Berita Rusia

Rusia Bongkar Misteri Angka 13 di Balik Tragedi Paris

Departemen Pertahanan Rusia Bongkar Misteri Angka 13 dan Freemason di Balik Tragedi Paris

Tepat seperti apa yang telah diperingatkan GRU soal misteri angka 13, maka 13 November kemarin, “pembantaian ritual” Barat terbaru yang diniatkan untuk mengembalikan citra mereka di hadapan seluruh dunia, terjadi di Paris. Yaitu ketika teroris ISIS ciptaan Barat sendiri memimpin serangan terkoordinasi di 6 target di Paris yang menewaskan setidaknya 128 orang dan menjadikan 180 lainnya mengalami luka-luka dengan 99 orang yang bertahan hidup hingga kini, namun dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Rusia Bongkar Misteri Angka 13 dan Freemason di Balik Tragedi Paris.

Islam-Institute, MOSKOW – Ada berita heboh datang dari Rusia. Sebuah laporan menakjubkan telah dipublikasikan Departemen Pertahanan Rusia (MoD) pada (15/11) untuk para pembuat kebijakan Dewan Keamanan (SC) negara itu mengenai serangan teroris di Paris yang terjadi pada hari Jum’at tanggal 13 November lalu di Paris, Perancis, bahkan sebelum trgedi Paris terjadi.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Serangan teroris di Paris itu terkait dengan “pembantaian ritual” dan “dilakukan” oleh elemen / komplotan rahasia Freemason (Masonic/Masons) yang memiliki jabatan tinggi di Badan Intellijen Pusat Amerika (CIA), Direktorat jenderal Perancis untuk Keamanan Luar Negeri (DGSE), Badan Intellijen Rahasia Inggris (SISI/MI6), Direktorat Israel Intellijen Militer (DMII) dan Pasukan Rahasia Vatikan.

BACA JUGA:  Rusia Akan Bombardir Saudi Jika Tak Berhenti Dukung Terorisme

Menurut laporan itu, Main Intelligence Directorate (GRU) telah menginformasikan akan adanya potensi eksekusi siasat “Friday the 13th” kepada MoD, dua minggu ( tanggal 27 Oktober) sebelum kejadian. Peringatan itu dikeluarkan setelah adanya sebuah pertemuan super rahasia yang diadakan di Washington D.C. dan dihadiri oleh Direktur CIA, John Brennan, Direktur DGSE Bernard Bajolet, mantan Pemimpin MI6 John Sawers dan mantan Pemimpin DMI, dan Penasihat Pertahanan Nasional “Israel” (Mosad) Yaacov Amidror.

Tujuan utama pertemuan para petinggi intelijen internasional tersebut, lanjut laporan itu, adalah untuk menyelenggarakan diskusi publik berkedok Konferensi Intelijen CIA-GW: Panel tentang Misi Bersama Internasional Abad 21. Pada panel itu, masa depan Timur-Tengah (setidaknya dari perspektif Barat) ditentukan.

Alasan rahasia di balik pertemuan itu, menurut laporan tersebut terungkap atau diungkap oleh GRU ketika para dalang mata-mata ini bertemu secara rahasia setelah konferensi di rumah Wakil Presiden AS, Joseph Biden yang merupakan petinggi Roman Catholic Jesuit (Society of Jesus) dan berkuasa di Amerika saat ini. Pertemuan ini dipimpin oleh Direktur CIA John Brennan yang sebagaimana wapres Biden, adalah seorang analis intellijen terlatih Jesuit dengan ketertarikan pada teori perang.

BACA JUGA:  Vladimir Putin Kecam ISIS di Masjid Katedral Mokow Rusia

Segera setelah pertemuan 27 Oktober antara beberapa kepala badan intellijen Barat dengan Wakil Presiden Biden, media ITCW menyatakan bahwa GRU segera membuat laporan awal yang diajukan oleh Kementerian Pertahanan yang berisi peringatan bahwa “komplotan Jesuit Masonic” itu kemungkinan akan menjalankan siasat mereka ini pada hari Jum’at tanggal 13, sebagaimana yang sering dilakukan organisasi rahasia tersebut dalam menjalankan rencana “pembantaian” untuk kepentingan mereka, yang berbarengan dengan tanggal “penting/mistis” Freemason itu.

Yang paling mengkhawatirkan mengenai pertemuan para ketua badan mata-mata di Wshington DC tersebut pada tanggal 27 Oktober itu adalah, apa yang dinyatakan Direktur DGSE, Bernard Bajolet (Perancis), bahwa untuk menghadapi Federasi yang melindungi Suriah (di mana hal itu telah menghancurkan citra Barat), perlakuan akan dibuat berbeda dari apa yang pernah dilakukan setelah Perang Dunia ke-II. Hal inilah yang membuat GRU memperingatkan MoD bahwa Nomor paling Magis Fremasons yaitu 11 dan 13 akan segera dimainkan.

BACA JUGA:  Ramzan Kadyrov: Turki Bantu Wahabi dan ISIS Hancurkan Islam

Tepat seperti apa yang telah diperingatkan GRU soal misteri angka 13, maka 13 November kemarin, “pembantaian ritual” Barat terbaru yang diniatkan untuk mengembalikan citra mereka di hadapan seluruh dunia, terjadi di Paris. Yaitu ketika teroris ISIS ciptaan Barat sendiri memimpin serangan terkoordinasi di 6 target di Paris yang menewaskan setidaknya 128 orang dan menjadikan 180 lainnya mengalami luka-luka dengan 99 orang yang bertahan hidup hingga kini, namun dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit.  (AL/ARN)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Rusia Bongkar Misteri Angka 13 di Balik Tragedi Paris
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker