Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita AS

Rupiah Menguat 13.400 Terhadap Dolar AS

Rusia Serang ISIS, Lalu Kenapa Rupiah Menguat 13.400 Terhadap Dolar AS?

Harga minyak melanjutkan penguatannya selain akibat proyeksi produksi minyak AS yang akan turun, didukung juga oleh memanasnya situasi di Suriah.

Islam-institute.com, JAKARTA – Seiring dengan semakin gencarnya serangan Rusia terhadap posisi ISIS di Suriah yang membuat Amerika dan sekutunya marah, demikian pula nilai Rupiah juga menyerang dan menguat terhadap dolar Amerika. Setelah kemarin sempat mengendor, Rupiah pada Jumat (9/10/2015) langsung melompat pada awal perdagangan di pasar spot hingga ke kisaran level 13.400.

Adakah hal ini berkaitan dengan Serangan Rusia ke Basis ISIS di Suriah? Wallohu a’lam….

Rupiah Menguat 13.400

 

Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Jumat (9/10/2015) Rupiah menguat 292 poin atau 2,1% ke Rp13.595/1 US$. Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya? Ikuti lajunya secara live hingga penutupan.

10:57 WIB Pk. 10.30 WIB: Rupiah Menguat 427 Poin ke Rp13.460/US. Dikuatkan Catatan FOMC, Pake 3, Intervensi BI

Rupiah menguat 427 poin atau 3,07% ke Rp13.460/US$

Analis Teknikal Bahana Securities Muhammad Wafi mengatakan Penguatan rupiah karena faktor dalam dan luar negeri.

Sentimen tersebut adalah:

Respon lanjutan paket kebijakan ekonomi jilid 3

Ada intervensi dari Bank indonesia. Terlihar rilis terakhir cadangan devisa BI yang turun.  “BI sudah melakukan intervensi ke pasar.”

Pelemahan dolar tidak hanya ke mata rupiah tapi semua mata uang, setelah catatan FMOC memicu pasar untuk menyimplkan kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed Rate) tidak akan dinaikkan tahun ini.

BACA JUGA:  AS Habiskan Dana Sekitar Rp23,7 triliun Untuk Perangi ISIS

10:51 WIB Kurs Jisdor Rp13.521/US

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menguat ke level Rp13.500-an pada Jumat (9/10/2015).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan Jisdor level di Rp13.521 per dolar AS, terapresiasi 288 poin atau menguat 2,09% dari kurs Rabu.

10:09 WIB Pk. 09:50 WIB: Mata uang Asean Kompak Menguat, Rupiah & Ringgit Kembali Memimpin

Mata uang di Asean kompak menguat.

Dolar Singapura (+0,22%), peso Filipina (+0,41%), baht Thailand (+0,29%), ringgit (+2,34%), dan rupiah menguat 435 poin atau 3,21% ke Rp13.442/US$.

09:06 WIB Pukul 08.57 WIB: Penguatan Rupiah Kian Tajam. Menguat 409 Poin ke Rp13.478/US

Rupiah menembus level Rp13.400, diperdagangkan menguat 409 poin atau terapresiasi 2,95% ke Rp13.478 per dolar AS setelah bursa saham dibuka

08:34 WIB Berikut Sentimen Rupiah Hari Ini

Samuel Sekuritas Indonesia mengemukakan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2015) merespons sikap Fed yang terkuak dari rilis catatan FOMC meeting.

“Notulensi FOMC meeting tegaskan keraguan, dolar melemah.,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Jumat (9/10/2015).

Dikemukakan pesimisme bank sentral AS yang dirilis dini hari, serta kenaikan harga komoditas, berpeluang mengembalikan sentimen positif terhadap rupiah.

BACA JUGA:  Capres AS Ben Carson: Pengungsi Suriah Bak Anjing Gila

Walaupun kenaikan tajam yang dimulai awal minggu ini, ujarnya, bisa terkoreksi tanpa adanya dukungan pasokan dolar tambahan, baik dari investor maupun Bank Indonesia.

Yield SUN10 tahun juga naik mendekati 8,9% hingga kemarin sore, setelah penurunan selama 3 hari berturut-turut tanpa volume yang signifikan.

“BI masih menunjukkan keinginan untuk melihat rupiah yang menguat yang diklaim saat ini masih terlalu lemah dibandingkan nilai wajarnya,” kata Rangga.

Notulensi FOMC meeting menegaskan alasan penundaan kenaikan Fed Rate di September, dengan menyebutkan inflasi yang masih jauh dari target bank sentral AS disebabkan oleh perlambatan perekonomian global.

Hal ini, tambahnya, mendorong rendahnya harga komoditas yang juga didukung oleh kuatnya dolar.

Rangga mengatakan hingga dini hari tadi indeks dolar melemah walaupun hanya tipis. Bahkan setelah jobless claims diumumkan turun ke titik terendah dalam 42 tahun terakhir.

Sementara itu harga minyak melanjutkan penguatannya selain akibat proyeksi produksi minyak AS yang akan turun, didukung juga oleh memanasnya situasi di Suriah.

08:08 WIB Pk. 08:00 WIB: Rupiah Dibuka Menguat 292 Poin ke Rp13.595

Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Jumat (9/10/2015) rupiah menguat 292 poin atau 2,1% ke Rp13.595/US$.

07:29 WIB FOMC Nilai Penguatan Dolar AS Bisa Hambat Target Inflasi

Indeks dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Jumat (9/10/2015) melanjutkan pelemahannya.

Indeks dolar AS seperti dikutip dari Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2015) dibuka melemah 0,08% ke 95,240.  Pada Kamis, indeks dolar ditutup melemah 0,19% ke 95,318.

BACA JUGA:  Erdogan Kecewa pada AS karena Tolak Ekstradisi Gullen

Pada pk. 06:51 WIB, indeks yang menjadi tolok ukur kekuatan dolar AS terhadap 10 mata uang utama tersebut jadi melemah ke 95,245, dan bergerak di kisaran 95,237—95,260.

Dolar melemah setelah bank sentral AS Federal Reserve membuka catatan pertemuan 16—17 September 2015.

Salah satu catatatan tersebut adalah petinggi Fed mengkhawatirkan penguatan dolar atas mata uang utama lainnya, yang bisa menghambat laju inflasi.

“Dolar bisa jadi hambatan dalam mencapat target angka inflasi AS. Dolar telah menguat 6—9 bulan terakhir,” kata Minh Trang, pedagang Valuta Asing Valley Bank seperti dikutip Bloomberg, Jumat (9/10/2015).

07:05 WIB Jumat, Indeks Dolar AS Dibuka Melemah 0,08% ke 95,240

Jumat, indeks dolar AS dibuka melemah 0,08% ke 95,240

07:03 WIB Kamis, Indeks Dolar AS Melemah 0,19% ke 95,318

Kamis, indeks dolar AS melemah 0,19% ke 95,318

06:52 WIB Rupiah/US Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

“Rupiah hari ini (9/10/2015) diperkirakan akan bergerak dikisaran 13.700-13.960 dengan kecenderungan melemah,” kata Analis Teknikal Bahana Securities

Muhammad Wafi dalam risetnya.

06:40 WIB Berikut Prediksi Kurs Tengah BI

NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2015) bergerak di kisaran Rp 13.779 – Rp 14.000. (AL/ARN/MM/BerbagaiMedia)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker