Berita Suriah

Serangan USA Tewaskan 80 Tentara Suriah, USA Bilang Kecelakaan

Serangan USA – WASHINGTON DC – USA sebut serangannya yang menewaskan 80 tentara Suriah adalah Kecelakaan. Pusat Komando Amerika Serikat merilis pernyataan yang mengakui bahwa mereka telah membombardir posisi tentara Suriah dari Angkatan Darat Suriah. Tetapi Serangan USA tersebut diklaim tidak bermaksud untuk menargetkan tentara Suriah dan melanggar perjanjian gencatan senjata. Serangan USA itu dimaksudkan untuk menyerang teroris ISIS.

Sputnik melaporkan pada Minggu (18/09) bahwa para pejabat militer USA mengakui bertanggung jawab atas serangan bom terhadap posisi Tentara Suriah. Serangan USA itu membuka jalan bagi serangan ISIS secara besar-besaran terhadap tentara pembela tanah air Suriah. Dan menewaskan 80 personel tentara Suriah. Tetapi USA berkilah bahwa serangan itu adalah kecelakaan, karena sasaran yang sebenarnya dituju adalah teroris ISIS / Daesh.

 

1027187794 e1474162729213 - Serangan USA Tewaskan 80 Tentara Suriah, USA Bilang Kecelakaan

 

banner gif 160 600 b - Serangan USA Tewaskan 80 Tentara Suriah, USA Bilang Kecelakaan

Serangan USA ke tentara Suriah dilakukan dengan dua jet tempur F-16

Serangan USA itu dilakukan oleh dua jet tempur F-16 dan dua pesawat serangan darat A10. Serangan USA menghantam ke wilayah udara Suriah melalui perbatasan Irak tanpa otorisasi dari pemerintah Assad.

Kementerian Pertahanan Rusia segera mengecam Amerika Serikat atas serangan mematikan itu. Dan mencatat bahwa setelahnya ISIS terlibat dalam serangan besar-besaran setelah pasukan Amerika melumpuhkan posisi tentara Suriah.

“Jika serangan udara ini dilakukan karena kesalahan dalam koordinat target. Maka hal itu merupakan konsekuensi langsung dari ketidak inginan pihak USA untuk mengkoordinasikan tindakan terhadap kelompok teroris dengan Rusia”. Kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia menekankan.

Serangan itu terjadi di tengah gencatan senjata Suriah yang telah disepakati oleh USA dan Rusia. Yaitu antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, satu minggu sebelumnya. Dan yang mulai berlaku pada tanggal 12 September. Serangan USA itu mengancam rusaknya perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah Suriah. Karena dikhawatirkan justru akan memberikan teroris ISIS kesempatan untuk berkumpul kembali. Dan bahwa pemberontak tidak akan menaati peraturan.

Meskipun demikian, serangan itu juga memberi pelajaran akan pentingnya mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Dan betapa pentingnya akan kebutuhan bagi Amerika Serikat dan Rusia untuk mengkoordinasikan intelijen.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker