Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Siapa Para Pelaku Pembunuhan Sadis Salim Kancil Lumajang?

Petisi Usut Para Pelaku Pembunuhan Sadis dan Berencana Salim Kancil Lumajang

Sampai balai desa, Salim Kancil Lumajang dipukuli dan disiksa, distrum Listrik, dan digergaji lehernya. Jenasahnya di buang di jalan depan pintu masuk kuburan.

Islam-institute.com, JAKARTA – Pembunuhan keji Salim Kancil bukan kriminal biasa, tapi pembunuhan berencana yang dipicu penolakan warga terhadap penambangan pasir besi. Kejadian ini berpotensi terulang.

Berawal dari Penolakan forum komunikasi masyarakat peduli desa Selok Awar-awar, Pasirian Kab. Lumajang terhadap penambangan pasir besi yang berkedok pariwisata yang justru berakibat rusaknya lingkungan desa pada Januari 2015.  Mereka mulai menyampaikan penolakan dan permohonan audiensi pada Bupati (Juni 2015) tapi tak medapat tanggapan, sampai akhirnya mereka memutuskan menyetop truk pengangkut pasir (9 September, 2015). Sehari setelah itu, sekelompok Preman suruhan kepala desa mulai melakukan intimidasi bahkan mengancam akan membunuh Tosan, salah satu tokoh yang menolak penambangan tersebut.

BACA JUGA:  Banser dan Garda Bangsa Siagakan 3000 Pasukan Berani Mati

Pada 11 September, forum komunikasi melaporkan ancaman pembunuhan tersebut kepada Polres Lumajang. Tapi belum juga ada tindakan tegas dari Polres Lumajang. Mereka juga melaporkan bahwa tambang itu ilegal (Sept. 21) dan berencana menghentikan pertambangan yang terus berjalan pada 26 Sept.

Pada pagi hari, 26 Sept. 2015. Tosan kembali didatangi puluhan preman yang langsung mengeroyoknya. Korban terjatuh, dianiaya, dipukul dengan pentungan kayu, pacul, Batu dan clurit, setelah terjatuh, mereka sempat melindas dengan sepeda motor. Tosan akhirnya diselamatkan temannya dan dibawa ke Rumah Sakit.

Gerombolan Preman kemudian mendatangi rumah Salim Kancil – salah satu tokoh forum komunikasi- yang pagi itu sedang menggendong cucunya di rumah. Salim Kancil lantas menaruh cucunya dilantai, sebelum akhirnya tangannya diikat  lantas diseret ke balai desa setempat yang jaraknya sekitar 2 km, disaksikan warga desa yang ketakutan, termasuk anak-anak yang sedang belajar di PAUD.

BACA JUGA:  Menlu Iran Javad Zarif Minta Umat Islam Bersatu Melawan Israel

Sampai balai desa, Salim Kancil Lumajang dipukuli dan disiksa, distrum Listrik, dan digergaji lehernya. Jenasahnya di buang di jalan depan pintu masuk kuburan.

Kejadian ini berpotensi lagi terjadi mengingat pertambangan di pesisir selatan Lumajang telah menimbulkan keresahan dan penolakan di berbagai tempat. Mulai Desa Wotgalih – Kecamatan Yosowilangun hingga desa Pandanarum dan Pandanwangi- Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Banyak tambang yanga beroperasi secara ilegal dan merusak lahan pertanian pesisir pantai dan rentan konflik dengan petani penggarap lahan pesisir.

Dalam siaran pers 27 Sept. 2015 Tim Advokasi Tolak Tambang Pasir Lumajang (Laskar Hijau, WALHI Jawa Timur, KONTRAS Surabaya, dan LBH Disabilitas) dalam siaran pers 27 Sept. 2015 menyatakan:

  1. Mendesak Kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk serius dalam mengusut para pelaku pembantaian terhadap Salim Kancil dan Tosan hingga aktor intelektual  (intellectual daader) dibalik peristiwa kekerasan di desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang tersebut, dan mengganjar pelaku dengan hukuman seberat-beratnya sesuai pasal 340 KUHP.
  2. Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang untuk segera menutup seluruh pertambangan pasir di pesisir selatan Lumajang.
  3. Meminta agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk segera memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban.
  4. Meminta Komnas HAM agar segera turun ke lapangan dan melakukan Investigasi.
  5. Meminta Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan trauma healing kepada anak dan cucu dari alm. Salim Kancil serta anak-anak PAUD yang menyaksikan insiden penganiayaan alm. Salim Kancil di Balai Desa Selok Awar-Awar.
BACA JUGA:  Kampung Pulo Rusuh, Dukungan KTP untuk Ahok Tembus 100 Ribu

Mohon dukungannya,

Siti Maimunah,

Tim Kerja Perempuan dan Tambang (TKPT)

(AL/ARN/Change.org)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker