Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Anak Cucu Nabi

Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki : Muhaddits Ahlusunnah yang Didengki Wahabi

Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki al Hasani Sang Muhaddits Abad Ini

Sayyid Muhammad bin Allawy Al MalikiSayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid Alawi ibn Sayyid Abbas ibn Sayyid Abdul Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain. Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun.

Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya. Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah).

Sayyid Muhammad Alawi al Maliki 1 - Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki : Muhaddits Ahlusunnah yang Didengki Wahabi

Sayyid Muhammad ALlawy al-Maliki seorang alim di Makkah

Sayyid Muhammad Alawy al-Maliki merupakan seorang alim yang mewarisi pekerjaan dakwah ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam di Makkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain.

Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya, Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah melanjutkan studi dan ta’limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah.

Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta’lim dan pondok di rumah beliau. Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haram atau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan Sayyid Muhammad.

Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama.

Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki. Ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yang masuk ke dalam pemerintahan. Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama.

BACA JUGA:  Persamaan Wahabi & Khawarij Berdasarkan Atsar Sahabat

Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru yang moderat

Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama.

Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan.

Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang diinginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka juga menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi di negara-negara mereka.

Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh Sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 DhulQo’idah 1424 H dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”. Di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist (keras). Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas.

Sayyid Muhammad al Maliki ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz

Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah. Di samping tugas beliau sebagai da’i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll.

Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Pemahaman-pemahaman yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad ( bin Allawy Al Maliki, red) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara. Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi – Wahabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki dikucilkan oleh ‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.).

BACA JUGA:  Pentingnya Bermazhab Bagi Ummat Islam, Agar Selamat

Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah mengandalkan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf.

Saat kaum Salafi-Wahhabi mendiskreditkan beliau, beliau pun menulis lebih banyak buku dan mendirikan Zawiyyah beliau sendiri yang menjadi  “United Nations” (Perserikatan Bangsa- Bangsa) dari para Ulama. Akhirnya, protes dari dunia Muslim memaksa kaum Salafi-Wahhabi untuk menghentikan usaha mereka mem-peti es-kan sang ‘alim kontemporer’ yang paling terkenal dalam mazhab Maliki ini. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mendukung beliau.

Kedengkian mereka sebenarnya didorong oleh fakta bahwa Sayyid Muhammad al-Maliki jauh lebih unggul untuk dijadikan tandingan mereka. Dengan sendirian saja, beliau mengambil Islam Sunni dari klaim tangan-tangan Neo-Khawarij Salafi-Wahhabi dan menempatkannya kembali ke tangan mayoritas ummat ini. Melalui berbagai karya-karyanya yang menonjol, beliau menyuntikkan kepercayaan diri yang amat dibutuhkan dalam perdebatan saat kaum jahil  (Wahabi)  yang mengandalkan ijtihad pribadi mulai meracuni pemikiran umat Islam.

Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki Wafat

Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki wafat hari jumat tgl 15 ramadhan 1425 H ( 2004 M) dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping makam istri Rasulullah Saw. Khadijah binti Khuailid Ra. dengan meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alawi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini. Dan yang menyaksikan pemakaman beliau hampir seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri.

Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, setelah disholatkan di Masjidil Haram ba’da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza’. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat.

Ketika jenazah Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Kebesaran keluarga Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Jadi tidak heran dengan meninggalnya Sayyid Muhammad Al Maliki,  umat Islam telah kehilangan satu ulama yang telah menorehkan tinta sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini yang menjadi tauladan buat kita semua.

 

Murid Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki di Indonesia

Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki mendirikan tidak kurang 30 buah pesantren dan sekolah di Asia Tenggara. Karangannya mencapai puluhan kitab mengenai usuluddin, syariah, fikih dan sejarah Nabi Muhammad. Ia mendapat gelar profesor dari Universitas Al-Azhar pada tanggal 6 Mei 2000. Ratusan murid yang menampa pendidikan di pesantrennya, biaya makan dan pemondokan ditanggungnya, alias gratis.

BACA JUGA:  Jika Dianggap Berdosa Karena Cinta Ahlul Bait, Aku Tidak Akan Bertaubat dari Dosaku Itu

Menurut Habib Abdurahman A Basurrah, wakil sekjen Rabithah Alawiyah yang lama mukim di Arab Saudi, di Indonesia di antara murid-murid Al-Maliki banyak yang menjadi ulama terkenal dan pendiri dari berbagai pesantren. Murid-muridnya itu antara lain Habib Abdulkadir Alhadad, pengurus Al-Hawi di Condet, Jakarta Timur; Habib Hud Baqir Alatas pimpinan majelis taklim As-Shalafiah; Habib Saleh bin Muhammad Alhabsji; Habib Naqib Bin Syechbubakar yang memimpin majelis taklim di Bekasi; Novel Abdullah Alkaff
yang membuka pesantren di Parangkuda, Sukabumi.

Di antara ulama Betawi lainnya yang pernah menimba ilmu di Makkah adalah KH Abdurahman Nawi, yang kini memiliki tiga buah madrasah/pesantren masing-masing di Tebet, Jakarta Timur, dan dua di Depok. Masih belasan pesantren dan madrasah di Indonesia yang pendirinya adalah alumni dari Al-Maliki. Seperti KH Ihya Ulumuddin yang memiliki pesantren di Batu, Malang. Demikian pula Pesantren Riyadul Solihin di Ketapang (Probolinggo), dan Pondok Pesantren Genggong, juga di Probolinggo.

 

Karya-karya Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki :

Aqidah

* Mafahim Yajib ‘an Tusahhah (read online)
* Manhaj al-Salaf fi Fahm al-Nusus
* Al-Tahzir min al-Takfir
* Huwa Allah
* Qul Hazihi Sabeeli
* Sharh ‘Aqidat al-‘Awam

Tafsir

* Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an
* Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la
* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran
* Hawl Khasa’is al-Quran

Hadits

* Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif
* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith
* Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi
* Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik

Sirah

* Muhammad(Sall Allahu ‘Alayhi Wa Sallam) al-Insan al-Kamil
* Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah
* ‘Urf al-T ‘arif bi al-Mawlid al-Sharif
* Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah
* Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah
* Zikriyat wa Munasabat
* Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra

Ushul

* Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh
* Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh
* Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah

Fiqh

* Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha
* Labbayk Allahumma Labbayk
* Al-Ziyarah al-Nabawiyyah bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah
* Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat Khayr al-‘Ibad
* Hawl al-Ihtifal bi Zikra al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif
* Al-Madh al-Nabawi bayn al-Ghuluww wa al-Ijhaf

Tasawwuf

* Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar
* Abwab al-Faraj
* Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar
* Al-Husun al-Mani‘ah
* Mukhtasar Shawariq al-Anwar

Lain-lain

* Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Kota Mekah)
* Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Study of Orientalism)
* Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sports in Islam)
* Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Methods of Dawah)
* Ma La ‘Aynun Ra’at (Description of Paradise)
* Nizam al-Usrah fi al-Islam (Islam and Family)
* Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Contemporary Muslim world)
* Kashf al-Ghumma (Virtues of helping fellow Muslims)
* Al-Dawah al-Islahiyyah (Call for Reform)
* Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Collection of speeches)
* Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Superiority of the Muslim Ummah)
* Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Prophetic methods of education)
* Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Set of Grandfather’s Ijazahs)
* Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Set of father’s Ijazahs)
* Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Set of Ijazahs)
* Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Set of Ijazahs)

Diatas merupakan daftar karya beliau yang telah dipublikasikan. Masih banyak lagi karya-karya beliau yang belum dicetak/dipublikasikan. Diantaranya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing.

Sumber 1

sumber 2

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

32 thoughts on “Sayyid Muhammad bin Allawy Al Maliki : Muhaddits Ahlusunnah yang Didengki Wahabi”

  1. Innalillahi wa inna ilahi roojiun… Semoga segala amal saleh beliau diterima oleh ALLAH SWT. Dan semoga para murid beliau di Indonesia dan di seluruh dunia makin bersemangat lagi berdakwah dan menerangi umat yang makin tenggelam dalam kebodohan dan kesesatan. Amiin.

  2. Re: [assunnah] Tanya :Sayyid Muhammad alawi al maliki al hasani
    Syamsul Ariefin
    Thu, 02 Aug 2007 06:21:51 -0700
    On 8/2/07, Saiful Ahmadi wrote:
    > assalamualaikum wr. wb.
    > ana mau tanya tentang syech Sayyid Muhammad alawi al maliki al hasani
    > karena ana sedang ta’aruf dengan salah seorang murid beliau?
    > demikian terimakasih
    > sukron khairan katsiran

    Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya copy paste kan dari arsip email yang terdahulu tentang Muhammad Alwi Al
    Maliki.
    Mudah-mudahan bermanfaat.

    Wallahu a’lam
    Syamsul
    – – – – – – – – –

    BENARKAH Muhammad Alwi Al Maliki SEORANG MUHADDITSUL HARAMAIN ?
    [Majalah Al-Furqon Gresik, Edisi 5 Thn. III hal. 2]

    Pengagum Alwi Al Maliki memprotes :…Untuk masalah ini silahkan
    ustadz baca kitab XXX oleh Muhadditsul Haramain Sayyid Muhammad Alwi
    Al Maliki, ana tunggu jawaban Ustadz Aunur Rofiq. (0815 4803 0XXX )

    Redaksi Al Furqon Menjawab :
    Kami tidak memiliki kitab yang disarankan tersebut. Sejauh ini kami
    belum mengetahui ada yang menggelari Muhammad Alwi Al Maliki dengan
    Muhadditsul Haramain kecuali orang-orang yang fanatik kepadanya atau
    semadzab. Simak perkataan Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Mufti Arab
    Saudi terdahulu ketika memberi muqoddimah kitab hiwar ma’a Maliki fi
    Raddi Mungkaraatihi (Dialog dengan Al Maliki, Bantahan Kemungkaran dan
    kesesatannya) karya Syaikh Abdullah bin Mani’, anggota Kibar
    Ulama Saudi, kata beliau: “…saya telah mencermati kemungkaran-
    kemungkaran di kitab karangan Muhammad Alwi maliki dan dalam

    muqodimah kitabnya yang tercela yang dinamakan Ad Dzakho’ir Al
    Muhammadiyyah. Dalam buku itu dia menisbatkan sifat-sifat ilahiyyah
    kepada Rasulullah, semisal: “Rasulullah memegang kunci-kunci langit
    dan bumi, beliau berhak membagi tanah di surga, mengetahui perkara
    ghaib, ruh, dan lima perkara yang hanya diketahui Allah, makhluk
    diciptakan karena beliau, malam kelahirannya lebih agung ketimbang
    lailatul qadar, dan tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali karena
    beliau”. Contohnya dia mengakui qosidah-qosidah yang dia nukil dari
    kitab Ad Dzakho’ir yang berisi istighotsah dan meminta perlindungan
    kepada nabi, sebab beliau adalah tempat berlindung ketika terjadi
    musibah. Karena kemana lagi berlindung kalau bukan kepadanya, dan
    masih banyak lagi…Dan sungguh menggelisahkan saya munculnya
    kemungkaran yang jelek ini, bahkan sebagiannya jelas-jelas bentuk
    kekufuran nyata dari Muhammad Alwi Al Maliki.

    Sebagaimana banyak ulama merasa sesak dengan banyaknya kesesatan dan
    kesyirikan yang dia tulis dibukunya, terutama Lembaga Ulama-Ulama
    Besar. Oleh karena itu Lembaga tersebut menerbitkan keputusan no. 86
    tgl 11/11/1401 H, berupa pengingkaran kepada dakwah Al Maliki yang
    mengajak kepada syirik, bid’ah, kemungkaran, kesesatan dan
    menjauhkan dari petunjuk salaf umat ini berupa akidah yang selamat
    dan peribadatan yang benar kepada allah dalam uluhiyyah dan
    rububiyyah-Nya”.(lihat Muqoddimah kitab Syaikh Abdullah bin Mani’
    ini).

    Al Maliki juga menulis juga menulis kitab lain yaitu Mafahim Labudda
    An Tushohhah (Namun patut disayangkan kitab ini telah telah
    diterjemahkan oleh penerbit berinisial PZZ,dengan judul yang kami
    singkat PYHD, Namun Al Alhamdulillah Majalah Al Furqon edisi
    8/tahun III/Rabiul Awwal 1425 hal 19 telah memberikan bantahan
    singkatnya yang diterjemahkan dari kitab Syaikh Shalih bin Abdul
    Azis Alu Syaikh ). Kitab ini tidak jauh beda dengan kitab yang
    pertama tadi. Oleh karena itu dibantah oleh Syaikh Shalih bin Abdul
    Azis alu Syaikh ( MenAg Saudi Arabia sekarang ) dalam kitab Hadzihi
    Mafahimuna. Dalam kitab tersebut Syaikh Shalih membongkar kedok Al
    Maliki yang katanya ahli hadits itu. Ternyata dia bukan ahli hadits.

    Dengan indikasi ini, kami yakin kitab yang disarankan untuk dibaca
    isinya kurang lebih sama. Maka silahkan membaca dua kitab tersebut
    agar memahami kebenaran yang sesungguhnya. Semoga Allah menunjuki
    kita semua ke jalan kebenaran. (Majalah Al Furqon Gresik, Edisi 5
    Thn. III hal. 2, dengan judul asli “Tuduhan tak Berdasar” )

    ::: KESIMPULAN :::

    Kitab penuh penyimpangan aqidah karya Muhammad alwi al maliki :

    1.Ad Dzakho’ir Al Muhammadiyyah
    2.Mafahim Labudda An Tushohhah

    Kitab bantahan atas kesesatan Muhammad alwi al maliki

    1. Hiwar ma’a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi wa Dholalatihi
    ( Membantah kitab Ad Dzakho’ir…)
    Karya Syaikh Abdullah al mani’
    Anggota Kibar Ulama Saudi
    2. Hadzihi Mafahimuna
    (Membantah kitab Mafahim Labudda …)
    Karya Syaikh Shalih bin Abdul Azis Alu Syaikh
    Menag Arab Saudi sekarang

    Mengenal lebih dekat dengan “Syaikh”nya Nahdatul Ulama

    Pertanyaan : “Didaerah Jawa Timur banyak saudara-saudara yang kita
    belajar di pondok pesantren salafiyyah (Ustadz Ali Saman berkomentar:
    Masya Allah…Salafiyyah NU, Nahdatul Ulama ?!?!?! ) sangat
    mengagungkan sosok Kyai Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki, Siapakah
    sosok syaikh tersebut ? Apakah benar dia seorang Muhaddits Ahlus
    Sunnah? Apakah sekarang masih hidup ? Apakah sumbangsih Syaikh
    Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki terhadap perkembangan dakwah
    salafiyyah di Saudi pada umumnya dan para alumninya di Indonesia
    pada khususnya ?

    Ustadz Ali Saman menjawab :
    Ikhwanifillah A’azakumullah…saya kemaren membaca di majalah Al
    Furqon ( Al Furqon Gresik, Edisi 5 Thn. III hal. 2) perdebatan
    antara Ustadz Aunur Rofiq dengan salah satu pengagum Syaikh Muhammad
    Alwi Al Maliki, pengagum Alwi Al Maliki tersebut mengatakan bahwa
    syaikhnya adalah Muhadditsul Ahlus Sunnah. Syaikh Muhammad Alwi Al
    Maliki duhulunya adalah pernah ngajar di haram (tanah suci), dan
    orang salafy. Kemudian setelah itu banyak penyimpangan-penyimpangan.
    Salah satunya buku yang menunjukkan penyimpangannya adalah dia
    menulis buku yang berisi pengkultusan Nabi Shalllallahu ‘Alaihi
    Wassalam dan mengarang tentang sunnahnya maulid nabi
    Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam.

    Kemudian habis itu, ia dikeluarkan atau dipecat dari mengajar di
    halaqah di masjidil haram oleh kepemimpinan tinggi masjid al
    haramain. Bahkan terjadilah hiwar (debat/dialog) yang sangat kuat
    sekali antara syaikh Sulaiman Ibnu Mani’ (Anggota Kibar Ulama
    Saudi) dengan Syaikh alwi almaliki di Mekkah, dan hiwar/dialog itu
    direkomendasikan oleh Syaikh AbdulAzis bin Baz ( Mufti Kerajaan Arab
    Saudi waktu itu ) dan terbitlah bukunya dan sudah
    diterjemahkan “Dialog dengan Alwi Al Maliki”,

    Silahkan baca bukunya…..Syaikh Sulaiman Ibnu Mani’ membantah dengan
    nash Al Quran, Sunnah Nabi Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam, dan akal
    terhadap pendapat alwi al maliki yang membolehkan Maulid Nabi.

    Ikhwanifillah A’azakumullah….Syaikh Alwi Al Maliki sebenarnya
    memiliki manhaj yang baik sebelum ia dikeluarkan dari mengajar di
    masjidil haram.

    TETAPI sekarang manhajnya sudah rusak, akidahnya sudah rusak, dan
    banyak disana ia menghalalkan tawassul yang diharamkan oleh Allah
    dan RasulNya, bahkan mengagungkan Rasulullah sampai-sampai
    menjadikan Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam seolah-olah
    sebagai ilah atau sebagai Tuhan, dan hal ini adalah sumber dari
    kesesatan agama Syi’ah, yang mereka mengagungkan Rasulullah
    Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam melebihi derajat yang Allah turunkan
    kepada dia (Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam). Syaikh Alwi
    Al Maliki setelah disuruh taubat oleh para ulama disana ( Saudi
    maksudnya ). Ia tidak mau taubat dari perbuatan dosanya, Akhirnya
    pemerintah setempat memutuskan menghukum Syaikh Sayyid Alwi AlMaliki
    sebagai tahanan rumah. Dan menurut cerita teman saya, suatu ketika
    ia pernah nekad untuk keluar untuk sholat ied di masjidil haram,dan
    ketika keluar dari masjidil haram dan para syabab tahu bahwa orang
    tersebut adalah syaikh yang memiliki dan mendakwahkan aqidah tauhid
    yang rusak, akhirnya para syabab langsung mengerubungi dia untuk
    berusaha memukulinya, akhirnya mulai saat itu, pemerintah setempat
    melarang ia dari sholat id (ditempat umum). Syaikh alwi al maliki
    menyebarkan kesesatan ajarannya melalui pembangunan ma’had
    diberbagai tempat dengan nama ma’had “Ar ribath”, dia membungkus
    kesesatan ajarannya dengan slogan ajaran cinta kepada ahlul bait
    (allawiyyin) , yang sebenarnya adalah mencela kepada ahlul bait itu
    sendiri !!!. Ma’had Ar ribath di Mekkah didirikan oleh dia di tempat
    yang sangat tersembunyi sekali, “laa ya’rifuha illa ahluha” / “tidak
    ada orang yang tahu kecuali orang – orang yang menginduk kepada
    ma’had ini”. Sampai saya sendiri pernah mencoba mencari tahu ma’had
    ar ribath kayak apa ???, tapi tidak ketemu…karena mereka tahu
    bahwa saya dari jam’iyyah islamiyyah dari penampilan saya. Di
    Maroko dan Madinah didirikan ma’had ar ribath juga.

    Santrinya memiliki ciri khas yang sangat unik sekali diantaranya
    memakai gamis seperti yang saya pakai TETAPI gamis mereka nyapu
    masjid/lantai (isbal maksudnya ) dan memakai selendang hijau (coba
    antum teliti, penampilan kyai-kyai NU…niscaya antum akan tahu
    dengan siapa dia belajar). Sampai-sampai ketika mereka keluar masuk
    di perkemahan dan hotel-hotel jama’ah haji mereka mengatakan “Kita
    ini dari Islamic University menawarkan kambing kurban 200 riyal ?”
    padahal kambing yang kita beli itu harganya 350 riyal. “Sisanya dari
    mana ? “Sisanya ? Wallahu a’lam bish showab”, Mengapa mereka berani
    menjual kambing dengan 200 riyal ?, karena mereka menyembelih
    kambing sebelum hari id dengan dalil bahwa (kata mereka) madzab
    Syafi’iyyah membolehkannya. Padahal tidak ada madzab syafi’i yang
    membolehkannya !!!. Kemudian habis itu ya ikhwan…ciri-cirinya
    mereka itu, Masya Allah…kelihatannya mereka iltizam kepada sunnah,
    padahal mereka itu menindas-nindas dan menguburkan sunnah itu
    sendiri. Sunnahnya bagaimana? Sunnah yang mereka sering tampakkan
    adalah hadits yang berbunyi (yang artinya) “Sholat menggunakan siwak
    itu pahalanya lebih dari 70 kali sholat”, padahal hadits ini adalah
    hadits yang dho’if !!! Kalaupun seandainya hadits ini adalah hadits
    yang shohih, maka derajatnya hasanun lighoirihi. Ketika mau sholat,
    mereka langsung ambil siwak, meskipun imam sudah takbir, mereka
    tetap sibuk siwak-an, padahal Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi
    Wassalam mengatakan “fa idzaa kabbara fakkabaruu..”Apabila ia (imam)
    bertakbir, bertakbirlah kalian..”. ngga’ usah pakai ushalli…ngga’
    usah pakai siwak. Adapun mengenai murid-muridnya …Murid-muridnya
    banyak sekali bertebaran di Indonesia, bahkan sekarang ini banyak
    dan lebih banyak lagi, mereka membuat jam’iyyah lanjutan setelah
    Ma’had Ar Ribath…yaitu Jam’iyyah Al Ahqaf. Apel siaganya tiap pagi
    adalah…keliling kuburan syaikh mereka. Oleh karena tidak pantas
    mereka menisbatkan pesantrennya kepada salafiyyah, karena salafiyyah
    adalah ..salafy adalah ashhabunnabi Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam wa
    ashhabul kiram, itu yang kita nama salafiyah.dan kita tidak menyebut
    pesantren mereka dengan pesantren salafiyyah !!! Salafiyyah yang
    mereka (murid Alwi Al Maliki di Indonesia dan Nahdatul ‘Ulama)
    maksudkan adalah pesantren tradisional, ngajinya pake kitab kuning,
    mandinya dengan 2 qullah meskipun sudah kotor/butek/keruh airnya
    sampai-sampai membuat kulit gatal. ( maksudnya orang –
    orang “salafiyyah” NU mengganggap bahwa air yang telah mencapai 2
    qullah tidak dapat ternajisi oleh apapun…padahal pemahaman yang
    benar tidaklah demikian, baca keterangan Ustadz. Abdulhakim bin Amir
    Abdat mengenai hadits masalah ini pada AsSunnah edisi 06/tahun
    VII/1424 H/2003 M hal. 11 )

    Nah oleh sebab itu, Ikhwanifillah A’azzakumullah….dikatakan pula
    Syaikh Alwi Al Maliki ini memiliki ziarah (kunjungan) ke Indonesia
    setiap satu tahun sekali, ziarahnya langsung ke Jawa Timur, ke
    tempat para fans nya ( maksudnya bekas muridnya ), Saya orang jawa
    timur…dan banyak bertemu dengan pengikut-pengikut mereka ini.
    Bahkan satu cerita mengatakan, Wallahu a’lam cerita ini betul atau
    tidak…bahkan diantara orang-orang yang diziarahi terutama orang-
    orang madura… arek-arek situbondo itu…mereka rela menikahkan
    anaknya dengan syaikh ini, dalam rangka mengambil keturunan habaib.
    Perlu kita ketahui keturunan habaib tidak ada fungsinya disisi Allah
    swt kecuali dengan taqwa !!!. Habaib banyak…habaib banyak di
    Indonesia…yang ngaku habaib …habib…habib…habib, tapi
    perbuatannya…adalah menyalahi Sunnah Rasulullah
    Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam, bukan pencinta Rasulullah
    Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam. Katanya habaib juga masih main
    perempuan… Katanya habaib juga masih jualan tanah surga,
    katanya…perbuatan macam apa yang dilakukan para habaib seperti ini ???

    Ikhwanifillah… antum coba sekarang lihat di Bogor, kebetulan saya
    waktu itu tinggal di Jakarta dan saya suka ke Bogor…disana ada
    kuburan yang dikeramatkan milik habib fulan… omzetnya setiap hari
    atau setiap minggu, melebihi 30 Juta, oleh karena itu mereka tidak
    mau meninggalkan kerjaan seperti ini…bayangkan 1 minggu dapat 30
    juta…bandingkan dengan gaji pegawai negeri…satu minggu dapat
    berapa ??? belum potongan-potongan yang lain…, yang datang disana
    juga para pejabat – pejabat, seperti inilah kondisi umat kita, yang
    mau dibohongi oleh pemuja-pemuja kuburan habaib. Dan parahnya…para
    prajurit-prajurit alawiyyin (maksudnya murid alwi al maliki) ini
    banyak mengajar di Pesantren NU, seperti Pesantren Tebu Ireng,
    Pesantren Kyai As’ad, dan Pesantren Ash Shidiqiyyah di Kedoya
    Jakarta. Ciri-ciri mereka sama…kalau pake gamis,
    sorbannya/selendangnya berwarna hijau…kalau pake sarung, ngga’
    tahu saya ciri-ciriya…(SELESAI TANYA JAWAB )

    Sumber : ditranskrip dari CD Dakwah Bedah Buku Intensif 2004 CD-3,
    Sesi tanya jawab (kajian tanggal 13 Dzulhijjah 1424 H) dengan Ustadz
    Ali Saman Hasan, Lc ( Alumni Univ. Islam Madinah, sekarang mengajar
    di Ma’had Al Irsyad Tengaran, Salatiga )

    1. sayyid muhammad bin alwi almaliki adalah seorang ulama ahli sunnah tulen, sementara di makkah banyak pengikut faham muhammad bin abdil wahhab, bahkan dijadikan faham tunggal negara, terang saja jika bin baz dan alu syaikh memusuhi sayyid muhammad rohimahullah. setelah membaca karya sayyid muhammad awalnya saya percaya bahwa syaikh muhammad bin abdil wahhab membolehkan tawassul dan tidak mengkafirkan muslim yang bukan pengikutnya, bahkan abdul wahhab berlepas diri dari penyesatan dan pengkafiran yang dilakukan oleh murid muridnya, namun setelah membaca postingan abu said diatas saya semakin percaya bahwa pengikut abdil wahhab ini merupakan ekstrimis yang suka menghujat dengan kata sesat, musyrik, kafir bahkan membunuh layaknya khowarij. padahal ijma` ulama dilarang mengkafirkan apalagi membunuh orang yang didalam hatinya masih besemi kalimat tauhid lailaha illallah.

    2. itu hanya pandangan ulama ulama yang mebenci Abuya saja, coba antum baca dan pelajari kitab kitab beliau tanggalkan jubah kebencian dan ketidak mau tahuan anda. Kami orang jatim yang pernah mengaji di Kyai murid Abuya Maliki disitu kyai kami saking tawwadhu dan hati hati sampai mengharamkan televisi dan acara menonton bola serta melarang memakai baju bagi perempuan yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Maka jangan berburuk sangka dulu , ya Alloh berikan hidayah kepada kang Abu Said jadikan beliau ahlussunah yang sejati ……yang bukan wahhabi. Aminnnnnn

      1. sya telah baca komentar dri salah satu penulis majalah alfurqon tentang perjuangan syeh muhammad alwi al maliki dri kang abu said. klau komentar saya:DIA SURUH TOBAT SAJA

  3. Abu Said@:

    Ustazmu (Ustadz Ali Saman) berkomentar tentang Prof DR. Sayyid Muhammad Alawy AlaMaliki sebagai berikut (seperti yang antum COPAS di atas): “TETAPI sekarang manhajnya (Sayyid Muhammad)sudah rusak, akidahnya sudah rusak, danbanyak disana ia menghalalkan tawassul yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya, bahkan mengagungkan Rasulullah sampai-sampai menjadikan Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam seolah-olah sebagai ilah atau sebagai Tuhan,”

    Komentar saya: “Yang rusak itu isi kepalanya Ustadz Ali Saman karena ocehannya sembarangan terlalu berani memvonnis orang yang lebih kredibel. Kepalanya rusak oleh fitnah Wahabi, jadi yang rusak bukan aqidah Sayyid Muhmmad Alawy karena sudah sesuai dengan aqidah Ahlussunnah waljama’ah. Yang jelas aqidahnya bukan aqidah Tajsim wa Mujassim ala Wahabi.”

  4. abu said, kalo nt ngaku sebagai ahli sunnah tolong jangan remehkan sunnah Nabi meskipun datang dengan riwayat yang dhoif apalagi hasan lighoirih tetap itu adalah sunnah perkataannya Sayidina Rosulallah saw, yang kalo nt remehkan berarti sebenarnya nt ini cuma tukang nginjek nginjek Sabda sayidina Muhammad saw.

  5. Saya salut kepada al-Ustadz Abu Sa’id ,komentar yang cukup panjang dan melelahkan , apabila Abu Sa’id yang bertaqlid buta dan bertekuklutut kepada Faham Abu Lahab (abdul Wahab), tidak ikut serta mencacimaki Sayyid al-Maliki , maka beliau akan dikucilkan oleh kelompoknya ( NEO MU’TAZILAH ).makanya kita harus maklum , bagaimana goncangnya akal waras Abu Sa’id yang sudah jadi USTADZ itu.

    Apabila Beliau tidak memihak pada keputusan Khawarij Arab Saudi, maka dapurnya tidak akan NGEBUL selamanya , dan diasingkan dari habitatnya….saya cukup prihatin atas nasib Kangguru Abu Sa’id ini.dan saya berdo’a…semoga keluarga dan anak , cucu beliau ini , tidak mengikuti jejak al-Hafidz Abu Sa’id yang sudah terlanjur dipenuhi oleh lumpur kejumudan , yang sebenarnya apabila Baginda Abu Sa’id masih berniat ingin bertaubat dengan TAUBATAN NASUHA , dan mengajak saudaranya yang lain yang masih TERJEBAK OLEH PROPAGANDA WAHABI al-ZINDIQ al-KHAWARIJ, saya sangat yakin, seyakin-yakinnya ALLAH SWT akan mengampuni seluruh kekeliruan dan kehilafan al-Mufti Abu Sa’id selama ini …Insya Allah…..kami disini turut mendo’akan untuk kesembuhan al-Imam Abu Sa’id dari penyakit Gilanya, dan semoga tidak menular …wassalan.

  6. jangan-jangan nantinya bin baz, al fauzan, al albani, alu syaikh jadi nabi-nabi mereka. mereka ga’ mau bermadzhab yang dianggapnya taqlid. akan tetapi mereka tanpa sadar juga bermadzhab wahabi itu. dasar ga’ iso ndelok githok.

  7. Wahabi,Neo khawarij,apapun embel2nya,…tempat lahir nya ja dari Najd “Kata Rasul tempat lahir TAnduk Devil” ….pikiran MEREKA isinya ya deVIL – DEVIL JG…

  8. Ping-balik: Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia « UMMATI PRESS
  9. guru kami berkata ” tatkala beliau mengantarkan abuya ke madinah untuk suatu pertemuan dengan para ulama madinah, pada kesempatan itu seluruh ulama madinah mengatan bahwa mereka bermimpi bertemu dengan rasulullah dan beliau berpesan kepada seluruh ulama madinah untuk berguru pada abuya maliki”
    jadi kalo ditanya siapa yang menjuluki abuya sebagai muhadist? maka jawabannya adalah semua ulama kecuali ulama yang berpaham wahabi.
    wallahuallam.

  10. kita ga usah saling mencela dah, kita sama ustadz abu sa’id khan sama-sama mengucapkan syahadat yang sama, dan mengakui allah dan rosulnya, ya rabb ampunilah kesalahahan dan kekeliruan hamba dan saudara-saudara hamba, tuntunlah kami kepada jalan yang engkau ridhoi, janganlah kami diceraiberaikan dengan pemahaman yang hanya engkau dan rosulmu yang mengetahui kebenarannya…amin

    1. Sebelum ada Wahabi, ummat Islam hidup tenteram saling menghormati dan saling mencintai. Dan sejak muncul Wahabi, ummat Islam jadi amburadul, pacah belah dan saling mencaci dan mengkafirkan terutama yg memulainya adalah para wahabiyyin. FAKTA BICARA!

  11. Dari artikel diatas sangat jelas siapa guru-guru dan sanad Sayyid Muhammad bin Alawi sehingga kita tidak meragukan lagi kepakarannya dalam ilmu hadits.

    nach kalau nashirudin AL Albani, kira-kira ada yang tahu enggak yach siapa guru-gurunya dan bagaimana dengan sanadnya…????

  12. film kalau nggak ada musuhnya nggak rame…yah beginilah, biasanya kalau sudah punya guru yg bertitel LC-LC pada mengaku sudah benar sendiri…sudah bosan ana berdebat di berbagai forum dengan para wahaby salafy yang ternyata tidak mencontoh keluhuran akhlaq Rasulullah dan para sahabatnya, hanya bungkusnya saja yang dipamerin…menyesatkan, membid’ahkan hingga mengkafirkan saudara muslim tapi pada kenyataanya belum ada kabar tentang keberhasilan mengislamkan suatu daerah, so… pada akhirnya islam tak kunjung besar dan negara Barat semakin tertawa.
    marilah kita mencontoh keluhuran akhlaq para Ulama’ kita diantaranya keluhuran akhlaq Abuya Assayid Muhammad Alawi Al Maliki serta meneruskan jejak perjuangan beliau dalam menegakkan Islam Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang jelas sanadnya

  13. film kalau nggak ada musuhnya nggak rame…yah beginilah, biasanya kalau sudah punya guru yg bertitel LC-LC pada mengaku sudah benar sendiri…sudah bosan ana berdebat di berbagai forum dengan para wahaby salafy yang ternyata tidak mencontoh keluhuran akhlaq Rasulullah dan para sahabatnya, hanya bungkusnya saja yang dipamerin…menyesatkan, membid’ahkan hingga mengkafirkan saudara muslim tapi pada kenyataanya belum ada kabar tentang keberhasilan mengislamkan suatu daerah, so… pada akhirnya islam tak kunjung besar dan negara Barat semakin tertawa.
    marilah kita mencontoh keluhuran akhlaq para Ulama’ kita diantaranya keluhuran akhlaq Abuya Assayid Muhammad Alawi Al Maliki serta meneruskan jejak perjuangan beliau dalam menegakkan Islam Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang jelas sanadnya…wassalam

  14. kita maklum klo mrk wahaby tdk menyukai sayyid mungkin cemburu krn imam mahdi kelak dari golongan ahlul bait bukan golongan abd wahab

  15. beginilah orang Islam,. Ribut and ribut terus. yg anti wahabi bikin ini itu,begini begitu, yg wahabi juga begini,begitu. Yg NU nuduh wahabi agen nasrani yahudi, tp dilain tempat NU mengerahkan Banser njaga Gereja,nantang sesama muslim,. KITA KOMUNITAS SETAN TERTAWA,JELAS HANYA BISA TERTAWA DENGAN PERTENGKARAN KALIAN. SEMOGA PERTENGKARAN KALIAN JANGAN BERAKHIR SAMPAI KIAMAT,BIAR NANTI TUHAN KALIAN SENDIRI YG AKAN MENGADILI. DAN TAHUKAH??? BISA JADI KALIAN (WAHABI&NU) SAMA2 GAK SELAMAT,DAN JUSTRU YG SELAMAT MUNGKIN MANUSIA YG GAK KENAL WAHABI APALAGI NU YG JELAS2 PEMIKIRAN KYAI2NYA KEBANYAKAN LUCU.
    ”Saya ucapkan Selamat Bertengkar”

  16. “NU” bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya mana setan mana bukan. ga terjebak itu muslim apa bukan kalo ada wahabi nyolong dompet non muslim ya adili itu wahabi bukan bukan bela itu maling gara gara dia islam itu namanya “SETAN LOGIKA” karena bisa fitnah atas nama ISLAM

  17. kebenaran hanya milik Allah !!! manusia yg mulia tidak ingin di muliakan, manusia yg agung tidak ingin di agungkan, manusia yg terpuji tidak gila pujian !
    sadarlah wahai manusia…..
    koreksilah diri sendiri…..
    manusia yg mulia di mata allah adalah manusia yg bertaqwa dan berahlak baik,
    bukan karena nama, gelar, kekayaan maupun keturunannya !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker