Berita Rusia

Serangan Udara Rusia di Suriah Didukung Penyidik PBB

 Islam-Institute, DAMASKUSCarla Del Ponte, seorang anggota komisi penyelidikan PBB di Suriah, mendukung serangan udara Rusia terhadap kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di negara teraniaya oleh teroris itu.

“Saya pikir intervensi Rusia adalah hal yang baik, karena akhirnya ada negara yang menyerang kelompok-kelompok teroris ini,” kata Carla Del Ponte kepada penyiar RTS Swiss pada hari Senin (8/02). Maksud kelompok teroris adalah seperti kelompok teroris ISIS Takfiri dan Al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda.

BACA JUGA:  Pasukan Elit Rusia Memasuki Suriah, ISIS Makin Ketakutan

Namun, Carla Del Ponte sebagai mantan jaksa kepala pengadilan hukum pidana internasional PBB, menambahkan bahwa Rusia rupanya tidak “membedakan antara teroris dan warga sipil”.

Sementara, Pejabat tinggi Rusia berulang kali mengatakan bahwa mereka menargetkan semua kelompok teroris di Suriah, termasuk ISIS. Rusia menyangkal laporan media Barat yang menuduh serangan udara Rusia telah menewaskan warga sipil, juaga menambahkan bahwa laporan itu adalah propaganda licik negara-negara Barat yang ingin melindungi kelompo-kelompok teroris di Suriah.

BACA JUGA:  Rusia Basmi Teroris Jadi Mimpi Buruk Recep Tayyip Erdogan

Pejabat PBB itu pun melanjutkan dengan mengatakan bahwa perdamaian hanya akan didirikan di Suriah melalui negosiasi dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Jika Anda ingin gencatan senjata, jika Anda ingin damai, pertama Anda harus bernegosiasi dengan pemerintah,” kata Carla Del Ponte kepada Reuters.

Suriah telah dicengkeram oleh militan bersenjata yang didukung oleh Barat sejak Maret 2011. Konflik tersebut telah dilaporkan merenggut nyawa lebih dari 260.000 orang dan pengungsi hampir setengah dari populasi penduduk Suriah yang berjumlah 23 juta jiwa di dalam atau di luar perbatasannya.

BACA JUGA:  Para Teroris di Suriah Gunakan Senjata Israel

Moskow memulai serangan militer udara terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah pada 30 September tahun 2015, atas permintaan dari pemerintah Damaskus. Sejak itu, Rusia telah membunuh ratusan teroris ISIS dan kelompok teroris lainnya yang didukung Barat, dan menimbulkan kerusakan material berat pada mereka.  (AL/ARN)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker