Berita Fakta

Sesama Wahabi Saling Menyesatkan, Bukti Kontradiksi Ajaran Sesat

Sesama Wahabi berantem; saling menyesatkan membahas soal haram atau tidaknya ziarah kubur bagi perempuan.

salafi - Sesama Wahabi Saling Menyesatkan, Bukti Kontradiksi Ajaran Sesat
Illustrasi seorang Wahabi – CC BY by Magharebia


Sesama Wahabi Saling Menyesatkan, Kontradiksi Ajaran Sesat!

Lihat, dalam situs resmi salah seorang pendakwah ajaran sesat Wahabi, bernama Abdurrahman Damasyqiyyah, berkata:

banner 2 2 - Sesama Wahabi Saling Menyesatkan, Bukti Kontradiksi Ajaran Sesat

“Saya katakan bahwa boleh untuk kaum perempuan untuk ziarah kubur dengan dasar hadits ini……”

Sementara pemuka Wahabi lainnya, Ibnu Utsaimin, dalam bukunya berjudul Fatawa Muhimmah, h. 149-150, cet. Riyad, berkata:

“Haram ziarah kubur bagi kaum perempuan, itu termasuk dari dosa besar, sekalipun yang diziarahi makam nabi (Muhammad)”.

Bukti bahwa dasar ajaran Wahabi “SEENAK PERUTNYA SENDIRI”.

Sumber Tulisan: Abou Fateh

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

19 thoughts on “Sesama Wahabi Saling Menyesatkan, Bukti Kontradiksi Ajaran Sesat”

  1. Jangan layani fitnah, hujatan, adu domba, dan perdebatan ngawur. takutlah dengan ancaman Allah dalam Surah Al Mu’min ayat 4 (QS 40:4) ” Maa yujaadilu fii aayaatil laahi illalladziina kafaruu ” ( Tiada yg menyanggah/berdebat dalil-dalil Allah hanyalah orang-orang kafir );
    Rasulullah bersabda “Barangsiapa yg menuduh seorang muslim secara dusta, maka Allah akan menempatkannya di tanah lumpur neraka sehingga dia mencabut ucapannya.” (H.R Abu Dawud : 3597, Ahmad 11/70, al-Hakim dalam al-Mustadrak 11/27 dan beliau menshahihkannya);
    Diriwayatkan dari Abu Umamah., ia berkata: “Rasulullah bersabda; ‘Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat. Kemudian Rasulullah membacakan ayat, ‘Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58).” (Hasan, HR Tirmidzi [3253], Ibnu Majah [48], Ahmad [V/252-256], dan Hakim [II/447-448])

    1. Kacung Ngaran@

      Biasalah orang-orang wahabi kalau terpojok ngomong kek omonganmu. Ketahuilah, hidayah itu bisa didapat dangan jalan diupayakan, diperjuangkan dalam mencari kebenaran dengan cara merenungkan info-info fatual kek info blog ini.

      Hidaya itu tidak akan diberikan dengan hanya taklid buta pada doktrin Wahabi seperti yang kalian banggakan ngalor ngidul.

    1. Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      ????? ?????? ????????? ???????? ????????? ??????????? ?????? ??????????
      “Sesungguhnya antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 242)
      Demikian pula hadits Buraidah ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      ????????? ??????? ????????? ???????????? ?????????? ?????? ???????? ?????? ??????
      “Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti ia kafir.” (HR. Ahmad 5/346, At-Tirmidzi no. 2621, Ibnu Majah no. 1079 dan selainnya.
      Dalam dua hadits di atas dinyatakan secara umum “meninggalkan shalat” tanpa ada penyebutan “meninggalkan karena menentang kewajibannya”. Berarti ancaman dalam hadits diberlakukan secara umum, baik bagi orang yang meninggalkan shalat karena menentang kewajibannya atau pun tidak.
      Seorang tabi’in bernama Abdullah bin Syaqiq rahimahullahu berkata:
      ????? ????????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ??? ???????? ??????? ???? ???????????? ???????? ?????? ?????? ??????????
      “Adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memandang adanya sesuatu dari amalan-amalan yang bila ditinggalkan dapat mengkafirkan pelakunya kecuali amalan shalat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2622,
      Abdullah menyebutkan bahwa para sahabat sepakat ‘orang yang meninggalkan shalat itu kafir’ dan mereka tidak mensyaratkan ‘harus disertai dengan pengingkaran akan kewajibannya’ atau ‘menentang kewajiban shalat’. Karena yang mengatakan shalat itu tidak wajib, jelas sekali kekafirannya bagi semua orang. (Al-Majmu’ 3/19, Al-Minhaj 2/257, Tharhut Tatsrib 1/323, Nailul Authar 2/403)

      Sekarang loe lihat di sekeliling loe, siapa yang kafir,,dasar jahil loe,,
      Siapa yang paling banyak meninggalkan sholat,,lihat pake mata loe, jangan pake nafsu loe,,siapa yang kafir,,tuch orang ASWAJA pada tak mau sholat,,bisanya cuma wirid Yasin yang justru di larang Nabi..
      Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at untuk beribadah dari malam-malam yang lain dan jangan pula kalian mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dari hari-hari yang lainnya, kecuali bila bertepatan (hari Jum’at itu) dengan puasa yang biasa kalian berpuasa padanya.” [HR. Muslim (no. 1144 (148)) dan Ibnu Hibban (no. 3603),
      Mending orang salafy yang pada mau sholat,,
      Gak malu lope ngomong,,,

  2. kalo orang wahabi merasa gak terima di bilang kafir,belajar lagi donk…..liat sejarah,dan pelajari siapa ulama2 wahabi.apalagi sudah jelas d negara induk Wahabi saudi arabia itu kerbau ma anjing2 peliharaan amerika ma israel…..apa masih kurang jelasss???????

    1. qader@

      Maz qader maaf ya, jangan ikut-ikutan Wahabi yang hobby mengkafirkan orang. Kalau menurut aku sih mereka itu bukan kafir tapi orang-orang fasiq murokkab yang hampir kafir. Udah gitu aja, selebihnya kita serahkan kepada Allah Swt.

      Peringatan buat ASWAJA SEMUANYA, menurut guruku semalam di pengajiannya, kita ASWAJA dilarang mengkafirkan atau memusyrikkan orang lain, sebab ada konsekwensinya yang berat, bisa-bisa kekafiran dan kemusyrikan itu menimpa diri kita sendiri.

      Jadi jangan latah ikut-ikutan Wahabi yang gemar menuduh saudara muslimnya sebagai kafir musyrik penyembah kuburan. Ini bahaya lho buat diri kita sendiri, maaf hanya mengingatkan agar tidak berlebih-lebihan. Misalnya dalam diskusi ngalor ngidul, Seandainya terpaksa bilang kafir musyrik kepada orang Wahabi, jangan yakini dalam hati cukup dibibir saja. Tujuannya agar mereka mau merenungkan diri mereka.

  3. apa yang disampaikan mas munib muslih memang benar , bahwa kita tidak boleh ikut-ikutan Wahabi salafi yang mudah melontarkan kata Kafir dan Musyrik, dan saya lebih senang jika menyebut Wahabi/Salafi adalah sekte sesat yang gencar menyesatkan.

  4. Ping-balik: Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia « UMMATI PRESS

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker