Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Suriah

Rudal Jelajah Rusia ke Basis ISIS Bikin Pejabat AS Kagum

26 Rudal Jelajah Rusia ke Basis ISIS yang Tepat Sasaran Bikin Pejabat AS Kagum

Kehebatan rudal SS-N-30 kerap disetarakan dengan rudal Tomahawk milik AS, rudal andalan militer AS selama ini. Menurut Wertheim, rudal SS-N-30 ukurannya ramping dengan panjang sekitar 200-300 kaki.

Islam-institute.com, SURIAH Kapal-kapal perang Rusia telah menembakkan sekitar 26 rudal jelajah dengan target ISIS di Suriah pada 7 Oktober 2015 lalu. Menurut analis militer Amerika Serikat (AS) salah satu rudal Rusia itu adalah rudal SS-N-30. di kalangan analis militer, rudal SS-N-30 sering disetarakan dengan rudal Tomahawk milik AS. Tapi sebenarnya, spesifikasi rudal SS-N-30 adalah senjata canggih Rusia yang masih jadi misteri dunia sampai hari ini.

Rudal-rudal yang ditembakkan kapal-kapal perang Rusia dari Laut Kaspia itu telah membuat Pentagon AS kesal. Sebab, penembakan rudal tanpa pemberitahuan awal dan berpotensi membahayakan personel militer AS dan sekutunya yang sama-sama memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

BACA JUGA:  Rusia Pertanyakan Rencana AS Gelar Operasi Darat Di Suriah

”Kami telah melihat perilaku tidak profesional dari pasukan Rusia. Mereka melanggar wilayah udara Turki. Mereka menembakkan rudal jelajah dari Laut Kaspia tanpa peringatan,” kata Menteri Pertananan AS, Ashton Carter dengan sewotnya.

Puluhan rudal Rusia itu melesat hingga sejauh 1.500 km dan tepat mengenai sasaran. Pemberondongan rudal jelajah super canggih oleh kapal-kapal perang Rusia dari laut Kaspia itu hanya berselang enam hari setelah serangan udara oleh pesawat-pesawat tempur Rusia ke posisisi-posisi ISIS di Suriah.

Para milisi Kurdi ikut merekam penembakan rudal-rudal canggih Rusia tersebut ketika melewati wilayah udara Irak utara. Seorang pejabat AS kepada CNN telah menuduh dari puluhan rudal Rusia, empat di antaranya jatuh di wilayah Iran.

BACA JUGA:  Klub Pemburu ISIS, Angotanya Mantan Pasukan Elite Inggris

Tapi, Rusia membantah tuduhan tak berdasar itu. Iran sendiri juga membantah wilayahnya kejatuhan rudal Rusia. ”Setiap orang profesional tahu bahwa selama operasi ini kita selalu memperbaiki target sebelum dan setelah ada dampaknya,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov. “Semua rudal jelajah kami mencapai targetnya,” lanjut dia.

Kepada The Daily Beast, seorang pejabat pertahanan AS dengan kagum mengomentari searangan Rusia ke basis-basis ISIS , menilai serangan rudal-rudal Rusia itu menunjukkan Rusia sebagai penguasa panggung dunia. ”Ini adalah bukti Rusia mendemonstrasikan di panggung global bahwa ia memiliki banyak jangkauan,” ujar pejabat yang menolak diidentifikasi tersebut.

BACA JUGA:  Suriah Beri Kesempatan Menyerah kepada Jeish Al-Islam

Eric Wertheim, seorang analis militer Angkatan Laut AS, setuju dengan pendapat pejabat AS itu.”Saya pikir itu adalah demonstrasi untuk dunia,” katanya, Jumat (9/10/2015). Dia menduga rudal-rudal Rusia yang ditembakkan itu adalah rudal yang oleh Pentagon dinamakan rudal SS-N-30.

Rudal jenis itu jarang diketahui publik. Kehebatan rudal SS-N-30 kerap disetarakan dengan rudal Tomahawk milik AS, rudal andalan militer AS selama ini. Menurut Wertheim, rudal SS-N-30 ukurannya ramping dengan panjang sekitar 200-300 kaki.

Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi tidak mengkonfirmasi jenis rudal jelalah yang ditembakkan kapal-kapal perang mereka dari Laut Kaspia. Namun, kementerian itu mengaku bangga dengan manuver rudal-rudal jelajahnya tersebut. (Al/Sfa/MM)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker