Berita Rusia

Rusia: Tiada Maaf Buat Turki Bersekongkol dengan Teroris

Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan tidak ada maaf bagi Turki karena bersekongkol dengan teroris….

 

Islam-Institute, MOSKOW – Moskow tidak akan memaafkan sikap pemerintah Turki yang sekarang karena bersekongkol dengan teroris. Tapi Moskow akan tetap ramah terhadap orang-orang Turki, demikian Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Limes Italia.

“Kami tidak akan mengampuni persekongkolan Turki dengan para teroris” katanya.

Diplomat top Rusia itu menekankan bahwa upaya kampanye serangan anti-terorisme, serta penyelesaian Suriah sangat penting dan utama bagi Rusia.

BACA JUGA:  AS Kembangkan Senjata Nuklir Khianati Kebijakannya Sendiri

“Itu sebabnya serangan angkatan udara Turki yang menarget jet tempur Rusia Su-24 Rusia tidak dapat mengubah pendekatan kami,” katanya.

“Jika provokasi Turki itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan ini, maka jelas mereka telah gagal.” Menurut diplomat Rusia, setelah serangan Turki yang menarget pesawat jet tempur Rusia Su-24 pada bulan November lalu.

“Langkah Ankara adalah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam Federasi Rusia,” kata Sergey Lavrov.

“Hal ini terbukti bahwa tindakan tersebut tidak bisa tidak telah mempengaruhi hubungan Rusia-Turki, dan kepercayaan kami terhadap Turki sebagai mitra telah hancur”, kata Lavrov.

BACA JUGA:  Beruang Merah Mengamuk Hancurkan ISIS di Suriah

Akibatnya, kerjasama antara Rusia dan Turki telah ditangguhkan, meskipun ada upaya besar untuk mengembangkan hubungan dalam beberapa tahun terakhir, Sergey Lavrov mengatakan, dan menekankan: “Ini bukan pilihan kami.”

“Sejauh ini kami tidak mendengar permintaan maaf dari pimpinan Turki atau hal yang menunjukkan penyesalan dan kesiapan untuk mengkompensasi dari konsekuensi tindakan itu, atau niat untuk menghukum mereka yang bersalah dengan cara yang benar,” kata Sergey Lavrov.

BACA JUGA:  Rusia Bongkar Misteri Angka 13 di Balik Tragedi Paris

“Sebaliknya, Ankara mengklaim bahwa militer Turki telah melakukan hal yang benar untuk melindungi kedaulatan negara,” kata Lavrov, dan menambahkan bahwa pernyataan “penyesalan” politisi Turki  tidak menunjukkan keseriusan dengan apa yang telah terjadi.

Rusia telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran atas ancaman teroris yang tumbuh di Turki, namun Ankara menolak kerja sama dalam memerangi terorisme, Lavrov mengingatkan. Dengan demikian Turki sekarang ada di bawah kepemimpinan orang yang memiliki misi yang sama dengan teroris.  (al/Sfa/AB/Tass)

 

Tags

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker