Berita Rusia

Rusia Tolak Dugaan Human Error dalam Kecelakaan Pesawat

Maskapai Penerbangan Rusia Tolak Dugaan Human Error Dalam Kecelakaan Pesawat

Kecelakaan pesawat di Sinai menjadi kecelakaan udara paling mematikan dalam sejarah penerbangan Rusia, melebihi bencana kecelakaan pesawat pada tahun 1985 di Uzbekistan, di mana 200 orang meninggal.

Islam-Institute, MOSKOW – Kabar terkini dari Rusia melaporkan maskapai penerbangan Kogalymavia milik Rusia pada hari Sabtu (31/10) kemarin mengatakan bahwa pihaknya melihat tidak ada alasan untuk menyalahkan “human error” atas kecelakaan yang terjadi di Sinai, Mesir.

Sebuah pesawat penumpang milik maskapai penerbangan kecil Rusia, dari sebuah resort di Sharm El-Sheikh Mesir, menuju Saint Petersburg, terjatuh di Sinai.

BACA :  Pasukan Suriah Rebut Kembali Der Al-Zor

Sumber-sumber informasi menegaskan bahwa pilot sebelumnya menginformasikan kepada pengontrol lalu lintas udara mengenai kesalahan teknis setelah take-off dan meminta perubahan rute.

Menurut kedutaan Rusia di Mesir, ada 212 penumpang dan 7 awak dalam pesawat. Namun Kabinet Mesir memberi angka yang sedikit berbeda dalam pernyataan mereka dengan mengatakan bahwa pesawat itu membawa 214 warga Rusia dan tiga warga Ukraina, meliputi 138 perempuan, 62 laki-laki dan 17 anak-anak.

BACA :  Ramzan Kadyrov: Turki Bantu Wahabi dan ISIS Hancurkan Islam
banner gif 160 600 b - Rusia Tolak Dugaan Human Error dalam Kecelakaan Pesawat

Sebelumnya pada hari Sabtu, Kementerian Perhubungan Rusia mengatakan ada 217 penumpang dan 7 awak. Sedangkan kantor berita Russia Today menyatakan 220 penumpang berada di dalam pesawat Rusia itu.

 

Menurut laporan terbaru, para pejabat militer dan keamanan Mesir mengatakan bahwa tidak ada penumpang dan awak pesawat Rusia itu masih hidup.

Sementara itu, juru bicara maskapai penerbangan Rusia, Kogalymavia, membantah adanya “human error” atas insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa pesawat Airbus A321 Rusia memiliki 12.000 pengalaman jam terbang. Ia juga menambahkan bahwa pesawat Rusia itu telah dicek sepenuhnya sebelum terbang.

BACA :  Rusia Tekan AS Soal Banyak Mobil Toyota Dipakai ISIS

Menyusul insiden tragis tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga korban, dan menyatakan November 1 sebagai hari berkabung nasional.

Kecelakaan pesawat Rusia di Sinai menjadi kecelakaan udara paling mematikan dalam sejarah penerbangan Rusia, melebihi bencana kecelakaan pesawat pada tahun 1985 di Uzbekistan, di mana 200 orang meninggal. (AL/ARN/LM/FNA)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker