwas, mereka bergerak di bawah tanah dengan mengusung gerakan DI/TII. Pada tahun 1985, mereka semua kabur ke Malaysia. Beberapa teman-teman mereka tertangkap dan dijebloskan ke penjara dengan hukuman 5-10 tahun.

BACA JUGA:  Batu Akik Berlafaz Allah di Garut Ditawar Rp. 300 Juta

Di Malaysia, mereka mengubah nama gerakan mereka jadi Jamaah Islamiyyah, karena merasa DI/TII tidak Islami, yang Islami menurut mereka yang internasional. Adiknya si Irfan mendirikan Majelis Mujahidin Indonesia. Sejak tahun 1985 mereka mengirim pengikut-pengikut mereka ke Afghanistan untuk belajar perang. Anak si Abu Jibril sendiri dikirim ke Pakistan dan bergabung dengan kelompok Osama bin Laden.

Pulang dari Pakistan, Muhammad Jibril mendirikan Arrahmah.com. Mereka memang bagian dari gerakan Islam Radikal Internasional seperti Ikhwanul Muslimin, tapi mereka seperti Al-Qaeda yang menolak Demokrasi. Para pengikut Abu Jibril, Irfan Awwas lewat Majelis Mujahidin Indonesia dan Muhammad Jibril lewat Arrahmah.com mencuci otak masyarakat Indonesia untuk menolak Pancasila & UUD 1945.”

Sekarang, tergantung kepada Anda. Apakah negara Indonesia yang berbasis Pancasila bisa menerima orang yang menolaknya?

Sumber : http://www.lppimakassar.net/takfiri/mengenal-abu-jibril
—————————-

 

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker