akidah

Senjata Makan Tuan: FIRANDA Jadi Musyrik Gara-gara Pendapatnya Sendiri

senjata - Senjata Makan Tuan: FIRANDA Jadi Musyrik Gara-gara Pendapatnya Sendiri

FIRANDA Jadi Musyrik – Lagi, jawaban Ustadz Ahmad Syahid untuk Ustadz Firanda segera diposting di SINI. Tentang Ustadz Firanda yang bisa menjadi musyrik gara-gara pendapatnya sendiri.

Berdasar tulisannya sendiri, Ustadz Firanda yang full semangat membantah tulisan Ustadz Abu Salafy, tapi gara-gara kecerobohan khas kaum Wahabi, justru bantahannya tersebut bisa mengantarkan dirinya sendiri menuju kemusyrikan. Terlalu bersemangat bicara kesyirikan, tak terasa dia sendiri bisa menjadi musyrik.

Dalam istilah dunia persilatan, ini dikatakan SENJATA MAKAN TUAN.

TUNGGU TANGGAL POSTINGNYA, SEGERA DI SINI!!!

Alhamdulillah… sudah terbit, bisa dibaca berikut ini cuplikannya:

Kenapa ustadz Firanda heran dengan pernyataan seperti ini? Atau ustadz Firanda pura-pura heran? Coba lihat sohih Bukhori hadist yang diriwayatkan sayidina Anas Bin Malik ra berkata : “Lewat di hadapan mereka ( Nabi Saw dan para sahabat ) jenazah , lalu sahabat memuji jenazah yang lewat, lalu Rosul SAW berkata : “Telah wajib baginya…” , kemudian lewat lagi jenazah lainnya, lalu para sahabat tidak memujinya dengan kebaikan, maka Nabi pun kembali berkata: “Telah wajib baginya…”, maka berkatalah Sayiduna Umar ra: “Telah wajib apa baginya ya Rosulallah…….?” Nabi SAW menjawab: “Yang ini kalian telah memujinya dengan baik maka wajib baginya mendapatkan surga, dan yang ini kalian tidak memujinya dengan kebaikan maka telah wajib baginya neraka, kalian adalah saksi Allah dibumi.”

BACA JUGA:  Ustadz Firanda Berhujjah dengan Hujjah Dusta dan Palsu (2)

Lihatlah, bukankah dalam hadits tersebut surga dan neraka Nabi yang tentukan? Padahal hakekatnya Surga dan Neraka adalah Milik Allah? Hak prerogatif Allah untuk menentukan siapa masuk surga dan siapa masuk neraka sama sekali bukan milik dan hak Rasulullah, tapi karena Allah sudah memberikan idzin kepada Rasulullah sesuai qudrat dan iradah Allah maka tidak ada yang mustahil.
Kemudian ada Hadits ‘ardul a’mal bahwa amal perbuatan Ummatnya disodorkan kepada Nabi SAW hingga akhir zaman jika amal baik Nabi senang dan memuji Allah, jika amal jelek Nabi mamintakan ampun untuk umatnya. Begitu juga dengan Hadits dalam shahih bukhori dari sayidina Umar ra , berkata : bersabda Rosulallah SAW, “Siapa pun dari Ummat Islam yang disaksikan 4 orang saksi (atas jenazahnya) dengan kesaksian yang baik, akan Allah masukkan dalam Surga.” Kami (para Sahabat)berkata: 3 saksi saja ya Rosulallah. Nabi bersabda “ya 3” ,  kami berkata lagi, 2 saja ya Rosul, Nabi bersabda : ya 2 saksi , dan kami ( para Sahabat) tidak meminta 1 (saksi). Dan masih banyak hadits-hadits lainnya, di mana dhohirnya sesuai dengan perkataan Sayyid al-maliki.

BACA JUGA:  Membantah Tauhid Uluhiyyah & Tauhid Rububiyyah

silahkan klik link di bawah untuk baca lebih lanjut….

KISAH NYATA: Ustadz Firanda Jadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Senjata Makan Tuan: FIRANDA Jadi Musyrik Gara-gara Pendapatnya Sendiri
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

14 thoughts on “Senjata Makan Tuan: FIRANDA Jadi Musyrik Gara-gara Pendapatnya Sendiri”

  1. Lho, kalau hobby nya Mas Firanda itu memusyrik-musyrikkan Para Ulama yg istigotsah atau bertawassul dg Nabi, ya otomatis Firanda sendiri yg musyrik. Bukankah kalau menuduh orang lain musyrik tapi kenyataannya yg dituduh itu bukan musyrik, gemana hukumnya? Kata Nabi si penuduh itulah yg musyrik.

    Lha kerjaan Mas Firanda dan ustzdz2 Salafy itu kan memusyrik-musyrikkan Ulama yg bertawassul dan istighotsah, pasti meleset deh tuduhannya atau vonis2 nya. Kalau meleset itu artinya senjata makan tuan karena akan berbalik ke diri si PENUDUH.

    Saya tunggu postingannya Mas Admin, syukron.

      1. Itu prediksi mbak Putri tentang isi postingan yang akan diposting ya mbak?
        Saya jg tunggu postingannya, makasih mas admin.

  2. GAK SAbar nunggu…… Kang ADMIN ojo suwe2 yo mostinge??? 😀 😀 😀

    ASWAJA YES!!!!…. WAHABI oww NO WAY!!!!!!!!!!!!

    1. Sabar ya mas-mas dan mbak-mbak semuanya, artikel sudah dalam tahap finishing, Insyaallah tidak akan lama lagi segera muncul.

  3. Begitu baca ini, saya langasung berkerut dahi :

    “Banyak ilmu yang bisa ditimba dari Ahmad Syahid terutama agar kita memperoleh pemahaman yang benar tentang ibadah, syirik dan akibat-akibatnya jika kita salah dalam memahaminya. Penjelasan yang disampaikan oleh Mas Ahmad Syahid menyentak kesadaran kita, betapa selama ini ada yang salah dari pemahaman keislaman yang dianut oleh merka-mereka yang bergelar Ustadz sekali pun. Na’udzubillah tsumma nau’dzu billah min dzaalik.”

    apakah Ahmad Syahid ini seorang yang benar ? sehingga kita harus menimba ilmu darinya
    dan apakah tidak berlebihan kata-kata terakhir, saya kira sama saja artinya dengan kita mengatakan bahwa orang lain semua salah.
    Hendaknya janganlah kita mengukur ukuran badan orang lain dengan baju yang kita pakai

    marilah kita sama-sama mencari KEBENARAN dan bukan mencari PEMBENARAN

  4. Assalamu’alaikum…
    Kebenaran mutlak hanyalah milik Allah Swt, akan tetapi pada prakteknya manusia selalu mencari pembenaran, kita diberi akal yang berfungsi sebagai juru timbang, setelah ditimbang barulah hati nurani mengiyakan, hati nurani yang berisi sfat-sifat malaikat… hati yang bersih dari sifat-sifat Neraka, ujub, ria, takabur, sombong, dholim, merasa paling banyak amal, merasa paling sholeh, merasa paling benar, melupakan dosa, melupakan azab, ingin di puji, ingin di sanjung dll.

    Manusia diwajibkan mencari kebenaran, kebenaran yang paling mendekati kebenaran mutlak, setahu sy patokan kebenaran adalah :
    1. Al-Qur’an dan Hadist
    2. Ijma Ulama
    3. Qiyas
    4. Dalil Aqli dan Naqli

    Wassalam..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker