Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Arab Saudi

Saksi Mata Tragedi Mina Bercerita, 1000 Jamaah Haji Tewas

Saksi Mata Tragedi Mina, Pemerintah Arab Saudi Hanya Mau Menikmati Uang Haji Saja

Arab Saudi hanya mau menikmati uang haji saja, tapi tidak mau melayani para peziarah,” kata Ahmed peziarah asal Mesir yang ingin nama disebut demikian.

Islam-institute.com, RIYADH – Menurut Saksi mata tragedi Mina, yang menewaskan lebih dari 1000 jamaah haji pada Kamis kemarin, menyalahkan pemerintah Saudi dan mengatakan mereka takut untuk melanjutkan ritual (manasik haji).

Tragedi terburuk dalam 25 tahun terakhir terjadi pada hari Kamis (24/9/2015) ketika jutaan jamaah haji hendak melakukan ritual rajam atau melempar Jumroh Aqabah di hari ke 10  Dzulhijjah.

Setidaknya lebih dari 1000 orang tewas dan 863 orang terluka, memicu Raja Salman untuk melakukan “revisi” lembaga yang menangani urusan haji selama proses penyelidikan tragedi Mina.

“Ada jutaan orang berkerumun di jalan yang terisolasi, karena Polisi telah menutup semua pintu masuk dan keluar ke perkemahan para peziarah, dan hanya menyisakan satu pintu saja”, kata Ahmed Abu Bakr seorang saksi mata tragedi Mina. Ahmed Abu Bakr adalah seorang jamaah haji asal Libya 45 tahun yang lolos dari penyerbuan dengan ibunya.

BACA JUGA:  Inggris Kecam Arab Saudi Atas Eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr

Dia menambahkan bahwa polisi yang ada di lokasi kejadian tidak berpengalaman. “Mereka bahkan tidak tahu jalan dan tempat-tempat di sekitar sini,” katanya sepertinya orang lain mengangguk setuju.

Para jamaah haji tinggal tenda-tenda di Mina yang mampu menampung lebih dari 2 juta orang, dan kementerian dalam negeri mengatakan mereka telah mengerahkan 100.000 polisi untuk pengamanan ibadah haji, dan mengatur lalu lintas.

Salah satu pengkritik keras pembangunan kembali di tempat-tempat suci mengatakan meskipun ratusan ribu polisi yang dikerahkan, namun jika mereka tidak terlatih, dan tidak memiliki keterampilan bahasa untuk berkomunikasi dengan peziarah asing, maka itu sama saja dengan tidak menempatkan seorang petugas pun.

“Mereka tidak memiliki petunjuk bagaimana cara berinteraksi dengan orang-orang asing,” kata Irfan al-Alawi, co-pendiri yayasan penelitian warisan Islam Mekkah. dan menambahkan “mereka juga tidak paham cara pengendalian massa.”

BACA JUGA:  Raja Salman Sewa Hotel Mewah di Turki 18 Juta dolar

Saksi Tragedi Mina lainnya, 39 tahun asal Mesir Mohammed Hasan, menyuarakan kekhawatiran akan kejadian serupa yang “bisa terjadi” lagi kapan saja.

Dia juga menambahkan, “Anda hanya akan menemukan tentara berkumpul di satu tempat tanpa melakukan apa-apa.”

Dia juga menyesalkan tindakan para petugas keamanan yang sibuk menghina jamaah haji dari negara tertentu, dan tidak menolongnya.

“Mengapa mereka menghina kami seperti ini? Kami datang sebagai peziarah tidak meminta apa-apa kepada mereka (keamanan Saudi),“ kata Hasan yang marah, dan mendesak pasukan keamanan untuk “mengatur jalan” serta menyegerakan pertolongan kepada para korban.

Bahkan sebelum tragedi Mina, peristiwa lainnya telah terjadi  mulai dari jatuhnya crane, kebakaran di hotel penginapan dan berdesakkan di stasiun kereta yang akan membawahnya ke Muzdalifah.

Tragedi Kami kelabu di Mina terjadi di luar bangunan 5 lantai jamarat, yang didirikan beberapa tahun terakhir dengan biaya lebih dari $ 1 milyar, yang dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan dan meningkatan keselamatan.

BACA JUGA:  Musibah Kebakaran Hotel Jamaah Haji Indonesia

Proyek yang digadang-gadang akan mampu menampung 300.000 jemaah per jam untuk melaksanakan ritual lempar jumroh, namun nyatanya tidak bekerja dengan baik dan Tragedi Mina 2006 kembali terulang pada tahun ini.

Arab Saudi hanya mau menikmati uang haji saja, tapi tidak mau melayani para peziarah,” kata Ahmed peziarah asal Mesir yang ingin nama disebut demikian.

Dia juga menambahkan kalau keamanan Arab Saudi benar-benar mau mengatur dan melayani dengan menetukan pintu masuk ke perkemahan dan pintu keluar dari perkemahan di sisi lain tentu tidak akan menimbulkan penumpukan arus jamaah haji.

“Mereka bisa membuat satu jalan bagi mereka yang akan keluar dan satu lagi untuk mereka akan kembali,” kata Ahmed. “Jika satu polisi saja berdiri pada setiap jalan dan persimpangan serta mengatur para peziarah, tentu semua ini tidak akan terjadi.”  (al/Sfa/theguardian)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker