Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Mesir

Salafi Wahabi Mesir Kutuk Eksekusi Sheikh Nimr di Arab Saudi

Salafi Wahabi Mesir mengutuk eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr menjadi pukulan telak bagi Wahabi Saudi. Sementara tokoh Ikhwanul Muslimin Mesi. Al-Halbawi, juga menegaskan siapapun yang menentang rezim Arab Saudi, pasti akan berakhir pada hukum pancung, baik Sunni maupun Syiah.

 

wahabi mesir vs wahabi saudi - Salafi Wahabi Mesir Kutuk Eksekusi Sheikh Nimr di Arab Saudi

Islam-Institute, KAIRO – Bertentangan dengan harapan penguasa Arab Saudi agar memperoleh dukungan, eksekusi mati Sheikh Nimr al-Nimr justru tidak hanya menimbulkan kebencian di kalangan salafi wahabi di jazirah Arab, khususnya Mesir. Bahkan Eksekusi itu telah menuai kecaman dan kutukan dari para tokoh terkemuka Wahabi Mesir hingga menimbulkan konflik dan ikhtilaf dalam barisan mereka.

Para tokoh terkemuka Salafi wahabi Mesir menyatakan bahwa putusan hukum mati yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi adalah sebuah kejahatan. Pelaksanaan hukuman itu adalah kejahatan terbaru dalam catatan rezim tersebut dalam perang melawan ulama dan Islam.

Salafi Wahabi Mesir juga menegaskan bahwa rezim Arab Saudi sedang menghabiskan petro dolarnya untuk melakukan penindasan, pembunuhan dan perang melawan agama di Mesir dan Yaman. Arab Saudi juga sedang menerapkan kebijakan yang sama di dalam negeri mereka, dengan menumpahkan darah para pengkritik dan penggiat demokrasi.

BACA JUGA:  Mufti Agung Mesir: Bergembira dengan Maulid Nabi Berpahala Besar

Mereka juga menambahkan bahwa hukuman eksekusi tersebut adalah murni politik tak terkait denganIslam, karena di negara itu tidak ada pengadilan yang sesuai syariat Islam. Kalau pun ada, itu hanya sebuah nama dan gedung saja untuk mengelabui rakyat.

Para tokoh Salafi Wahabi Mesir juga mengatakan Arab Saudi mengklaim menjalankan undang-undang dan peradilan sesuai dengan syariat islam. Jika itu benar, kenapa seorang pria berkebangsaan inggris yang terbukti mengkonsumsi minuman beralkohol, yang sebelumnya dijatuhi hukuman cambuk, tiba-tiba dibebaskan karena tekanan dari pemerintah Inggris…, ini hanya sebuah contoh kecil dari sekian banyak kasus pelanggaran syariat Islam yang bebas dari hukuman, terlebih lagi kalau pelanggar itu dari keluarga kerajaan sendiri.

“mereka hanya menjadikan agama sebagai alat politik untuk mengamankan kekuasaan”, tambahnya.

Doktor Khalid Sa’id, juru bicara Salafi Wahabi Mesir mengatakan mereka yang menyandang predikat ulama di Arab Saudi hanya digunakan sebagai alat untuk melakukan pembenaran atas kejahatan yang dilakukan kerajaan Arab Saudi. Mereka seharusnya malu karena telah ikut andil dalam kejahatan keluarga kerajaan, dan mereka seharusnya berpikir karena fatwa-fatwa mereka yang mendukung kerajaan Arab Saudi hanya akan menghancurkan agama.

BACA JUGA:  Istri Simpanan Raja Fahd Menang Tuntut Uang Sisa Hidup

Khalid Sa’id juga mengatakan yang lebih mengherankan adalah para ulama bayaran itu menganggap diri mereka sedang membela agama, mereka menganggap peradilan kerajaan Saudi suci dan adil. Sementara penjara-penjara di negara itu penuh dengan para ulama dan mubalig (juru dakwah) yang berdiri menentang rezim dholim Al Saud atau menolak menjadi alat kerajaan.

Juru bicara Salafi Wahabi Mesir itu juga menambahkan di dalam penjara-penjara Arab Saudi, banyak di antara mereka yang telah mendekam puluhan tahun tanpa proses peradilan dan hukuman yang jelas, bahkan tidak jarang mereka mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.

Khalid Sa’id juga menegaskan kita harus bangkit melawan rezim ini (Saudi), karena mereka sedang berusaha menghancurkan agama atas nama “agama”. Rezim Arab Saudi mengaku dirinya sebagai Ahlusunnah demi untuk membenturkan Sunnah – Syiah dan menjadikannya sebagai isu sektarian.

BACA JUGA:  FAKTA SALAFI DI LIBIYA, BENAR-BENAR KURANG AJAR KALAU PUNYA KESEMPATAN

Doktor Kamal Al-Halbawi salah satu dari tokoh Ikhwanul Muslimin Mesir juga menyatakan seluruh manusia baik Syiah maupun Sunni, bahkan kafir sekalipun menganggap eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr telah menyalahi hukum dan melanggar hak asasi manusia.

Al-Halbawi juga menyatakan Arab Saudi akan menanggung akibat terburuk dari eksekusi ulama terkemuka Syi’ah tersebut. Mereka (pemerintah Arab Saudi) di bawah kekuasaan Amerika telah terperangkap dalam konflik Suriah, Irak dan Yaman, bahkan mereka berusaha menyeret Mesir dalam perang tersebut.

Al-Halbawi juga menegaskan siapapun yang menentang rezim Arab Saudi, pasti akan berakhir pada hukum pancung, baik Sunni maupun Syiah.

Al-Halbawi juga mengkritik keras kelompok-kelompok wahabi yang merapat kepada pemerintah, seperti Hizb Nur dan al-Dakwa al-Salafiyah.  (AL/ARN/AU/AH)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker