Bisnis Online

Satelit BRI (Bank Rakyat Indonesia) Sudah Siap 100 Persen

operasional pendukung satelit bri sudah siap 100 531 thumb - Satelit BRI (Bank Rakyat Indonesia) Sudah Siap 100 Persen

JAKARTA – Operasional pendukung satelit BRI (Bank Rakyat Indonesia) sudah siap 100 persen. Kehadiran satelit komunikasi BRIsat sejatinya telah menorehkan sejarah baru di dunia perbankan. Sebagai pemilik satelit, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) menjadi satu-satunya perbankan yang memiliki dan mengoperasikan satelit sendiri.

BRIsat yang sukses meluncur pada Minggu (19/6/2016) WIB di Guyana Prancis, Amerika Selatan, akan mengorbit di slot 150,5 derajat Bujur Timur (BT) pada ketinggian 36.000 km di atas Papua. Dari sisi geografis, slot ini sangat strategis karena satelit BRI ini tidak hanya menjangkau wilayah Indonesia, tapi juga ASEAN, dan Asia Timur.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Terpuruk Akibat Kelebihan Pasokan

Bank BRI memastikan semua operasional pendukung BRIsat sudah rampung 100%. Satelit control facility yang bersifat primary dan back-up pun sudah dapat beroperasi dengan baik. Tim sumber daya manusia (SDM) BRISat berjumlah 53 orang yang akan mengelola 45 transponder sudah berada di posisi masing-masing.

SEVP IT Strategy and Satellite BRI, Hexana Tri Sasongko mengemukakan, pihaknya sangat terbantu dengan kepercayaan yang diberikan direksi seluas-luasnya dalam memilih SDM terbaik.

“Ini proyek ambisius dan berdampak besar. Awalnya banyak yang meremehkan. Tapi syukur saya menemukan talenta muda jebolan nurtanio yang mengerti satelit. Mereka tersebar di perusahaan semacam Boeing dan lainnya di seluruh dunia. Mereka adalah muridnya Habibie,” ujar Hexana Tri Sasongko.

BACA JUGA:  Sosialisasi Tax Amnesty di Bukalapak Bersama BEI, KPEI, dan KSEI

Hexana Tri Sasongko mengungkapkan struktur tim untuk BRISat terdiri dari tim yang direkrut BRI dari profesional dan dibantu perusahaan Telesat dari Kanada sebagai pemberi second opinion. BRI juga mempersiapkan SDM di masa depan dengan memberikan pendidikan kepada 19 engineer senior untuk keberlangsungan operasional.

“Semua SDM ialah WNI direkrut dari hasil pencarian di luar negeri. Jangka panjangnya kami didik 19 engineer senior, tiga tenaga tetap, untuk konsultan ada lima. Kami punya banyak tim,” terang Hexana Tri Sasongko.

BACA JUGA:  Pembayaran Dana Pensiun Melalui CIMB Niaga - ASABRI

Hexana Tri Sasongko menegaskan bahwa: “Tidak banyak yang tahu kondisi industri satelit di Indonesia. Ini program ambisius BRI supaya tidak tergantung asing. Pihak luar mengatakan ini temasuk proyek satelit menengah yang lancar dan sesuai jadwal. Ini buktinya kami sangat berhati-hati dan prudential,” tandasnya.  (al/sn)

 

Tags

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker