Berita Irak

Rusia Pertimbangkan Akan Serang ISIS di Irak

Rusia Pertimbangkan Aksi Serangan terhadap ISIS di Wilayah Irak

Haider al-Abadi menyambut Rusia untuk melakukan serangan udara anti-teror terhadap ISIS di negaranya sejak 30 September, ketika Rusia meluncurkan kampanye militer terhadap teroris ISIS yang beroperasi di Suriah atas permintaan dari pemerintah Damaskus.

Islam-institute.com, MOSKOW – Rusia mengatakan akan mempertimbangkan operasi udara terhadap teroris ISIS di Irak, jika menerima permintaan resmi dari otoritas Irak untuk melakukan seperti kampanye militer di Suriah.

“Para pemimpin negara kita akan mempelajari kebijakan politik dan militer untuk partisipasi dalam sebuah operasi udara. Saat ini kami belum menerima permintaan tersebut,“ Valentina Matviyenko, Dewan Federasi Rusia, kepada wartawan selama kunjungan resmi ke Yordania pada hari Selasa (6/10), RT melaporkan.

Pernyataan Matviyenko datang tiga hari setelah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa ia memiliki persetujuan pemerintah untuk menyambut kampanye udara Rusia melawan teroris di Irak. Sudah kedua kalinya Haider al-Abadi menyambut Rusia untuk melakukan serangan udara anti-teror terhadap ISIS di negaranya sejak 30 September, ketika Rusia meluncurkan kampanye militer terhadap teroris ISIS yang beroperasi di Suriah atas permintaan dari pemerintah Damaskus.

Dalam pertemuan dengan Abdur-Rauf Rawabdeh, presiden Senat Yordania, Matviyenko juga menekankan bahwa “Rusia tidak punya tujuan politik lain dan tidak ada kepentingan lain selain kekalahan ISIS” dan menambahkan bahwa tujuan Moskow membuatnya berbeda dari “negara-negara lain yang berpartisipasi dalam koalisi lain. ”

banner 2 2 - Rusia Pertimbangkan Akan Serang ISIS di Irak

Dia juga mengatakan bahwa rakyat Suriah adalah satu-satunya orang yang bisa menentukan nasib negara mereka tanpa tekanan eksternal atau gangguan langsung dari negara-negara lain.

Sementara itu, Abadi mengatakan bahwa apa yang disebut koalisi internasional Anti-ISIS telah gagal memenuhi harapan Irak dalam mendukung pasukan negara itu dalam perang melawan teroris.

Perdana menteri Irak, yang telah berpartisipasi dalam upacara pembukaan untuk sebuah rumah sakit di kota suci Karbala, menambahkan bahwa tanpa pasukan darat Irak, pejuang relawan dan serangan udara Irak mustahil ISIS dapat dihentikan.

Bagian utara dan barat Irak telah dilanda kekerasan yang mengerikan sejak teroris ISIS memulai kampanye teror mereka di negara itu pada Juni 2014.

Menurut PBB, lebih dari 21.000 warga Irak telah tewas atau mengalami luka akibat tindak kekerasan dan terorisme di negara Arab sejak awal tahun.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada tanggal 1 Oktober, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia di Irak Fadel Ghraoui menunjuk kenaikan dramatis dalam jumlah operasi ISIS terhadap rakyat Irak, mencatat bahwa total 6.238 warga Irak tewas dan 14.933 lainnya luka-luka antara 1 Januari dan 1 Oktober tahun ini.

Prajurit tentara Irak dan pejuang relawan berusaha untuk memenangkan kembali wilayah-wilayah yang dikuasai oleh ISIS dengan operasi gabungan.  (Al/Sfa/RT)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker